Adab

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4503

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍأَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ مِنْ بَعْضِ حُجَرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِشْقَصٍ أَوْ مَشَاقِصَ قَالَ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْتِلُهُ لِيَطْعَنَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Ubaidullah bin Abu Bakar} dari {Anas bin Malik} berkata, “Ada seseorang yang mengintip sebagian kamar Nabi saw. Maka Rasulullah saw. bangkit ke arah orang itu dengan membawa panah, atau beberapa anak panah, dan seakan aku melihat Rasulullah saw. mengendap-endap untuk menikamnya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4504

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَأَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ اطَّلَعَ فِي دَارِ قَوْمٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِمْ فَفَقَئُوا عَيْنَهُ فَقَدْ هَدَرَتْ عَيْنُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Suhail} dari {Bapaknya} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Hurairah} bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mengintip rumah suatu kaum tanpa seizin mereka lalu mereka mencongkel matanya, maka telah sia-sialah matanya (tidak ada jaminan qishas).”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4505

حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمُؤَذِّنُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ سُلَيْمَانَ يَعْنِي ابْنَ بِلَالٍ عَنْ كَثِيرٍ عَنْ الْوَلِيدِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا دَخَلَ الْبَصَرُ فَلَا إِذْنَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ar Rabi’ bin Sulaiman Al Muadzdzin} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} dari {Sulaiman} -maksudnya Sulaiman bin Bilal- dari {Katsir} dari {Al Walid} dari {Abu Hurairah} Bahwa Nabi saw. bersabda: “Jika (pandangan) mata telah masuk (ke dalam rumah), maka tidak ada izin (seperti masuk tanpa izin).”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4506

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حَفْصٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ طَلْحَةَ عَنْ هُزَيْلٍ قَالَجَاءَ رَجُلٌ قَالَ عُثْمَانُ سَعْدٌ فَوَقَفَ عَلَى بَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْذِنُ فَقَامَ عَلَى الْبَابِ قَالَ عُثْمَانُ مُسْتَقْبِلَ الْبَابِ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَكَذَا عَنْكَ أَوْ هَكَذَا فَإِنَّمَا الِاسْتِئْذَانُ مِنْ النَّظَرِحَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الْحَفَرِيُّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ عَنْ رَجُلٍ عَنْ سَعْدٍ نَحْوَهُ عَنْ النَّبِيِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Jarir}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hafsh} dari {Al A’masy} dari {Thalhah} dari {Huzail} ia berkata, “Seorang laki-laki datang – {Sa’d} berkata – dan berhenti di depan pintu Nabi saw. untuk minta izin masuk, maka ia pun berdiri di depan pintu -Utsman menyebutkan menghadap ke arah pintu-. Lalu Nabi saw. bersabda kepadanya: “Jauhilah olehmu seperti ini (berdiri di depan pintu). Atau beliau mengatakan: “Seperti ini jangan kamu lakukan, hanyasanya diperintahkan untuk izin karena menjaga dari pandangan.” Telah menceritakan kepada kami {Harun bin Abdullah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Dawud Al Hafari} dari {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {Thalhah bin Musharrif} dari {seorang laki-laki} dari {Sa’d} seperti itu, dari Nabi saw.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4507

