Adab

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4303

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ الْمُفَضَّلِ قَالَ حَدَّثَنِي بَشِيرُ بْنُ مَيْمُونٍ عَنْ عَمِّهِ أُسَامَةَ بْنِ أَخْدَرِيٍّأَنَّ رَجُلًا يُقَالُ لَهُ أَصْرَمُ كَانَ فِي النَّفَرِ الَّذِينَ أَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اسْمُكَ قَالَ أَنَا أَصْرَمُ قَالَ بَلْ أَنْتَ زُرْعَةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Bisyr} -maksudnya Bisyr bin Al Mufadhdhal- ia berkata telah menceritakan kepadaku {Basyir bin Maimun} dari pamannya {Usamah bin Akhdari} berkata, “Ada seorang laki-laki yang bernama Ahram ada bersama rombongan yang datang kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw. lalu bertanya: “Siapa namamu?” ia menjawab, “Namaku Ashram.” Beliau bersabda: “Tidak, kamu adalah Zur’ah.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4304

حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ هَانِئٍأَنَّهُ لَمَّا وَفَدَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ قَوْمِهِ سَمِعَهُمْ يَكْنُونَهُ بِأَبِي الْحَكَمِ فَدَعَاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَكَمُ وَإِلَيْهِ الْحُكْمُ فَلِمَ تُكْنَى أَبَا الْحَكَمِ فَقَالَ إِنَّ قَوْمِي إِذَا اخْتَلَفُوا فِي شَيْءٍ أَتَوْنِي فَحَكَمْتُ بَيْنَهُمْ فَرَضِيَ كِلَا الْفَرِيقَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَحْسَنَ هَذَا فَمَا لَكَ مِنْ الْوَلَدِ قَالَ لِي شُرَيْحٌ وَمُسْلِمٌ وَعَبْدُ اللَّهِ قَالَ فَمَنْ أَكْبَرُهُمْ قُلْتُ شُرَيْحٌ قَالَ فَأَنْتَ أَبُو شُرَيْحٍقَالَ أَبُو دَاوُد شُرَيْحٌ هَذَا هُوَ الَّذِي كَسَرَ السِّلْسِلَةَ وَهُوَ مِمَّنْ دَخَلَ تُسْتَرَ قَالَ أَبُو دَاوُد وَبَلَغَنِي أَنَّ شُرَيْحًا كَسَرَ بَابَ تُسْتَرَ وَذَلِك أَنْهُ دَخَلَ مِنْ سِرْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ar Rabi’ bin nafi’} dari {Yazid} -maksudnya Yazid bin Al Miqdam bin Syuraih dari {Bapaknya} dari kakeknya {Syuraih} dari bapaknya {Hani} Bahwasanya ketika ia datang bersama kaumnya kepada Rasulullah saw., beliau mendengar orang-orang memanggilnya dengan nama Abul Hakam. Maka Rasulullah saw. memanggilnya, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah Al Hakam (penentu hukum) dan hanya kepada-Nya (kita) berhukum. Lalu kenapa kamu diberi gelar Abul Hakam?” Ia menjawab, “Sesungguhnya jika kaumku berselisih dalam satu permasalahan, mereka mendatangiku, lalu aku-lah yang memberi putusan hukum atas perselisihan mereka, dan mereka ridha.” Rasulullah saw. lalu bersabda: “Betapa baiknya ini! Apakah kamu mempunyai anak?” ia menjawab, “Aku mempunyai anak yang bernama Syuraih, Muslim dan Abdullah.” Beliau bertanya lagi: “Di antara mereka siapa yang paling besar?” ia menjawab, “Syuraih.” Beliau bersabda: “Kalau begitu namamu adalah Abu Syuraih (bapaknya Syuraih).” Abu Dawud berkata, “Syuraih ini adalah seorang laki-laki yang telah menghancurkan rantai, dan termasuk orang yang masuk ke Tustar.” Abu Dawud berkata, “telah sampai kabar kepadaku bahwa Syuraih telah memecahkan pintu gerbang Tustar, dan dia masuk dari jalan bawah tanah.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4305

