Hudud

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3837

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ مَيْسَرَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ قَالَ ذَكَرْتُ لِعَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ قِصَّةَ مَاعِزِ ابْنِ مَالِكٍ فَقَالَ لِي حَدَّثَنِي حَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَحَدَّثَنِي ذَلِكَ مِنْ قَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهَلَّا تَرَكْتُمُوهُ مَنْ شِئْتُمْ مِنْ رِجَالِ أَسْلَمَ مِمَّنْ لَا أَتَّهِمُ قَالَ وَلَمْ أَعْرِفْ هَذَا الْحَدِيثَ قَالَ فَجِئْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ فَقُلْتُ إِنَّ رِجَالًا مِنْ أَسْلَمَ يُحَدِّثُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُمْ حِينَ ذَكَرُوا لَهُ جَزَعَ مَاعِزٍ مِنْ الْحِجَارَةِ حِينَ أَصَابَتْهُ أَلَّا تَرَكْتُمُوهُ وَمَا أَعْرِفُ الْحَدِيثَ قَالَ يَا ابْنَ أَخِي أَنَا أَعْلَمُ النَّاسِ بِهَذَا الْحَدِيثِ كُنْتُ فِيمَنْ رَجَمَ الرَّجُلَ إِنَّا لَمَّا خَرَجْنَا بِهِ فَرَجَمْنَاهُ فَوَجَدَ مَسَّ الْحِجَارَةِ صَرَخَ بِنَا يَا قَوْمُ رُدُّونِي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ قَوْمِي قَتَلُونِي وَغَرُّونِي مِنْ نَفْسِي وَأَخْبَرُونِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرُ قَاتِلِي فَلَمْ نَنْزَعْ عَنْهُ حَتَّى قَتَلْنَاهُ فَلَمَّا رَجَعْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَخْبَرْنَاهُ قَالَ فَهَلَّا تَرَكْتُمُوهُ وَجِئْتُمُونِي بِهِ لِيَسْتَثْبِتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُ فَأَمَّا لِتَرْكِ حَدٍّ فَلَا قَالَ فَعَرَفْتُ وَجْهَ الْحَدِيثِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Umar bin maisarah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} dari {Muhammad bin Ishaq} ia berkata Aku menceritakan kisah Ma’iz bin Malik kepada {Ashim bin Umar bin Qatadah}, lalu ia berkata kepadaku telah menceritakan kepadaku {Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abu Thalib} ia berkata, “Aku mendengar kisah itu dari sabda Rasulullah saw., ‘Mengapa kalian tidak membiarkannya’ dari orang-orang bani Aslam yang aku tidak merasa ragu dengan mereka.” Hasan bin Muhammad berkata lagi, “Tetapi aku tidak tahu hadits ini.” Aku (Muhammad bin Ishaq) lalu mendatangi {Jabir bin Abdullah}, dan kukatakan kepadanya, “Beberapa lelaki dari bani Aslam menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah saw. pernah berkata kepada mereka ‘Mengapa kalian tidak membiarkan (Ma’iz lari) saja? ‘, yakni ketika mereka menceritakan tentang kejadian kaburnya Ma’iz karena tidak tahan dengan sakitnya lemparan batu, dan aku juga tidak tahu keberadaan hadits tersebut.” Jabir berkata, “Wahai keponakanku, aku adalah orang yang paling tahu dengan hadits ini, karena aku termasuk orang yang ikut merajam Ma’iz. Ketika kami keluar dan merajam Ma’iz, dan ia merasakan sakitnya lemparan batu, maka ia kesakitan dan berteriak kepada kami, “Wahai kaum, kembalikanlah aku kepada Rasulullah saw. Sungguh, kaumku telah menipuku dan ingin membunuhku. Mereka kabarkan kepadaku bahwa Rasulullah saw. tidak akan membunuhku.” Namun kami tidak berhenti merajam Ma’iz, sehingga kami pun membunuhnya. Maka ketika kami kembali dan kami kabarkan hal itu kepada Rasulullah saw., beliau bersabda: “Kenapa kalian tidak biarkan saja, lalu kalian bawa ia kemari?” Hal itu beliau lakukan untuk mendapat kepastian darinya, bukan untuk melepaskan hukuman had.” Hasan bin Muhammad berkata, “Dari situlah aku tahu konteks hadits itu sebenarnya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3838

