Diyat

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3942

حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَقَضَى عُمَرُ فِي شِبْهِ الْعَمْدِ ثَلَاثِينَ حِقَّةً وَثَلَاثِينَ جَذَعَةً وَأَرْبَعِينَ خَلِفَةً مَا بَيْنَ ثَنِيَّةٍ إِلَى بَازِلِ عَامِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {An Nufaili} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Abu Najih} dari {Mujahid} ia berkata, ” {Umar} memberi putusan bahwa pembunuhan semi sengaja diyatnya adalah tiga puluh hiqqah, ditambah tiga puluh jadz’ah dan empat puluh khalifah dari unta yang umurnya antara enam hingga sembilan tahun.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3943

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ ضَمْرَةَ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّهُ قَالَ فِي شِبْهِ الْعَمْدِ أَثْلَاثٌ ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ حِقَّةً وَثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ جَذَعَةً وَأَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ ثَنِيَّةً إِلَى بَازِلِ عَامِهَا وَكُلُّهَا خَلِفَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hannad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Al Ahwash} dari {Abu Ishaq} dari {Ashim bin Dhamrah} dari {Ali radliallahu ‘anhu} Bahwasanya ia pernah berkata “tentang diyat pembunuhan semi sengaja (pembunuhan tidak sengaja menyerupai sengaja) adalah sepertiga, sepertiga yaitu, tiga puluh tiga unta yang berumur tiga tahun dan masuk tahun keempat, dan tiga puluh tiga unta betina yang berumur lima tahun, serta tiga puluh empat unta hamil yang berumur enam tahun hingga umur sembilan tahun.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3944

وَبِهِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَلْقَمَةَ وَالْأَسْوَدِ قَالَ عَبْدُ اللَّهِفِي شِبْهِ الْعَمْدِ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ حِقَّةً وَخَمْسٌ وَعِشْرُونَ جَذَعَةً وَخَمْسٌ وَعِشْرُونَ بَنَاتِ لَبُونٍ وَخَمْسٌ وَعِشْرُونَ بَنَاتِ مَخَاضٍ
Terjemahan: dengan sanad itu juga, dari {Abu Ishaq} dari {Alqamah} dan {Al Aswad}, {Abdullah} berkata tentang diyat pembunuhan semi sengaja, “Dua puluh lima hiqqah, di tambah dua puluh lima jadz’ah, ditambah dua puluh lima bintu labun dan dua puluh lima bintu makhadh.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3945

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ ضَمْرَةَ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُفِي الْخَطَإِ أَرْبَاعًا خَمْسٌ وَعِشْرُونَ حِقَّةً وَخَمْسٌ وَعِشْرُونَ جَذَعَةً وَخَمْسٌ وَعِشْرُونَ بَنَاتِ لَبُونٍ وَخَمْسٌ وَعِشْرُونَ بَنَاتِ مَخَاضٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hannad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Al Ahwash} dari {Sufyan} dari {Abu Ishaq} dari {Ashim bin Dhamrah} ia berkata, ” {Ali radliallahu ‘anhu} berkata tentang diyat pembunuhan tidak sengaja, “Yakni seperempat, seperempat dua puluh lima hiqqah, di tambah dua puluh lima jadz’ah, ditambah dua puluh lima bintu labun dan dua puluh lima bintu makhadh.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3946

