Thalaq
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3396
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَأَنَّهَا أَرَادَتْ أَنْ تَشْتَرِيَ بَرِيرَةَ فَاشْتَرَطُوا وَلَاءَهَا فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ اشْتَرِيهَا وَأَعْتِقِيهَا فَإِنَّ الْوَلَاءَ لِمَنْ أَعْتَقَ وَأُتِيَ بِلَحْمٍ فَقِيلَ إِنَّ هَذَا مِمَّا تُصُدِّقَ بِهِ عَلَى بَرِيرَةَ فَقَالَ هُوَ لَهَا صَدَقَةٌ وَلَنَا هَدِيَّةٌ وَخَيَّرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ زَوْجُهَا حُرًّا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin Ali} dari {Abdur Rahman}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Hakam} dari {Ibrahim} dari {Al Aswad} dari {Aisyah} bahwa ia ingin membeli Barirah, kemudian mereka mensyaratkan perwaliannya untuk mereka. Lalu ia melaporkan kasus tersebut kepada Nabi saw. dan bersabda: “Belilah dan merdekakan dia, karena perwalian adalah untuk orang memerdekakan.” Dan didatangkan sebuah daging kemudian dikatakan ini diantara yang disedekahkan kepada Barirah. Maka beliau bersabda: “Itu sedekah untuknya dan bagi kita adalah hadiah.” Beliau memberikan pilihan kepada Barirah, dan suaminya adalah orang yang merdeka.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3397
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكَاتَبَتْ بَرِيرَةُ عَلَى نَفْسِهَا بِتِسْعِ أَوَاقٍ فِي كُلِّ سَنَةٍ بِأُوقِيَّةٍ فَأَتَتْ عَائِشَةَ تَسْتَعِينُهَا فَقَالَتْ لَا إِلَّا أَنْ يَشَاءُوا أَنْ أَعُدَّهَا لَهُمْ عَدَّةً وَاحِدَةً وَيَكُونُ الْوَلَاءُ لِي فَذَهَبَتْ بَرِيرَةُ فَكَلَّمَتْ فِي ذَلِكَ أَهْلَهَا فَأَبَوْا عَلَيْهَا إِلَّا أَنْ يَكُونَ الْوَلَاءُ لَهُمْ فَجَاءَتْ إِلَى عَائِشَةَ وَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ فَقَالَتْ لَهَا مَا قَالَ أَهْلُهَا فَقَالَتْ لَا هَا اللَّهِ إِذًا إِلَّا أَنْ يَكُونَ الْوَلَاءُ لِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذَا فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ بَرِيرَةَ أَتَتْنِي تَسْتَعِينُ بِي عَلَى كِتَابَتِهَا فَقُلْتُ لَا إِلَّا أَنْ يَشَاءُوا أَنْ أَعُدَّهَا لَهُمْ عَدَّةً وَاحِدَةً وَيَكُونُ الْوَلَاءُ لِي فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لِأَهْلِهَا فَأَبَوْا عَلَيْهَا إِلَّا أَنْ يَكُونَ الْوَلَاءُ لَهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْتَاعِيهَا وَاشْتَرِطِي لَهُمْ الْوَلَاءَ فَإِنَّ الْوَلَاءَ لِمَنْ أَعْتَقَ ثُمَّ قَامَ فَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَشْتَرِطُونَ شُرُوطًا لَيْسَتْ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُونَ أَعْتِقْ فُلَانًا وَالْوَلَاءُ لِي كِتَابُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَحَقُّ وَشَرْطُ اللَّهِ أَوْثَقُ وَكُلُّ شَرْطٍ لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَهُوَ بَاطِلٌ وَإِنْ كَانَ مِائَةَ شَرْطٍ فَخَيَّرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَوْجِهَا وَكَانَ عَبْدًا فَاخْتَارَتْ نَفْسَهَاقَالَ عُرْوَةُ فَلَوْ كَانَ حُرًّا مَا خَيَّرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Jarir} dari {Hisyam bin ‘Urwah} dari {ayahnya} dari {Aisyah}, ia berkata Barirah mengadakan perjanjian pembebasan dirinya dengan membayar sembilan uqiyah, setiap tahun satu uqiyah. Kemudian ia datang kepada Aisyah, dan meminta bantuan kepadanya. Ia berkata tidak, kecuali apabila mereka menghendaki saya menghitungnya satu hitungan untuk mereka, dan perwaliannya adalah untukku. Kemudian Barirah pergi dan membicarakan hal tersebut dengan tuannya. Maka mereka menolak hal tersebut kecuali perwaliannya adalah untuk mereka. Kemudian ia datang kepada Aisyah, dan Rasulullah saw. pada saat itu datang, lalu Barirah mengatakan apa yang dikatakan tuannya. Maka Aisyah berkata demi Allah kalau demikian tidak. Kecuali perwalian adalah untukku. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Ada apa ini?” kemudian Aisyah berkata wahai Rasulullah, Barirah datang kepadaku meminta bantuan menyelesaikan perjanjian pembebasannya, kemudian saya katakan tidak, kecuali mereka menghendaki saya menghitung bagi mereka satu hitungan dan perwaliannya adalah untukku. Kemudian ia menyebutkan hal tersebut kepada tuannya, lalu mereka menolak kecuali perwalian untuk mereka. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Belilah dia dan mintalah syarat perwalian kepada mereka. Dan perwalian hanyalah untuk orang yang memerdekakan.” Kemudian beliau berdiri dan berkhutbah kepada manusia, beliau memuji Allah kemudian bersabda: “Bagaimana keadaan orang-orang, mereka memberikan berbagai syarat yang tidak ada dalam Kitab Allah ‘azza wajalla. Mereka mengatakan bebaskan Fulan, dan perwaliannya untukku.” Kitab Allah lebih berhak dan syarat Allah lebih kuat, dan segala syarat yang tidak ada di dalam Kitab Allah adalah batil walaupun seratus syarat. Kemudian Rasulullah saw. memberikan pilihan kepada Barirah.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3398
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ رُومَانَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْكَانَ زَوْجُ بَرِيرَةَ عَبْدًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Al Mughirah bin Salamah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} dari {‘Ubaidullah bin Umar} dari {Yazid bin Ruman} dari {‘Urwah} dari {Aisyah} radliallahu ‘anha, ia berkata dahulu suami Barirah adalah seorang sahaya.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3399
أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ دِينَارٍ قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَأَنَّهَا اشْتَرَتْ بَرِيرَةَ مِنْ أُنَاسٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَاشْتَرَطُوا الْوَلَاءَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَلَاءُ لِمَنْ وَلِيَ النِّعْمَةَ وَخَيَّرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ زَوْجُهَا عَبْدًا وَأَهْدَتْ لِعَائِشَةَ لَحْمًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ وَضَعْتُمْ لَنَا مِنْ هَذَا اللَّحْمِ قَالَتْ عَائِشَةُ تُصُدِّقَ بِهِ عَلَى بَرِيرَةَ فَقَالَ هُوَ عَلَيْهَا صَدَقَةٌ وَهُوَ لَنَا هَدِيَّةٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Qasim bin Zakariya bin Dinar}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Husain} dari {Zaidah} dari {Simak} dari {Abdur Rahman bin Al Qasim} dari {Aisyah} bahwa ia membeli Barirah dari beberapa orang Anshar. Mereka mengajukan syarat perwalian untuk mereka. Namun Rasulullah saw. bersabda: “Perwalian adalah untuk orang yang memerdekakan.” Dan Rasulullah saw. memberikan pilihan kepadanya. Suaminya adalah seorang sahaya, dan Barirah memberikan hadiah daging kepada Aisyah. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Ohh,,,, seandainya kalian memberikan sebagian daging ini kepada kami.” Aisyah berkata itu disedekahkan kepada Barirah. Maka beliau bersabda: “Itu sedekah untuknya dan hadiah bagi kita.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3400
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ الْكَرْمَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَ وَكَانَ وَصِيَّ أَبِيهِ قَالَ وَفَرِقْتُ أَنْ أَقُولَ سَمِعْتُهُ مِنْ أَبِيكَ قَالَتْ عَائِشَةُسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَرِيرَةَ وَأَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِيَهَا وَاشْتُرِطَ الْوَلَاءُ لِأَهْلِهَا فَقَالَ اشْتَرِيهَا فَإِنَّ الْوَلَاءَ لِمَنْ أَعْتَقَ قَالَ وَخُيِّرَتْ وَكَانَ زَوْجُهَا عَبْدًا ثُمَّ قَالَ بَعْدَ ذَلِكَ مَا أَدْرِي وَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلَحْمٍ فَقَالُوا هَذَا مِمَّا تُصُدِّقَ بِهِ عَلَى بَرِيرَةَ قَالَ هُوَ لَهَا صَدَقَةٌ وَلَنَا هَدِيَّةٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Bukair Al Karmani}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abdur Rahman bin Al Qasim} dari {ayahnya} dari {Aisyah}, Al Qasim berkata yang merupakan orang yang diberi wasiat oleh ayahnya berkata saya khawatir untuk mengatakan saya telah mendengar dari ayahmu. Aisyah berkata saya bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai Barirah, sedang saya ingin membelinya dan bersyarat perwalian untuk tuannya. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Belilah dia, dan perwalian adalah untuk orang yang memerdekakan.” Al Qasim berkata dan Barirah diberi pilihan, sedang suaminya adalah seorang sahaya. Setelah itu Al Qasim berkata saya tidak tahu. Dan Rasulullah saw. diberi daging, kemudian mereka berkata ini adalah sebagian yang disedekahkan kepada Barirah. Beliau bersabda: “Itu sedekah baginya dan hadiah bagi kita.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3401