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي الْحَذَّاءَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّهُ زَنَى فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَأَعَادَ عَلَيْهِ مِرَارًا فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَسَأَلَ قَوْمَهُ أَمَجْنُونٌ هُوَ قَالُوا لَيْسَ بِهِ بَأْسٌ قَالَ أَفَعَلْتَ بِهَا قَالَ نَعَمْ فَأَمَرَ بِهِ أَنْ يُرْجَمَ فَانْطُلِقَ بِهِ فَرُجِمَ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} berkata, telah menceritakan kepada kami {Khalid} -maksudnya Khalid Al Hadzdza- dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} bahwa Ma’iz bin Malik mendatangi Nabi saw. dan mengatakan bahwa dirinya telah berzina, namun beliau berpaling, dan ia ulangi hal itu hingga berkali-kali namun beliau tetap berpaling. Beliau lantas bertanya kepada kaumnya (Ma’iz): “Apakah ia orang gila?” mereka menjawab, “Dia tidak ada masalah.” Beliau bertanya (kepada Ma’iz): “Apakah kamu benar-benar melakukannya dengan dia?” Ma’iz menjawab, “Benar.” Beliau lalu memerintahkan agar Ma’iz dirajam. Akhirnya Ma’iz dibawa untuk dirajam, dan tidak dishalatkan (saat meninggal).”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3839

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَرَأَيْتُ مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ حِينَ جِيءَ بِهِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا قَصِيرًا أَعْضَلَ لَيْسَ عَلَيْهِ رِدَاءٌ فَشَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ أَنَّهُ قَدْ زَنَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَعَلَّكَ قَبَّلْتَهَا قَالَ لَا وَاللَّهِ إِنَّهُ قَدْ زَنَى الْآخِرُ قَالَ فَرَجَمَهُ ثُمَّ خَطَبَ فَقَالَ أَلَا كُلَّمَا نَفَرْنَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَلَفَ أَحَدُهُمْ لَهُ نَبِيبٌ كَنَبِيبِ التَّيْسِ يَمْنَحُ إِحْدَاهُنَّ الْكُثْبَةَ أَمَا إِنَّ اللَّهَ إِنْ يُمَكِّنِّي مِنْ أَحَدٍ مِنْهُمْ إِلَّا نَكَلْتُهُ عَنْهُنَّحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سِمَاكٍ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَالْأَوَّلُ أَتَمُّ قَالَ فَرَدَّهُ مَرَّتَيْنِ قَالَ سِمَاكٌ فَحَدَّثْتُ بِهِ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ فَقَالَ إِنَّهُ رَدَّهُ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْغَنِيِّ بْنُ أَبِي عَقِيلٍ الْمِصْرِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ قَالَ شُعْبَةُ فَسَأَلْتُ سِمَاكًا عَنْ الْكُثْبَةِ فَقَالَ اللَّبَنُ الْقَلِيلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Simak} dari {Jabir bin Samurah} ia berkata, “Saat Ma’iz bin Malik dibawa ke hadapan Nabi saw., aku melihat bahwa ia adalah seorang laki-laki pendek, berotot besar dan tidak mengenakan selendang. Ia bersaksi -sebanyak empat kali- atas dirinya sendiri bahwa ia telah berbuat zina. Rasulullah saw. lalu bertanya: “Mungkin kamu hanya menciumnya?” ia menjawab, “Demi Allah, tidak! Ma’iz justru mengakui bahwa ia benar-benar telah berzina. Jabir berkata, “Rasulullah saw. kemudian merajamnya kemudian berpidato: “Ketahuilah, ketika kita sedang jihad di jalan Allah ‘azza wajalla, ada seorang laki-laki (yang bertugas menjaga para wanita di rumah) dari mereka suka mendesah layaknya kambing bandot. Ia memberikan kepada salah seorang wanita dari mereka sesuatu yang sedikit (memberi sedikit susu untuk menipu, kemudian menzinainya). Demi Allah, jika Allah memberiku kemampuan untuk menangkapnya, maka aku akan menghukumnya.” Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Ibnul Mutsanna} dari {Muhammad bin Ja’far} dari {Syu’bah} dari {Simak} ia berkata Aku mendengar {Jabir bin Samurah} dengan hadits ini, tapi hadits yang pertama lebih lengkap. Ia (perawi) berkata, “Ia ulangi hingga dua kali.” {Simak} berkata, “Hadits itu kemudian aku ceritakan kepada {Sa’id bin Jubair}, ia balik berkata, “(Bahkan) ia mengulanginya hingga empat kali.” Telah menceritakan kepada kami Abdul Ghani bin Abu Aqil Al Mishri berkata, telah menceritakan kepada kami Khalid -makasudnya Khalid bin ‘Abdurrahman- ia berkata Syu’bah berkata Aku pernah bertanya Simak maksud dari ‘Al Kutsbah’ (sesuatu yang sedikit), lalu ia menjawab, “Itu adalah susu yang sedikit.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3840

