Doa
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3877
حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِأَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ وَإِذَا دَخَلَ وَلَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ فَإِذَا لَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bisyr Bakr bin Khalaf} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} dari {Jabir bin Abdullah} bahwa dia mendengar Nabi saw. bersabda: “Jika seseorang memasuki rumahnya kemudian dia berdzikir kepada Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan akan berkata (kepada kawannya) “Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak ada makan malam.” Jika ia masuk (rumahnya) tanpa berdzikir kepada Allah ketika memasukinya, maka setan akan berkata (kepada kawannya) “Kalian telah mendapatkan tempat menginap.” Dan jika ia tidak berdzikir kepada Allah ketika makan, setan pun akan berkata (kepada kawannya) “Kalian telah mendapatkan tempat menginap dan makan malam.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3878
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَقَالَ عَبْدُ الرَّحِيمِ يَتَعَوَّذُ إِذَا سَافَرَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَالْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْرِ وَدَعْوَةِ الْمَظْلُومِ وَسُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الْأَهْلِ وَالْمَالِ وَزَادَ أَبُو مُعَاوِيَةَ فَإِذَا رَجَعَ قَالَ مِثْلَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} telah menceritakan kepada kami {Abndurrahim bin Sulaiman} dan {Abu Mu’awiyah} dari {‘Ashim} dari {Abdullah bin Sarjis} dia berkata Rasulullah saw. bersabda -Abdurrahim bin Sulaiman mengatakan berta’awudz- jika hendak bepergian: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dalam kesusahan dan kesedihan, kekurangan setelah penambahan, do’a orang yang terdzalimi serta keburukan akan penilaian terhadap harta benda dan keluarga.” Abu Mu’awiyah menambahkan “Dan jika beliau hendak kembali, beliau juga membaca seperti itu.
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3879
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ الْمِقْدَامِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى سَحَابًا مُقْبِلًا مِنْ أُفُقٍ مِنْ الْآفَاقِ تَرَكَ مَا هُوَ فِيهِ وَإِنْ كَانَ فِي صَلَاتِهِ حَتَّى يَسْتَقْبِلَهُ فَيَقُولُ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا أُرْسِلَ بِهِ فَإِنْ أَمْطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ سَيْبًا نَافِعًا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً وَإِنْ كَشَفَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَمْ يُمْطِرْ حَمِدَ اللَّهَ عَلَى ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Al Miqdam bin Syuraih} dari {ayahnya Al Miqdam} dari {ayahnya} bahwa {‘Aisyah} telah mengabarkan kepadanya bahwa Nabi saw. apabila beliau melihat awan gelap yang begerak di ufuk di antara ufuk yang tinggi, maka beliau meninggalkan semua kegiatannya meski dalam shalat, sampai menatapnya dan berdo’a: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau datangkan bersamanya.” Jika turun hujan, maka beliau berdo’a: “Allahumma shaiban naafi’a (Ya Allah jadikanlah curahan yang penuh keberkahan).” (beliau membacanya) dua kali atau tiga kali. Dan jika Allah Azza Wa Jalla menghilangkannya dan tidak jadi turun hujan, maka beliau (bersyukur) memuji Allah atas semua itu.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3880
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ حَبِيبِ بْنِ أَبِي الْعِشْرِينَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ أَنَّ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَهُ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا هَنِيئًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Ammar} telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al ‘Isyrin} telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} telah mengabarkan kepadaku {Nafi’} bahwa {Al Qasim bin Muhammad} telah mengabarkan dari {‘Aisyah} bahwa apabila Rasulullah saw. melihat hujan turun, beliau berdo’a: “Allahummaj’alhu shaiyyiban hani`an (Ya Allah, jadikanlah curahan hujan yang menyejukkan.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3881
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَخِيلَةً تَلَوَّنَ وَجْهُهُ وَتَغَيَّرَ وَدَخَلَ وَخَرَجَ وَأَقْبَلَ وَأَدْبَرَ فَإِذَا أَمْطَرَتْ سُرِّيَ عَنْهُ قَالَ فَذَكَرَتْ لَهُ عَائِشَةُ بَعْضَ مَا رَأَتْ مِنْهُ فَقَالَ وَمَا يُدْرِيكِ لَعَلَّهُ كَمَا قَالَ قَوْمُ هُودٍ{ فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ }الْآيَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Mu’adz} dari {Ibnu Juraij} dari {‘Atha`} dari {‘Asiyah} dia berkata Apabila Rasulullah saw. melihat mendung yang akan menurunkan hujan, maka raut wajah beliau berubah, beliau akan keluar-masuk, berjalan ke depan dan ke belakang. Dan apabila hujan telah turun, maka beliau sangat bergembira dengannya.” Ibnu Juraij berkata Kemudian ‘Aisyah menanyakan apa yang di lihatnya dari sikap beliau!.” Maka beliau menjawab: “Apa yang mungkin kamu tahu (tentang apa yang akan terjadi)? Mungkin saja mendung itu sebagaimana yang di katakan oleh kaumnya Hud, yaitu “Maka tatkala mereka melihat adzab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka “inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami. (Bukan), bahkan itulah adzab yang kamu minta supaya datang dengan segera.” QS. Al Ahqaf 24.
