Adzan
Muwattha Malik | Hadits No. : 174
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا السَّائِبِ مَوْلَى هِشَامِ بْنِ زُهْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى صَلَاةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خِدَاجٌ هِيَ خِدَاجٌ هِيَ خِدَاجٌ غَيْرُ تَمَامٍ قَالَ فَقُلْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ إِنِّي أَحْيَانًا أَكُونُ وَرَاءَ الْإِمَامِ قَالَ فَغَمَزَ ذِرَاعِي ثُمَّ قَالَ اقْرَأْ بِهَا فِي نَفْسِكَ يَا فَارِسِيُّ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ فَنِصْفُهَا لِي وَنِصْفُهَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَءُوا يَقُولُ الْعَبْدُ{ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ }يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَمِدَنِي عَبْدِي وَيَقُولُ الْعَبْدُ{ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ }يَقُولُ اللَّهُ أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي وَيَقُولُ الْعَبْدُ{ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ }يَقُولُ اللَّهُ مَجَّدَنِي عَبْدِي يَقُولُ الْعَبْدُ{ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ }فَهَذِهِ الْآيَةُ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ يَقُولُ الْعَبْدُ{ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ }فَهَؤُلَاءِ لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Al ‘Ala bin Abdurrahman bin Ya’qub} Bahwasanya ia mendengar {Abu As Sa`ib} mantan budak Hisyam bin Zuhrah berkata Saya mendengar {Abu Hurairah} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa shalat namun tidak membaca Ummul qur’an (Al Fatihah) di dalamnya, maka shalatnya kurang, shalatnya kurang, shalatnya kurang dan tidak sempurna.” Abu As Sa`ib berkata, “Lalu saya berkata, “Wahai Abu Hurairah, aku terkadang shalat di belakang imam, ” Abu As Sa`ib berkata, “Abu Hurairah langsung memegang lenganku seraya berkata, “Bacalah dalam hatimu, Wahai orang Persi’, karena saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman, ‘Aku membagi antara diri-Ku dan hamba-Ku dengan dua paruh, separuh untukku dan separuh lainnya untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia yang minta.’ Rasulullah saw. bersabda: “Bacalah: ALHAMDU LILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN. Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman ‘Hamba-Ku telah memuji-Ku’. Jika seorang hamba membaca AR-RAHMAANIR RAHIIM. Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman ‘Hamba-Ku telah memuji-Ku.’ Jika seorang hamba membaca MALIKI YAUMIDDIIN. Allah berfirman ‘Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku’. Jika seorang hamba membaca ‘IYYAAKA NA’BUDU WA IYYAAKA NASTA’IIN’. Ayat ini antara Aku dengan hamba-Ku, dan untuknya apa yang dia minta.” Jika seorang hamba membaca, ‘IHDINAS SHIRAATHAL MUSTAQIIM, SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDLUUBI ‘ALAIHIM WALAD DLAALLIIN’, itu semua untuk hamba-Ku dan baginya apa yang dia minta.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 175
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ خَلْفَ الْإِمَامِ فِيمَا لَا يَجْهَرُ فِيهِ الْإِمَامُ بِالْقِرَاءَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Hisyam bin Urwah} dari {Bapaknya}, Bahwasanya dia membaca di belakang imam pada shalat yang bacaannya tidak dibaca keras oleh imam.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 176
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ وَعَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍكَانَ يَقْرَأُ خَلْفَ الْإِمَامِ فِيمَا لَا يَجْهَرُ فِيهِ الْإِمَامُ بِالْقِرَاءَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} dari {Rabi’ah bin Abu Abdurrahman}, bahwa {Al Qasim bin Muhammad} membaca di belakang imam, pada shalat yang bacaannya tidak dibaca keras oleh imam.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 177
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَزِيدَ بْنِ رُومَانَ أَنَّ نَافِعَ بْنَ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍكَانَ يَقْرَأُ خَلْفَ الْإِمَامِ فِيمَا لَا يَجْهَرُ فِيهِ بِالْقِرَاءَةِقَالَ مَالِك وَذَلِكَ أَحَبُّ مَا سَمِعْتُ إِلَيَّ فِي ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yazid bin Ruman} bahwasanya {Nafi’ bin Jubair bin Muth’im}, ia membaca di belakang imam, pada bacaan yang imam tidak mengeraskannya.” Malik berkata “Itu yang paling saya sukai dari apa yang telah saya dengar.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 178