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ مَا اسْمُكَ قَالَ حَزْنٌ قَالَ أَنْتَ سَهْلٌ قَالَ لَا السَّهْلُ يُوطَأُ وَيُمْتَهَنُقَالَ سَعِيدٌ فَظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُصِيبُنَا بَعْدَهُ حُزُونَةٌ قَالَ أَبُو دَاوُد وَغَيَّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَ الْعَاصِ وَعَزِيزٍ وَعَتَلَةَ وَشَيْطَانٍ وَالْحَكَمِ وَغُرَابٍ وَحُبَابٍ وَشِهَابٍ فَسَمَّاهُ هِشَامًا وَسَمَّى حَرْبًا سَلْمًا وَسَمَّى الْمُضْطَجِعَ الْمُنْبَعِثَ وَأَرْضًا تُسَمَّى عَفِرَةَ سَمَّاهَا خَضِرَةَ وَشَعْبَ الضَّلَالَةِ سَمَّاهُ شَعْبَ الْهُدَى وَبَنُو الزِّنْيَةِ سَمَّاهُمْ بَنِي الرِّشْدَةِ وَسَمَّى بَنِي مُغْوِيَةَ بَنِي رِشْدَةَ قَالَ أَبُو دَاوُد تَرَكْتُ أَسَانِيدَهَا لِلِاخْتِصَارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Shalih} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} dari {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id Ibnul Musayyab} dari {Bapaknya} dari {Kakeknya} bahwa Nabi saw. pernah bertanya kepadanya: “Siapa namamu?” ia menjawab, “Hazn (sedih).” Beliau bersabda: “Namamu Sahl (kemudahan).” Ia berkata, “Tidak, sebab Sahl itu terinjak-injak dan terhina.” Sa’id berkata, “Aku menduga bahwa sejak saat itu kami pasti akan ditimpa kesusahan.” Abu Dawud berkata, “Nabi saw. mengubah nama Al Ash (orang yang suka maksiat), Aziz (nama Allah), ‘Atalah (keras), Syaithan, Ghurab (gagak), Hubab (nama setan) dan Syihab. Lalu beliau menamainya dengan Hisyam, Harb (perang) menjadi Salm (selamat atau damai), Al Mudhthaji’ (tidur) menjadi Al Munba’its (bangkit), tempat yang bernama Afirah (gersang) diubah menjadi Khadhirah (subur), lembah Adh Dhalalah (sesat) menjadi lembah Al Huda (petunjuk), bani Az Zinyah (dari kata zina) menjadi bani Ar Risydah (lurus), dan bani Mughwiyah (yang menyesatkan) menjadi bani Risydah (yang lurus).” Abu Dawud berkata, “Aku tidak menyebutkan sanad-sanadnya agar lebih ringkas.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4306

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا أَبُو عَقِيلٍ حَدَّثَنَا مُجَالِدُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَلَقِيتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ مَنْ أَنْتَ قُلْتُ مَسْرُوقُ بْنُ الْأَجْدَعِ فَقَالَ عُمَرُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْأَجْدُعُ شَيْطَانٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hasyim Ibnul Qasim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Aqil} berkata, telah menceritakan kepada kami {Mujalid bin Sa’id} dari {Asy Sya’bi} dari {Masruq} ia berkata, “Aku bertemu {Umar Ibnul Khaththab} radliallahu ‘anhu, lalu ia bertanya, “Siapa namamu?” aku menjawab, “Masruq Ibnul Ajda’.” Umar lalu berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Al Ajda’ itu nama setan.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4307

حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ الْمُعْتَمِرِ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ رَبِيعِ بْنِ عُمَيْلَةَ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُسَمِّيَنَّ غُلَامَكَ يَسَارًا وَلَا رَبَاحًا وَلَا نَجِيحًا وَلَا أَفْلَحَ فَإِنَّكَ تَقُولُ أَثَمَّ هُوَ فَيَقُولُ لَا إِنَّمَا هُنَّ أَرْبَعٌ فَلَا تَزِيدَنَّ عَلَيَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {An Nufaili} berkata, telah menceritakan kepada kami {Zuhair} berkata, telah menceritakan kepada kami {Manshur Ibnul Mu’tamir} dari {Hilal bin Yasaf} dari {Rabi’ bin Umailah} dari {Samurah bin Jundub} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Jangan sekali-kali engkau beri nama budakmu dengan nama Yasar (mudah), Rabah (beruntung), Najih (selamat), atau Aflah (beruntung). Sebab engkau akan bertanya apakah ada orang yang bernama demikian?” lalu ia menjawab, “Tidak.” (Samurah berkata) nama-nama itu (yang terlarang untuk budak) hanya empat, maka janganlah engkau tambahkan (kedustaan) atas namaku.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4308

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ الرُّكَيْنَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَمُرَةَ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُسَمِّيَ رَقِيقَنَا أَرْبَعَةَ أَسْمَاءٍ أَفْلَحَ وَيَسَارًا وَنَافِعًا وَرَبَاحًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hanbal} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Mu’tamir} ia berkata Aku mendengar {Ar Rukkain} menceritakan dari {Bapaknya} dari {Samurah} ia berkata, “Rasulullah saw. melarang memberi nama budak kami dengan empat nama Aflah (beruntung), Yasar (mudah), Nafi’ (bermanfaat) dan Rabah (beruntung).”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4309

