Adab
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3767
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَمْرِو بْنِ دِينَارٍ أَسَمِعْتَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُمَرَّ رَجُلٌ بِسِهَامٍ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْسِكْ بِنِصَالِهَا قَالَ نَعَمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Ammar} telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dia berkata saya pernah bertanya kepada kepada {‘Amru bin Dinar} “Apakah kamu pernah mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata “Seorang laki-laki melintas di dalam masjid sambil membawa anak panah, maka Rasulullah saw. bersabda kepadanya: “Peganglah mata anak panahmu!.” Amru menjawab “Ya, pernah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3768
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ جَدِّهِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَىعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَرَّ أَحَدُكُمْ فِي مَسْجِدِنَا أَوْ فِي سُوقِنَا وَمَعَهُ نَبْلٌ فَلْيُمْسِكْ عَلَى نِصَالِهَا بِكَفِّهِ أَنْ تُصِيبَ أَحَدًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ بِشَيْءٍ أَوْ فَلْيَقْبِضْ عَلَى نِصَالِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mahmud bin Ghailan} telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Buraid} dari {Kakeknya yaitu Abu Burdah} dari {Abu Musa} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berjalan melewati masjid atau pasar kami sambil membawa anak panah, hendaknya ia memegang mata anak panahnya dengan tangannya, karena di khawatirkan akan mengenai seseorang dari kaum Muslimin, atau hendaknya ia menggenggam mata anak panahnya erat-erat.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3769
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ يَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ اثْنَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Ammar} telah menceritakan kepada kami {Isa bin Yunus} telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Abu ‘Arubah} dari {Qatadah} dari {Zurarah bin Aufa} dari {Sa’d bin Hisyam} dari {‘Aisyah} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang pandai dalam membaca Al Qur’an, maka ia akan beserta para Malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membacanya dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, maka ia akan memperoleh dua pahala.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3770
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى أَنْبَأَنَا شَيْبَانُ عَنْ فِرَاسٍ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ إِذَا دَخَلَ الْجَنَّةَ اقْرَأْ وَاصْعَدْ فَيَقْرَأُ وَيَصْعَدُ بِكُلِّ آيَةٍ دَرَجَةً حَتَّى يَقْرَأَ آخِرَ شَيْءٍ مَعَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Musa} telah memberitakan kepada kami {Syaiban} dari {Firas} dari {‘Athiyah} dari {Abu Sa’id Al Khudri} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Di perintahkan kepada orang yang ahli dalam Al Qur’an ketika ia masuk ke dalam surga “Bacalah dan naiklah.” Maka ia pun membacanya dan dirinya pun naik (derajatnya) dengan ayat yang ia baca hingga ayat terakhir.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3771
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ بَشِيرِ بْنِ مُهَاجِرٍ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجِيءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَالرَّجُلِ الشَّاحِبِ فَيَقُولُ أَنَا الَّذِي أَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَأَظْمَأْتُ نَهَارَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Basyir bin Muhajir} dari {Ibnu Buraidah} dari {ayahnya} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: ” Al Qur`an akan datang pada hari kiamat seperti orang yang bermuka pucat, maka dia berkata “Akulah yang telah membuat kamu tidak tidur di malam harimu dan membuatmu haus pada siang harimu.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3772
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلَاثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ فَثَلَاثُ آيَاتٍ يَقْرَؤُهُنَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلَاثِ خَلِفَاتٍ سِمَانٍ عِظَامٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dan {Ali bin Muhammad} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {waki’} dari {Al A’masy} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidak sukakah jika salah seorang dari kalian kembali kepada keluarganya ingin mendapatkan tiga ekor unta betina yang hamil lagi kuat dan gemuk di rumahnya?” Kami menjawab “Ya, tentu.” Beliau bersabda: “Tiga ayat yang dibaca seseorang dari kalian dalam shalatnya, itu lebih baik baginya dari tiga ekor unta betina yang hamil, gemuk dan bertuang (kuat).”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3773
