Umra

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3687

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ عَنْ ابْنِ أَبِي فُدَيْكٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى فِيمَنْ أُعْمِرَ عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ فَهِيَ لَهُ بَتْلَةٌ لَا يَجُوزُ لِلْمُعْطِي مِنْهَا شَرْطٌ وَلَا ثُنْيَاقَالَ أَبُو سَلَمَةَ لِأَنَّهُ أَعْطَى عَطَاءً وَقَعَتْ فِيهِ الْمَوَارِيثُ فَقَطَعَتْ الْمَوَارِيثُ شَرْطَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam} dari {Ibnu Abu Fudaik} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi`b} dari {Ibnu Syihab} dari {Abu Salamah} dari {Jabir}, bahwa Rasulullah saw. memberi putusan tentang orang yang menerima umra, bahwa umra tersebut adalah (menjadi) miliknya dan milik orang setelahnya, ia tidak bisa kembali kepada orang yang memberinya dan si pemberi pun tidak boleh memberikan dengan bersyarat.” Abu Salamah berkata, “Karena ia memberi suatu pemberian yang berlaku padanya pewarisan, sehingga pewarisan telah memutus syaratnya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3688

أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ سُلَيْمَانُ بْنُ سَيْفٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ أَخْبَرَهُ عَنْ جَابِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيُّمَا رَجُلٍ أَعْمَرَ رَجُلًا عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ قَالَ قَدْ أَعْطَيْتُكَهَا وَعَقِبَكَ مَا بَقِيَ مِنْكُمْ أَحَدٌ فَإِنَّهَا لِمَنْ أُعْطِيَهَا وَإِنَّهَا لَا تَرْجِعُ إِلَى صَاحِبِهَا مِنْ أَجْلِ أَنَّهُ أَعْطَاهَا عَطَاءً وَقَعَتْ فِيهِ الْمَوَارِيثُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Daud Sulaiman bin Saif} berkata telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} berkata telah menceritakan kepada kami {ayahku} dari {Shalih} dari {Ibnu Syihab} bahwa {Abu Salamah} telah mengabarkan kepadanya dari {Jabir}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Siapapun laki-laki yang memberikan umra, maka umra tersebut menjadi miliknya dan milik orang yang setelahnya. Ia berkata, ‘Aku telah memberikannya kepadamu dan orang setelahmu’, maka ia milik orang yang diberinya dan tidak kembali kepada pemiliknya karena ia telah memberikannya sebagai suatu pemberian, dan berlaku padanya (hukum) pewarisan.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3689

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى بِالْعُمْرَى أَنْ يَهَبَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ وَلِعَقِبِهِ الْهِبَةَ وَيَسْتَثْنِيَ إِنْ حَدَثَ بِكَ حَدَثٌ وَبِعَقِبِكَ فَهُوَ إِلَيَّ وَإِلَى عَقِبِي إِنَّهَا لِمَنْ أُعْطِيَهَا وَلِعَقِبِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Yazid} berkata telah menceritakan kepada kami {ayahku} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Sa’id} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Ibnu Syihab} dari {Abu Salamah} dari {Jabir}, bahwa Rasulullah saw. memutuskan mengenai umra, yaitu seorang laki-laki memberikan suatu pemberian kepada orang lain dan orang yang setelahnya, dan ia memberikan syarat. Yaitu ‘Apabila terjadi sesuatu padamu dan orang yang setelahmu maka kembali kepadaku dan orang yang setelahku’. Beliau kemudian memutuskan, bahwa pemberian tersebut adalah milik orang yang diberinya dan orang yang setelahnya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3690

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرًا يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعُمْرَى لِمَنْ وُهِبَتْ لَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdul A’la} berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Al Harits} berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Salamah} ia berkata aku mendengar {Jabir} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Umra adalah milik orang yang diberinya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3691

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ دُرُسْتَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْمَعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ حَدَّثَهُ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِعَنْ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَى لِمَنْ وُهِبَتْ لَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Durust} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Isma’il} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} bahwa {Abu Salamah} telah menceritakan kepadanya dari {Jabir bin Abdullah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Umra adalah milik orang yang diberi.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3692

