Zuhud
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 4260
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ عُرِضَ عَلَى مَقْعَدِهِ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى تُبْعَثَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Numair} telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Umar} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian meninggal dunia, maka akan di tampakkan tempat tinggalnya pada saat pagi hari dan sore hari. Jika ia termasuk penduduk surga, maka ia akan menjadi penduduk surga, dan jika ia dari penghuni neraka, maka ia akan menjadi penghuni neraka, di katakan “Ini adalah tempat tinggalmu, ” sampai dia di bangkitkan pada hari Kiamat.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 4261
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ أَنْبَأَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَاهُ كَانَ يُحَدِّثُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا نَسَمَةُ الْمُؤْمِنِ طَائِرٌ يَعْلُقُ فِي شَجَرِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى جَسَدِهِ يَوْمَ يُبْعَثُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Suwaid bin Sa’id} telah memberitakan kepada kami {Mlaik bin Anas} dari {Ibnu Syihab} dari {Abdulla bin Ka’ab Al Anshari} bahwa dirinya telah mengabarkan kepadanya, bahwa {ayahnya} pernah bercerita bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya jiwa seorang mukmin bagaikan burung yang bergelayutan di pohon surga sampai ia kembali ke jasadnya pada hari Kiamat.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 4262
حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ حَفْصٍ الْأُبُلِّيُّ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا دَخَلَ الْمَيِّتُ الْقَبْرَ مُثِّلَتْ الشَّمْسُ عِنْدَ غُرُوبِهَا فَيَجْلِسُ يَمْسَحُ عَيْنَيْهِ وَيَقُولُ دَعُونِي أُصَلِّي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Hafhs Al Uballi} telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin ‘Ayyasy} dari {Al A’masy} dari {Abu Sufyan} dari {Jabir} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Jika mayit masuk ke dalam kubur, maka di perlihatkannya matahari ketika akan tenggelam, kemudian ia akan mengusap kedua matanya seraya berkata “Biarkanlah aku shalat.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 4263
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ عَنْ حَجَّاجٍ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ صَاحِبَيْ الصُّورِ بِأَيْدِيهِمَا أَوْ فِي أَيْدِيهِمَا قَرْنَانِ يُلَاحِظَانِ النَّظَرَ مَتَى يُؤْمَرَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {‘Abbad bin Al ‘Awam} dari {Hajjaj} dari {‘Athiyah} dari {Abu Sa’id} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya kedua sahabatku (Malaikat) pembawa sangkala selalu membawa sangkakala di kedua tangannya atau di kedua tangannya memegang sangkala, keduanya bersiap-siap kapan saja di perintahkan (meniupkannya).”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 4264
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْيَهُودِ بِسُوقِ الْمَدِينَةِ وَالَّذِي اصْطَفَى مُوسَى عَلَى الْبَشَرِ فَرَفَعَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَدَهُ فَلَطَمَهُ قَالَ تَقُولُ هَذَا وَفِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ{ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ }فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ رَفَعَ رَأْسَهُ فَإِذَا أَنَا بِمُوسَى آخِذٌ بِقَائِمَةٍ مِنْ قَوَائِمِ الْعَرْشِ فَلَا أَدْرِي أَرَفَعَ رَأْسَهُ قَبْلِي أَوْ كَانَ مِمَّنْ اسْتَثْنَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْ يُونُسَ بْنِ مَتَّى فَقَدْ كَذَبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Ali bin Mushir} dari {Muhammad bin ‘Amru} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} dia berkata saat berada di pasar Madinah, seorang laki-laki Yahudi berkata “Demi dzat yang telah menyucikan Musa dari seluruh manusia.” (mendengar itu) seorang laki-laki Anshar mengangkat tangannya dan menamparnya seraya berkata “Kamu berani mengatakan ini, sedangkan Rasulullah saw. berada di tengah-tengah kami!.” kemudian hal itu di beritahukan kepada Rasulullah saw., lalu beliau bersabda: “Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (QS. Az Zumar 68).” (beliau bersabda): “Aku adalah orang yang pertama-tama mengangkat kepala, tiba-tiba saya melihat Musa mengambil tiang dari tiang-tiang ‘Arsy, aku tidak tahu apakah ia mengangkat kepalanya sebulumku ataukah ia yang di kecualikan oleh Allah ‘azza wajalla, dan barang siapa yang mengatakan Aku lebih baik daripada Yunus bin Matta, maka ia telah berdusta.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 4265
