Haid dan Istihadhah
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 386
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكُنْتُ أُرَجِّلُ رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا حَائِضٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dari {Malik} dari {Hisyam bin Urwah} dari {Bapaknya} dari {Aisyah}, dia berkata: “Aku pernah menyisir rambut Rasulullah saw., padahal aku sedang haidl.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 387
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْكَانَتْ أُمُّ عَطِيَّةَ لَا تَذْكُرُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا قَالَتْ بِأَبَا فَقُلْتُ أَسَمِعْتِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَذَا وَكَذَا قَالَتْ نَعَمْ بِأَبَا قَالَ لِتَخْرُجْ الْعَوَاتِقُ وَذَوَاتُ الْخُدُورِ وَالْحُيَّضُ فَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ وَتَعْتَزِلْ الْحُيَّضُ الْمُصَلَّى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Amr bin Zurarah} dia berkata telah memberitakan kepada kami {Ismail} dari {Ayub} dari {Hafshah} dia berkata ” {Ummu Athiyyah} berkata kepada Rasulullah saw., ‘Ayahku menjadi jaminanku’. Aku berkata, ‘Apakah kamu mendengar Rasulullah saw. bersabda begini dan begitu? ‘ Ia menjawab, ‘Ya, ayahku menjadi jaminanku. Beliau saw. bersabda, “Hendaklah para budak dan gadis-gadis pingitan, serta perempuan-perempuan yang sedang haidl keluar untuk menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. Perempuan-perempuan yang sedang haidl hendaknya menjauh dari tempat shalat.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 388
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْقَاسِمِ قَالَ أَخْبَرَنِي مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّهَا قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ صَفِيَّةَ بِنْتَ حُيَيٍّ قَدْ حَاضَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَلَّهَا تَحْبِسُنَا أَلَمْ تَكُنْ طَافَتْ مَعَكُنَّ بِالْبَيْتِ قَالَتْ بَلَى قَالَ فَاخْرُجْنَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Salamah} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Al Qasim} dia berkata Telah mengabarkan kepadaku {Malik} dari {Abdullah bin Abu Bakar} dari {Bapaknya} dari {‘Amrah} dari {Aisyah} Radliyallahu’anha, dia berkata kepada Rasulullah saw. bahwa Shafiyyah binti Huyay telah haidl. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Barangkalikah dia membuat kita tertahan? Bukankah dia sudah thawaf di Ka’bah bersama kalian?” Aisyah berkata, “Ya” Rasulullah saw. bersabda, “Keluarlah kalian.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 389
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِفِي حَدِيثِ أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ حِينَ نُفِسَتْ بِذِي الْحُلَيْفَةِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأَبِي بَكْرٍ مُرْهَا أَنْ تَغْتَسِلَ وَتُهِلَّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Qudamah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Ja’far bin Muhammad} dari {Bapaknya} dari {Jabir bin Abdullah} dalam hadis Asma’ binti Umais ketika dia nifas (haidl) di Dzul Hulaifah, bahwa Rasulullah saw. pernah berkata kepada Abu Bakar, “Suruh dia mandi lalu berihram.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 390
أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ عَبْدِ الْوَارِثِ عَنْ حُسَيْنٍ يَعْنِي الْمُعَلِّمَ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ سَمُرَةَ قَالَصَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُمِّ كَعْبٍ مَاتَتْ فِي نِفَاسِهَا فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الصَّلَاةِ فِي وَسَطِهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Humaid bin Mas’adah} dari {Abdul Warits} dari {Husain yaitu Al-Mu’allim} dari {Ibnu Buraidah} dari {Samurah} dia berkata “Aku shalat (jenazah) bersama Rasulullah saw. atas mayit Ummu Ka’ab -yang meninggal dunia dalam keadaan nifas (haidl) – maka Rasulullah saw. berdiri shalat (menghadap) di tengah-tengahnya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 391
