Musnad Ahli Bait
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1639
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ أَنَّ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ وَابْنَ عَبَّاسٍرَأَيَا جَنَازَةً فَقَامَ أَحَدُهُمَا وَقَعَدَ الْآخَرُ فَقَالَ الَّذِي قَامَ أَلَمْ يَقُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ الَّذِي قَعَدَ بَلَى وَقَعَدَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahab Ats Tsaqafi} dari {Ayyub} dari {Muhammad} bahwa {Al Hasan bin Ali} dan {Ibnu Abbas} melihat jenazah (lewat), lalu salah satu dari mereka berdiri sedang yang lainnya tetap duduk, maka orang yang berdiri bertanya “Bukankah Rasulullah saw. berdiri?” sedangkan yang duduk menjawab “Ya. dan beliau juga duduk.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1640
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ يَعْلَى بْنِ أَبِي يَحْيَى عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ حُسَيْنٍ عَنْ أَبِيهَا قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلسَّائِلِ حَقٌّ وَإِنْ جَاءَ عَلَى فَرَسٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dan {Abdurrahman} berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Mush’ab bin Muhammad} dari {Ya’la bin Abu Yahya} dari {Fathimah binti Husain} dari {Bapaknya}, sedangkan {Abdurrahman} berkata {Husain bin Ali} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang meminta itu mempunyai hak meskipun ia datang dengan mengendarai kuda.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1641
أَنْبَأَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ عُمَارَةَ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ شَيْبَانَ قَالَقُلْتُ لِلْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا تَعْقِلُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَعِدْتُ مَعَهُ غُرْفَةَ الصَّدَقَةِ فَأَخَذْتُ تَمْرَةً فَلُكْتُهَا فِي فِيَّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلْقِهَا فَإِنَّهَا لَا تَحِلُّ لَنَا الصَّدَقَةُ
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Tsabit bin ‘Umarah} dari {Rabi’ah bin Syaiban} berkata Aku bertanya pada {Al Husain bin Ali} radliallahu ‘anhu “Apa yang paling berkesan bagimu tentang diri Rasulullah saw.?” Ia menjawab Aku pernah masuk ke ruang sedekah bersama beliau, lalu aku mengambil sebutir kurma dan memasukkannya ke dalam mulutku. Maka Nabi saw. berkata “Buang kurma itu, sesungguhnya sedekah itu tidak halal bagi kita (ahlul bait).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1642
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَيَعْلَي قَالَا حَدَّثَنَا حَجَّاحٌ يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍ الْوَاسِطِيَّ عَنْ شُعَيْبِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ قِلَّةَ الْكَلَامِ فِيمَا لَا يَعْنِيهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} dan {Ya’La}, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} yaitu Ibnu Dinar Al Wasithi, dari {Syua’ib bin Khalid} dari {Husain bin Ali} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya diantara tanda baiknya keIslaman seseorang adalah sedikit berkata dalam hal yang tidak berguna baginya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1643
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَلِيٍّ يَزْعُمُ عَنْ حُسَيْنٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ أَوْ عَنْ أَحَدِهِمَاأَنَّهُ قَالَ إِنَّمَا قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَجْلِ جَنَازَةِ يَهُودِيٍّ مُرَّ بِهَا عَلَيْهِ فَقَالَ آذَانِي رِيحُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah memberitakan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata saya mendengar {Muhammad bin Ali} menyatakan dari {Husain} dan {Ibnu Abbas} atau salah satu dari keduanya, berkata Sesungguhnya Rasulullah saw. berdiri karena jenazah seorang yahudi yang lewat, lalu beliau berkata “Baunya sangat menggangguku.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1644
