Sunnah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4087

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِيُّ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ دِينَارٍ عَنْ حَكِيمِ بْنِ شَرِيكٍ الْهُذَلِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ مَيْمُونٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ رَبِيعَةَ الْجُرَشِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُجَالِسُوا أَهْلَ الْقَدَرِ وَلَا تُفَاتِحُوهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hanbal} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Yazid Al Muqri Abu ‘Abdurrahman} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Sa’id bin Abu Ayyub} berkata, telah menceritakan kepadaku {Atha bin Dinar} dari {Hakim bin Syarik Al Hudzali} dari {Yahya bin Maimun Al Hadhrami} dari {Rabi’ah Al Jurasyi} dari {Abu Hurairah} dari {Umar Ibnul Khaththab} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Janganlah kalian duduk bersama orang-orang yang menolak takdir dan jangan kalian serahkan perkara itu kepada hakim mereka.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4088

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ أَوْلَادِ الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Abu Bisyr} dari {Sa’id bin Jubair} dari {ibnu Abbas} berkata, “Nabi saw. pernah ditanya tentang anak-anak kaum musyrikin? Beliau lalu menjawab: “Allah lebih tahu dengan yang mereka lakukan.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4089

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ نَجْدَةَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ ح و حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ مَرْوَانَ الرَّقِّيُّ وَكَثِيرُ بْنُ عُبَيْدٍ الْمَذْحِجِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ الْمَعْنَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَرَارِيُّ الْمُؤْمِنِينَ فَقَالَ هُمْ مِنْ آبَائِهِمْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بِلَا عَمَلٍ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَرَارِيُّ الْمُشْرِكِينَ قَالَ مِنْ آبَائِهِمْ قُلْتُ بِلَا عَمَلٍ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahhab bin Najdah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Marwan Ar Raqqi} dan {Katsir bin Ubaid Al Madzhiji} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Harb} secara makna, dari {Muhammad bin Ziyad} dari {Abdullah bin Abu Qais} dari {‘Aisyah} ia berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana nasib anak-anak kecil yang orang tua mereka mukmin?” beliau menjawab: “Mereka bagian dari bapak-bapak mereka.” Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, meskipun mereka tidak punya amal?” beliau menjawab: “Allah tahu dengan apa yang mereka lakukan.” Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan nasib anak-anak kaum musyrikin?” beliau menjawab: “Mereka bagian dari bapak-bapak mereka.” Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, meskipun mereka tidak punya amal?” beliau menjawab: “Allah tahu dengan apa yang mereka lakukan.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4090

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ طَلْحَةَ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَبِيٍّ مِنْ الْأَنْصَارِ يُصَلِّي عَلَيْهِ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ طُوبَى لِهَذَا لَمْ يَعْمَلْ شَرًّا وَلَمْ يَدْرِ بِهِ فَقَالَ أَوْ غَيْرُ ذَلِكَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْجَنَّةَ وَخَلَقَ لَهَا أَهْلًا وَخَلَقَهَا لَهُمْ وَهُمْ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ وَخَلَقَ النَّارَ وَخَلَقَ لَهَا أَهْلًا وَخَلَقَهَا لَهُمْ وَهُمْ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Katsir} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Thalhah bin Yahya} dari {‘Aisyah binti Thalhah} dari {‘Aisyah} Ummul Mukminin, ia berkata, “Anak anak kecil dari kaum Anshar (yang telah meninggal) dibawa ke hadapan Nabi saw., lalu beliau menshalatinya. ‘Aisyah berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, beruntung sekali anak kecil ini, ia belum pernah melakukan keburukan dan belum mengenalnya.” Beliau balik berkata, “Atau, bahkan tidak demikian wahai ‘Aisyah. sesungguhnya Allah menciptakan surga dan menciptakan pula orang-orang yang bakal menghuninya. Allah menciptakan surga bagi mereka di saat mereka masih berada di dalam sulbi orang tua mereka. Allah menciptakan neraka dan menciptakan pula orang-orang yang bakal menghuninya. Allah menciptakan neraka bagi mereka di saat mereka masih berada di dalam sulbi orang tua mereka.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4091

حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ كَمَا تَنَاتَجُ الْإِبِلُ مِنْ بَهِيمَةٍ جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّ مِنْ جَدْعَاءَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ مَنْ يَمُوتُ وَهُوَ صَغِيرٌ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Qa’nabi} dari {Malik} dari {Abu Az Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuannya-lah yang menjadikan ia yahudi atau nashrani. Sebagaimana unta melahirkan anaknya yang sehat, apakah kamu melihatnya memiliki aib?” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang meninggal saat masih kecil?” Beliau menjawab: “Allah lebih tahu dengan yang mereka lakukan.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4092

قَالَ أَبُو دَاوُد قُرِئَ عَلَى الْحَارِثِ بْنِ مِسْكِينٍ وَأَنَا أَسْمَعُ أَخْبَرَكَ يُوسُفُ بْنُ عَمْرٍو أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ سَمِعْتُ مَالِكًاقِيلَ لَهُ إِنَّ أَهْلَ الْأَهْوَاءِ يَحْتَجُّونَ عَلَيْنَا بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ مَالِكٌ احْتَجَّ عَلَيْهِمْ بِآخِرِهِ قَالُوا أَرَأَيْتَ مَنْ يَمُوتُ وَهُوَ صَغِيرٌ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ
Terjemahan: Abu Dawud berkata, “Dibacakan dihadapan {Al Harits bin Miskin} -dan aku mendengar- berkata {Yusuf bin Amru} mengabarkan kepadamu, ia berkata telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} ia berkata Aku mendengar {Malik} ditanya, “Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti hawa nafsu menjadikan hadits ini sebagai hujah atas kami?” Malik berkata, “Bantahlah hujah mereka dengan kalimat terakhir dalam hadits tersebut.” Mereka bertanya lagi, “Apa pendapatmu dengan orang yang meninggal saat masih kecil?” Malik menjawab, “Allah lebih tahu dengan apa yang ia lakukan.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4093

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ الْمِنْهَالِ قَالَ سَمِعْتُ حَمَّادَ بْنَ سَلَمَةَ يُفَسِّرُ حَدِيثَكُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ قَالَ هَذَا عِنْدَنَا حَيْثُ أَخَذَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ الْعَهْدَ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ حَيْثُ قَالَ{ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al hasan bin Ali} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hajjaj Ibnul Minhal} ia berkata Aku mendengar {Hammad bin Salamah} mentafsirkan hadits, ‘Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah’, ia berkata, “Menurut kami, ini adalah perjanjian yang Allah ambil saat mereka masih berada di tulang sulbi bapak-bapak mereka. Yaitu saat Allah berfirman: ‘(Bukankah Aku Tuhanmu, mereka menjawab, “Betul, (Engkau Tuhan kami).” -Qs. Al A’raf: 172-.

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4094

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَائِدَةُ وَالْمَوْءُودَةُ فِي النَّارِقَالَ يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّا قَالَ أَبِي فَحَدَّثَنِي أَبُو إِسْحَقَ أَنَّ عَامِرًا حَدَّثَهُ بِذَلِكَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Musa Ar Razi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Zaidah} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {Amir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Wanita yang mengubur anaknya hidup-hidup dan yang dikubur masuk ke dalam neraka.” {Yahya bin Zakariya} berkata {Bapakku} berkata {Abu Ishaq} menceritakan kepadaku bahwa {Amir} menceritakan hal itu kepadanya, dari {Alqamah}, dari {Ibnu Mas’ud}, dari Nabi saw.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4095

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍأَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ أَبُوكَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى قَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Tsabit} dari {Anas} berkata, “Seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, dimanakah bapakku?” beliau menjawab: “Bapakmu ada di neraka.” Ketika laki-laki itu berlalu pergi, beliau bersabda: “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu ada di dalam neraka.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4096

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Tsabit} dari {Anas bin Malik} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya setan mengalir dalam pembuluh anak Adam layaknya aliran darah.”