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْقُرْآنِ مَثَلُ الْإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ تَعَاهَدَهَا صَاحِبُهَا بِعُقُلِهَا أَمْسَكَهَا عَلَيْهِ وَإِنْ أَطْلَقَ عُقُلَهَا ذَهَبَتْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Al Azhar} telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah memberitakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan Al Qur’an Bagaikan seekor unta yang diikat, jika pemiliknya mengikat dengan erat berarti ia telah menjaganya. Akan tetapi jika ia melepas ikatannya, niscaya unta itu akan lepas.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3774
حَدَّثَنَا أَبُو مَرْوَانَ مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْعُثْمَانِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي شَطْرَيْنِ فَنِصْفُهَا لِي وَنِصْفُهَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَءُوا يَقُولُ الْعَبْدُ{ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ }فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ حَمِدَنِي عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ فَيَقُولُ{ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ }فَيَقُولُ أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ يَقُولُ{ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ }فَيَقُولُ اللَّهُ مَجَّدَنِي عَبْدِي فَهَذَا لِي وَهَذِهِ الْآيَةُ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ يَقُولُ الْعَبْدُ{ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ }يَعْنِي فَهَذِهِ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ وَآخِرُ السُّورَةِ لِعَبْدِي يَقُولُ الْعَبْدُ{ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ }فَهَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Marwan Muhammad bin Utsman Al ‘Utsmani} telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Abu Hazim} dari {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {ayahnya} dari {Abu Hurairah} dia berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Aku telah membagi shalat antara Diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, sebagiannya adalah untuk-Ku dan sebagian yang lain untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku segala yang dimohonkannya.” Abu Hurairah berkata kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Bacalah, jika seorang hamba membaca “Al hamdulillahi rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam), maka Allah akan menjawab “Hamba-Ku telah memuji-Ku dan bagi hamba-Ku segala yang dimohonkannya.” Ketika hamba membaca “Arrahmanir rahiim (yang Maha pengasih lagi Maha penyayang), ” Maka Allah menjawab “Hamba-Ku telah memuliakan-Ku dan bagi hamba-Ku segala yang di mohonkannya.” Lalu ketika hamba itu membaca “Maaliki yaumiddin (Yang menguasai hari pembalasan).” Maka Allah akan menjawab “Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku, dan sesungguhnya sifat ini adalah milik-Ku. Dan ayat ini di bagi menjadi dua bagian, antara Aku dan hamba-Ku.” Jika seorang hamba membaca “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin (hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan).” Itu berarti perkara ini adalah perkara antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku segala yang di mohonkannya. Adapun akhir surat ini adalah untuk hamba-Ku.” Jika seorang hamba membaca “Shirathalladziina ‘an’amta ‘alaihim ghairil maghdzuubi ‘alaihim walad dzzaallin (yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang di murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.” Maka bacaan ini adalah untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku segala yang di mohonkannya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3775
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي سَعِيدِ بْنِ الْمُعَلَّى قَالَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِي الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ أَخْرُجَ مِنْ الْمَسْجِدِ قَالَ فَذَهَبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَخْرُجَ فَأَذْكَرْتُهُ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَهِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Ghundar} dari {Syu’bah} dari {Khubaib bbin Abdurrahman} dari {Hafsh bin ‘Ashim} dari {Abu Sa’id Al Mu’alli} dia berkata Rasulullah saw. bersabda kepadaku: “Maukah kamu saya ajarkan tentang suatu surat di dalam Al Qur’an sebelum saya keluar dari Masjid?” Abu Sa’id berkata “Ketika Nabi saw. hendak meninggalkan masjid, maka saya mengingatkan pesan beliau, lantas beliau bersabda: “Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, dia adalah Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang utama) dan Al Qur’an yang agung yang telah di turunkan kepadaku.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3776
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبَّاسٍ الْجُشَمِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ سُورَةً فِي الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِصَاحِبِهَا حَتَّى غُفِرَ لَهُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {‘Aabbas Al Jusyami} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya satu surat didalam Al Qur`an memiliki tiga puluh ayat yang dapat memberi syafa’at kepada pembacanya hingga ia diampuni. yaitu tabaarakalladzii biyadihil mulku (? surat Al Mulk).”