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ عِشْتُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْهَى أُمَّتِي أَنْ يُسَمُّوا نَافِعًا وَأَفْلَحَ وَبَرَكَةَقَالَ الْأَعْمَشُ وَلَا أَدْرِي ذَكَرَ نَافِعًا أَمْ لَا فَإِنَّ الرَّجُلَ يَقُولُ إِذَا جَاءَ أَثَمَّ بَرَكَةُ فَيَقُولُونَ لَا قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَى أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ لَمْ يَذْكُرْ بَرَكَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} dari {Al A’masy} dari {Abu Sufyan} dari {Jabir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Jika aku mau dan Allah menghendaki, maka aku akan melarang umatku memberi nama Nafi’, Aflah, dan Barakah.” -Al A’masy berkata, “Aku tidak tahu, beliau menyebut Nafi’ atau tidak-(beliau melanjutkan) Sesungguhnya jika seorang laki-laki berkata, ‘Jika ada seseorang datang lalu ia bertanya, “Apakah barakah ada?” mereka menjawab, “Tidak.” Abu Dawud berkata, ” {Abu Az Zubair} meriwayatkan dari {Jabir}, dari Nabi saw. seperti itu pula. Namun ia tidak menyebutkan ‘Barakah’.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4310

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَيَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَخْنَعُ اسْمٍ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الْأَمْلَاكِقَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ بِإِسْنَادِهِ قَالَ أَخْنَى اسْمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hanbal} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dari {Abu Az Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} dan ia meneruskan sanad hadits ini hingga Nabi saw., beliau bersabda: “Seburuk-buruk nama di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang menamai dirinya dengan nama Malikal Amlak (raja di atas raja).” Abu Dawud berkata, ” {Syu’aib bin Abu Hamzah} meriwayatkannya dari {Abu Az Zinad} dengan sanadnya, ia menyebutkan, “Seburuk-buruk nama.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4311

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ دَاوُدَ عَنْ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو جَبِيرَةَ بْنُ الضَّحَّاكِ قَالَفِينَا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ فِي بَنِي سَلَمَةَ{ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ }قَالَ قَدِمَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَيْسَ مِنَّا رَجُلٌ إِلَّا وَلَهُ اسْمَانِ أَوْ ثَلَاثَةٌ فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَا فُلَانُ فَيَقُولُونَ مَهْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَغْضَبُ مِنْ هَذَا الِاسْمِ فَأُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ{ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} dari {Dawud} dari {Amir} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Jabirah bin Adh Dhahhak} ia berkata, “Ayat ini turun kepada kami, bani Salamah: ‘(dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman) ‘ -Qs. Al Hujurat: 11-. Abu Jabirah berkata, “Saat Rasulullah saw. datang kepada kami, tidak ada seorang pun di antara kami melainkan ia mempunyai dua atau tiga nama. Sehingga Rasulullah saw. memanggil: “Wahai fulan.” Orang-orang berkata, “Wahai Rasulullah, jangan! Dia akan marah jika dipanggil dengan nama tersebut.” Lalu turunlah ayat ini: (dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk) ‘.

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4312

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَبِي الزَّرْقَاءِ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ضَرَبَ ابْنًا لَهُ تَكَنَّى أَبَا عِيسَى وَأَنَّ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ تَكَنَّى بِأَبِي عِيسَى فَقَالَ لَهُ عُمَرُ أَمَا يَكْفِيكَ أَنْ تُكْنَى بِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَنَّانِي فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَإِنَّا فِي جَلْجَتِنَا فَلَمْ يَزَلْ يُكْنَى بِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ حَتَّى هَلَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun bin Zaid bin Abu Az Zarqa} berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Sa’d} dari {Zaid bin Aslam} dari {Bapaknya} bahwa Umar Ibnul Khaththab radliallahu ‘anhu pernah memukul anaknya yang berjuluk Abu Isa, dan {Al Mughirah bin Syu’bah} juga berjuluk Abu Isa. Umar lalu berkata kepadanya, “Tidakkah cukup jika kamu dijuluki dengan Abu Abdullah?” Ia menjawab, “Yang memberi julukan itu adalah Rasulullah saw.” Umar menimpali, “Sesungguhnya Rasulullah saw. telah diampuni dosanya baik yang lalu atau yang akan datang. Sementara kita berada dalam keadaan kita.” Dan Al Mughirah tetap saja dijuluki dengan Abu Abdullah hingga meninggal.”