Membebaskan Budak

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2343

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي مَا وَسْوَسَتْ بِهِ صُدُورُهَا مَا لَمْ تَعْمَلْ أَوْ تَكَلَّمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Humaidiy} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepada kami {Mis’ar} dari {Qatadah} dari {Zurarah bin Awfaa} dari {Abu Hurairah ra.} berkata Nabi saw. bersabda: “Allah memberi kelonggaran kepadaku tentang ummatku, mereka tidak dianggap melakukan dosa dari apa yang dibisikkan dalam dadanya (hatinya) selama tidak dikerjakan atau diucapkannya”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2344

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِامْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Katsir} dari {Sufyan} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Ibrahim At-Taymiy} dari {‘Alqamah bin Waqash Al Laitsiy} berkata aku mendengar dari {‘Umar bin Al Khaththab ra.} dari Nabi saw. bersabda: “Hanyasanya amal dihitung karena niat, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya. Maka siapa yang berhijrah kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya dan siapa yang hijrah untuk dunia yang ingin didapatkannya atau kepada wanita yang ingin dikawininya maka hijrahnya sekedar mendapat tujuan hijrahnya.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2345

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ بِشْرٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ عَنْ قَيْسٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّهُ لَمَّا أَقْبَلَ يُرِيدُ الْإِسْلَامَ وَمَعَهُ غُلَامُهُ ضَلَّ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِنْ صَاحِبِهِ فَأَقْبَلَ بَعْدَ ذَلِكَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ جَالِسٌ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ هَذَا غُلَامُكَ قَدْ أَتَاكَ فَقَالَ أَمَا إِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّهُ حُرٌّ قَالَ فَهُوَ حِينَ يَقُولُ يَا لَيْلَةً مِنْ طُولِهَا وَعَنَائِهَاعَلَى أَنَّهَا مِنْ دَارَةِ الْكُفْرِ نَجَّتِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Abdullah bin Mumair} dari {Muhammad bin Bisyir} dari {Isma’il} dari {Qais} dari {Abu Hurairah ra.} bahwasanya ketika dia datang untuk memeluk Islam, dia datang bersama budak kecilnya (gulam), antara Abu Hurairah dan budak kecilnya tersebut, sama-sama terpisah dalam perjalanan karena suatu hal. Kemudian hari gulamnya datang ketika Abu Hurairah sedang duduk bersama Nabi saw. Maka Nabi saw. bersabda: “Wahai Abu Hurairah, ini gulammu datang menemuimu”. Maka dia berkata: “Aku bersaksi kepada anda bahwa dia sekarang bebas”. Dia Qais) berkata: Ini terjadi ketika dia bersya’ir: Wahai malam dengan kelamaan dan kepayahannya # Dan menyelamatkan dari negeri kekufuran.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2346

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ قَيْسٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَلَمَّا قَدِمْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ فِي الطَّرِيقِ يَا لَيْلَةً مِنْ طُولِهَا وَعَنَائِهَاعَلَى أَنَّهَا مِنْ دَارَةِ الْكُفْرِ نَجَّتِقَالَ وَأَبَقَ مِنِّي غُلَامٌ لِي فِي الطَّرِيقِ قَالَ فَلَمَّا قَدِمْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَايَعْتُهُ فَبَيْنَا أَنَا عِنْدَهُ إِذْ طَلَعَ الْغُلَامُ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ هَذَا غُلَامُكَ فَقُلْتُ هُوَ حُرٌّ لِوَجْهِ اللَّهِ فَأَعْتَقْتُهُقَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ لَمْ يَقُلْ أَبُو كُرَيْبٍ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ حُرٌّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Qais} dari {Abu Hurairah ra.} berkata “Ketika datang menemui Nabi saw. aku bersyair di sepanjang perjalanan: Wahai malam dengan kelamaan dan kepayahannya. Dan menyelamatkan dari negeri kekufuran. Dia berkata: “Gulamku lalu melarikan diri dariku di jalan”. Dia berkata: “Ketika aku menemui Nabi saw., aku berbai’at Beliau. Ketika aku masih bersama Beliau tiba-tiba datang gulamku kemudian Rasulullah saw. berkata kepadaku: “Wahai Abu Hurairah, ini gulammu datang menemuimu”. Aku katakan: “Dia sekarang bebas demi mencari ridha Allah”. Maka dia aku bebaskan”. Berkata, Abu ‘Abdullah Al Bukhariy: {Abu Kuraib} tidak mengatakan dari {Abu Usamah} ada kalimat bebas”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2347

