Sunnah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4060

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَنْبَارِيُّ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَلَمَّا تَوَجَّهَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْكَعْبَةِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ الَّذِينَ مَاتُوا وَهُمْ يُصَلُّونَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى{ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Sulaiman Al Anbari} dan {Utsman bin Abu Syaibah} secara makna, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Sufyan} dari {Simak} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, “Ketika Nabi saw. (Shalat) menghadap ke arah Ka’bah orang-orang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang-orang yang telah meninggal, sementara mereka (dahulu) shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis?” Maka Allah Azza Wa Jalla kemudian menurunkan ayat: ‘(dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu) ‘ -Qs. Al Baqarah: 143-

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4061

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ شَابُورَ عَنْ يَحْيَى بْنِ الْحَارِثِ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدْ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muammal Ibnul Fadhl} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Syu’aib bin Syabur} dari {Yahya Ibnul Harits} dari {Al Qasim} dari {Abu Umamah} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan melarang (menahan) karena Allah, maka sempurnalah imannya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4062

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hanbal} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Amru} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Kaum mukminin yang paling baik imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4063

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ ثَوْرٍ عَنْ مَعْمَرٍ قَالَ وَأَخْبَرَنِي الزُّهْرِيُّ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَأَعْطَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رِجَالًا وَلَمْ يُعْطِ رَجُلًا مِنْهُمْ شَيْئًا فَقَالَ سَعْدٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعْطَيْتَ فُلَانًا وَفُلَانًا وَلَمْ تُعْطِ فُلَانًا شَيْئًا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ مُسْلِمٌ حَتَّى أَعَادَهَا سَعْدٌ ثَلَاثًا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَوْ مُسْلِمٌ ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي أُعْطِي رِجَالًا وَأَدَعُ مَنْ هُوَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْهُمْ لَا أُعْطِيهِ شَيْئًا مَخَافَةَ أَنْ يُكَبُّوا فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Tsaur} dari {Ma’mar} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Az Zuhri} dari {Amir bin Sa’d bin Abu Waqash} dari {Bapaknya} ia berkata, “Rasulullah saw. pernah memberikan sesuatu kepada beberapa laki-laki, namun tidak memberikan kepada seseorang dari mereka. sa’d lalu berkata, “Wahai Rasulullah, engkau memberikan kepada si fulan dan si fulan, tetapi engkau tidak memberikan sesuatu pun kepada si fulan yang lain, padahal ia seorang mukmin?” Nabi saw. lalu bersabda: “Ataukah ia hanya seorang muslim?” ucapan itu Sa’d ulangi hingga tiga kali, dan Nabi saw. selalu mengatakan: “Ataukah ia hanya seorang muslim?” setelah itu Nabi saw. bersabda: “Aku memberikan kepada beberapa orang dan tidak memberikan kepada sebagian lain yang (dia) lebih aku sukai dari pada mereka, karena kawatir wajah mereka akan dibenamkan ke dalam api.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4064

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْرٍ عَنْ مَعْمَرٍ قَالَ وَقَالَ الزُّهْرِيُّ{ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا }قَالَ نَرَى أَنَّ الْإِسْلَامَ الْكَلِمَةُ وَالْإِيمَانَ الْعَمَلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Tsaur} dari {Ma’mar} ia berkata {Az zuhri} berkata tentang firman Allah: ‘(katakanlah (kepada mereka): ‘Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, ‘Kami telah tunduk’) ‘ -Qs. Al Hujurat: 14- ia mengatakan, “Kami berpandangan bahwa Islam itu adalah ucapan sedangkan iman adalah pengamalan.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4065

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ ح و حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسَمَ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ قَسْمًا فَقُلْتُ أَعْطِ فُلَانًا فَإِنَّهُ مُؤْمِنٌ قَالَ أَوْ مُسْلِمٌ إِنِّي لَأُعْطِي الرَّجُلَ الْعَطَاءَ وَغَيْرُهُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْهُ مَخَافَةَ أَنْ يُكَبَّ عَلَى وَجْهِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hanbal} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Basysyar} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan} secara makna, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Amir bin Sa’d} dari {Bapaknya} ia berkata, “Nabi saw. membagi-bagikan sesuatu kepada kaum muslimin.” Aku (Sa’d) lalu berkata, “Berilah si fulan, sebab ia seorang mukmin.” Beliau bersabda: “Ataukah ia hanya seorang muslim? Sungguh, aku memberikan pemberian kepada seorang laki-laki, sementara yang lain (yang tidak diberi) lebih aku sukai darinya hal itu karena kawatir jika wajahnya akan dibenamkan ke dalam (neraka).”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4066

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ وَاقِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنِي عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ يُحَدِّثُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Walid Ath Thayalisi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata {Waqid bin Abdullah} telah mengabarkan kepadaku dari {Bapaknya} bahwasanya ia mendengar {Ibnu Umar} menceritakan dari Nabi saw., beliau bersabda: “Janganlah kalian kembali kepada kakafiran sepeninggalku, lalu saling bunuh di antara kalian.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4067

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ فُضَيْلِ بْنِ غَزْوَانَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا رَجُلٍ مُسْلِمٍ أَكْفَرَ رَجُلًا مُسْلِمًا فَإِنْ كَانَ كَافِرًا وَإِلَّا كَانَ هُوَ الْكَافِرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Fudhail bin Ghazwan} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Seorang muslim yang mengkafirkan saudaranya sesama muslim, jika memang benar maka ia kafir. Tetapi jika tidak benar, maka kekafiran itu akan kembali kepada dirinya (orang yang menuduh).”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4068

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ فَهُوَ مُنَافِقٌ خَالِصٌ وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَلَّةٌ مِنْهُنَّ كَانَ فِيهِ خَلَّةٌ مِنْ نِفَاقٍ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Numair} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Abdullah bin Murrah} dari {Masruq} dari {Abdullah bin Amru} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang pada dirinya ada empat hal, maka ia adalah seorang munafik tulen, namun jika hanya ada sebagian, maka pada dirinya ada sebagian sifat munafik hingga ia meninggalkannya jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, jika diberi amanah khianat dan jika berselisih berlaku curang.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4069

حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ الْأَنْطَاكِيُّ أَخْبَرَنَا أَبُو إِسْحَقَ الْفَزَارِيُّ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَالتَّوْبَةُ مَعْرُوضَةٌ بَعْدُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Shalih Al Anthaki} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abu Ishaq Al Fazari} dari {Al A’masy} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Seorang yang berzina tidak disebut mukmin saat berzina, seorang pencuri tidak disebut mukmin saat mencuri, seorang peminum khamer tidak disebut mukmin saat minum khamer, dan pintu taubat akan selalu dibuka setelahnya.”