Adab

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4353

حَدَّثَنَا ابْنُ السَّرْحِ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ شُرَحْبِيلَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ صَرْفَ الْكَلَامِ لِيَسْبِيَ بِهِ قُلُوبَ الرِّجَالِ أَوْ النَّاسِ لَمْ يَقْبَلْ اللَّهُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu As Sarh} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} dari {Abdullah Ibnul Musayyab} dari {Adh Dhahhak bin Syurahbil} dari {Abu Hurairah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mempelajari keindahan bahasa untuk menjadikan hari orang-orang condong kepadanya, maka pada hari kiamat Allah tidak akan menerima ibadah wajib atau nafilahnya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4354

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَقَدِمَ رَجُلَانِ مِنْ الْمَشْرِقِ فَخَطَبَا فَعَجِبَ النَّاسُ يَعْنِي لِبَيَانِهِمَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ الْبَيَانِ لَسِحْرًا أَوْ إِنَّ بَعْضَ الْبَيَانِ لَسِحْرٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Maslamah} dari {Malik} dari {Zaid bin Aslam} dari {Abdullah bin Umar} ia berkata, “Dua orang laki-laki datang dari wilayah timur, mereka lalu berkhutbah hingga membuat orang-orang kagum -karena kafasihan penjelasannya-. Rasulullah saw. lalu bersabda: “Sesungguhnya dalam penjelasan yang fasih dan menarik itu terdapat sihir, atau beliau mengatakan, “Sesungguhnya sebagian dari penjelasan yang fasih dan menarik itu adalah sihir.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4355

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْبَهْرَانِيُّ أَنَّهُ قَرَأَ فِي أَصْلِ إِسْمَعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ وَحَدَّثَهُ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ ابْنُهُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنِي ضَمْضَمٌ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو ظَبْيَةَأَنَّ عَمْرَو ابْنَ الْعَاصِ قَالَ يَوْمًا وَقَامَ رَجُلٌ فَأَكْثَرَ الْقَوْلَ فَقَالَ عَمْرٌو لَوْ قَصَدَ فِي قَوْلِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَقَدْ رَأَيْتُ أَوْ أُمِرْتُ أَنْ أَتَجَوَّزَ فِي الْقَوْلِ فَإِنَّ الْجَوَازَ هُوَ خَيْرٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Abdul hamid Al Bahrani} -ia membaca dalam buku Isma’il bin Ayyasy- dan telah menceritakan kepadanya {Muhammad bin Isma’il} anaknya, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Bapakku} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Dhamdham} dari {Syuraih bin Ubaid} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Zhabyah} berkata, “Bahwa {Amr bin Al Ash} suatu hari pernah berkata -saat itu ada seorang laki-laki berdiri dan banyak berbicara- Amru berkata, “Sekiranya ia biasa saja dalam berbicara tentu itu lebih baik baginya. Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Aku berpandangan, atau beliau mengatakan, “Aku diperintahkan untuk sederhana dalam berbicara, sebab sederhana dalam berbicara adalah suatu kebaikan.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4356