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ وَكَانَتْ تَكُونُ فِي حَجْرِهَاأَنَّ امْرَأَةً اسْتَفْتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ دَمِ الْحَيْضِ يُصِيبُ الثَّوْبَ فَقَالَ حُتِّيهِ وَاقْرُصِيهِ وَانْضَحِيهِ وَصَلِّي فِيهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Habib bin ‘Arabi} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Hamad} dari {Hisyam bin Urwah} dari {Fathimah binti Mundzir} dari {Asma’ binti Abu Bakar} -dan dia berada di kamarnya- bahwa ada seorang perempuan meminta fatwa kepada Rasulullah saw. tentang darah haidl yang mengenai pakaian, Beliau bersabda: “Gosoklah dengan ujung jari, kemudian cucilah dengan air. Lalu shalatlah dengan kain tersebut.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 392
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو الْمِقْدَامِ ثَابِتٌ الْحَدَّادُ عَنْ عَدِيِّ بْنِ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ قَيْسٍ بِنْتَ مِحْصَنٍأَنَّهَا سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ دَمِ الْحَيْضَةِ يُصِيبُ الثَّوْبَ قَالَ حُكِّيهِ بِضِلَعٍ وَاغْسِلِيهِ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ubaidullah bin Sa’id} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Syufyan} dia berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Miqdam Tsabit Al-Haddad} dari {Adi bin Dinar} dia berkata saya mendengar {Ummu Qais bin Mihshan}, bahwa dia pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang darah haidl yang mengenai pakaian, Maka beliau menjawab.”Gosoklah dengan kayu, lalu cuci dengan air dan sidr (daun Bidara).”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 346
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْخَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نُرَى إِلَّا الْحَجَّ فَلَمَّا كُنَّا بِسَرِفَ حِضْتُ فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَبْكِي فَقَالَ مَا لَكِ أَنَفِسْتِ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ فَاقْضِي مَا يَقْضِي الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لَا تَطُوفِي بِالْبَيْتِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dia berkata Telah memberitakan kepada kami {Sufyan} dari {Abdurrahman bin Al Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar As-Shiddiq Radliyallahu’anhu} dari {Bapaknya} dari {Aisyah} Radliyallahu’anha dia berkata “Kami pergi bersama Rasulullah saw. dan kami tidak menaksir selain untuk haji. Setelah sampai di Sarif, aku haidl. Ketika Rasulullah saw. datang kepadaku, aku sedang menangis. Beliau lalu bersabda, ‘Ada apa denganmu? Apakah kamu sedang haidl? ‘ Aku menjawab Ya. Beliau bersabda: Ini adalah perkara yang telah Allah Azza wa Jalla tetapkan bagi kaum wanita, maka kerjakan apa yang dikerjakan oleh orang yang haji, kecuali thawaf di Ka’bah’.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 347
أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَهُوَ ابْنُ سَمَاعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَأَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ قَيْسٍ مِنْ بَنِي أَسَدِ قُرَيْشٍ أَنَّهَا أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ أَنَّهَا تُسْتَحَاضُ فَزَعَمَتْ أَنَّهُ قَالَ لَهَا إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْتَسِلِي وَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Imran bin Yazid} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Ismail bin Abdullah yaitu Ibnu Sama’ah} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dia berkata Telah mengabarkan kepadaku {Hisyam bin Urwah} dari {Urwah} bahwa {Fatimah binti Qais} -dari Bani Asad Quraisy- pernah datang kepada Rasulullah saw. untuk menceritakan bahwa dirinya sedang mengalami istihadah. Seingatnya Rasulullah saw. bersabda kepadanya, “Itu darah penyakit. Bila datang haidl maka tinggalkan shalat, dan bila telah selesai mandilah dan cucilah darah yang masih ada kemudian kerjakanlah shalat.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 348
أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ هَاشِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْتَسِلِي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Hisyam bin ‘Ammar} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Sahal bin Hasyim} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dari {Az-Zuhri} dari {Urwah} dari {Aisyah} Radliyallahu’anha, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Bila datang haidl, tinggalkan shalat, dan bila selesai, mandilah.”