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ أَحَقٌّ مَا بَلَغَنِي عَنْكَ قَالَ وَمَا بَلَغَكَ عَنِّي قَالَ بَلَغَنِي عَنْكَ أَنَّكَ وَقَعْتَ عَلَى جَارِيَةِ بَنِي فُلَانٍ قَالَ نَعَمْ فَشَهِدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ فَأَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Simak bin Harb} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda kepada Ma’iz bin Malik: “Apa benar berita yang sampai kepadaku tentang dirimu?” Ma’iz balik bertanya, “Berita apa yang telah engkau dengar tentang aku?” beliau menjawab: “Telah sampai kabar kepadaku bahwa engkau telah berzina dengan seorang budak wanita dari bani fulan.” Ma’iz berkata, “Benar.” Lalu ia bersaksi hingga empat kali, Nabi kemudian memerintahkan untuk merajamnya, maka Ma’iz pun dirajam.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3841

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ أَخْبَرَنَا أَبُو أَحْمَدَ أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَجَاءَ مَاعِزُ بْنُ مَالِكٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاعْتَرَفَ بِالزِّنَا مَرَّتَيْنِ فَطَرَدَهُ ثُمَّ جَاءَ فَاعْتَرَفَ بِالزِّنَا مَرَّتَيْنِ فَقَالَ شَهِدْتَ عَلَى نَفْسِكَ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ اذْهَبُوا بِهِ فَارْجُمُوهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Nashr bin Ali} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abu Ahmad} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Isra’il} dari {Simak bin Harb} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, “Ma’iz datang menemui Nabi saw. untuk mengakui bahwa dirinya telah berbuat zina -ia sampaikan itu hngga dua kali-, namun Nabi menyuruhnya untuk pergi. Ma’iz lalu datang dan mengakuinya lagi -ia sampaikan hingga dua kali-. Beliau lalu bersabda: “Engkau telah bersaksi atas dirimu sendiri sebanyak empat kali. Bawa dan rajamlah dia.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3842

