Musnad Ahli Bait
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1629
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنِي بُرَيْدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَبِي الْحَوْرَاءِ السَّعْدِيِّ قَالَقُلْتُ لِلْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ مَا تَذْكُرُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَذْكُرُ أَنِّي أَخَذْتُ تَمْرَةً مِنْ تَمْرِ الصَّدَقَةِ فَأَلْقَيْتُهَا فِي فِيَّ فَانْتَزَعَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلُعَابِهَا فَأَلْقَاهَا فِي التَّمْرِ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ مَا عَلَيْكَ لَوْ أَكَلَ هَذِهِ التَّمْرَةَ قَالَ إِنَّا لَا نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Syu’bah} telah menceritakan kepadaku {Buraidah bin Abu Maryam} dari {Abu Al Haura` As Sa’idi} berkata Aku bertanya pada Al Hasan bin Ali “Masalah apakah yang paling engkau ingat dari Rasulullah saw.?” {Al Hasan} menjawab “yang aku ingat adalah bahwa aku pernah mengambil sebutir kurma dari kurma sedekah dan aku memasukkannya ke dalam mulutku. Maka Rasulullah saw. mengeluarkan kurma tersebut yang sudah bercampur dengan air liur, kemudian beliau membuangnya ke gundukan kurma lainnya.” Ada seseorang yang bertanya “Memangnya kenapa jika engkau memakan kurma tersebut?” Al Hasan menjawab “Sesungguhnya kami (ahlul bait) tidak memakan sedekah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1630
قَالَوَكَانَ يَقُولُ دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, {Al Hasan} juga berkata Beliau bersabda: “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu, sesungguhnya kejujuran itu membawa pada ketenangan dan kebohongan itu membawa pada keraguan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1631
قَالَوَكَانَ يُعَلِّمُنَا هَذَا الدُّعَاءَ اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَرُبَّمَا قَالَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, {Al Hasan} juga berkata Beliau mengajari kami doa: “ALLAHUMMAHDINI FI MAN HADAIT WA ‘AFANI FI MAN ‘AFAIT WA TAWALLANI FIMAN TAWALLAIT WA BARIK LI FI MA A’THAIT WAQINI SYARRA MA QADHAIT, INNAHU LA YADZILLU MAN WALAIT (Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku perlindungan sebagaimana orang yang Engkau beri perlindungan, sayangilah aku sebagaimana orang yang Engkau sayangi dan berilah berkah terhadap apa yang telah Engkau berikan kepadaku dan jauhkan aku dari kejelekan taqdir yang kau tentukan. Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina).” Terkadang beliau juga membaca: “..TABAARAKTA RABBANA WA TA’ALAIT (Maha Suci Engkau Wahai Rabb kami dan Maha Tinggi Engkau.) ”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1632
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ عُمَارَةَ حَدَّثَنَا رَبِيعَةُ بْنُ شَيْبَانَأَنَّهُ قَالَ لِلْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا تَذْكُرُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَدْخَلَنِي غُرْفَةَ الصَّدَقَةِ فَأَخَذْتُ مِنْهَا تَمْرَةً فَأَلْقَيْتُهَا فِي فِيَّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلْقِهَا فَإِنَّهَا لَا تَحِلُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا لِأَحَدٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bukair} telah menceritakan kepada kami {Tsabit bin ‘Umarah} telah menceritakan kepada kami {Rabi’ah bin Syaiban}, dia berkata kepada {Al Hasan bin Ali} radliallahu ‘anhu “Apakah yang paling engkau ingat dari Rasulullah saw.?” Al Hasan menjawab “Beliau membawaku masuk ke dalam ruang penapungan sedekah lalu saya mengambil sebutir kurma dan memasukkannya ke dalam mulutku. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Buanglah, sesungguhnya itu tidak halal bagi Rasulullah saw. dan ahli baitnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1633
حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ هُوَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا الْعَلَاءُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا بُرَيْدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَبِي الْحَوْرَاءِ قَالَكُنَّا عِنْدَ حَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ فَسُئِلَ مَا عَقَلْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُنْتُ أَمْشِي مَعَهُ فَمَرَّ عَلَى جَرِينٍ مِنْ تَمْرِ الصَّدَقَةِ فَأَخَذْتُ تَمْرَةً فَأَلْقَيْتُهَا فِي فِيَّ فَأَدْخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُصْبُعَهُ فِي فِيَّ فَأَخْرَجَهَا بِلُعَابِي فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ وَمَا عَلَيْكَ لَوْ تَرَكْتَهَا قَالَ إِنَّا آلَ مُحَمَّدٍ لَا تَحِلُّ لَنَا الصَّدَقَةُ قَالَ وَعَقَلْتُ مِنْهُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Ahmad} yaitu Az Zubair, telah menceritakan kepada kami {Al ‘Ala` bin Shalih} telah menceritakan kepadaku {Buraidah bin Abu Maryam} dari {Abu Al Haura`} berkata ketika aku sedang bersama {Hasan bin Ali}, dia ditanya “Apakah yang paling engkau ingat dari Rasulullah saw.?” dia menjawab “Pada suatu hari saya berjalan bersama beliau, kemudian lewatlah di tempat pengumpulan dan pengeringan kurma sedekah. Lalu saya mengambil sebutir kurma dan memasukkannya ke dalam mulutku, maka Rasulullah saw. memasukkan jarinya ke mulutku dan mengeluarkan kuma tersebut yang sudah bercampur dengan air liurku. Kemudian ada sebagian sahabat bertanya “Memangnya kenapa jika engkau membiarkannya?” Rasulullah saw. menjawab “Sesungguhnya kami keluarga Muhammad, tidak halal sedekah bagi kami”. Dan saya hapal dari beliau shalat lima waktu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1634
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ إِبْرَاهِيمَ وَهُوَ التُّسْتَرِيُّ أَنْبَأَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ نُبِّئْتُ أَنَّجِنَازَةً مَرَّتْ عَلَى الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ وَابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَقَامَ الْحَسَنُ وَقَعَدَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَقَالَ الْحَسَنُ لِابْنِ عَبَّاسٍ أَلَمْ تَرَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّتْ بِهِ جِنَازَةٌ فَقَامَفَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ بَلَى وَقَدْ جَلَسَ فَلَمْ يُنْكِرْ الْحَسَنُ مَا قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Yazid} yaitu Ibnu Ibrahim At Tustari, telah memberitakan kepada kami {Muhammad} berkata {diberitakan kepadaku} bahwa jenazah lewat pada Al Hasan bin Ali dan Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma. {Al Hasan} berdiri sedangkan {Ibnu Abbas} radliallahu ‘anhuma duduk, maka Al Hasan bertanya kepadanya “Tidakkah kau lihat Nabi saw. ketika dilewati jenazah?” maka Ibnu Abbas berdiri dan berkata “Ya, namun beliau juga pernah duduk.” Al Hasan tidak mengingkari apa yang dikatakan Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1635