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ يَمْتَلِئَ جَوْفُ أَحَدِكُمْ قَيْحًا خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمْتَلِئَ شِعْرًاقَالَ أَبُو عَلِيٍّ بَلَغَنِي عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ أَنَّهُ قَالَ وَجْهُهُ أَنْ يَمْتَلِئَ قَلْبُهُ حَتَّى يَشْغَلَهُ عَنْ الْقُرْآنِ وَذِكْرِ اللَّهِ فَإِذَا كَانَ الْقُرْآنُ وَالْعِلْمُ الْغَالِبَ فَلَيْسَ جَوْفُ هَذَا عِنْدَنَا مُمْتَلِئًا مِنْ الشِّعْرِ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ لَسِحْرًا قَالَ كَأَنَّ الْمَعْنَى أَنْ يَبْلُغَ مِنْ بَيَانِهِ أَنْ يَمْدَحَ الْإِنْسَانَ فَيَصْدُقَ فِيهِ حَتَّى يَصْرِفَ الْقُلُوبَ إِلَى قَوْلِهِ ثُمَّ يَذُمَّهُ فَيَصْدُقَ فِيهِ حَتَّى يَصْرِفَ الْقُلُوبَ إِلَى قَوْلِهِ الْآخَرِ فَكَأَنَّهُ سَحَرَ السَّامِعِينَ بِذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Walid Ath Thayalisi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al A’masy} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sekiranya mulut kalian penuh dengan muntahan, maka itu lebih baik dari pada penuh dengan syair.” Abu Ali berkata, “Telah sampai kepadaku dari Abu Ubaid, bahwa ia berkata, “Maksudnya adalah, hendaknya hatinya penuh dan tersibukkan dengan bacaan Al-Qur’an dan dzikir kepada Allah. Sebab menurut kami, jika hati itu terisi penuh dengan Al-Qur’an dan ilmu, maka kerongkongannya tidak akan terisi dengan syair. Dan sesungguhnya dalam kefasihan itu terdapat sihir. Ia berkata, “Seakan-akan makna dari ‘penjelasan yang berlebihan’ itu adalah dengan jalan memuji manusia dan meyakinkannya hingga hati orang lain berpaling kepada ucapannya. Lalu ia mencela orang lain dan meyakinkannya sehingga hati orang lain condong kepada perkataannya. Seolah-olah ia menyihir para pendengarnya dengan kefasihannya tersebut.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4357

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْأَسْوَدِ بْنِ عَبْدِ يَغُوثَ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ الشِّعْرِ حِكْمَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnul Mubarak} dari {Yunus} dari {Az Zuhri} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin ‘Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam} dari {Marwan bin Al Hakam} dari {‘Abdurrahman bin Al Aswad bin Abu Yaghuts} dari {Ubay bin Ka’b} bahwa Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya di antara Syair (terkadang) ada hikmah.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4358

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَجَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ يَتَكَلَّمُ بِكَلَامٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا وَإِنَّ مِنْ الشِّعْرِ حُكْمًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Simak} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, “Seorang Arab dusun datang kepada Nabi saw. dan berkata dengan suatu perkataan. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya dalam kefasihan itu terdapat sihir, dan dalam sihir terdapat hukum.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4359

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو تُمَيْلَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو جَعْفَرٍ النَّحْوِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ ثَابِتٍ قَالَ حَدَّثَنِي صَخْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا وَإِنَّ مِنْ الْعِلْمِ جَهْلًا وَإِنَّ مِنْ الشِّعْرِ حُكْمًا وَإِنَّ مِنْ الْقَوْلِ عِيَالًافَقَالَ صَعْصَعَةُ بْنُ صُوحَانَ صَدَقَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا فَالرَّجُلُ يَكُونُ عَلَيْهِ الْحَقُّ وَهُوَ أَلْحَنُ بِالْحُجَجِ مِنْ صَاحِبِ الْحَقِّ فَيَسْحَرُ الْقَوْمَ بِبَيَانِهِ فَيَذْهَبُ بِالْحَقِّ وَأَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الْعِلْمِ جَهْلًا فَيَتَكَلَّفُ الْعَالِمُ إِلَى عِلْمِهِ مَا لَا يَعْلَمُ فَيُجَهِّلُهُ ذَلِكَ وَأَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الشِّعْرِ حُكْمًا فَهِيَ هَذِهِ الْمَوَاعِظُ وَالْأَمْثَالُ الَّتِي يَتَّعِظُ بِهَا النَّاسُ وَأَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الْقَوْلِ عِيَالًا فَعَرْضُكَ كَلَامَكَ وَحَدِيثَكَ عَلَى مَنْ لَيْسَ مِنْ شَأْنِهِ وَلَا يُرِيدُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yahya bin Faris} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Muhammad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Tumailah} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Ja’far An Nahwi Abdullah bin Tsabit} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Shakhr bin Abdullah bin Buraidah} dari {Bapaknya} dari {Kakeknya} ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya pada kefasihan itu ada sihir, pada ilmu itu ada kebodohan, pada syair itu ada hikmah dan pada perkataan ada kelemahan (kebingungan).” Sha’sha’ah bin Shuhan berkata, “Benar apa yang dikatakan oleh Nabi saw.” Adapun maksud dari sabda beliau ‘sesungguhnya dalam kefasihan terdapat sihir’ adalah, bahwa terkadang seorang laki-laki yang salah lebih pandai dalam berargument dari orang yang berada di atas kebenaran, hingga penjelasannya dapat menyihir orang lain, lalu ia pun pergi dengan merampas kebenaran tersebut. Sedangkan maksud sabda beliau ‘pada ilmu itu ada kebodohan’ adalah, jika seorang alim memaksakan diri untuk mengetahui sesuatu yang ia tidak sanggupi, maka justru hal itu akan menjadikannya bodoh (berbicara tanpa ilmu). Adapun ucapannya ‘pada syair itu ada hikmah’ adalah bahwa apa yang terkandung dalam syair itu adalah nasihat-nasihat dan permisan-permisalan yang bisa menjadi nasihat bagi orang banyak. Adapun maksud dari sabda beliau ‘pada perkataan ada kelemahan (kebingungan) ‘ adalah jika kamu memaparkan perkataan atau cerita kepada orang yang tidak ada urusan dan tidak menginginkannya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4360

