Adab
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4333
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ قَالَ قَالَ رَجُلٌ قَالَ مِسْعَرٌ أُرَاهُ مِنْ خُزَاعَةَلَيْتَنِي صَلَّيْتُ فَاسْتَرَحْتُ فَكَأَنَّهُمْ عَابُوا عَلَيْهِ ذَلِكَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَا بِلَالُ أَقِمْ الصَّلَاةَ أَرِحْنَا بِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Isa bin Yunus} berkata, telah menceritakan kepada kami {Mis’ar bin Kidam} dari {Amru bin Murrah} dari {Salim bin Abul Ja’d} ia berkata, ” {Seorang laki-laki} -Mis’ar berkata menurutku lelaki itu berasal dari Khuza’ah- berkata, “Seandainya aku shalat, niscaya aku dapat istirahat.” Dan seakan-akan orang-orang mencelanya karena ucapannya itu. Maka ia pun berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Bilal, dirikanlah shalat. Dan buatlah kami istirahat kami dengannya.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4334
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ قَالَانْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبِي إِلَى صِهْرٍ لَنَا مِنْ الْأَنْصَارِ نَعُودُهُ فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَقَالَ لِبَعْضِ أَهْلِهِ يَا جَارِيَةُ ائْتُونِي بِوَضُوءٍ لَعَلِّي أُصَلِّي فَأَسْتَرِيحَ قَالَ فَأَنْكَرْنَا ذَلِكَ عَلَيْهِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Katsir} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Isra’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Utsman Ibnul Mughirah} dari {Salim bin Abul ja’d} dari {Abdullah bin Muhammad Ibnul Hanafiyah} ia berkata, “Aku dan bapakku pergi berkunjung ke rumah salah {seorang kerabat} kami dari kalangan Anshar. Ketika waktu shalat tiba, ia berkata kepada sebagian keluarganya, “Wahai pelayan wanitaku, ambilkanlah aku air wudhu sehingga aku bisa shalat dan beristirahat.” Abdullah berkata, “Maka kami mengingkari atas apa yang ia ucapkan itu, tetapi justru ia ganti berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Bilal, berdirilah! Buatlah kami beristirahat dengan shalat.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4335
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَبِي الزَّرْقَاءِ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْمَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْسِبُ أَحَدًا إِلَّا إِلَى الدِّينِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun bin Zaid bin Abu Az Zarqa} berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Sa’d} dari {Zaid bin Aslam} dari {‘Aisyah radliallahu ‘anha} ia berkata, “Aku tidak pernah mendengar Rasulullah saw. menyandarkan seseorang kecuali kepada agama.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4336
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَرْزُوقٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَكَانَ فَزَعٌ بِالْمَدِينَةِ فَرَكِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَسًا لِأَبِي طَلْحَةَ فَقَالَ مَا رَأَيْنَا شَيْئًا أَوْ مَا رَأَيْنَا مِنْ فَزَعٍ وَإِنْ وَجَدْنَاهُ لَبَحْرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Amru bin Marzuq} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Anas} ia berkata, “Ada kekacauan yang terjadi di Madinah, lalu Nabi saw. mengendarai unta milik Abu Thalhah seraya bersabda: “Kami tidak pernah menemukan sesuatu, -atau beliau mengucapkan-, “Kami tidak pernah mendapati suatu kekacauan kecuali kami menemukan orang yang terhormat.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4337
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ أَخْبَرَنَا الْأَعْمَشُ ح و حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا وَعَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Waki’} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Al A’masy}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Dawud} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Abu Wail} dari {Abdullah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukkan, dan keburukkan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong. Dan hendaklah kalian jujur, sebab jujur menggiring kepada kebaikan, dan kebaikan akan menggiring kepada surga. Dan sungguh, jika seseorang berlaku jujur dan terbiasa dalam kejujuran hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai orang yang jujur.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4338
حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad bin Musarhad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Bahz bin Hakim} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {Bapaknya} ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah ia, celakalah ia.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4339