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ عَنْ أَبِي عِيَاضٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ وَزَيْدِ بْنِ ثَابِتٍفِي الْمُغَلَّظَةِ أَرْبَعُونَ جَذَعَةً خَلِفَةً وَثَلَاثُونَ حِقَّةً وَثَلَاثُونَ بَنَاتِ لَبُونٍ وَفِي الْخَطَإِ ثَلَاثُونَ حِقَّةً وَثَلَاثُونَ بَنَاتِ لَبُونٍ وَعِشْرُونَ بَنُو لَبُونٍ ذُكُورٌ وَعِشْرُونَ بَنَاتِ مَخَاضٍحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ فِي الدِّيَةِ الْمُغَلَّظَةِ فَذَكَرَ مِثْلَهُ سَوَاءً قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ وَغَيْرُ وَاحِدٍ إِذَا دَخَلَتْ النَّاقَةُ فِي السَّنَةِ الرَّابِعَةِ فَهُوَ حِقٌّ وَالْأُنْثَى حِقَّةٌ لِأَنَّهُ يَسْتَحِقُّ أَنْ يُحْمَلَ عَلَيْهِ وَيُرْكَبَ فَإِذَا دَخَلَ فِي الْخَامِسَةِ فَهُوَ جَذَعٌ وَجَذَعَةٌ فَإِذَا دَخَلَ فِي السَّادِسَةِ وَأَلْقَى ثَنِيَّتَهُ فَهُوَ ثَنِيٌّ وَثَنِيَّةٌ فَإِذَا دَخَلَ فِي السَّابِعَةِ فَهُوَ رَبَاعٌ وَرَبَاعِيَةٌ فَإِذَا دَخَلَ فِي الثَّامِنَةِ وَأَلْقَى السِّنَّ الَّذِي بَعْدَ الرَّبَاعِيَةِ فَهُوَ سَدِيسٌ وَسَدَسٌ فَإِذَا دَخَلَ فِي التَّاسِعَةِ وَفَطَرَ نَابُهُ وَطَلَعَ فَهُوَ بَازِلٌ فَإِذَا دَخَلَ فِي الْعَاشِرَةِ فَهُوَ مُخْلِفٌ ثُمَّ لَيْسَ لَهُ اسْمٌ وَلَكِنْ يُقَالُ بَازِلُ عَامٍ وَبَازِلُ عَامَيْنِ وَمُخْلِفُ عَامٍ وَمُخْلِفُ عَامَيْنِ إِلَى مَا زَادَ وَقَالَ النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ ابْنَةُ مَخَاضٍ لِسَنَةٍ وَابْنَةُ لَبُونٍ لِسَنَتَيْنِ وَحِقَّةٌ لِثَلَاثٍ وَجَذَعَةٌ لِأَرْبَعٍ وَثَنِيٌّ لَخَمْسٍ وَرَبَاعٌ لِسِتٍّ وَسَدِيسٌ لِسَبْعٍ وَبَازِلٌ لِثَمَانٍ قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ أَبُو حَاتِمٍ وَالْأَصْمَعِيُّ وَالْجُذُوعَةُ وَقْتٌ وَلَيْسَ بِسِنٍّ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ قَالَ بَعْضُهُمْ فَإِذَا أَلْقَى رَبَاعِيَتَهُ فَهُوَ رَبَاعٌ وَإِذَا أَلْقَى ثَنِيَّتَهُ فَهُوَ ثَنِيٌّ وَقَالَ أَبُو عُبَيْدٍ إِذَا لَقِحَتْ فَهِيَ خَلِفَةٌ فَلَا تَزَالُ خَلِفَةً إِلَى عَشَرَةِ أَشْهُرٍ فَإِذَا بَلَغَتْ عَشَرَةَ أَشْهُرٍ فَهِيَ عُشَرَاءُ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ إِذَا أَلْقَى ثَنِيَّتَهُ فَهُوَ ثَنِيٌّ وَإِذَا أَلْقَى رَبَاعِيَتَهُ فَهُوَ رَبَاعٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Ibnul Mutsanna} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Abdu Rabbih} dari {Abu Iyadh} dari {Utsman bin Affan} dan {Zaid bin Tsabit} tentang pembunuhan semi sengaja adalah empat puluh Jadz’ah, tiga puluh hiqqah, dan tiga puluh bintu labun. Sedangkan pembunuhan tidak sengaja adalah tiga puluh hiqqah, tiga puluh bintu labun dan dua puluh banu labun laki-laki dan dua puluh bintu makhadh.” Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Ibnul Mutsanna} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Said} dari {Qatadah} dari {Sa’id Ibnul Musayyab} dari {Zaid bin Tsabit} tentang tebusan pembunuhan semi sengaja. Lalu beliau menyebutkan persis sebagaimana hadits tersebut.” Abu Dawud berkata, “Abu Ubaid dan beberapa orang lainnya menyebutkan, “Jika umur unta telah masuk pada tahun keempat maka ia disebut hiqqun atau hiqqah, sebab ia telah boleh untuk membawa barang atau ditunggangi. Jika umurnya telah masuk pada tahun kelima, maka ia disebut Jadza’ atau jadz’ah. Jika umurnya telah masuk pada tahun keenam dan gigi serinya telah tanggal, maka ia disebut tsaniyun atau tsaniyah. Jika umurnya telah masuk pada tahun ketujuh, maka ia disebut ruba’ atau ruba’iyah. Jika umurnya telah masuk pada tahun kedelapan dan gigi setelah gigi gerahamnya telah tanggal, maka ia disebut sadis atau sadas. Jika umurnya telah masuk pada tahun kesembilan dan gigi taringnya telah tanggal namun tumbuh kembali, maka ia disebut dengan bazil. Jika umurnya telah masuk pada tahun kesepuluh, maka ia disebut mukhlif. Dan setelah itu tidak ada lagi penyebutan secara khusus, akan tetapi cukup disebut dengan bazil ‘am (bazil lebih setahun) atau bazil ‘ammaini (bazil lebih dua tahun), mukhlif ‘am (Mukhlif lebih setahun) atau mukhlif ‘ammaini (mukhlif lebih dua tahun) dan seterusnya.” An Nadhr bin Syumail berkata, “Bintu makhadh untuk unta yang berumur satu tahun, bintu labun untuk unta yang berumur dua tahun, hiqqah untuk unta yang berumur tiga tahun, jadza’ untuk unta yang berumur empat tahun, tsaniyun untuk unta yang berumur lima tahun, raba’ untuk unta yang berumur enam tahun, sadis untuk unta yang berumur tujuh tahun, dan bazil untuk unta yang berumur delapan tahun.” Abu Dawud berkata, “Abu Hatim dan Al Ashma’ie berkata, “Al Judzu’ah adalah untuk waktu, bukan umur.” Abu Hatim berkata, “Sebagian ulama berkata, “Jika unta tersebut telah tanggal gigi gerahamnya maka ia disebut raba’, dan jika gigi serinya telah tanggal maka ia disebut tsaniyun.” Abu Ubaid berkata, “Jika ia telah siap menerima seperma maka disebut khalifah, dan hal itu tetap berlangsung hingga berlalu sepuluh bulan. Jika telah lewat sepuluh bulan maka ia disebut dengan ‘usyara.” Abu Hatim berkata, “Jika telah tanggal gigi serinya maka disebut tsaniyun, dan jika gigi derahamnya telah tanggal maka disebut raba.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3947