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ حَدَّثَنِي يَعْلَى عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ يَعْلَى يَعْنِي ابْنَ حَكِيمٍ يُحَدِّثُ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِمَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ لَعَلَّكَ قَبَّلْتَ أَوْ غَمَزْتَ أَوْ نَظَرْتَ قَالَ لَا قَالَ أَفَنِكْتَهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَعِنْدَ ذَلِكَ أَمَرَ بِرَجْمِهِوَلَمْ يَذْكُرْ مُوسَى عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ وَهَذَا لَفْظُ وَهْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Jarir} berkata, telah menceritakan kepadaku {Ya’la} dari {Ikrimah} bahwa Nabi saw. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Zuhair bin Harb} dan {Uqbah bin Mukram} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Wahb bin Jarir} berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} ia berkata aku mendengar {Ya’la} -maksudnya Ya’la bin Hakim- menceritakan dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} bahwa Nabi saw. bertanya kepada Ma’iz bin Malik: “Mungkin kamu hanya mencium, melirik atau meraba saja?” Ma’iz menjawab, “Tidak.” Beliau bertanya: “Apa kamu telah menggaulinya?” Ma’iz berkata, “Ya.” Ibnu Abbas berkata, “Maka saat itulah beliau memerintahkan untuk merajamnya.” Namun Musa tidak menyebutkan dari Ibnu Abbas. Dan ini adalah lafadz Wahb.

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3843

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الصَّامِتِ ابْنَ عَمِّ أَبِي هُرَيْرَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُجَاءَ الْأَسْلَمِيُّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ أَنَّهُ أَصَابَ امْرَأَةً حَرَامًا أَرْبَعَ مَرَّاتٍ كُلُّ ذَلِكَ يُعْرِضُ عَنْهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَقْبَلَ فِي الْخَامِسَةِ فَقَالَ أَنِكْتَهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ حَتَّى غَابَ ذَلِكَ مِنْكَ فِي ذَلِكَ مِنْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ كَمَا يَغِيبُ الْمِرْوَدُ فِي الْمُكْحُلَةِ وَالرِّشَاءُ فِي الْبِئْرِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَهَلْ تَدْرِي مَا الزِّنَا قَالَ نَعَمْ أَتَيْتُ مِنْهَا حَرَامًا مَا يَأْتِي الرَّجُلُ مِنْ امْرَأَتِهِ حَلَالًا قَالَ فَمَا تُرِيدُ بِهَذَا الْقَوْلِ قَالَ أُرِيدُ أَنْ تُطَهِّرَنِي فَأَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ فَسَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلَيْنِ مِنْ أَصْحَابِهِ يَقُولُ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ انْظُرْ إِلَى هَذَا الَّذِي سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فَلَمْ تَدَعْهُ نَفْسُهُ حَتَّى رُجِمَ رَجْمَ الْكَلْبِ فَسَكَتَ عَنْهُمَا ثُمَّ سَارَ سَاعَةً حَتَّى مَرَّ بِجِيفَةِ حِمَارٍ شَائِلٍ بِرِجْلِهِ فَقَالَ أَيْنَ فُلَانٌ وَفُلَانٌ فَقَالَا نَحْنُ ذَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ انْزِلَا فَكُلَا مِنْ جِيفَةِ هَذَا الْحِمَارِ فَقَالَا يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَنْ يَأْكُلُ مِنْ هَذَا قَالَ فَمَا نِلْتُمَا مِنْ عِرْضِ أَخِيكُمَا آنِفًا أَشَدُّ مِنْ أَكْلٍ مِنْهُ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهُ الْآنَ لَفِي أَنْهَارِ الْجَنَّةِ يَنْقَمِسُ فِيهَاحَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ ابْنِ عَمِّ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ بِنَحْوِهِ زَادَ وَاخْتَلَفُوا عَلَيَّ فَقَالَ بَعْضُهُمْ رُبِطَ إِلَى شَجَرَةٍ وَقَالَ بَعْضُهُمْ وُقِفَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Ali} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} dari {Ibnu Juraij} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} bahwa {‘Abdurrahman bin Ash Shamit} -anak pamannya Abu Hurairah- ia mengabarkan kepadanya, Bahwasanya ia mendengar {Abu Hurairah} berkata, “Al Aslami datang menemui Nabi saw., ia bersaksi atas dirinya sendiri bahwa ia pernah berzina dengan seorang wanita ia ulangi pernyataannya itu hingga empat kali, dan setiap itu pula Nabi saw. selalu berpaling. Pada kali kelimanya, Nabi saw. bersabda: “Apakah benar kamu melakukan itu?” ia menjawab, “Benar.” Beliau bertanya lagi: “Hingga waktu itu (kemaluanmu) hilang (masuk ke dalam kemaluannya)?” ia menjawab, “Ya.” beliau bertanya lagi: “Seperti pensil celak masuk ke dalam botolnya, dan seperti tali timba masuk ke dalam sumur?” ia menjawab, “Ya.” beliau bertanya lagi: “Apakah kamu tahu zina itu apa?” ia menjawab, “Ya. Aku mendatangi wanita yang haram bagiku layaknya laki-laki yang mendatangi isterinya secara halal.” Beliau bertanya lagi: “Apa yang kamu inginkan dari jawaban itu?” Ia menjawab, “Aku ingin agar engkau membersihkan dosaku.” Beliau lalu memerintahkan agar ia dirajam, maka ia pun dirajam. Kemudian Nabi saw. mendengar dua orang sahabatnya bercakap-cakap, salah seorang dari keduanya berkata kepada yang lain, “Lihatlah kepada laki-laki ini, Allah telah menutupi dirinya (jika ia tidak mengaku), namun dirinya tidak mau diam (justru mengaku), maka ia pun dirajam layaknya anjing.” Beliau diam saja, hingga ketika beliau berjalan beberapa saat dan melewati bangkai, beliau bersabda: “Di mana Fulan dan Fulan tadi?”, keduanya menjawab “Kami wahai Rasulullah!.”, beliau bersabda “Kalian berdua silahkan turun, ambil dan makanlah bangkai himar ini!” keduanya lalu berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang mau makan bangkai ini.” beliau bersabda: “Apa yang kalian bicarakan berkenaan dengan harga diri saudara kalian tadi, itu lebih buruk dari bangkai ini. Demi Dzat Yang jiwaku ada dalam tangan-Nya, sungguh sekarang ini sahabat kalian (yang dirajam) tengah berada di antara sungai-sungai surga di berenang di dalamnya.” Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Ali} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Ashim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} dari {Anak pamannya Abu Hurairah} dari {Abu Hurairah} sebagaimana hadits tersebut. Ia (Hasan bin Ali) menambahkan, “mereka berselisih denganku, sebagian mereka berkata, “Ikat saja di batang pohon, ” sedangkan yang lain berkata, “Suruh berdiri.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3844