حَدَّثَنَا يَزِيدُ وَعَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ قَالَا أَنْبَأَنَا هِشَامُ بْنُ أَبِي هِشَامٍ قَالَ عَبَّادٌ ابْنُ زِيَادٍ عَنْ أُمِّهِ عَنْ فَاطِمَةَ ابْنَةِ الْحُسَيْنِ عَنْ أَبِيهَا الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ وَلَا مُسْلِمَةٍ يُصَابُ بِمُصِيبَةٍ فَيَذْكُرُهَا وَإِنْ طَالَ عَهْدُهَا قَالَ عَبَّادٌ قَدُمَ عَهْدُهَا فَيُحْدِثُ لِذَلِكَ اسْتِرْجَاعًا إِلَّا جَدَّدَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ ذَلِكَ فَأَعْطَاهُ مِثْلَ أَجْرِهَا يَوْمَ أُصِيبَ بِهَاحَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَبِي الْحَوْرَاءِ عَنِ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ عَلَّمَنِي جَدِّي أَوْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي الْوَتْرِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} dan {‘Abbad bin ‘Abbad} berkata telah memberitakan kepada kami {Hisyam bin Abu Hisyam}, {‘Abbad} berkata {Ibnu Ziyad} dari {ibunya} dari {Fathimah binti Al Husain} dari {Bapaknya, Al Husain bin Ali} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tidak seorang muslimpun baik laki-laki maupun perempuan yang tertimpa musibah dan ia mengingat (kembali musibah tersebut) walaupun sudah lama berlalu” -‘Abbad berkata “Walau sudah berlangsung lama.” – kemudian dia menceritakannya dalam rangka beristirja’, kecuali Allah menggantinya pada saat itu dan memberinya pahala sebagaimana yang diberikan saat ia tertimpa musibah.” Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Syarik bin Abdullah dari Abu Ishaq dari Buraid bin Abu Maryam dari Abu Al Haura` dari Al Husain bin Ali berkata Kakekku pernah mengajariku – atau ia berkata Nabi saw. pernah mengajariku- beberapa kalimat yang selalu aku ucapkan pada shalat witir…” kemudian ia memaparkan hadits tersebut.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1645
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو وَأَبُو سَعِيدٍ قَالَا حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ أَبِيهِ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ ثُمَّ لَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin ‘Amru} dan {Abu Sa’id}, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Bilal} dari {‘Umarah bin Ghaziyyah} dari {Abdullah bin Ali bin Husain} dari {Bapaknya, Ali bin Husain} dari {Bapaknya}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Orang yang bakhil itu adalah orang yang jika namaku disebut di dekatnya, namun dia tidak bershalawat kepadaku.” Yaitu bacaan saw.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1646
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Daud} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Umar} dari {Ibnu Syihab} dari {Ali bin Husain} dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Diantara tanda baiknya keIslaman seseorang adalah (sikapnya untuk) meninggalkan apa yang tidak ada manfaat baginya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1647
حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ قَالَتَزَوَّجَ عَقِيلُ بْنُ أَبِي طَالِبٍ فَخَرَجَ عَلَيْنَا فَقُلْنَا بِالرِّفَاءِ وَالْبَنِينَ فَقَالَ مَهْ لَا تَقُولُوا ذَلِكَ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ نَهَانَا عَنْ ذَلِكَ وَقَالَ قُولُوا بَارَكَ اللَّهُ لَهَا فِيكَ وَبَارَكَ لَكَ فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ayyasy} dari {Salim bin Abdullah} dari {Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil} menerangkan {‘Aqail bin Abu Thalib} menikah kemudian dia keluar menemui kami, maka kami mengucapkan “Semoga mendapat kecocokan dan banyak keturunan.” Maka dia berkata “Diam! Jangan kalian mengatakan hal itu. Nabi saw. melarang kami mengucapkan hal itu, beliau bersabda: “Ucapkanlah ‘BAARAKALLAHU LAHA FIIKA WA BAARAKA LAKA FIIHA (semoga Allah memberkahimu dengannya dan semoga Allah memberkahinya denganmu) ‘.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1648
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ وَهُوَ ابْنُ عُلَيَّةَ أَنْبَأَنَا يُونُسُ عَنِ الْحَسَنِأَنَّ عَقِيلَ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنْ بَنِي جُشَمَ فَدَخَلَ عَلَيْهِ الْقَوْمُ فَقَالُوا بِالرِّفَاءِ وَالْبَنِينَ فَقَالَ لَا تَفْعَلُوا ذَلِكَ قَالُوا فَمَا نَقُولُ يَا أَبَا يَزِيدَ قَالَ قُولُوا بَارَكَ اللَّهُ لَكُمْ وَبَارَكَ عَلَيْكُمْ إِنَّا كَذَلِكَ كُنَّا نُؤْمَرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} yaitu Ibnu ‘Ulayyah, telah memberitakan kepada kami {Yunus} dari {Al Hasan} bahwa {‘Aqil bin Abu Thalib} radliallahu ‘anhu menikahi seorang wanita dari Bani Jusyaim, kemudian anggota kaum menemuinya dan berkata “Semoga kamu mendapatkan kecocokan dan keturunan” maka ‘Aqil berkata “Janganlah kalian mengucapkan hal seperti itu!” mereka bertanya “Apa yang harus kami baca Wahai Abu Yazid?” dia berkata “Bacalah: BARAKA ALLAH LAKUM WA BARAKA ‘ALAIKUM (semoga Allah memberi berkah kepada kalian dan juga memberi berkah atas kalian), demikianlah kami diperintahkan.”