Adzan

Kembali ke Menu Sebelumnya

Muwattha Malik | Hadits No. : 254

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُصَلَاةُ الْمَغْرِبِ وِتْرُ صَلَاةِ النَّهَارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Abdullah bin Dinar} bahwa {Abdullah bin Umar} berkata “Shalat maghrib adalah witirnya shalat siang hari”

Muwattha Malik | Hadits No. : 255

حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ بْنِ أَبِي الْمُخَارِقِ الْبَصْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍرَقَدَ ثُمَّ اسْتَيْقَظَ فَقَالَ لِخَادِمِهِ انْظُرْ مَا صَنَعَ النَّاسُ وَهُوَ يَوْمَئِذٍ قَدْ ذَهَبَ بَصَرُهُ فَذَهَبَ الْخَادِمُ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ قَدْ انْصَرَفَ النَّاسُ مِنْ الصُّبْحِ فَقَامَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ فَأَوْتَرَ ثُمَّ صَلَّى الصُّبْحَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Abdul Karim bin Abu Al Mukhariq Al Bashri} dari {Sa’id bin Jubair}, bahwa {Abdullah bin ‘Abbas} tidur kemudian bangun. Lalu ia berkata kepada pembantunya “Lihatlah apa yang telah dikerjakan manusia -saat itu dia telah buta-.” Pembantunya kemudian pergi, dan setelah kemabli, pembantunya berkata “Orang-orang telah selesai shalat subuh.” Abdullah bin Abbas berdiri shalat witir kemudian shalat subuh.”

Muwattha Malik | Hadits No. : 256

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ قَالَمَا أُبَالِي لَوْ أُقِيمَتْ صَلَاةُ الصُّبْحِ وَأَنَا أُوتِرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Hisyam bin Urwah} dari {Bapaknya} bahwa {Abdullah bin Mas’ud} berkata “Saya tidak peduli walau iqamat subuh dikumandangkan, saya akan tetap shalat witir.”

Muwattha Malik | Hadits No. : 257

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّهُ قَالَ كَانَ عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِيَؤُمُّ قَوْمًا فَخَرَجَ يَوْمًا إِلَى الصُّبْحِ فَأَقَامَ الْمُؤَذِّنُ صَلَاةَ الصُّبْحِ فَأَسْكَتَهُ عُبَادَةُ حَتَّى أَوْتَرَ ثُمَّ صَلَّى بِهِمْ الصُّبْحَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} dia berkata ” {Ubadah bin Shamit} adalah imam bagi suatu kaum. Pada suatu hari, dia keluar untuk shalat subuh. Muaddzin lalu mengkumandangkan iqamat, maka Ubadah menghentikan iqamahnya hingga ia menerjakan shalat witir. Setelah itu ia shalat subuh bersama mereka.”

Muwattha Malik | Hadits No. : 258

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ يَقُولُإِنِّي لَأُوتِرُ وَأَنَا أَسْمَعُ الْإِقَامَةَ أَوْ بَعْدَ الْفَجْرِ يَشُكُّ عَبْدُ الرَّحْمَنِ أَيَّ ذَلِكَ قَالَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Abdurrahman bin Al Qasim} dia berkata saya telah mendengar {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} berkata “Saya akan tetap shalat witir saat aku mendengar iqamat atau setelah fajar.” Abdurrahman ragu, mana yang dikatakan Abdullah bin Amru.”

Muwattha Malik | Hadits No. : 259

و حَدَّثَنِي مَالِك عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ يَقُولُإِنِّي لَأُوتِرُ بَعْدَ الْفَجْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Abdurrahman bin Al Qasim} dia mendengar bapaknya {Al Qasim bin Muhammad} berkata “Saya tetap shalat witir walau setelah terbit fajar.”

Muwattha Malik | Hadits No. : 260

حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ حَفْصَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ عَنْ الْأَذَانِ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلَاةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Nafi’} dari {Abdullah bin Umar}, bahwa {Hafshah} isteri Nabi saw. mengabarkan kepadanya, bahwa “Jika muaddzin telah selesai mengumandangkan adzan subuh, maka sebelum iqamah dikumandangkan Rasulullah saw. shalat ringan dua rakaat.”

Muwattha Malik | Hadits No. : 261

و حَدَّثَنِي مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْإِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُخَفِّفُ رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ حَتَّى إِنِّي لَأَقُولُ أَقَرَأَ بِأُمِّ الْقُرْآنِ أَمْ لَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Malik dari {Yahya bin Sa’id} bahwa {Aisyah} isteri Nabi saw., berkata “Rasulullah saw. meringankan dua rakaat fajar, hingga saya bertanya-tanya, ‘Apakah beliau membaca Ummul Qur’an (Al Fatihah) atau tidak’.”

Muwattha Malik | Hadits No. : 262

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ شَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ قَالَسَمِعَ قَوْمٌ الْإِقَامَةَ فَقَامُوا يُصَلُّونَ فَخَرَجَ عَلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَصَلَاتَانِ مَعًا أَصَلَاتَانِ مَعًا وَذَلِكَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ فِي الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Syarik bin Abdullah bin Abu Namr} dari {Abu Salamah bin Abdurrahman} dia berkata “Suatu kaum mendengar iqomat, lalu mereka bangun mengerjakan shalat. Rasulullah saw. menemui mereka seraya bertanya: “Apakah ada dua shalat secara bersamaan, apakah ada dua shalat secara bersamaan?” hal itu terjadi mengenai shalat subuh dan dua rakaat sebelum subuh.

Muwattha Malik | Hadits No. : 263

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَفَاتَتْهُ رَكْعَتَا الْفَجْرِ فَقَضَاهُمَا بَعْدَ أَنْ طَلَعَتْ الشَّمْسُو حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ أَنَّهُ صَنَعَ مِثْلَ الَّذِي صَنَعَ ابْنُ عُمَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai padanya, bahwa Abdullah bin Umar pernah tertinggal dua rakaat fajar, lalu ia mengqadlanya setelah matahari terbit. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Abdurrahman bin Al Qasim} dari {Al Qasim bin Muhammad}, bahwa ia mengerjakan seperti yang dikerjakan oleh Ibnu Umar.”