Tebusan
Muwattha Malik | Hadits No. : 1354
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِأَقَادَ مِنْ الْمُنَقِّلَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Rabi’ah bin Abu Abdurrahman} bahwa {Abdullah bin Az Zubair} membalas luka yang menyebabkan pecahnya tulang.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1355
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِكَمْ فِي إِصْبَعِ الْمَرْأَةِ فَقَالَ عَشْرٌ مِنْ الْإِبِلِ فَقُلْتُ كَمْ فِي إِصْبَعَيْنِ قَالَ عِشْرُونَ مِنْ الْإِبِلِ فَقُلْتُ كَمْ فِي ثَلَاثٍ فَقَالَ ثَلَاثُونَ مِنْ الْإِبِلِ فَقُلْتُ كَمْ فِي أَرْبَعٍ قَالَ عِشْرُونَ مِنْ الْإِبِلِ فَقُلْتُ حِينَ عَظُمَ جُرْحُهَا وَاشْتَدَّتْ مُصِيبَتُهَا نَقَصَ عَقْلُهَا فَقَالَ سَعِيدٌ أَعِرَاقِيٌّ أَنْتَ فَقُلْتُ بَلْ عَالِمٌ مُتَثَبِّتٌ أَوْ جَاهِلٌ مُتَعَلِّمٌ فَقَالَ سَعِيدٌ هِيَ السُّنَّةُ يَا ابْنَ أَخِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Rabi’ah bin Abu Abdurrahman} berkata “Aku bertanya kepada {Sa’id bin Musayyab} ‘Berapa diyat untuk jari seorang wanita? ‘ Dia menjawab ‘Sepuluh ekor unta.” Saya bertanya lagi “Berapa untuk dua jari?” dia menjawab “Dua puluh ekor unta.” Saya bertanya lagi “Berapa untuk tiga jari?” dia menjawab “Tiga puluh ekor unta.” Saya bertanya “Berapa untuk empat jari?” dia menjawab “Dua puluh ekor unta?” Aku bertanya “Bagaimana jika semakin besar lukanya dan parah sakitnya, apakah berkurang diyatnya, ” Sa’id bertanya “Apakah kamu orang Iraq?” Aku menjawab “Tidak, tapi aku hanyalah seorang ‘alim yang ingin mencari kepastian dan seorang bodoh yang ingin belajar.” Said berkata “Itu adalah sunnah, Wahai anak saudaraku.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1356
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ جُنْدُبٍ عَنْ أَسْلَمَ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِقَضَى فِي الضِّرْسِ بِجَمَلٍ وَفِي التَّرْقُوَةِ بِجَمَلٍ وَفِي الضِّلَعِ بِجَمَلٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Zaid bin Aslam} dari {Muslim bin Jundub} dari {Aslam} bekas budak Umar bin Khattab, bahwa {Umar bin Khattab} memutuskan untuk diyat gigi geraham dengan seekor unta, diyat tulang selangka dengan seekor unta dan diyat tulang rusuk dengan seekor unta.