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ يَعْنِي ابْنَ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ غَالِبٍ التَّمَّارِ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ مَسْرُوقِ بْنِ أَوْسٍ عَنْ أَبِي مُوسَىعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَصَابِعُ سَوَاءٌ عَشْرٌ عَشْرٌ مِنْ الْإِبِلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdah} -maksudnya Abdah bin Sulaiman- berkata, telah menceritakan kepada kami {Said bin Abu Arubah} dari {Ghalib At Tammar} dari {Humaid bin Hilal} dari {Masruq bin Aus} dari {Abu Musa} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Semua jari diyatnya sama puluh ekor unta.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3948

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ غَالِبٍ التَّمَّارِ عَنْ مَسْرُوقِ بْنِ أَوْسٍ عَنْ الْأَشْعَرِيِّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَصَابِعُ سَوَاءٌ قُلْتُ عَشْرٌ عَشْرٌ قَالَ نَعَمْقَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ غَالِبٍ قَالَ سَمِعْتُ مَسْرُوقَ بْنَ أَوْسٍ وَرَوَاهُ إِسْمَعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي غَالِبٌ التَّمَّارُ بِإِسْنَادِ أَبِي الْوَلِيدِ وَرَوَاهُ حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي صَفِيَّةَ عَنْ غَالِبٍ بِإِسْنَادِ إِسْمَعِيلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Walid} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ghalib At Tammar} dari {Masruq bin Aus} dari {Al Asy’ari} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jemari itu diyatnya sama.” Aku bertanya, “Setiap jari sepuluh ekor unta?” beliau menjawab: “Ya.” Abu Dawud berkata, ” {Muhammad bin Ja’far} meriwayatkannya dari {Syu’bah}, dari {Ghalib}, ia berkata, “aku mendengar {Masruq bin Aus}.” {Isma’il} juga meriwayatkannya, ia berkata, ” {Ghalib At Tammar} menceritakan kepadaku dengan sanad Abu Al Walid.” Dan {Hanzhalah bin Abu Shafiah} juga meriwayatkan dari {Ghalib} dengan sanad Isma’il.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3949

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى ح و حَدَّثَنَا ابْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي ح و حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ كُلُّهُمْ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ وَهَذِهِ سَوَاءٌ يَعْنِي الْإِبْهَامَ وَالْخِنْصَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Mu’adz} berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Nashr bin Ali} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Zurai’} semuanya dari {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Ini dengan ini (tebusannya) sama, yakni ibu jari dengan jari kelingking.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3950

حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَصَابِعُ سَوَاءٌ وَالْأَسْنَانُ سَوَاءٌ الثَّنِيَّةُ وَالضِّرْسُ سَوَاءٌ هَذِهِ وَهَذِهِ سَوَاءٌقَالَ أَبُو دَاوُد وَرَوَاهُ النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ عَنْ شُعْبَةَ بِمَعْنَى عَبْدِ الصَّمَدِ قَالَ أَبُو دَاوُد حَدَّثَنَاه الدَّارِمِيُّ عَنْ النَّضْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abbas Al ‘Anbari} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdu Ash Shammad bin Abdul Warits} berkata, telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Semua jari itu sama (diyatnya), semua gigi sama (diyatnya), gigi seri dan gigi geraham sama, serta ini dan ini diyatnya sama.” Abu Dawud berkata, ” {An Nadhr bin Syumail} meriwayatkannya dari {Syu’bah} dengan makna {Abdu Ash Shamad}.” Abu Dawud berkata lagi, ” {Ad Darimi} meriwayatkan kepada kami dari {An Nadhr}.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3951

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ أَخْبَرَنَا أَبُو حَمْزَةَ عَنْ يَزِيدَ النَّحْوِيِّ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَسْنَانُ سَوَاءٌ وَالْأَصَابِعُ سَوَاءٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Hatim bin Bazi’} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ali Ibnul hasan} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abu Hamzah} dari {Yazid An Nahwi} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Semua gigi sama diyatnya, dan semua jari jemari sama diyatnya.”