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَكَانَ إِذَا سُئِلَ هَلْ يَقْرَأُ أَحَدٌ خَلْفَ الْإِمَامِ قَالَ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ خَلْفَ الْإِمَامِ فَحَسْبُهُ قِرَاءَةُ الْإِمَامِ وَإِذَا صَلَّى وَحْدَهُ فَلْيَقْرَأْقَالَ وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ لَا يَقْرَأُ خَلْفَ الْإِمَامِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Nafi’} bahwa {Abdullah bin Umar} ketika ditanya, “Apakah seseorang membaca di belakang imam?” Ia menjawab, “Jika salah seorang dari kalian shalat di belakang imam, cukuplah baginya bacaan imam. Jika dia shalat sendirian, hendaklah dia membaca.” Nafi’ berkata “Abdullah bin Umar tidak membaca (Al Fatihah) di belakang imam.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 179
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ أُكَيْمَةَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصَرَفَ مِنْ صَلَاةٍ جَهَرَ فِيهَا بِالْقِرَاءَةِ فَقَالَ هَلْ قَرَأَ مَعِي مِنْكُمْ أَحَدٌ آنِفًا فَقَالَ رَجُلٌ نَعَمْ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي أَقُولُ مَا لِي أُنَازَعُ الْقُرْآنَ فَانْتَهَى النَّاسُ عَنْ الْقِرَاءَةِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا جَهَرَ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْقِرَاءَةِ حِينَ سَمِعُوا ذَلِكَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Ibnu Syihab} dari {Ibnu Ukaimah Al Laitsi} dari {Abu Hurairah}, bahwa ketika Rasulullah saw. selesai dari shalat yang dikeraskan bacaannya. Beliau bersabda: “Apakah salah seorang dari kalian tadi ada yang membaca bersamaku?” Ada seorang laki-laki yang menjawab, “Saya, Wahai Rasulullah! ” Abu Hurairah berkata, “Rasulullah saw. bersabda: ‘Aku katakan (heran) kenapa aku diselisihi saat membaca Al-Quran! ‘ Maka, setelah mereka mendengar (hadits) itu dari Rasulullah saw. orang-orang berhenti membaca dalam shalat yang dikeraskan Rasulullah saw.
Muwattha Malik | Hadits No. : 180
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُمَا أَخْبَرَاهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَمَّنَ الْإِمَامُ فَأَمِّنُوا فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ آمِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Ibnu Syihab} dari {Sa’id bin Musayyab} dan {Abu Salamah bin Abdurrahman} keduanya mengabarkan kepadanya, dari {Abu Hurairah}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Apabila imam membaca AAMIIN, maka ucapkanlah AAMIIN. Barangsiapa yang bacaan AAMIIN-nya bersamaan dengan AAMIN-nya Malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Ibnu Syihab berkata, “Rasulullah saw. membaca AAMIIN.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 181
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَالَ الْإِمَامُ{ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ }فَقُولُوا آمِينَ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Sumayya} budak Abu Bakar dari {Abu Shalih As Samman} dari {Abu Hurairah} Rasulullah saw. bersabda: “Apabila iImam mengucapkan, GHAIRIL MAGHDLUUBI ‘ALAIHIM WALAD DLAALLIIN, maka ucapkan, AAMIIN. Barangsiapa yang bacaanya tersebut bertepatan dengan bacaan Malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 182
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَالَ أَحَدُكُمْ آمِينَ وَقَالَتْ الْمَلَائِكَةُ فِي السَّمَاءِ آمِينَ فَوَافَقَتْ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Abu Az Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian mengucapkan AMIN, dan para Malaikat di langit juga mengucapkannya, hingga keduanya serentak niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 183
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَالَ الْإِمَامُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Sumayya} mantan budak Abu Bakar, dari {Abu Shalih As Samman} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Apabila imam membaca: SAMI’A ALLAHU LIMAN HAMIDAH, maka bacalah, RABBANAA WALAKAL HAMDU. Barangsiapa ucapannya bertepatan dengan doa para Malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”