Thalaq
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3466
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍأَنَّهُ سُئِلَ عَنْ رَجُلٍ تَزَوَّجَ امْرَأَةً وَلَمْ يَفْرِضْ لَهَا صَدَاقًا وَلَمْ يَدْخُلْ بِهَا حَتَّى مَاتَ قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ لَهَا مِثْلُ صَدَاقِ نِسَائِهَا لَا وَكْسَ وَلَا شَطَطَ وَعَلَيْهَا الْعِدَّةُ وَلَهَا الْمِيرَاثُ فَقَامَ مَعْقِلُ بْنُ سِنَانٍ الْأَشْجَعِيُّ فَقَالَ قَضَى فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَرْوَعَ بِنْتِ وَاشِقٍ امْرَأَةٍ مِنَّا مِثْلَ مَا قَضَيْتَ فَفَرِحَ ابْنُ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Mahmud bin Ghailan} berkata telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Hubab} berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} dari {Ibrahim} dari {‘Alqamah} dari {Ibnu Mas’ud}, bahwa ia ditanya mengenai seorang laki-laki yang menikahi seorang wanita, ia belum menentukan mahar dan belum menggaulinya hingga meninggal. Ibnu Mas’ud berkata, “Wanita tersebut berhak mendapatkan mahar sebagai seorang wanita, tidak ada pengurangan dan kezhaliman, ia wajib ber’iddah dan mendapatkan warisan.” Kemudian {Ma’qil bin Sinan Al Asyja’i} berdiri dan berkata, “Rasulullah saw. telah memberikan keputusan pada kami terhadap Barwa’ binti Wasyiq, seorang wanita di antara kami seperti apa yang telah engkau putuskan.” Maka Ibnu Mas’ud merasa senang.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3467
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تَحِدُّ عَلَى مَيِّتٍ أَكْثَرَ مِنْ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجِهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} berkata telah memberitakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {‘Urwah} dari {Aisyah}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita untuk berkabung terhadap mayit melebihi tiga hari kecuali terhadap suaminya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3468
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَبَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تَحِدَّ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Ma’mar} berkata telah menceritakan kepada kami {Habban} berkata telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Katsir} berkata telah menceritakan kepada kami {Az Zuhri} dari {‘Urwah} dari {Aisyah} bahwa Nabi saw. bersabda: “Tidak halal seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk berkabung di atas tiga hari kecuali terhadap suaminya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3469
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي أَيُّوبُ بْنُ مُوسَى عَنْ حُمَيْدِ بْنِ نَافِعٍ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ قَالَتْسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ أَنْ تَحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Manshur} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Yusuf} berkata telah menceritakan kepada kami {Al Laits} berkata telah menceritakan kepadaku {Ayyub bin Musa} dari {Humaid bin Nafi’} dari {Zainab binti Abu Salamah} bahwa {Ummu Habibah} berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda di atas mimbar ini: “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya untuk berkabung terhadap mayit di atas tiga malam, kecuali terhadap suaminya hingga empat bulan sepuluh hari.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3470
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ عَنْ شُعْبَةَ وَابْنُ جُرَيْجٍ وَيَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ كَعْبٍ عَنْ الْفَارِعَةِ بِنْتِ مَالِكٍأَنَّ زَوْجَهَا خَرَجَ فِي طَلَبِ أَعْلَاجٍ فَقَتَلُوهُ قَالَ شُعْبَةُ وَابْنُ جُرَيْجٍ وَكَانَتْ فِي دَارٍ قَاصِيَةٍ فَجَاءَتْ وَمَعَهَا أَخُوهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرُوا لَهُ فَرَخَّصَ لَهَا حَتَّى إِذَا رَجَعَتْ دَعَاهَا فَقَالَ اجْلِسِي فِي بَيْتِكِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Al ‘Ala} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Idris} dari {Syu’bah} dan {Ibnu Juraij} dan {Yahya bin Sa’id} dan {Muhammad bin Ishaq} dari {Sa’d bin Ishaq} dari {Zainab binti Ka’b} dari {Al Fari’ah binti Malik}, bahwa suaminya keluar untuk mencari pekerja yang kuat, kemudian mereka membunuhnya.” {Syu’bah} dan {Ibnu Juraij} berkata, “Al Fari’ah berada di kampung yang jauh, kemudian ia datang bersama saudara laki-lakinya kepada Rasulullah saw. Kemudian mereka menceritakan kepada beliau dan beliau memberikan keringanan untuknya, hingga ketika Fari’ah kembali, beliau memanggilnya dan bersabda: “Duduklah di rumahmu hingga selesai masa ‘iddah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3471