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3882
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ مُصْعَبٍ عَنْ أَبِي يَحْيَى عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ وَلَيْسَ بِصَاحِبِ ابْنِ عُيَيْنَةَ مَوْلَى آلِ الزُّبَيْرِ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَجِئَهُ صَاحِبُ بَلَاءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Kharijah bin Mush’ab} dari {Abu Yahya ‘Amru bin Dinar} -tidak termasuk dari teman Ibnu ‘Uyainah- yaitu bekas budak Az Zubair, dari {Salim} dari {Ibnu Umar} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa dikejutkan oleh orang yang tertimpa musibah, kemudian dia mengucapkan “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang menimpamu, dan memberi kelebihan kepadaku atas semua yang di ciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna.” Maka dia akan diselamatkan dari musibah itu bagaimanapun juga.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3817
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْمَلِيحِ الْمَدَنِيُّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ سُبْحَانَهُ غَضِبَ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dan {Ali bin Muhammad} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Abu Al Malih Al Madani} dia berkata saya mendengar {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang tidak berdo`a kepada Allah subhaanahu, maka Allah akan murka kepadanya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3818
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ ذَرِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْهَمْدَانِيِّ عَنْ يُسَيْعٍ الْكِنْدِيِّ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ ثُمَّ قَرَأَ{ وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Al A’masy} dari {Dzar bin Abdullah Al Hamdani} dari {Yusai’ Al Kindi} dari {Nu’man bin Basyir} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya do’a adalah ibadah.” Kemudian beliau membaca: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Ghafir 60)
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3819
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ مِنْ الدُّعَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin yahya} telah menceritakan kepada kami {Abu daud} telah menceritakan kepada kami {‘Imran Al Qatthan} dari {Qatadah} dari {Sa’id bin Abu Al Hasan} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia bagi Allah subhaanahu dari do`a.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3820
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ سَنَةَ إِحْدَى وَثَلَاثِينَ وَمِائَتَيْنِ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ فِي سَنَةِ خَمْسٍ وَتِسْعِينَ وَمِائَةٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ فِي مَجْلِسِ الْأَعْمَشِ مُنْذُ خَمْسِينَ سَنَةً حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ الْجَمَلِيُّ فِي زَمَنِ خَالِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ الْمُكَتِّبِ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ الْحَنَفِيِّ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي دُعَائِهِ رَبِّ أَعِنِّي وَلَا تُعِنْ عَلَيَّ وَانْصُرْنِي وَلَا تَنْصُرْ عَلَيَّ وَامْكُرْ لِي وَلَا تَمْكُرْ عَلَيَّ وَاهْدِنِي وَيَسِّرْ الْهُدَى لِي وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ شَكَّارًا لَكَ ذَكَّارًا لَكَ رَهَّابًا لَكَ مُطِيعًا إِلَيْكَ مُخْبِتًا إِلَيْكَ أَوَّاهًا مُنِيبًا رَبِّ تَقَبَّلْ تَوْبَتِي وَاغْسِلْ حَوْبَتِي وَأَجِبْ دَعْوَتِي وَاهْدِ قَلْبِي وَسَدِّدْ لِسَانِي وَثَبِّتْ حُجَّتِي وَاسْلُلْ سَخِيمَةَ قَلْبِيقَالَ أَبُو الْحَسَنِ الطَّنَافِسِيُّ قُلْتُ لِوَكِيعٍ أَقُولُهُ فِي قُنُوتِ الْوِتْرِ قَالَ نَعَمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad} -(wafat) tahun dua ratus tiga puluh satu- telah menceritakan kepada kami {Waki’} -tahun seratus sembilan puluh lima- dia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} ketika dia di Majlisnya Al A’masy semenjak lima puluh tahun yang lalu, telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Murrah Al Jamali} di zamannya Khalid, dari {Abdullah bin Al Harits Al Mukattib} dari {Qais bin Thalq Al Hanafi} dari {Ibnu Abbas} bahwa Nabi saw. dalam do’anya beliau mengucapkan: “Wahai Rabbku, tolonglah diriku dan janganlah Engkau sia-siakan aku. Belalah daku dan jangan Engkau biarkan daku. Semalatkanlah daku dari tipu daya dan janganlah Engkau perdayai aku. Berilah kepadaku hidayah dan mudahkanlah bagiku hidayah itu. Menangkanlah aku atas orang-orang yang berbuat aniaya terhadap diriku. Ya Rabbku, jadikanlah diriku sebagai orang yang bersyukur kepada-Mu, orang yang selalu mengingat-Mu, orang yang takut kepada-Mu, orang yang taat kepada-Mu. Kepada-Mu aku bersimpuh, kepada-Mu aku merintih dan bertaubat. Wahai Rabbku, terimalah taubatku, hapuskanlah kesalahanku, terimalah do’aku, berilah hatiku petunjuk, kuatkanlah lisanku, tetapkanlah pendirianku dan hilangkanlah rasa dengki dari hatiku.” Abu Hasan Ath Thanafisi berkata “Aku bertanya kepada Waki’ “Apakah aku dapat membacanya ketika memboca do’a qunut dalam shalat witir?” dia menjawab “Ya, boleh.”