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَكَمِ الْبَصْرِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو يَعْفُورٍ عَنْ أَبِي الضُّحَى قَالَ تَذَاكَرْنَا الشَّهْرَ عِنْدَهُ فَقَالَ بَعْضُنَا ثَلَاثِينَ وَقَالَ بَعْضُنَا تِسْعًا وَعِشْرِينَ فَقَالَ أَبُو الضُّحَى حَدَّثَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ قَالَأَصْبَحْنَا يَوْمًا وَنِسَاءُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْكِينَ عِنْدَ كُلِّ امْرَأَةٍ مِنْهُنَّ أَهْلُهَا فَدَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَإِذَا هُوَ مَلْآنٌ مِنْ النَّاسِ قَالَ فَجَاءَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَصَعِدَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي عُلِّيَّةٍ لَهُ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يُجِبْهُ أَحَدٌ ثُمَّ سَلَّمَ فَلَمْ يُجِبْهُ أَحَدٌ ثُمَّ سَلَّمَ فَلَمْ يُجِبْهُ أَحَدٌ فَرَجَعَ فَنَادَى بِلَالًا فَدَخَلَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَطَلَّقْتَ نِسَاءَكَ فَقَالَ لَا وَلَكِنِّي آلَيْتُ مِنْهُنَّ شَهْرًا فَمَكَثَ تِسْعًا وَعِشْرِينَ ثُمَّ نَزَلَ فَدَخَلَ عَلَى نِسَائِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Abdullah bin Al Hakam Al Bashri} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Marwan bin Mu’awiyah} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Ya’fur} dari {Abu Adl Dluha} ia berkata, “Kami saling menyebutkan (tentang jumlah hari dalam) sebulan di sisi beliau, lalu sebagian kami menyebutkan bahwa jumlahnya adalah tiga puluh hari dan sebagian menyebutkan dua puluh sembilan, lalu Abu Adl Dluha berkata, ” {Ibnu Abbas} berkata, “Pada suatu pagi kami bangun dan para isteri Nabi saw. menangis di sisi setiap keluarganya, lalu aku memasuki masjid, ternyata masjid penuh orang berkumpul.” Abu Adalah Duha berkata, “Lalu datanglah Umar Radliyallahu’anhu dan ia naik ke ruangan Nabi saw. yang berada di kamar atasnya, ia mengucapkan salam kepada beliau namun beliau tidak menjawabnya, kemudian ia mengucapkan salam lagi namun tidak seorang pun yang menjawab, kemudian ia mengucapkan salam lagi namun tidak ada yang menjawab. Kemudian ia kembali dan memanggil Bilal. Bilal lalu masuk menemui Nabi saw. dan berkata, “Apakah engkau menceraikan para isterimu?” beliau menjawab: “Tidak, aku hanya bersumpah untuk tidak menggauli mereka selama sebulan, ” beliau tinggal selama dua puluh sembilan hari, lalu turun dari kamarnya dan menemui para isterinya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3402
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَآلَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نِسَائِهِ شَهْرًا فِي مَشْرَبَةٍ لَهُ فَمَكَثَ تِسْعًا وَعِشْرِينَ لَيْلَةً ثُمَّ نَزَلَ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَيْسَ آلَيْتَ عَلَى شَهْرٍ قَالَ الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Humaid} dari {Anas} ia berkata, “Nabi saw. bersumpah untuk tidak menggauli isteri-isterinya selama sebulan di ruangan beliau yang tinggi, lalu beliau tinggal selama dua puluh sembilan malam kemudian beliau turun, lalu dikatakan, “Wahai Rasulullah, bukankan engkau bersumpah untuk sebulan?” beliau bersabda: “Sebulan itu dua puluh sembilan hari.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3403
