Adzan
Muwattha Malik | Hadits No. : 304
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْفُرِضَتْ الصَّلَاةُ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ فِي الْحَضَرِ وَالسَّفَرِ فَأُقِرَّتْ صَلَاةُ السَّفَرِ وَزِيدَ فِي صَلَاةِ الْحَضَرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Shalih bin Kaisan} dari {Urwah bin Az Zubair} dari {Aisyah} isteri Nabi saw., dia berkata, “Sebelumnya diwajibkan shalat dua rakaat, dua rekaat baik di waktu mukim maupun safar. Kemudian dua rakaat tersebut ditetapkan untuk orang yang melakukan perjalanan, dan ditambah dua rakaat untuk orang yang mukim.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 305
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّهُ قَالَ لِسَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ مَا أَشَدَّ مَا رَأَيْتَ أَبَاكَ أَخَّرَ الْمَغْرِبَ فِي السَّفَرِ فَقَالَ سَالِمٌغَرَبَتْ الشَّمْسُ وَنَحْنُ بِذَاتِ الْجَيْشِ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ بِالْعَقِيقِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} bahwa dia berkata kepada {Salim bin Abdullah} “Alangkah mengherankan apa yang engkau lihat! {Bapakmu} mengakhirkan shalat maghrib dalam perjalanan.” Salim menjawab, “Matahari telah terbenam sedangkan kami masih berada di Dzatil Jaisy, lalu ia mengerjakan shalat maghrib di ‘Aqiq.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 306
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَكَانَ إِذَا خَرَجَ حَاجًّا أَوْ مُعْتَمِرًا قَصَرَ الصَّلَاةَ بِذِي الْحُلَيْفَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Nafi’}, bahwa jika {Abdullah bin Umar} keluar melaksanakan haji atau umrah, dia mengqashar shalat di Dzil Hulaifah.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 307
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِأَنَّهُ رَكِبَ إِلَى رِيمٍ فَقَصَرَ الصَّلَاةَ فِي مَسِيرِهِ ذَلِكَقَالَ مَالِك وَذَلِكَ نَحْوٌ مِنْ أَرْبَعَةِ بُرُدٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Ibnu Syihab} dari {Salim bin Abdullah} dari {Bapaknya} bahwa dia berangkat ke Rim. Lalu ia mengqashar shalat dalam perjalanan tersebut.” Malik berkata, “Jarak perjalanannya sekitar empat Burud.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 308
حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَرَكِبَ إِلَى ذَاتِ النُّصُبِ فَقَصَرَ الصَّلَاةَ فِي مَسِيرِهِ ذَلِكَقَالَ مَالِك وَبَيْنَ ذَاتِ النُّصُبِ وَالْمَدِينَةِ أَرْبَعَةُ بُرُدٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Nafi’} dari {Salim bin Abdullah} bahwa {Abdullah bin Umar} berkendara menuju Dzatin Nushub. Lalu ia mengqashar shalat dalam perjalanan tersebut.” Malik berkata, “Jarak Dzatin Nushub dan Madinah sekitar empat Burud.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 309
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّهُ كَانَ يُسَافِرُ إِلَى خَيْبَرَ فَيَقْصُرُ الصَّلَاةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar}, bahwa dia pernah melakukan perjalanan ke Khaibar dengan mengqasar shalat.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 310
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَكَانَ يَقْصُرُ الصَّلَاةَ فِي مَسِيرِهِ الْيَوْمَ التَّامَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Ibnu Syihab} dari {Salim bin Abdullah}, bahwa {Abdullah bin Umar} mengqashar shalat dalam sebuah perjalanan sehari penuh.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 311
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّهُكَانَ يُسَافِرُ مَعَ ابْنِ عُمَرَ الْبَرِيدَ فَلَا يَقْصُرُ الصَّلَاةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Nafi’}, bahwa dia melakukan perjalanan bersama {Ibnu Umar} ke Al Barid. Dan Ibnu Umar tidak mengqashar shalat.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 312
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُأُصَلِّي صَلَاةَ الْمُسَافِرِ مَا لَمْ أُجْمِعْ مُكْثًا وَإِنْ حَبَسَنِي ذَلِكَ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ لَيْلَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Ibnu Syihab} dari {Salim bin Abdullah} bahwa {Abdullah bin Umar} berkata “Saya shalat sebagaimana shalatnya musafir selama tidak berniat menetap, meskipun tertahan selama dua belas malam.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 313
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَأَقَامَ بِمَكَّةَ عَشْرَ لَيَالٍ يَقْصُرُ الصَّلَاةَ إِلَّا أَنْ يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ فَيُصَلِّيهَا بِصَلَاتِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Nafi’}, bahwa {Abdullah bin Umar} bermukim di Makkah selama sepuluh malam, dengan mengqashar shalat, kecuali jika shalat bersama imam, maka ia shalat dengan shalat imam (sempurna) .”