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِقْسَمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ يَأْخُذُ الْجَبَّارُ سَمَاوَاتِهِ وَأَرَضِيهِ بِيَدِهِ وَقَبَضَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقْبِضُهَا وَيَبْسُطُهَا ثُمَّ يَقُولُ أَنَا الْجَبَّارُ أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ الْجَبَّارُونَ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ قَالَ وَيَتَمَايَلُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ حَتَّى نَظَرْتُ إِلَى الْمِنْبَرِ يَتَحَرَّكُ مِنْ أَسْفَلِ شَيْءٍ مِنْهُ حَتَّى إِنِّي لَأَقُولُ أَسَاقِطٌ هُوَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Ammar} dan {Muhammad bin As Shabah} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz Abu Abu Hazim} telah menceritakan kepadaku {ayahku} dari {Abdullah bin Miqsam} dari {Abdullah bin Umar} dia berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda di atas mimbar: “Alla Al Jabbar akan mengambil langit dan bumi-Nya dengan tangan-Nya, Dia menggenggam dan mengepalkannya kemudian melebarkannya, lalu Dia berfirman: “Aku adalah Al Jabbar (Yang Maha Perkasa), dan Akulah raja. Di manakah orang-orang (yang pernah) mengaku perkasa? Di manaka orang-orang yang sombong?” Abdullah bin Umar berkata “Rasulullah saw. menoleh ke kanan dan ke kiri, hingga ku lihat mimbar itu bawahnya bergoyang, sampai saya berkata apakah ia akan roboh bersama dengan Rasulullah saw.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 4266
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ حَاتِمِ بْنِ أَبِي صَغِيرَةَ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ الْقَاسِمِ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ حُفَاةً عُرَاةً قُلْتُ وَالنِّسَاءُ قَالَ وَالنِّسَاءُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا يُسْتَحْيَا قَالَ يَا عَائِشَةُ الْأَمْرُ أَهَمُّ مِنْ أَنْ يَنْظُرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Abu Khalid Al Ahmar} dari {Hatim bin Abu Shaghirah} dari {Ibnu Abu Mulaikah} dari {Qasim} dia berkata {‘Asiyah} berkata saya bertanya “Wahai Rasulullah, bagaimanakah keadaan manusia ketika mereka di padang mahsyar?” Beliau menjawab: “Mereka telanjang tanpa pakaian.” saya bertanya “Begitu juga dengan para wanita?” Beliau menjawab: “Begitu juga dengan wanita.” saya bertanya “Wahai Rasulullah, apakah mereka tidak merasa malu?” Beliau menjawab: “Wahai ‘Aisyah, perkara pada hari itu lebih penting daripada saling pandang di antara sesama mereka.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 4267
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ عَلِيِّ بْنِ عَلِيِّ بْنِ رِفَاعَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْرَضُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلَاثَ عَرَضَاتٍ فَأَمَّا عَرْضَتَانِ فَجِدَالٌ وَمَعَاذِيرُ وَأَمَّا الثَّالِثَةُ فَعِنْدَ ذَلِكَ تَطِيرُ الصُّحُفُ فِي الْأَيْدِي فَآخِذٌ بِيَمِينِهِ وَآخِذٌ بِشِمَالِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Ali bin Ali bin Rifa’ah} dari {Al Hasan} dari {Abu Musa Al Asy’ari} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Pada hari Kiamat, manusia akan diperlihatkan tiga tontonan, dua tontonan mengenai perdebatan dan alasan-alasan yang dikemukakan adapun tontonan yang ketiga akan dibagikan buku catatan amalan (hamba) dimana ada yang mengambil dengan tangan kanannya ada pula yang mengambil dengan tangan kirinya.
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 4268
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ وَأَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ{ يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ }قَالَ يَقُومُ أَحَدُهُمْ فِي رَشْحِهِ إِلَى أَنْصَافِ أُذُنَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Isa bin Yunus} dan {Abu Khalid Al Ahmar} dari {Ibnu ‘Aun} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dari Nabi saw. mengenai (firman Allah): (Yaitu) Ketika manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.” (QS. Al Muthafifin 6). Beliau bersabda: “Setiap orang dari mereka akan berdiri dengan keringat yang mencapai kedua telinganya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 4269
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ دَاوُدَ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ{ يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ }فَأَيْنَ تَكُونُ النَّاسُ يَوْمَئِذٍ قَالَ عَلَى الصِّرَاطِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Ali bin Mushir} dari {Daud} dari {Asy Sya’bi} dari {Masruq} dari {‘Aisyah} dia berkata saya bertanya kepada Rasulullah saw. (mengenai firman Allah): “(yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, (QS. Ibrahim 49), lantas di manakah manusia ketika itu?” Beliau menjawab: “Di atas shirath.”