حَدَّثَنَا شِهَابُ بْنُ عَبَّادٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ عَنْ قَيْسٍ قَالَ لَمَّا أَقْبَلَ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُوَمَعَهُ غُلَامُهُ وَهُوَ يَطْلُبُ الْإِسْلَامَ فَضَلَّ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ بِهَذَا وَقَالَ أَمَا إِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّهُ لِلَّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Syihab bin ‘Abbad} telah menceritakan kepada kami {Ibrahim Humaid} dari {Isma’il} dari {Qais} berkata Ketika {Abu Hurairah ra.} datang bersama budak kecilnya (gulam) untuk memeluk Islam satu sama lain diantara keduanya terpisah dari lainnya. Kemudian setelah itu dia berkata: “Aku bersaksi kepada anda bahwa dia sekarang untuk Allah (bebas) “.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2348

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْإِنَّ عُتْبَةَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ عَهِدَ إِلَى أَخِيهِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ أَنْ يَقْبِضَ إِلَيْهِ ابْنَ وَلِيدَةِ زَمْعَةَ قَالَ عُتْبَةُ إِنَّهُ ابْنِي فَلَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَمَنَ الْفَتْحِ أَخَذَ سَعْدٌ ابْنَ وَلِيدَةِ زَمْعَةَ فَأَقْبَلَ بِهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَقْبَلَ مَعَهُ بِعَبْدِ بْنِ زَمْعَةَ فَقَالَ سَعْدٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا ابْنُ أَخِي عَهِدَ إِلَيَّ أَنَّهُ ابْنُهُ فَقَالَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا أَخِي ابْنُ وَلِيدَةِ زَمْعَةَ وُلِدَ عَلَى فِرَاشِهِ فَنَظَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى ابْنِ وَلِيدَةِ زَمْعَةَ فَإِذَا هُوَ أَشْبَهُ النَّاسِ بِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ لَكَ يَا عَبْدُ بْنَ زَمْعَةَ مِنْ أَجْلِ أَنَّهُ وُلِدَ عَلَى فِرَاشِ أَبِيهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجِبِي مِنْهُ يَا سَوْدَةُ بِنْتَ زَمْعَةَ مِمَّا رَأَى مِنْ شَبَهِهِ بِعُتْبَةَ وَكَانَتْ سَوْدَةُ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Yaman} telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhriy} berkata, telah menceritakan kepadaku {‘Urwah bin Az Zubair} bahwa {‘Aisyah ra.} berkata Bahwa ‘Utbah bin Abu Waqash berjanji kepada saudaranya, Sa’ad bin Abi Waqash agar mengambil anak dari hamba sahaya Zam’ah untuknya. Maka ‘Utbah berkata: “Dia itu anakku”. Ketika Rasulullah saw. datang saat tahun penaklukan Makkah, Sa’ad mengambil anak dari hamba sahaya Zam’ah lalu membawanya ke hadapan Rasulullah saw. dan ‘Abdu bin Zam’ah turut bersamanya. Sa’ad berkata: “Wahai Rasulullah, dia ini anak saudaraku yang telah bersumpah kepadaku bahwa anak ini adalah anaknya. Kemudian ‘Abdu bin Zam’ah berkata: Wahai Rasulullah, dia adalah saudaraku, anak dari hambasahaya milik Zam’ah yang dilahirkan di atas tempat tidurnya”. Lantas Rasulullah saw. memperhatikan anak hamba sahaya Zam’ah yang ternyata dia manusia yang paling mirip dengannya. Selanjutnya Rasulullah saw. berkata: “Dia ini milikmu wahai ‘Abdu bin Zam’ah karena dia dilahirkan diatas tempat tidur bapaknya”. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Berhijablah engkau daripadanya Saudah binti Zam’ah”. Ini beliau ucapkan setelah beliau melihat kemiripannya dengan ‘Utbah. Saudah adalah isteri Nabi saw.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2349