Muwattha Malik | Hadits No. : 1357
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّهُ سَمِعَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ يَقُولُ قَضَى عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِفِي الْأَضْرَاسِ بِبَعِيرٍ بَعِيرٍوَقَضَى مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ فِي الْأَضْرَاسِ بِخَمْسَةِ أَبْعِرَةٍ خَمْسَةِ أَبْعِرَةٍ قَالَ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ فَالدِّيَةُ تَنْقُصُ فِي قَضَاءِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَتَزِيدُ فِي قَضَاءِ مُعَاوِيَةَ فَلَوْ كُنْتُ أَنَا لَجَعَلْتُ فِي الْأَضْرَاسِ بَعِيرَيْنِ بَعِيرَيْنِ فَتِلْكَ الدِّيَةُ سَوَاءٌ وَكُلُّ مُجْتَهِدٍ مَأْجُورٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} bahwa ia mendengar {Sa’id bin Musayyab} berkata, ” {Umar bin Khattab} memutuskan dalam perkara diyat gigi geraham dengan seekor unta seekor unta. Sedangkan {Mu’awiyah bin Abu Sufyan} memutuskan dengan lima ekor unta lima ekor unta.” Sa’id bin Musayyab berkata “Diyat berkurang dalam putusan Umar bin Khattab dan bertambah dalam putusan Mu’awiyah, jika aku yang memutuskan maka akan aku jadikan untuk diyat gigi geraham dua ekor unta dua ekor unta. Diyat tersebut adalah sama dan setiap mujtahid akan mendapatkan pahala.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1358
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُإِذَا أُصِيبَتْ السِّنُّ فَاسْوَدَّتْ فَفِيهَا عَقْلُهَا تَامًّا فَإِنْ طُرِحَتْ بَعْدَ أَنْ اسْوَدَّتْ فَفِيهَا عَقْلُهَا أَيْضًا تَامًّا
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} dari {Sa’id bin Musayyab} ia berkata “Jika semua gigi yang ada terkena sampai menghitam maka diyatnya sempurna, jika gigi tersebut rontok setelah menghitam maka diyatnya juga sempurna.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1359
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ عَنْ أَبِي غَطَفَانَ بْنِ طَرِيفٍ الْمُرِّيِّ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ مَرْوَانَ بْنَ الْحَكَمِ بَعَثَهُ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍيَسْأَلُهُ مَاذَا فِي الضِّرْسِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ فِيهِ خَمْسٌ مِنْ الْإِبِلِ قَالَ فَرَدَّنِي مَرْوَانُ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ فَقَالَ أَتَجْعَلُ مُقَدَّمَ الْفَمِ مِثْلَ الْأَضْرَاسِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ لَوْ لَمْ تَعْتَبِرْ ذَلِكَ إِلَّا بِالْأَصَابِعِ عَقْلُهَا سَوَاءٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Daud bin Al Hushain} dari {Abu Ghathafan bin Tharif Al Muri} Bahwasanya ia mengabarkan kepadanya, bahwa Marwan bin Hakam mengutusnya kepada Abdullah bin ‘Abbas, untuk menanyakan diyat gigi geraham. Lalu {Abdullah bin Abbas} menjawab “Diyatnya adalah lima ekor unta.” Abu Ghathafan berkata “Lalu Marwan kembali menyuruhku menmui Abdullah bin Abbas untuk menanyakan “Apakah engkau menyamakan antara mulut bagian depan dengan diyat gigi geraham? ‘ Abdullah bin Abbas menjawab “Jika engkau tidak membandingkan (melogikanya) selain dengan jari jemari, maka diyatnya pun sama.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1360
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّهُ كَانَ يُسَوِّي بَيْنَ الْأَسْنَانِ فِي الْعَقْلِ وَلَا يُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Bapaknya} bahwasanya ia menyamakan diyat semua gigi-gigi dan tidak melebihkan antara satu dengan yang lain.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1361
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ يَسَارٍ كَانَ يَقُولُدِيَةُ الْمَجُوسِيِّ ثَمَانِيَ مِائَةِ دِرْهَمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} bahwa {Sulaiman bin Yasar} berkata “Diyat bagi orang Majusi adalah delapan ratus dirham.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1362
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُلَيْسَ عَلَى الْعَاقِلَةِ عَقْلٌ فِي قَتْلِ الْعَمْدِ إِنَّمَا عَلَيْهِمْ عَقْلُ قَتْلِ الْخَطَإِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Bapaknya} berkata “Al Aqilah tidak wajib membayar diat pada pembunuhan sengaja, tetapi mereka hanya membayar pada pembunuhan karena kesalahan.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 1363
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّهُ قَالَمَضَتْ السُّنَّةُ أَنَّ الْعَاقِلَةَ لَا تَحْمِلُ شَيْئًا مِنْ دِيَةِ الْعَمْدِ إِلَّا أَنْ يَشَاءُوا ذَلِكَو حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ مِثْلَ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Ibnu Syihab} berkata “Sudah menjadi sesuatu yang lazim (dalam sunah) bahwa Al Aqilah tidak terbebani oleh diat pembunuhan yang disengaja, kecuali jika bersedia.” Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} seperti hadits tersebut.