Minuman
Muwattha Malik | Hadits No. : 1324
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِخَرَجَ عَلَيْهِمْ فَقَالَ إِنِّي وَجَدْتُ مِنْ فُلَانٍ رِيحَ شَرَابٍ فَزَعَمَ أَنَّهُ شَرَابُ الطِّلَاءِ وَأَنَا سَائِلٌ عَمَّا شَرِبَ فَإِنْ كَانَ يُسْكِرُ جَلَدْتُهُ فَجَلَدَهُ عُمَرُ الْحَدَّ تَامًّا
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Ibnu Syihab} dari {Sa`ib bin Yazid} ia mengabarkan kepadanya bahwa {Umar bin Khattab} keluar menemui kaumnya sambil berkata, “Aku mencium berbau minuman keras dari si fulan.” Lantas dia mengaku bahwa dia meminum ath thila` . Sa`ib bin Yazid bertanya tentang apa yang dia minum, jika memang memabukkan maka aku akan menderanya, kemudian Umar mendera orang itu dengan sempurna.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1325
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ الدِّيلِيِّ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِاسْتَشَارَ فِي الْخَمْرِ يَشْرَبُهَا الرَّجُلُ فَقَالَ لَهُ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ نَرَى أَنْ تَجْلِدَهُ ثَمَانِينَ فَإِنَّهُ إِذَا شَرِبَ سَكِرَ وَإِذَا سَكِرَ هَذَى وَإِذَا هَذَى افْتَرَى أَوْ كَمَا قَالَ فَجَلَدَ عُمَرُ فِي الْخَمْرِ ثَمَانِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Tsaur bin Zaid Ad Dili} bahwa {Umar bin Khattab} bermusyawarah tentang seorang laki-laki yang minum khamr. {Ali bin Abu Thalib} berkata kepadanya “Aku berpendapat agar kamu menderanya delapan puluh kali dera, karena kalau dia minum maka akan mabuk. Kalau dia mabuk maka akan banyak mengigau. Jika banyak mengigau, maka akan banyak berbohong, ” atau seperti yang dikatakannya, “Umar pun mendera peminum khamer dengan delapan puluh kali dera.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1326
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ حَدِّ الْعَبْدِ فِي الْخَمْرِ فَقَالَ بَلَغَنِي أَنَّ عَلَيْهِ نِصْفَ حَدِّ الْحُرِّ فِي الْخَمْرِ وَأَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ وَعُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَدْ جَلَدُوا عَبِيدَهُمْ نِصْفَ حَدِّ الْحُرِّ فِي الْخَمْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Ibnu Syihab} bahwa ia pernah ditanya tentang hukuman bagi seorang budak yang minum khamer. Dia menjawab “Telah sampai kepadaku bahwa hukuman bagi budak adalah setengah dari hukuman orang yang merdeka. {Umar bin Khattab} dan {utsman bin Affan} serta {Abdullah bin Umar} mendera budak-budak mereka setengah dari hukuman orang merdeka dalam masalah minum khamer.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1327
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّهُ سَمِعَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ يَقُولُمَا مِنْ شَيْءٍ إِلَّا اللَّهُ يُحِبُّ أَنْ يُعْفَى عَنْهُ مَا لَمْ يَكُنْ حَدًّا
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} mendengar {Sa’id bin Musayyab} berkata “Semua perbuatan pelanggaran, Allah menyukai untuk di maafkan pelakunya selama bukan hukuman had.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1328
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ فِي بَعْضِ مَغَازِيهِ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ فَأَقْبَلْتُ نَحْوَهُ فَانْصَرَفَ قَبْلَ أَنْ أَبْلُغَهُ فَسَأَلْتُ مَاذَا قَالَ فَقِيلَ لِي نَهَى أَنْ يُنْبَذَ فِي الدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Nafi’} dari {Abdullah bin Umar} berkata, “Rasulullah saw. berkhutbah kepada manusia di salah satu peperangan beliau. Abdullah bin Umar berkata “Aku lalu mendekatinya, namun beliau pergi sebelum aku menemuinya. Lalu aku bertanya apa yang baru saja beliau sampaikan, lalu ada yang memberitahukan kepadaku bahwa beliau melarang untuk menyimpan pada Duba dan muzaffat.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1329
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُنْبَذَ فِي الدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Al ‘Ala` bin Abdurrahman bin Ya’qub} dari {Bapaknya} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah Shalla Allahu ‘alaihi wa sallam melarang menyimpan pada duba dan muzaffat .
Muwattha Malik | Hadits No. : 1330
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُنْبَذَ الْبُسْرُ وَالرُّطَبُ جَمِيعًا وَالتَّمْرُ وَالزَّبِيبُ جَمِيعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Zaid bin Aslam} dari dari {‘Atha bin Yasar} bahwa Rasulullah Shalla Allahu ‘alaihi wa sallam melarang membuat perasan busr dan ruthab (kurma basah) dalam satu campuran, kurma dan kismis dalam satu campuran.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1331
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْسُئِلَ رَسُولُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْبِتْعِ فَقَالَ كُلُّ شَرَابٍ أَسْكَرَ فَهُوَ حَرَامٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Ibnu Syihab} dari {Abu Salamah bin Abdurrahman} dari {Aisyah} isteri Nabi saw., berkata “Rasulullah saw. ditanya tentang Al bit’, beliau lalu menjawab: “Setiap minuman yang memabukkan maka itu haram.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1332
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ الْغُبَيْرَاءِ فَقَالَ لَا خَيْرَ فِيهَا وَنَهَى عَنْهَاقَالَ مَالِك فَسَأَلْتُ زَيْدَ بْنَ أَسْلَمَ مَا الْغُبَيْرَاءُ فَقَالَ هِيَ الْأُسْكَرْكَةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Zaid bin Aslam} dari {‘Atha bin Yasar} bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya tentang Ghubaira (perasan jagung atau padi), beliau menjawab: “Tidak ada kebaikan di dalamnya.” Dan beliau melarangnya. Malik berkata “Saya bertanya kepada Zaid bin Aslam, apakah al ghubaira itu? Maka dia menjawab “Itu adalah Al Uskarkah (perasaan padi) “.
Muwattha Malik | Hadits No. : 1333
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا حُرِمَهَا فِي الْآخِرَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Nafi’} dari {Abdullah bin Umar} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa minum arak di dunia kemudian tidak bertaubat, maka akan diharamkan baginya untuk meminumnya di akhirat.”