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ بُرَيْدَ بْنَ أَبِي مَرْيَمَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي الْحَوْرَاءِ قَالَقُلْتُ لِلْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ مَا تَذْكُرُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَذْكُرُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي أَخَذْتُ تَمْرَةً مِنْ تَمْرِ الصَّدَقَةِ فَجَعَلْتُهَا فِي فِيَّ قَالَ فَنَزَعَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلُعَابِهَا فَجَعَلَهَا فِي التَّمْرِ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ هَذِهِ التَّمْرَةِ لِهَذَا الصَّبِيِّ قَالَ وَإِنَّا آلَ مُحَمَّدٍ لَا تَحِلُّ لَنَا الصَّدَقَةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata saya mendengar {Buraidah bin Abu Maryam} dari {Abu Al Haura`} berkata Aku bertanya kepada {Al Hasan bin Ali} “Apakah yang paling engkau ingat dari Rasulullah saw.?” dia menjawab “Aku ingat dari Rasulullah saw. bahwa saya mengambil sebutir kurma dari kurma sedekah dan memasukkannya ke dalam mulutku.” Al Hasan berkata “Maka Rasulullah saw. membuangnya beserta dengan air ludah yang ada. Hal itu ditanyakan “Wahai Rasulullah, memangnya kenapa dengan kurma ini pada anak kecil ini?” beliau menjawab “Sesungguhnya kami keluarga Muhammad, tidak halal sedekah bagi kami.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1636
قَالَوَكَانَ يَقُولُ دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, {Al Hasan} juga berkata Beliau bersabda: “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu, menuju sesuatu yang tidak meragukanmu karena kejujuran itu ketenangan dan kebohongan itu keraguan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1637
قَالَوَكَانَ يُعَلِّمُنَا هَذَا الدُّعَاءَ اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ قَالَ شُعْبَةُ وَأَظُنُّهُ قَدْ قَالَ هَذِهِ أَيْضًا تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَقَالَ شُعْبَةُ وَقَدْ حَدَّثَنِي مَنْ سَمِعَ هَذَا مِنْهُ ثُمَّ إِنِّي سَمِعْتُهُ حَدَّثَ بِهَذَا الْحَدِيثِ مَخْرَجَهُ إِلَى الْمَهْدِيِّ بَعْدَ مَوْتِ أَبِيهِ فَلَمْ يَشُكَّ فِي تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ فَقُلْتُ لِشُعْبَةَ إِنَّكَ تَشُكُّ فِيهِ فَقَالَ لَيْسَ فِيهِ شَكٌّ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, {Al Hasan} berkata beliau mengajari kami do’a ini “ALLAHUMMAHDINI FI MAN HADAIT WA ‘AFANI FI MAN ‘AFAIT WA TAWALLANI FIMAN TAWALLAIT WA BARIK LI FI MA A’THAIT WAQINI SYARRA MA QADHAIT, INNAHU LA YADZILLU MAN WALAIT (Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku perlindungan sebagaimana orang yang Engkau beri perlindungan, sayangilah aku sebagaimana orang yang Engkau sayangi dan berilah berkah terhadap apa yang telah Engkau berikan kepadaku dan jauhkan aku dari kejelekan taqdir yang kau tentukan. Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina).” Syu’bah berkata dan menurutku beliau juga berkata “TABAARAKTA RABBANA WA TA’ALAIT (Maha Suci Engkau, Wahai tuhan kami Maha Tinggi Engkau.) ” Dan Syu’bah berkata dan telah menceritakan kepadaku seseorang yang mendengarnya dari Al Hasan, dan saya mendengar dia meriwayatkan hadits ini pada saat dia keluar untuk menemui Al Mahdi setelah wafat ayahnya, dan Syu’bah tidak merasa ragu dengan lafazh hadits “TABAARAKTA RABBANA WA TA’ALAIT (Maha Suci Engkau, Wahai tuhan kami Maha Tinggi Engkau.) “. Muhammad bin Ja’far bertanya kepada Syu’bah “Apakah kamu ragu mengenai hal itu?” dia menjawab “Tidak.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1638
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ وَالْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّمَرَّتْ بِهِمَا جِنَازَةٌ فَقَامَ أَحَدُهُمَا وَجَلَسَ الْآخَرُ فَقَالَ الَّذِي قَامَ أَمَا تَعْلَمُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ قَالَ بَلَى وَقَعَدَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dari {Ibnu Sirin} bahwa ada jenazah yang lewat di hadapan {Ibnu Abbas} dan {Al Hasan}, kemudian salah seorang dari mereka berdiri sedang yang lainnya duduk. Maka rang yang berdiri bertanya “Bukankah Rasulullah saw. berdiri?” sedangkan yang duduk menjawab “Ya. dan beliau juga duduk.”