Doa
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3871
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النُّجُودِ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي ظَبْيَةَ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ عَبْدٍ بَاتَ عَلَى طُهُورٍ ثُمَّ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَسَأَلَ اللَّهَ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا أَوْ مِنْ أَمْرِ الْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Al Husain} dari {Hammad bin Salamah} dari {‘Ashim bin Abu An Nujud} dari {Syahr bin Hausyab} dari {Abu Dzabyah} dari {Mu’adz bin Jabal} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang hamba tidur di malam hari dalam keadaan suci, kemudian ia terbangun di tengah malam, lalu ia memohon sesuatu kepada Allah dari perkara dunia atau perkara akhirat, niscaya akan di berikan kepadanya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3872
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ ح و حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ جَمِيعًا عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ حَدَّثَنِي هِلَالٌ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أُمِّهِ أَسْمَاءَ ابْنَةِ عُمَيْسٍ قَالَتْعَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ عِنْدَ الْكَرْبِ اللَّهُ اللَّهُ رَبِّي لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bisyr}. Dan telah di riwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Waki’} semuanya dari {Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz} telah menceritakan kepadaku {Hilal bekas budak Umar bin Abdul Aziz} dari {Umar bin Abdul Aziz} dari {Abdullah bin Ja’far} dari {ibunya Asma’ binti ‘Umais} dia berkata Rasulullah saw. mengajariku beberapa kalimat yang aku baca ketika sedang susah, yaitu “Allah, Allah Rabbi, laa usyrik bihi syai`a. (Allah, Allah, Robbku, aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun).”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3873
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ هِشَامٍ صَاحِبِ الدَّسْتُوَائِيِّ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْكَرْبِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبِّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ قَالَ وَكِيعٌ مَرَّةً لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فِيهَا كُلِّهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Hisyam pemilik Ad Dastuwa`i} dari {Qatadah} dari {Abu ‘Aliyah} dari {Ibnu ‘Abbas} bahwa ketika Nabi saw. dalam kesulitan, beliau akan mengucapkan: “Tidak ada ilah selain Allah, yang Maha Lembut lagi Maha Mulia. Maha suci Allah, Rabb pemilik ‘Arsy yang agung, Maha suci Allah, Rabb langit yang tujuh dan Rabb ‘Arsy yang mulia.” Waki’ berkata “Suatu kali (beliau mengucapkan): “Laa ilaaha illallah (Tidak ada ilah yang berhak di sembah selain Allah), ” sebab di dalamnya terkandung segalanya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3874
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنْ مَنْزِلِهِ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {‘Abidah bin Humaid} dari {Manshur} dari {As Sya’bi} dari {Ummu Salamah} bahwa apabila Nabi saw. keluar dari rumahnya, beliau mengucapkan: “Allahumma inni a’uudzubika an adzilla au azilla, au adzlima au udzlama, au ajhala au yujhala ‘alaya (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ketersesatan atau ketergelinciran, atau dari berbuat kedzaliman maupun di dzalimi atau berbuat kebodohan maupun di bodohi.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3875
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُسَيْنِ بْنِ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ التُّكْلَانُ عَلَى اللَّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Humaid bin Kasib} telah menceritakan kepada kami {Hatim bin Isma’il} dari {Abdullah bin Husain bin ‘Atha` bin Yasar} dari {Suhail bin Abu Shalih} dari {ayahnya} dari {Abu Hurairah} bahwa apabila Rasulullah saw. apabila keluar dari rumahnya beliau mengucapkan: “Bismillah laa haula walaa quwwata illa billahi at tuklanu ‘alallah (Dengan nama Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kehendak Allah, dan bersandar kepada Allah).”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3876