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ مَوَالِي عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ الْعَدَوِيِّ حَدَّثَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَدَعَتْنِي أُمِّي يَوْمًا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ فِي بَيْتِنَا فَقَالَتْ هَا تَعَالَ أُعْطِيكَ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أَرَدْتِ أَنْ تُعْطِيهِ قَالَتْ أُعْطِيهِ تَمْرًا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كِذْبَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Ibnu Ajlan} bahwa {seorang laki-laki} dari budak Abdullah bin Amir bin Rabi’ah Al Adawi menceritakan kepadanya dari {Abdullah bin Amir} ia berkata, “Suatu hari ibuku memanggilku, sementara Rasulullah saw. telah duduk di dalam rumah kami. Ibuku berkata, “Hai kemarilah, aku akan memberimu.” Rasulullah saw. kemudian bertanya kepada ibuku: “Apa yang akan engkau berikan kepadanya?” Ibuku menjawab, “Aku akan memberinya Kurma.” Rasulullah saw. bersabda kepada ibuku: “Jika kamu tidak jadi memberikan sesuatu kepadanya, maka itu akan ditulis sebagai kebohongan atasmu.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4340
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَفْصٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ قَالَ ابْنُ حُسَيْنٍ فِي حَدِيثِهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَقَالَ أَبُو دَاوُد وَلَمْ يَذْكُرْ حَفْصٌ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ أَبُو دَاوُد وَلَمْ يُسْنِدْهُ إِلَّا هَذَا الشَّيْخُ يَعْنِي عَلِيَّ بْنَ حَفْصٍ الْمَدَائِنِيَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin Umar} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Husain} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ali bin Hafsh} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Khubaib bin ‘Abdurrahman} dari {Hafsh bin Ashim} -Husain berkata dalam haditsnya- dari {Abu Hurairah} bahwa Nabi saw. bersabda: “Cukuplah seseorang mendapatkan dosa, jika menceritakan setiap apa saja yang ia dengar.” Abu Dawud berkata, “Hafsh tidak menyebutkan nama Abu Hurairah.” Abu Dawud berkata, “Dan ia juga tidak menyandarkannya kecuali kepada Syaikh ini, yaitu Ali bin Hafsh Al Mada`ini.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4341
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ ح و حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ مُهَنَّا أَبِي شِبْلٍ قَالَ أَبُو دَاوُد وَلَمْ أَفْهَمْهُ مِنْهُ جَيِّدًا عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ وَاسِعٍ عَنْ شُتَيْرٍ قَالَ نَصْرٌ ابْنُ نَهَّارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَقَالَ نَصْرٌ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حُسْنُ الظَّنِّ مِنْ حُسْنِ الْعِبَادَةِقَالَ أَبُو دَاوُد مُهَنَّا ثِقَةٌ بَصْرِيٌّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Nashr bin Ali} dari {Muhanna Abu Syibl} -Abu Dawud berkata aku kurang bisa memahami dengan baik darinya- dari {Hammad bin Salamah} dari {Muhammad bin Wasi’} dari {Syutair} -Nashr berkata maksudnya Syutair bin Nahhar- dari {Abu Hurairah} -Nashr berkata yaitu dari Rasulullah saw.-, beliau bersabda: “Berbaik sangka merupakan (pertanda) baiknya ibadah.” Abu Dawud berkata, “Muhanna adalah seorang tsiqqah (dapat dipercaya) yang berasal dari Bashrah.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4342
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمَرْوَزِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ صَفِيَّةَ قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعْتَكِفًا فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلًا فَحَدَّثْتُهُ وَقُمْتُ فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِي لِيَقْلِبَنِي وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ فَمَرَّ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ قَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ فَخَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا أَوْ قَالَ شَرًّا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Muhammad Al Marwazi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Ali bin Husain} dari {Shafiyah} ia berkata, “Rasulullah saw. sedang beri’tikaf (berdiam diri di masjid), maka pada waktu malam aku mengunjungi beliau dan bercakap-cakap. Aku lalu berdiri untuk pulang, dan beliau juga ikut berdiri bersamaku untuk mengantarku -waktu itu Shafiyah tinggal di rumah Usamah bin Zaid-. lalu ada dua orang laki-laki Anshar melintas, ketika mereka melihat Nabi saw., mereka bergegas membuntuti. Maka Nabi saw. pun bersabda: “Hendaklah kalian pelan-pelan, dia itu adalah Shafiyah binti Huyay.” Keduanya langsung berkata, “Maha Suci Allah, ya Rasulullah.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia seperti mengalirnya aliran darah. Maka aku takut dia akan memasukkan sesuatu ke dalam hati kalian.” Atau beliau mengatakan, “(memasukkan) Keburukkan.”