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُتَوَكِّلِ الْعَسْقَلَانِيُّ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِأَنَّ رَجُلًا مِنْ أَسْلَمَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاعْتَرَفَ بِالزِّنَا فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ اعْتَرَفَ فَأَعْرَضَ عَنْهُ حَتَّى شَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبِكَ جُنُونٌ قَالَ لَا قَالَ أُحْصِنْتَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَمَرَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُجِمَ فِي الْمُصَلَّى فَلَمَّا أَذَلَقَتْهُ الْحِجَارَةُ فَرَّ فَأُدْرِكَ فَرُجِمَ حَتَّى مَاتَ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرًا وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Ibnul Mutawakkil Al Asqalani} dan {Al Hasan bin Ali} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Abu Salamah} dari {Jabir bin Abdullah} bahwa seorang laki-laki dari Aslam datang menemui Rasulullah saw. mengakui bahwa dirinya telah berzina, namun beliau berpaling darinya. Laki-laki itu kembali mengakuinya dan beliau berpaling, sehingga laki-laki itu bersaksi (mengaku) sebanyak empat kali. Akhirnya Nabi saw. bertanya kepadanya: “Apakah kamu gila?” ia menjawab, “Tidak.” Beliau bertanya lagi: “Apakah kamu sudah menikah?” ia menjawab, “Ya.” Nabi saw. lalu memerintahkan untuk merajamnya, ia pun dirajam di tempat yang lapang. Maka ketika ia merasakan sakit karena lemparan batu, ia kabur. Lalu ia ditangkap dan dirajam lagi hingga meninggal. Nabi saw. lalu berkomentar untuk laki-laki itu, “Ia dalam kebaikan.” Namun beliau tidak menshalatinya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3845