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ هَارُونَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَابِ بَيْتِهِ أَوْ مِنْ بَابِ دَارِهِ كَانَ مَعَهُ مَلَكَانِ مُوَكَّلَانِ بِهِ فَإِذَا قَالَ بِسْمِ اللَّهِ قَالَا هُدِيتَ وَإِذَا قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَا وُقِيتَ وَإِذَا قَالَ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ قَالَا كُفِيتَ قَالَ فَيَلْقَاهُ قَرِينَاهُ فَيَقُولَانِ مَاذَا تُرِيدَانِ مِنْ رَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu fudaik} telah menceritakan kepadaku {Harun bin Harun} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} bahwa Nabi saw. bersabda: “Jika seseorang keluar dari pintu rumahnya atau dari pintu tempat tinggalnya, maka dia akan di sertai oleh dua Malaikat yang diwakilkan dengannya, jika ia mengatakan “Bismillah (dengan menyebut nama Allah), ” maka dua malaikat tersebut akan menjawab “Kamu telah di beri petunjuk.” Jika ia mengucapkan “Laa haula walaa quwwata illa billah (Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kehendak Allah), ” maka kedua Malaikat tersebut akan berkata “Kamu telah di lindungi.” Jika ia mengucapkan “Tawakaltu ‘alallah (saya bertawakal kepada Allah).” Maka kedua Malaikat tersebut akan berkata “Kamu telah di cukupi).” Beliau bersabda: “Kemudian jika dua qarinnya menemuinya, maka kedua Malaikat tersebut akan mengatakan “Apa yang akan hendak kalian perbuat dari seseorang yang telah di beri petunjuk, dan di cukupi serta di lindungi ini?.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3877
حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِأَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ وَإِذَا دَخَلَ وَلَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ فَإِذَا لَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bisyr Bakr bin Khalaf} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} dari {Jabir bin Abdullah} bahwa dia mendengar Nabi saw. bersabda: “Jika seseorang memasuki rumahnya kemudian dia berdzikir kepada Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan akan berkata (kepada kawannya) “Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak ada makan malam.” Jika ia masuk (rumahnya) tanpa berdzikir kepada Allah ketika memasukinya, maka setan akan berkata (kepada kawannya) “Kalian telah mendapatkan tempat menginap.” Dan jika ia tidak berdzikir kepada Allah ketika makan, setan pun akan berkata (kepada kawannya) “Kalian telah mendapatkan tempat menginap dan makan malam.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3878
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَقَالَ عَبْدُ الرَّحِيمِ يَتَعَوَّذُ إِذَا سَافَرَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَالْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْرِ وَدَعْوَةِ الْمَظْلُومِ وَسُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الْأَهْلِ وَالْمَالِ وَزَادَ أَبُو مُعَاوِيَةَ فَإِذَا رَجَعَ قَالَ مِثْلَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} telah menceritakan kepada kami {Abndurrahim bin Sulaiman} dan {Abu Mu’awiyah} dari {‘Ashim} dari {Abdullah bin Sarjis} dia berkata Rasulullah saw. bersabda -Abdurrahim bin Sulaiman mengatakan berta’awudz- jika hendak bepergian: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dalam kesusahan dan kesedihan, kekurangan setelah penambahan, do’a orang yang terdzalimi serta keburukan akan penilaian terhadap harta benda dan keluarga.” Abu Mu’awiyah menambahkan “Dan jika beliau hendak kembali, beliau juga membaca seperti itu.
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3879
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ الْمِقْدَامِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى سَحَابًا مُقْبِلًا مِنْ أُفُقٍ مِنْ الْآفَاقِ تَرَكَ مَا هُوَ فِيهِ وَإِنْ كَانَ فِي صَلَاتِهِ حَتَّى يَسْتَقْبِلَهُ فَيَقُولُ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا أُرْسِلَ بِهِ فَإِنْ أَمْطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ سَيْبًا نَافِعًا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً وَإِنْ كَشَفَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَمْ يُمْطِرْ حَمِدَ اللَّهَ عَلَى ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Al Miqdam bin Syuraih} dari {ayahnya Al Miqdam} dari {ayahnya} bahwa {‘Aisyah} telah mengabarkan kepadanya bahwa Nabi saw. apabila beliau melihat awan gelap yang begerak di ufuk di antara ufuk yang tinggi, maka beliau meninggalkan semua kegiatannya meski dalam shalat, sampai menatapnya dan berdo’a: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau datangkan bersamanya.” Jika turun hujan, maka beliau berdo’a: “Allahumma shaiban naafi’a (Ya Allah jadikanlah curahan yang penuh keberkahan).” (beliau membacanya) dua kali atau tiga kali. Dan jika Allah Azza Wa Jalla menghilangkannya dan tidak jadi turun hujan, maka beliau (bersyukur) memuji Allah atas semua itu.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3880
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ حَبِيبِ بْنِ أَبِي الْعِشْرِينَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ أَنَّ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَهُ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا هَنِيئًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Ammar} telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al ‘Isyrin} telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} telah mengabarkan kepadaku {Nafi’} bahwa {Al Qasim bin Muhammad} telah mengabarkan dari {‘Aisyah} bahwa apabila Rasulullah saw. melihat hujan turun, beliau berdo’a: “Allahummaj’alhu shaiyyiban hani`an (Ya Allah, jadikanlah curahan hujan yang menyejukkan.”