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي خَلَفٍ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدٍ قَالَمَرَّ عُمَرُ بِحَسَّانَ وَهُوَ يُنْشِدُ فِي الْمَسْجِدِ فَلَحَظَ إِلَيْهِ فَقَالَ قَدْ كُنْتُ أُنْشِدُ وَفِيهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ بِمَعْنَاهُ زَادَ فَخَشِيَ أَنْ يَرْمِيَهُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَجَازَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Khalaf} dan {Ahmad bin Abdah} secara makna, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id} ia berkata, “Umar melewati {Hassan} yang waktu itu sedang berada di dalam masjid sambil melantunkan syair, umar kemudian melihat ke arahnya dengan tatapan mata yang tajam. Hassan lalu berkata, “Aku pernah membaca syair, sementara di sana ada orang yang lebih baik darimu.” Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Shalih} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id Ibnul Musayyab} dari {Abu Hurairah} dengan makna yang sama. Namun ia memberi tambahan, “Umar takut jika Hassan membantahnya dengan rekomendasi dari Rasulullah saw., maka ia pun membolehkannya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4361

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمِصِّيصِيُّ لُوَيْنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُرْوَةَ وَهِشَامٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ لِحَسَّانَ مِنْبَرًا فِي الْمَسْجِدِ فَيَقُومُ عَلَيْهِ يَهْجُو مَنْ قَالَ فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رُوحَ الْقُدُسِ مَعَ حَسَّانَ مَا نَافَحَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Sulaiman Al Mishishi Luwain} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Az Zinad} dari {Bapaknya} dari {Urwah} dan {Hisyam} dari {Urwah} dari {‘Aisyah radliallahu ‘anha} ia berkata, “Rasulullah saw. meletakkan mimbar di masjid untuk Hassan, lalu Hassan berdiri di atasnya dan membela orang yang berkata buruk atas Rasulullah saw. Maka Rasulullah saw. kemudian bersabda: “Sesungguhnya Jibril akan bersama Hassan selama ia membela Rasulullah saw.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4362

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمَرْوَزِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ يَزِيدَ النَّحْوِيِّ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ{ وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمْ الْغَاوُونَ }فَنَسَخَ مِنْ ذَلِكَ وَاسْتَثْنَى فَقَالَ{ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Muhammad Al Marwazi} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Ali bin Husain} dari {Bapaknya} dari {Yazid An Nahwi} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} membaca: ‘(dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat) ‘ -Qs. Asy Syura: 224- ia berkata, “Allah menghapus ayat itu lalu memberi pengecualian.” Kemudian Ibnu Abbas membaca: ‘(kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut nama Allah) ‘ -Qs. Asy Syura: 227-.