Adab
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3707
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ عَنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ رَجَعَ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin rafi’} telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Suhail bin Abu Shalih} dari {ayahnya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bangkit dari Majlis, kemudian dia kembali lagi, maka ia lebih berhak dengan tempat duduknya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3708
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ ابْنِ مِينَاءَ عَنْ جُودَانَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اعْتَذَرَ إِلَى أَخِيهِ بِمَعْذِرَةٍ فَلَمْ يَقْبَلْهَا كَانَ عَلَيْهِ مِثْلُ خَطِيئَةِ صَاحِبِ مَكْسٍحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ هُوَ ابْنُ مِينَاءَ عَنْ جُودَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Juraij} dari {Ibnu Mina`} dari {Judan} dia berkata Rasulullah saw.: “Barang siapa yang mengajukan permintaan maaf kepada saudaranya, tetapi dia tidak menerimanya, maka baginya adalah seperti kesalahan pemungut bea cukai (yang memungut sesuatu tanpa hak).” Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Sufyan} dari {Ibnu Juraij} dari {Al Abbas bin Abdurrahman yaitu Ibnu Mina`} dari {Judan} dari Nabi saw. seperti hadits di atas.
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3709
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ زَمْعَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ وَهْبِ بْنِ عَبْدِ بْنِ زَمْعَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ح و حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا زَمْعَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبِ بْنِ زَمْعَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْخَرَجَ أَبُو بَكْرٍ فِي تِجَارَةٍ إِلَى بُصْرَى قَبْلَ مَوْتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَامٍ وَمَعَهُ نُعَيْمَانُ وَسُوَيْبِطُ بْنُ حَرْمَلَةَ وَكَانَا شَهِدَا بَدْرًا وَكَانَ نُعَيْمَانُ عَلَى الزَّادِ وَكَانَ سُوَيْبِطُ رَجُلًا مَزَّاحًا فَقَالَ لِنُعَيْمَانَ أَطْعِمْنِي قَالَ حَتَّى يَجِيءَ أَبُو بَكْرٍ قَالَ فَلَأُغِيظَنَّكَ قَالَ فَمَرُّوا بِقَوْمٍ فَقَالَ لَهُمْ سُوَيْبِطٌ تَشْتَرُونَ مِنِّي عَبْدًا لِي قَالُوا نَعَمْ قَالَ إِنَّهُ عَبْدٌ لَهُ كَلَامٌ وَهُوَ قَائِلٌ لَكُمْ إِنِّي حُرٌّ فَإِنْ كُنْتُمْ إِذَا قَالَ لَكُمْ هَذِهِ الْمَقَالَةَ تَرَكْتُمُوهُ فَلَا تُفْسِدُوا عَلَيَّ عَبْدِي قَالُوا لَا بَلْ نَشْتَرِيهِ مِنْكَ فَاشْتَرَوْهُ مِنْهُ بِعَشْرِ قَلَائِصَ ثُمَّ أَتَوْهُ فَوَضَعُوا فِي عُنُقِهِ عِمَامَةً أَوْ حَبْلًا فَقَالَ نُعَيْمَانُ إِنَّ هَذَا يَسْتَهْزِئُ بِكُمْ وَإِنِّي حُرٌّ لَسْتُ بِعَبْدٍ فَقَالُوا قَدْ أَخْبَرَنَا خَبَرَكَ فَانْطَلَقُوا بِهِ فَجَاءَ أَبُو بَكْرٍ فَأَخْبَرُوهُ بِذَلِكَ قَالَ فَاتَّبَعَ الْقَوْمَ وَرَدَّ عَلَيْهِمْ الْقَلَائِصَ وَأَخَذَ نُعَيْمَانَ قَالَ فَلَمَّا قَدِمُوا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَخْبَرُوهُ قَالَ فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ مِنْهُ حَوْلًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Zam’ah bin Shalih} dari {Az Zuhri} dari {Wahb bin Abd bin Zam’ah} dari {Ummu Salamah}. Dan di riwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Zam’ah bin Shalih} dari {Az Zuhri} dari {Abdullah bin Wahb bin Zam’ah} dari {Ummu Salamah} dia berkata “Setahun sebelum wafatnya Nabi saw. Abu Bakar pernah keluar berdagang ke negeri Bushra bersama Nu’aiman dan Suwaibith bin Harmalah, -keduanya pernah mengikut perang Badr- ketika itu Nu’aimanlah yang membawa perbekalan, sedangkan Suwaibit adalah orang yang lucu, lalu dia berkata kepada Nu’aiman “Berilah saya makanan.” Nu’aiman menjawab “Tidak hingga Abu Bakar datang.” Oleh karena itu Suwaibith berkata: “Awas, saya akan memberimu pelajaran.” Abdullah berkata “Kemudian mereka melewati perkumpulan orang banyak. Maka Suwaibith berkata “Wahai orang-orang, belailah dariku seorang budak!.” Mereka menjawab “Ya, saya akan membelinya.” Suwaibith berkata “Dia adalah seorang pemuda yang memiliki lidah berkelit, ia akan mengatakan kepada kalian “saya adalah orang bebas”, apabila kalian meninggalkannya karena hal itu, maka biarkanlah dan janganlah kalian mencelakakan budakku.” mereka menjawab: “Tidak, bahkan kami akan membelinya darimu.” Kemudian mereka membelinya seharga sepuluh Qalais (yaitu seharga unta muda betina). Setelah itu mereka mendatangi Nu’aiman sambil menaruh surban di lehernya atau seikat tali.” Maka Nu’aiman berkata “Sesungguhnya ia telah mengibuli kalian, sesugguhnya saya adalah orang bebas, bukan seorang budak.” Mereka berkata “Dia telah memberitahu apa yang kamu katakan.” lalu mereka membawanya pergi, tidak lama kemudian, datanglah Abu Bakar dan dia diberitahu akan hal itu.” Abdullah berkata “Lalu Abu Bakar segera pergi menemui mereka dan menukar Qala`is milik mereka, dan membawa kembali Nu’aiman. Abdullah berkata “Ketika mereka tiba, mereka lalu memberitahukan hal itu kepada Nabi saw.” Abdullah berkata “Maka Nabi saw. tertawa, begitu juga dengan para sahabatnya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3710