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عُمْرَى فَمَنْ أُعْمِرَ شَيْئًا فَهُوَ لَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ali bin Hujr} ia berkata telah memberitakan kepada kami {Isma’il} dari {Muhammad} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada umra, barangsiapa diberi sesuatu dengan system umra maka ia adalah miliknya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3693

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا عِيسَى وَعَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أُعْمِرَ شَيْئًا فَهُوَ لَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Isa} dan {‘Abdah bin Sulaiman} mereka berdua berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Amru} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Barangsiapa diberi sesuatu maka ia adalah miliknya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3694

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَى جَائِزَةٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {An Nadhr bin Anas} dari {Basyir bin Nahik} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Umra itu dibolehkan.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3695

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَأَلَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ هِشَامٍ عَنْ الْعُمْرَى فَقُلْتُ حَدَّثَ مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ عَنْ شُرَيْحٍ قَالَقَضَى نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ الْعُمْرَى جَائِزَةٌقَالَ قَتَادَةُ قُلْتُ حَدَّثَنِي النَّضْرُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَى جَائِزَةٌ قَالَ قَتَادَةُ وَقُلْتُ كَانَ الْحَسَنُ يَقُولُ الْعُمْرَى جَائِزَةٌ قَالَ قَتَادَةُ فَقَالَ الزُّهْرِيُّ إِنَّمَا الْعُمْرَى إِذَا أُعْمِرَ وَعَقِبُهُ مِنْ بَعْدِهِ فَإِذَا لَمْ يَجْعَلْ عَقِبَهُ مِنْ بَعْدِهِ كَانَ لِلَّذِي يَجْعَلُ شَرْطَهُ قَالَ قَتَادَةُ فَسُئِلَ عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ فَقَالَ حَدَّثَنِي جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَى جَائِزَةٌ قَالَ قَتَادَةُ فَقَالَ الزُّهْرِيُّ كَانَ الْخُلَفَاءُ لَا يَقْضُونَ بِهَذَا قَالَ عَطَاءٌ قَضَى بِهَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ مَرْوَانَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} berkata telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Hisyam} berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {Qatadah} ia berkata, “Sulaiman bin Hisyam bertanya kepadaku mengenai Umra. Kemudian aku katakan, ” {Muhammad bin Sirin} telah menceritakan dari {Syuraih}, ia berkata, “Nabi saw. memutuskan bahwa umra itu dibolehkan.” {Qatadah} berkata, “Aku berkata telah menceritakan kepadaku {An Nadlr bin Anas} dari {Basyir bin Nahik} dari {Abu Hurairah} bahwa Nabi saw. bersabda: “Umrah itu dibolehkan.” Qatadah berkata, “Aku berkata, “Al Hasan berkata, “Umra itu dibolehkan.” Qatadah berkata, “Az Zuhri berkata, “Sesungguhnya umra itu adalah apabila seseorang dan orang yang setelahnya diberi pemberian, kemudian apabila orang yang memberi tidak menjadikan umra untuk orang setelahnya maka pemberian tersebut milik orang yang memberikan syarat.” {Qatadah} berkata, ” {‘Atha bin Abu Rabah} ditanya mengenai hal tersebut, kemudian ia berkata, ” {Jabir bin Abdullah} menceritakan kepadaku, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Umra itu dibolehkan.” Qatadah berkata, “Az Zuhri berkata, “Dahulu para khalifah tidak memutuskan dengan hal ini.” ‘Atha berkata, “Abdul Malik bin Marwan memberi putusan dengannya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3696

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَبَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ح و أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ يُونُسَ بْنِ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ دَاوُدَ وَهُوَ ابْنُ أَبِي هِنْدٍ وَحَبِيبٌ الْمُعَلِّمُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَجُوزُ لِامْرَأَةٍ هِبَةٌ فِي مَالِهَا إِذَا مَلَكَ زَوْجُهَا عِصْمَتَهَااللَّفْظُ لِمُحَمَّدٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Ma’mar} berkata telah menceritakan kepada kami {Habban} berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah mengabarkan kepadaku {Ibrahim bin Yunus bin Muhammad} berkata telah menceritakan kepada kami {ayahku} berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Daud} -yaitu Ibnu Abu Hind- dan {Habib Al Mu’allim} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {ayahnya} dari {kakeknya}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh bagi seorang wanita memberikan hartanya apabila suaminya memilki ikatan pernikahannya.” Dan ini adalah lafadz Muhammad.