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ زَكَرِيَّا وَهَذَا لَفْظُهُ عَنْ دَاوُدَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَلَمَّا أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجْمِ مَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ خَرَجْنَا بِهِ إِلَى الْبَقِيعِ فَوَاللَّهِ مَا أَوْثَقْنَاهُ وَلَا حَفَرْنَا لَهُ وَلَكِنَّهُ قَامَ لَنَا قَالَ أَبُو كَامِلٍ قَالَ فَرَمَيْنَاهُ بِالْعِظَامِ وَالْمَدَرِ وَالْخَزَفِ فَاشْتَدَّ وَاشْتَدَدْنَا خَلْفَهُ حَتَّى أَتَى عَرْضَ الْحَرَّةِ فَانْتَصَبَ لَنَا فَرَمَيْنَاهُ بِجَلَامِيدِ الْحَرَّةِ حَتَّى سَكَتَ قَالَ فَمَا اسْتَغْفَرَ لَهُ وَلَا سَبَّهُحَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ وَلَيْسَ بِتَمَامِهِ قَالَ ذَهَبُوا يَسُبُّونَهُ فَنَهَاهُمْ قَالَ ذَهَبُوا يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ فَنَهَاهُمْ قَالَ هُوَ رَجُلٌ أَصَابَ ذَنْبًا حَسِيبُهُ اللَّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} berkata,. telah menceritakan kepada kami {Yazid} -maksudnya Yazid bin Zurai’-. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Mani’} dari {Yahya bin Zakariya} dan ini adalah lafadz darinya, dari {Daud} dari {Abu Nadhrah} dari {Abu Sa’id} ia berkata, “Ketika Nabi saw. memerintahkan untuk merajam Ma’iz bin Malik, kami membawanya menuju Baqi’. Demi Allah, kami tidak mengikat ataupun menguburnya (setengah badan), tetapi ia hanya berdiri di depan kami.” {Abu Kamil} melanjutkan kisahnya, “Kami lalu melemparinya dengan tulang, tanah liat dan pecahan keramik. Hingga akhirnya ia kabur dan kami mengejarnya sampai di pinggiran Al Harrah. Ketika kami telah menangkapnya kami melemparinya dengan bebatuan yang lebih besar yang ada di situ hingga meninggal.” Abu Kamil berkata, “Tidak ada seorang pun yang beristighfar untuknya, sebagaimana tidak ada seorang pun yang mencelanya.” Telah menceritakan kepada kami {Muammal bin Hisyam} berkata, telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Al Jurairi} dari {Abu Nadhrah} ia berkata, “Seorang laki-laki datang menemui Nabi saw., sebagaimana hadits tersebut namun tidak lengkap. Ia (perawi) berkata, “Para sahabat mencelanya, namun Nabi melarang. Ia berkata Lalu mereka memintakan ampun untuknya, namun beliau juga melarang. Beliau lantas bersabda: “Ia adalah seorang laki-laki yang berbuat dosa, dan Allah yang akan menghisabnya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3846

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَعْلَى بْنِ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ غَيْلَانَ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَنْكَهَ مَاعِزًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Bakr bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ya’la Ibnul Harits} berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Ghailan} dari {Alqamah bin Martsad} dari {Ibnu Buraidah} dari {Bapaknya} ia berkata, “Nabi saw. mencium (bau) mulut Ma’iz (mungkin jika ada bau khamer).”