Adab
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3737
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي زَائِدَةَ وَعَلِيُّ بْنُ هَاشِمٍ عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَشَارَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُشِرْ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Zakariya` bin Abu Za`idah} dan {Ali bin Hasyim} dari {Ibnu Abu Laila} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian meminta nasehat kepada saudaranya, hendaklah ia menunjukkan jalan yang benar.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3738
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ ح و حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا خَالِي يَعْلَى وَجَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ جَمِيعًا عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زِيَادِ بْنِ أَنْعُمٍ الْإِفْرِيقِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُفْتَحُ لَكُمْ أَرْضُ الْأَعَاجِمِ وَسَتَجِدُونَ فِيهَا بُيُوتًا يُقَالُ لَهَا الْحَمَّامَاتُ فَلَا يَدْخُلْهَا الرِّجَالُ إِلَّا بِإِزَارٍ وَامْنَعُوا النِّسَاءَ أَنْ يَدْخُلْنَهَا إِلَّا مَرِيضَةً أَوْ نُفَسَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} telah menceritakan kepada kami {‘Abdah bin Sulaiman}. Dan telah di riwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {pamanku yaitu Ya’la} dan {Ja’far bin ‘Aun} semuanya dari {Abdurrahman bin Ziyad bin Al An’um Al Ifriqi} dari {Abdurrahman bin Rafi’} dari {Abdullah bin ‘Amru} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Akan ditaklukkan bagi kalian bumi-bumi orang-orang asing, dan kalian akan mendapati disana rumah-rumah yang disebut dengan hamamaat (kamar mandi atau pemandian), Maka kaum lelaki tidak boleh memasukinya kecuali mengenakan sarung, dan cegahlah kaum wanita untuk memasukinya kecuali yang sakit atau yang sedang nifas.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3739
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَدَّادٍ عَنْ أَبِي عُذْرَةَ قَالَ وَكَانَ قَدْ أَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى الرِّجَالَ وَالنِّسَاءَ عَنْ الْحَمَّامَاتِ ثُمَّ رَخَّصَ لِلرِّجَالِ أَنْ يَدْخُلُوهَا فِي الْمَيَازِرِ وَلَمْ يُرَخِّصْ لِلنِّسَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Waki’}. Dan telah di riwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {‘Affan} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah memberitakan kepada kami {Abdullah bin Syaddad} dari {Abu ‘Udzrah} dia berkata -sedangkan dia adalah seseorang yang telah berjumpa dengan Nabi saw.-, dari {‘Aisyah} “Bahwa Nabi saw. melarang kaum lelaki dan kaum wanita untuk memasuki hamamat (pemandian umum), kemudian beliau memberi keringanan kepada lelaki untuk memasukinya dengan mengenakan kain sarung dan tidak memberi keringanan kepada kaum wanita.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3740
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ الْهُذَلِيِّأَنَّ نِسْوَةً مِنْ أَهَلْ حِمْصَ اسْتَأْذَنَّ عَلَى عَائِشَةَ فَقَالَتْ لَعَلَّكُنَّ مِنْ اللَّوَاتِي يَدْخُلْنَ الْحَمَّامَاتِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَيُّمَا امْرَأَةٍ وَضَعَتْ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا فَقَدْ هَتَكَتْ سِتْرَ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Sufyan} dari {Manshur} dari {Salim bin Abu Al Ja’d} dari {Abu Al Malih Al Hudzali} bahwa para wanita dari penduduk Himsha pernah meminta izin untuk menemui {‘Asiyah}, maka dia berkata “Mungkin kalian adalah para wanita yang suka masuk ke pemandian umum, saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Wanita manapun yang meletakkan pakaiannya di selain rumah suaminya, maka ia telah menghancurkan tirai antara dia dan Allah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3741
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هَاشِمٍ الرُّمَّانِيِّ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اطَّلَى بَدَأَ بِعَوْرَتِهِ فَطَلَاهَا بِالنُّورَةِ وَسَائِرَ جَسَدِهِ أَهْلُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Abu Hasyim Ar Rumani} dari {Habib bin Abu Tsabit} dari {Ummu Salamah} bahwa apabila Nabi saw. melumuri badannya, maka beliau memulai dengan auratnya terlebih dahulu, kemudian istrinya yang melumuri seluruh badannya dengan kapur wangi.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3742
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ عَنْ كَامِلٍ أَبِي الْعَلَاءِ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اطَّلَى وَوَلِيَ عَانَتَهُ بِيَدِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepadaku {Ishaq bin Manshur} dari {Kamil Abu Al ‘Ala`} dari {Habib bin Abu tsabit} dari {Ummu Salamah} bahwa Nabi saw. pernah mengolesi (melumuri) daerah sekitar kemaluan beliau dengan tangannya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3743
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا الْهِقْلُ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ الْأَسْلَمِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقُصُّ عَلَى النَّاسِ إِلَّا أَمِيرٌ أَوْ مَأْمُورٌ أَوْ مُرَاءٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Ammar} telah menceritakan kepada kami {Al Hifl bin Ziyad} telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dari {Abdulah bin ‘Amir Al Aslami} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {ayahnya} dari {kakeknya} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah (berhak) memberikan kisah kepada suatu kaum kecuali pemerintah (amir) atau yang di perintah (utusan amir) atau perawi.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3744
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ الْعُمَرِيِّ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَلَمْ يَكُنْ الْقَصَصُ فِي زَمَنِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا زَمَنِ أَبِي بَكْرٍ وَلَا زَمَنِ عُمَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Al ‘Umari} dari {nafi’} dari {Ibnu Umar} dia berkata “Tidak ada para tukang cerita di zaman Rasulullah saw., juga di zaman Abu Bakar dan Umar.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3745
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْأَسْوَدِ بْنِ عَبْدِ يَغُوثَ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ الشِّعْرِ لَحِكْمَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Mubarrak} dari {Yunus} dari {Az Zuhri} telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits} dari {Marwan bin Al Hakam} dari {Abdurrahman bin Al Aswad bin Abd Yaghuts} dari {Ubay bin Ka’ab} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya dalam sya’ir itu mengandung hikmah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3746
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ الشِّعْرِ حِكَمًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Za`idah} dari {Simak} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} bahwa Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya dalam sya’ir mengandung hikmah.”