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الْحَكَمِ بْنِ أَبَانَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ ظَاهَرَ مِنْ امْرَأَتِهِ فَوَقَعَ عَلَيْهَا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَاهَرْتُ مِنْ امْرَأَتِي فَوَقَعْتُ قَبْلَ أَنْ أُكَفِّرَ قَالَ وَمَا حَمَلَكَ عَلَى ذَلِكَ يَرْحَمُكَ اللَّهُ قَالَ رَأَيْتُ خَلْخَالَهَا فِي ضَوْءِ الْقَمَرِ فَقَالَ لَا تَقْرَبْهَا حَتَّى تَفْعَلَ مَا أَمَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Hasan bin Huraits} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Fadll bin Musa} dari {Ma’mar} dari {Al Hakam bin Aban} dari {‘Ikrimah} dari {Ibnu Abbas}, bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi saw., ia telah menzhihar (mengatakan kepada isterinya engkau seperti punggung ibuku) isterinya lalu ia menggaulinya, ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah menzhihar isteriku lalu aku menggaulinya sebelum membayar kaffarat?” Beliau bersabda: “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu, semoga Allah merahmatimu?” Aku melihat gelang kakinya di bawah cahaya bulan.” Beliau bersabda: “Janganlah engkau mendekatinya hingga melakukan apa yang Allah Azza wa Jalla perintahkan.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3404
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الْحَكَمِ بْنِ أَبَانَ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَتَظَاهَرَ رَجُلٌ مِنْ امْرَأَتِهِ فَأَصَابَهَا قَبْلَ أَنْ يُكَفِّرَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا حَمَلَكَ عَلَى ذَلِكَ قَالَ رَحِمَكَ اللَّهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ خَلْخَالَهَا أَوْ سَاقَيْهَا فِي ضَوْءِ الْقَمَرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاعْتَزِلْهَا حَتَّى تَفْعَلَ مَا أَمَرَكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Rafi’} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Al Hakam bin Aban} dari {‘Ikrimah} ia berkata, “Seorang laki-laki telah menzhihar isterinya, kemudian ia menggaulinya sebelum membayar kafarat. Lalu ia menceritakan hal tersebut kepada Nabi saw., maka Nabi saw. pun bersabda kepadanya: “Apakah yang mendorongmu untuk melakukan hal tersebut?” Ia menjawab, “Semoga Allah merahmatimu, wahai Rasulullah, aku telah melihat gelang kakinya atau kedua betisnya dalam cahaya rembulan.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Jauhilah dia hingga engkau melakukan apa yang telah Allah ‘azza wajalla perintahkan.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3405
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا الْمُعْتَمِرُ ح وَأَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ الْحَكَمَ بْنَ أَبَانَ قَالَ سَمِعْتُ عِكْرِمَةَ قَالَأَتَى رَجُلٌ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّهُ ظَاهَرَ مِنْ امْرَأَتِهِ ثُمَّ غَشِيَهَا قَبْلَ أَنْ يَفْعَلَ مَا عَلَيْهِ قَالَ مَا حَمَلَكَ عَلَى ذَلِكَ قَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ رَأَيْتُ بَيَاضَ سَاقَيْهَا فِي الْقَمَرِ قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاعْتَزِلْ حَتَّى تَقْضِيَ مَا عَلَيْكَ وَقَالَ إِسْحَقُ فِي حَدِيثِهِ فَاعْتَزِلْهَا حَتَّى تَقْضِيَ مَا عَلَيْكَوَاللَّفْظُ لِمُحَمَّدٍ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ الْمُرْسَلُ أَوْلَى بِالصَّوَابِ مِنْ الْمُسْنَدِ وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Al Mu’tamir}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah memberitakan kepada kami {Muhammad bin Abdul A’la} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Mu’tamir} ia berkata aku mendengar {Al Hakam bin Aban} ia berkata aku mendengar {‘Ikrimah} berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw.m dan berkata, “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya ia telah menzhihar isterinya, kemudian menggaulinya sebelum melakukan apa yang menjadi kewajibannya?” Beliau bersabda: “Apakah yang mendorongmu untuk melakukan hal tersebut? Ia menjawab, “Wahai Nabi Allah, aku melihat betisnya yang putih dalam cahaya rembulan.” Maka Nabi saw. bersabda: “Jauhilah hingga engkau menunaikan apa yang menjadi kewajibanmu.” {Ishaq} menyebutkan dalam haditsnya, “Jauhilah dia hingga engkau menunaikan apa yang menjadi kewajibanmu.” Dan lafazh tersebut adalah lafazh Muhammad. Abu Abdurrahman berkata, “Hadits mursal lebih benar daripada musnad. Wallahu A’lam.”