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ عَمَّتِهِ زَيْنَبَ بِنْتِ كَعْبٍ عَنْ الْفُرَيْعَةِ بِنْتِ مَالِكٍأَنَّ زَوْجَهَا تَكَارَى عُلُوجًا لِيَعْمَلُوا لَهُ فَقَتَلُوهُ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَتْ إِنِّي لَسْتُ فِي مَسْكَنٍ لَهُ وَلَا يَجْرِي عَلَيَّ مِنْهُ رِزْقٌ أَفَأَنْتَقِلُ إِلَى أَهْلِي وَيَتَامَايَ وَأَقُومُ عَلَيْهِمْ قَالَ افْعَلِي ثُمَّ قَالَ كَيْفَ قُلْتِ فَأَعَادَتْ عَلَيْهِ قَوْلَهَا قَالَ اعْتَدِّي حَيْثُ بَلَغَكِ الْخَبَرُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} berkata telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Yazid bin Muhammad} dari {Sa’d bin Ishaq} dari bibinya {Zainab binti Ka’b} dari {Al Furai’ah binti Malik}, bahwa suaminya menyewa pekerja kuat agar bekerja kepadanya, kemudian mereka membunuhnya. Lalu ia menyebutkan hal tersebut kepada Rasulullah saw. dan berkata, “Sesungguhnya aku tidak berada di rumahnya dan aku tidak mendapatkan nafkah darinya. Apakah boleh aku pindah kepada keluargaku dan mengurusi anak-anak yatimku? Beliau bersabda: “Lakukanlah.” Kemudian beliau bersabda: “Apa yang kamu katakan?” Kemudian ia mengulangi perkataannya lagi. Beliau bersabda: “Lakukanlah Iddah di tempat kamu mendengar kabar (kematian itu).”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3472
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ زَيْنَبَ عَنْ فُرَيْعَةَأَنَّ زَوْجَهَا خَرَجَ فِي طَلَبِ أَعْلَاجٍ لَهُ فَقُتِلَ بِطَرَفِ الْقَدُّومِ قَالَتْ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْتُ لَهُ النُّقْلَةَ إِلَى أَهْلِي وَذَكَرَتْ لَهُ حَالًا مِنْ حَالِهَا قَالَتْ فَرَخَّصَ لِي فَلَمَّا أَقْبَلْتُ نَادَانِي فَقَالَ امْكُثِي فِي أَهْلِكِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Sa’d bin Ishaq} dari {Zainab} dari {Furai’ah}, bahwa suaminya keluar untuk mencari budak miliknya. Kemudian ia terbunuh di Tharafi Al Qaddum. Furai’ah berkata, “Kemudian aku datang kepada Nabi saw. dan menceritakan kepada beliau bahwa aku ingin pindah kepada keluargaku.” Kemudian Furai’ah menyebutkan kondisinya. Furai’ah berkata, “Beliau lalu memberiku keringanan, namun saat aku berbalik (ingin berlalu pergi) beliau memanggilku dan bersabda: “Tinggallah di rumah keluargamu hingga selesai masa ‘iddah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3473
أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ حَدَّثَنَا وَرْقَاءُ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ قَالَ عَطَاءٌ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍنَسَخَتْ هَذِهِ الْآيَةُ عِدَّتَهَا فِي أَهْلِهَا فَتَعْتَدُّ حَيْثُ شَاءَتْ وَهُوَ قَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ غَيْرَ إِخْرَاجٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim} berkata telah menceritakan kepada kami {Yazid} berkata telah menceritakan kepada kami {Warqa`} dari {Ibnu Abu Najih} {‘Atha} berkata dari {Ibnu Abbas}, “Ayat ini telah menghapus bahwa ia harus melakukan iddah di rumah keluarganya, dan ia boleh melakukan iddah di tempat yang ia kehendaki, yaitu firman Allah Azza wa Jalla: ‘(tanpa keluar rumah).”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3474
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِسْحَقَ قَالَ حَدَّثَتْنِي زَيْنَبُ بِنْتُ كَعْبٍ قَالَتْ حَدَّثَتْنِي فُرَيْعَةُ بِنْتُ مَالِكٍ أُخْتُ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَتْتُوُفِّيَ زَوْجِي بِالْقَدُومِ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْتُ لَهُ إِنَّ دَارَنَا شَاسِعَةٌ فَأَذِنَ لَهَا ثُمَّ دَعَاهَا فَقَالَ امْكُثِي فِي بَيْتِكِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Manshur} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dari {Sufyan} dari {Sa’d bin Ishaq} berkata telah menceritakan kepadaku {Zainab binti Ka’b} berkata telah menceritakan kepadaku {Furai’ah binti Malik} saudara wanita Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata, “Suamiku meninggal di daerah Al Qadum, kemudian aku datang kepada Nabi saw. dan menyebutkan kepadanya bahwa kampung kami jauh.” Beliau kemudian memberinya izin, namun kemudian beliau memanggilnya kembali seraya bersabda: “Tinggallah di rumahmu selama empat bulan sepuluh hari hingga selesai masa ‘iddah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3475
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ وَاللَّفْظُ لَهُ قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ الْقَاسِمِ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ نَافِعٍ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ بِهَذِهِ الْأَحَادِيثِ الثَّلَاثَةِقَالَتْ زَيْنَبُ دَخَلْتُ عَلَى أُمِّ حَبِيبَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ تُوُفِّيَ أَبُوهَا أَبُو سُفْيَانَ بْنُ حَرْبٍ فَدَعَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ بِطِيبٍ فَدَهَنَتْ مِنْهُ جَارِيَةً ثُمَّ مَسَّتْ بِعَارِضَيْهَا ثُمَّ قَالَتْ وَاللَّهِ مَا لِي بِالطِّيبِ مِنْ حَاجَةٍ غَيْرَ أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ تَحِدُّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Salamah} dan {Al Harits bin Miskin} dengan membacakan riwayat dan aku mendengar, lafazhnya adalah lafazh Al Harits, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Ibnu Al Qasim} dari {Malik} dari {Abdullah bin Abu Bakr} dari {Humaid bin Nafi’} dari {Zainab binti Abu Salamah}, bahwa ia mengabarkan kepadanya tiga hadits.” Zainab berkata, “Aku menemui {Ummu Habibah} isteri Nabi saw. ketika ayahnya, Abu Sufyan bin Harb, meninggal. Kemudian Ummu Habibah meminta minyak wangi dan memberi seorang sahaya wanita sebagian darinya kemudian ia mengusap kedua pipinya kemudian berkata, “Demi Allah, aku tidak butuh kepada minyak wangi, hanya saja aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk berkabung terhadap mayit di atas tiga malam, kecuali terhadap suaminya hingga empat bulan sepuluh hari.”