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَالِطُنَا حَتَّى يَقُولَ لِأَخٍ لِي صَغِيرٍ يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُقَالَ وَكِيعٌ يَعْنِي طَيْرًا كَانَ يَلْعَبُ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Syu’bah} dari {Abu At Tayyah} dia berkata saya mendengar {Anas bin Malik} berkata “Rasulullah saw. duduk bersamaku sampai beliau bersabda kepadaku: “Wahai Abu ‘Umair Apa yang di perbuat Nughair (burung kecil)?” Waki berkata “Yang di maksud adalah seekor burung yang biasa bermain dengannya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3711
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَتْفِ الشَّيْبِ وَقَالَ هُوَ نُورُ الْمُؤْمِنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {‘Abdah bin Sulaiman} dari {Muhammad bin Ishaq} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {ayahnya} dari {kakeknya} dia berkata “Rasulullah saw. melarang mencabut uban, dan beliau bersabda: “Dia adalah cahaya bagi orang-orang beriman.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3712
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ عَنْ أَبِي الْمُنِيبِ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُقْعَدَ بَيْنَ الظِّلِّ وَالشَّمْسِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Habbab} dari {Abu Al Munib} dari {Ibnu Buraidah} dari {ayahnya} bahwa Nabi saw. melarang untuk duduk diantara bayang-bayang dan matahari.
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3713
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ قَيْسِ بْنِ طِخْفَةَ الْغِفَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَأَصَابَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَائِمًا فِي الْمَسْجِدِ عَلَى بَطْنِي فَرَكَضَنِي بِرِجْلِهِ وَقَالَ مَا لَكَ وَلِهَذَا النَّوْمِ هَذِهِ نَوْمَةٌ يَكْرَهُهَا اللَّهُ أَوْ يُبْغِضُهَا اللَّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Shabah} telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Muslim} dari {Al Auza’i} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Salamah} dari {Qais bin Thihfah Al Ghifari} dari {ayahnya} dia berkata “Rasulullah saw. pernah mendapatiku tidur di atas perutku (telungkup) di Masjid, maka beliau membangunkaku dengan kedua kakinya sambil bersabda: “Kenapa kamu seperti ini? Ini adalah cara tidur yang di benci Allah atau tidak di sukai Allah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3714
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُجْمِرِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ طِخْفَةَ الْغِفَارِيِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَمَرَّ بِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مُضْطَجِعٌ عَلَى بَطْنِي فَرَكَضَنِي بِرِجْلِهِ وَقَالَ يَا جُنَيْدِبُ إِنَّمَا هَذِهِ ضِجْعَةُ أَهْلِ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Humaid bin Kasib} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Nu’aim bin Abdullah Al Mujmir} dari {ayahnya} dari {Ibnu Thihfah Al Ghifari} dari {Abu Dzar} dia berkata “Nabi saw. pernah melewatiku yang sedang berbaring diatas perutku (tidur telungkup), maka beliau mendorongku dengan kakinya sambil bersabda: “Wahai Junaidib, ini adalah cara berbaringnya penghuni neraka.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3715
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ رَجَاءٍ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ جَمِيلٍ الدِّمَشْقِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ الْقَاسِمَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَمَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَجُلٍ نَائِمٍ فِي الْمَسْجِدِ مُنْبَطِحٍ عَلَى وَجْهِهِ فَضَرَبَهُ بِرِجْلِهِ وَقَالَ قُمْ وَاقْعُدْ فَإِنَّهَا نَوْمَةٌ جَهَنَّمِيَّةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Humaid bin Kasib} telah menceritakan kepada kami {Salamah bin Raja`} dari {Al Walid bin Jumail Ad Dimasyqi} bahwa dia mendengar {Al Qasim bin Abdurrahman} telah bercerita dari {Abu Umamah} dia berkata Nabi saw. pernah melewati seseorang yang sedang tidur dengan menelungkupkan wajahnya di masjid, maka beliau mendorong dengan kakinya sambil bersabda: “Bangun dan duduklah, sesungguhnya itu adalah cara tidurnya penghuni Jahannam”.
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3716
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَخْنَسِ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنْ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنْ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {‘Ubaidullah bin Al Akhnas} dari {Al Walid bin Abdullah} dari {Yusuf bin Mahak} dari {Ibnu Abbas} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa mengambil ilmu perbintangan, berarti ia telah mengambil satu cabang dari ilmu sihir, (yang) selalu bertambah selagi dia menambah.”