Adab
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4323
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ الْكَرْمَ فَإِنَّ الْكَرْمَ الرَّجُلُ الْمُسْلِمُ وَلَكِنْ قُولُوا حَدَائِقَ الْأَعْنَابِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Al Laits bin Sa’d} dari {Ja’far bin Rabi’ah} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Jangan sekali-kali kalian mengatakan -kebun anggur- dengan lafadh Al karam (mulia), sebab Al karam artinya adalah seorang laki-laki muslim. Tetapi hendaklah kalian katakan hadaaiqul a’nab ‘kebun anggur’.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4324
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ وَحَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ وَهِشَامٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ عَبْدِي وَأَمَتِي وَلَا يَقُولَنَّ الْمَمْلُوكُ رَبِّي وَرَبَّتِي وَلْيَقُلْ الْمَالِكُ فَتَايَ وَفَتَاتِي وَلْيَقُلْ الْمَمْلُوكُ سَيِّدِي وَسَيِّدَتِي فَإِنَّكُمْ الْمَمْلُوكُونَ وَالرَّبُّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّحَدَّثَنَا ابْنُ السَّرْحِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ أَبَا يُونُسَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ فِي هَذَا الْخَبَرِ وَلَمْ يَذْكُرْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَلْيَقُلْ سَيِّدِي وَمَوْلَايَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Ayyub} dan {Habib bin Asy Syahid} dan {Hisyam} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Jangan sekali-kali kalian memanggil Abdi (budak laki-lakiku) dan amati (budak wanitaku). Dan jangan sekali-kali hamba sahaya memanggil Rabbi (pemeliharaku yang laki-laki) atau Rabbati (pemeliharaku yang wanita). Hendaklah seorang tuan memanggilnya dengan fataya (pelayan laki-lakiku) atau fatati (pelayan perempuanku), dan budak memanggil dengan sayyidi (tuan laki-lakiku) dan sayyidati (tuan wanitaku). Sebab kalian semua adalah Mamluk (budak) dan yang menjadi Rabb (pemelihara) adalah Allah semata.” Telah menceritakan kepada kami {Ibnu As Sarh} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Amru bin Al Harits} bahwa {Abu Yunus} menceritakan kepadanya dari {Abu Hurairah} tentang hadits ini. Hanya saja ia tidak menyebutkan bahwa Nabi saw. bersabda: “Hendaklah ia mengatakan Sayyidi (tuanku) dan Maulaya (junjunganku).”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4325
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ مَيْسَرَةَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُولُوا لِلْمُنَافِقِ سَيِّدٌ فَإِنَّهُ إِنْ يَكُ سَيِّدًا فَقَدْ أَسْخَطْتُمْ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Umar bin Maisarah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Hisyam} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {Qatadah} dari {Abdullah bin Buraidah} dari {Bapaknya} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Jangan menyebut tuan untuk seorang munafik, sebab jika ia jadi tuan, berarti kalian telah membuat Rabb kalian ‘azza wajalla murka.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4326
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ خَبُثَتْ نَفْسِي وَلْيَقُلْ لَقِسَتْ نَفْسِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Shalih} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dari {Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif} dari {Bapaknya} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian mengatakan khabutsat nafsi (diriku kotor), tetapi katakanlah laqisat nafsi (diriku jelek).”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4327
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَاعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ جَاشَتْ نَفْسِي وَلَكِنْ لِيَقُلْ لَقِسَتْ نَفْسِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Hisyam bin Urwah} dari {Bapaknya} dari {‘Aisyah radliallahu ‘anha} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian mengatakan Jasyat nafsi (diriku kacau) tetapi katakanlah laqisat nafsi (diriku buruk).