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَأَعْتَقَ رَجُلٌ مِنَّا عَبْدًا لَهُ عَنْ دُبُرٍ فَدَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهِ فَبَاعَهُ قَالَ جَابِرٌ مَاتَ الْغُلَامُ عَامَ أَوَّلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Adam bin Abi Iyas} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin DInar} aku mendengar {Jabir bin ‘Abdullah ra.ma} berkata: “Ada seorang laki-laki membebaskan seorang budak dengan cara mudabbar, lalu Nabi saw. memmanggilnya kemudian membelinya. Jabir berkata: “Budak itu kemudian meningal dunia pada tahun itu juga”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2350

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دِينَارٍ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْوَلَاءِ وَعَنْ هِبَتِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata, telah menceritakan kepadaku {‘Abdullah bin Dinar} aku mendengar {Ibnu Umar} berkata Rasulullah saw. melarang membeli hak warisan budak dan juga menghibahkannya”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2351

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْاشْتَرَيْتُ بَرِيرَةَ فَاشْتَرَطَ أَهْلُهَا وَلَاءَهَا فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَعْتِقِيهَا فَإِنَّ الْوَلَاءَ لِمَنْ أَعْطَى الْوَرِقَ فَأَعْتَقْتُهَا فَدَعَاهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَيَّرَهَا مِنْ زَوْجِهَا فَقَالَتْ لَوْ أَعْطَانِي كَذَا وَكَذَا مَا ثَبَتُّ عِنْدَهُ فَاخْتَارَتْ نَفْسَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Utsman bin Abi Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Manshur} dari {Ibrahim} dari {Al Aswad} dari {‘Aisyah ra.} berkata Aku membeli seorang budak wanita bernama Barirah lalu tuannya mengajukan persyaratan (bahwa wala’ tetap milik mereka), maka aku adukan hal itu kepada Nabi saw., dan Beliau bersabda: “Bebaskanlah dia karena perwalian bagi siapa yang memberikan perak (uang). Maka aku membebaskannya lalu Nabi saw. memanggilnya lalu memberi pilihan untuk tetap bersama suaminya atau tidak. Barirah berkata: seandainya suamiku memberi kepadaku ini dan itu, itu semuanya tidak menjadikanku tinggal bersamanya “. Lalu Barirah memilih untuk dirinya sendiri.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2352

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَنَسٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رِجَالًا مِنْ الْأَنْصَارِ اسْتَأْذَنُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا ائْذَنْ لَنَا فَلْنَتْرُكْ لِابْنِ أُخْتِنَا عَبَّاسٍ فِدَاءَهُ فَقَالَ لَا تَدَعُونَ مِنْهُ دِرْهَمًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrahim bin ‘Uqbah} dari {Musa bin ‘Uqbah} dari {Ibnu Syihab} berkata, telah menceritakan kepadaku {Anas ra.} bahwa ada orang-orang dari kalangan Anshar meminta izin kepada Rasulullah saw. dan mereka berkata: “izinkanlah kami untuk memberi tebusan atas anak saudara perempuan kami, yakni ‘Abbas”. Maka Beliau bersabda: “Janganlah kalian tinggalkan untuknya satu dirhampun”.