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4328
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ حُذَيْفَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُولُوا مَا شَاءَ اللَّهُ وَشَاءَ فُلَانٌ وَلَكِنْ قُولُوا مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ شَاءَ فُلَانٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Walid Ath Thayalisi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Manshur} dari {Abdullah bin Yasar} dari {Hudzaifah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jangan kalian mengatakan ‘Allah dan Fulan berkehendak’, tetapi katakanlah ‘Allah berkehendak kemudian fulan’.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4329
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ بْنِ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ رُفَيْعٍ عَنْ تَمِيمٍ الطَّائِيِّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍأَنَّ خَطِيبًا خَطَبَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ رَشِدَ وَمَنْ يَعْصِهِمَا فَقَالَ قُمْ أَوْ قَالَ اذْهَبْ فَبِئْسَ الْخَطِيبُ أَنْتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Sufyan bin Sa’id} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Abdul Aziz bin Rufai’} dari {Tamim Ath Tha`i} dari {Adi bin Hatim} berkata seorang khatib berkhutbah di sisi Nabi saw., ia mengatakan, “Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia telah mendapat pentunjuk dan siapa yang bermaksiat kepada keduanya.” Beliau lalu bersabda: “Berdirilah, atau beliau mengatakan, “Pergilah! Seburuk-buruk khatib adalah engkau.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4330
حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ عَنْ خَالِدٍ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ خَالِدٍ يَعْنِي الْحَذَّاءَ عَنْ أَبِي تَمِيمَةَ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ رَجُلٍ قَالَكُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَثَرَتْ دَابَّةٌ فَقُلْتُ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَقَالَ لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولُ بِقُوَّتِي وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Wahb bin Baqiyyah} dari {Khalid} -maksudnya bin Abdullah- dari {Khalid} -maksudnya Khalid bin Al Hadzdza- dari {Abu Tamim} dari {Abul Malih} dari {seorang laki-laki} ia berkata, “Aku membonceng di belakang Nabi saw., maka ketika hewan tunggangan beliau lambat saat berjalan aku berkata, ‘Celakalah setan ini’. beliau lalu bersabda: “Jangan engkau berkata, ‘Celakalah setan ini’, sebab jika engkau berkata seperti itu ia (setan) akan semakin besar hingga seperti rumah seraya berkata ‘demi kekuatanku’. Tetapi hendaklah engkau katakan ‘Bismillah (dengan menyebut nama Allah). Jika engkau ucapkan itu maka setan akan semakin kecil hingga seperti lalat.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4331
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ ح و حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتَ وَقَالَ مُوسَى إِذَا قَالَ الرَّجُلُ هَلَكَ النَّاسُ فَهُوَ أَهْلَكُهُمْقَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ مَالِكٌ إِذَا قَالَ ذَلِكَ تَحَزُّنًا لِمَا يَرَى فِي النَّاسِ يَعْنِي فِي أَمْرِ دِينِهِمْ فَلَا أَرَى بِهِ بَأْسًا وَإِذَا قَالَ ذَلِكَ عُجْبًا بِنَفْسِهِ وَتَصَاغُرًا لِلنَّاسِ فَهُوَ الْمَكْرُوهُ الَّذِي نُهِيَ عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Qa’nabi} dari {Malik}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Suhail bin Abu Shalih} dari {Bapaknya} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Jika engkau mendengar, -Musa menyebutkan-, “Jika seorang berkata ‘manusia telah celaka’, sesungguhnya dialah yang mencelakakan mereka.” Abu Dawud berkata, “Malik berkata, “Jika ia mengatakan begitu berangkat dari rasa sedih karena melihat kondisi mereka -yakni dalam urusan agama mereka-, maka menurutku itu tidak ada masalah. Tetapi jika ia mengatakan hal itu karena ta’ajub dengan diri sendiri dan merendahkan manusia lainnya, maka itulah yang tidak dibolehkan.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4332
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي لَبِيدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَغْلِبَنَّكُمْ الْأَعْرَابُ عَلَى اسْمِ صَلَاتِكُمْ أَلَا وَإِنَّهَا الْعِشَاءُ وَلَكِنَّهُمْ يَعْتِمُونَ بِالْإِبِلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Abu Labid} dari {Abu Salamah} ia berkata, “Aku mendengar {Ibnu Umar} berkata dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jangan sekali-kali kalian terkelabui oleh orang-orang badui atas nama shalat kalian (yakni orang-orang arab badui menamakan shalat isya’ dengan ‘Atamah (shalat malam) pent). Ketahuilah, bahwa shalat itu namanya adalah Isya, mereka menamakan begitu (Atamah) karena mereka memerah susu unta di waktu malam.”