حَدَّثَنَا ابْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ ح و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ أَبِي سُفْيَانَ أَنَّ عَمْرَو بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ أَخْبَرَهُ عَنْ كَلَدَةَ بْنِ حَنْبَلٍأَنَّ صَفْوَانَ بْنَ أُمَيَّةَ بَعَثَهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلَبَنٍ وَجَدَايَةٍ وَضَغَابِيسَ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَعْلَى مَكَّةَ فَدَخَلْتُ وَلَمْ أُسَلِّمْ فَقَالَ ارْجِعْ فَقُلْ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَذَلِكَ بَعْدَمَا أَسْلَمَ صَفْوَانُ بْنُ أُمَيَّةَقَالَ عَمْرٌو وَأَخْبَرَنِي ابْنُ صَفْوَانَ بِهَذَا أَجْمَعَ عَنْ كَلَدَةَ بْنِ حَنْبَلٍ وَلَمْ يَقُلْ سَمِعْتُهُ مِنْهُ قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ أُمَيَّةُ بْنُ صَفْوَانَ وَلَمْ يَقُلْ سَمِعْتُهُ مِنْ كَلَدَةَ بْنِ حَنْبَلٍ و قَالَ يَحْيَى أَيْضًا عَمْرُو بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ كَلَدَةَ بْنَ الْحَنْبَلِ أَخْبَرَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Basysyar} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Ashim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {yahya bin habib} berkata, telah menceritakan kepada kami {Rauh} dari {Ibnu Juraij} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Amru bin Abu Sufyan} bahwa {Amru bin Abdullah bin Shafwan} mengabarkan kepadanya dari {Kaldah bin Hanbal} bahwa Shafwan bin Umayyah mengutusnya menemui Rasulullah saw. membawa susu, anak kijang dan anak rubah. Saat itu Nabi saw. sedang berada di perbukitan Makkah. Lalu aku masuk tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu, maka beliau pun bersabda: “Kembali dan ucapkanlah Assalamu Alaikum.” Kejadian itu setelah Shafwan bin Umayyah masuk Islam.”, {Amru} berkata ” {Ibnu Shafwan} memberitahukan ini semua kepadaku dari {Kaladah bin Hanbal}, dan ia tidak berkata aku mendengarnya darinya (Kaldah).”, Abu Dawud berkata “Yahya bin Habib mengatakan Umayyah bin Shafwan tidak mengatakan aku mendengarnya dari Kaldah bin Hanbal, dan Yahya juga berkata Amru bin Abdullah bin Shafwan memberitahunya bahwa Kaldah bin Al Hanbal telah mengabarkan kepadanya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4508

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا رَجُلٌ مَنْ بَنِي عَامِرٍأَنَّهُ اسْتَأْذَنَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي بَيْتٍ فَقَالَ أَلِجُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِخَادِمِهِ اخْرُجْ إِلَى هَذَا فَعَلِّمْهُ الِاسْتِئْذَانَ فَقُلْ لَهُ قُلْ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَأَدْخُلُ فَسَمِعَهُ الرَّجُلُ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَأَدْخُلُ فَأَذِنَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلَحَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ قَالَ حُدِّثْتُ أَنَّ رَجُلًا مَنْ بَنِي عَامِرٍ اسْتَأْذَنَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ قَالَ أَبُو دَاوُد وَكَذَلِكَ حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيٍّ وَلَمْ يَقُلْ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي عَامِرٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيٍّ عَنْ رَجُلٍ مَنْ بَنِي عَامِرٍ أَنَّهُ اسْتَأْذَنَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ قَالَ فَسَمِعْتُهُ فَقُلْتُ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَأَدْخُلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abul Ahwash} dari {Manshur} dari {Rib’i} ia berkata telah menceritakan kepada kami {seorang laki-laki dari Bani Amir} Bahwasanya ia pernah minta izin kepada Nabi saw. saat beliau di dalam rumah. Ia berkata, “Bolehkah saya masuk?” Nabi saw. lalu berkata kepada pelayannya: “Temuilah orang ini dan ajari dia cara minta izin. Suruh dia mengucapkan ‘Assalamu ‘Alaikum, bolehkah saya masuk?” laki-laki itu mendengar perkataan Nabi hingga ia pun mengucapkan, “Assalamu ‘Alaikum, bolehkah saya masuk?” Akhirnya Nabi saw. memberi izin, dan ia pun masuk.” Telah menceritakan kepada kami {Hannad bin As Sari} dari {Abul Ahwash} dari {Manshur} dari {Rib’I bin Hirasy} ia berkata {Aku mendapat cerita} bahwa ada seorang laki-laki dari bani Amir memohon izin kepada Nabi saw. maka ia menceritakan dengan makna yang sama dengan hadits tersebut. Abu Dawud berkata, “Seperti itu pula, telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Manshur} dari {Rib’i} dan ia tidak menyebutkan ‘dari seorang laki-laki bani Amir’. Telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Mu’adz} berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Manshur} dari {Rib’i} dari {seorang laki-laki bani Amir} Bahwasanya ia memohon izin kepada Nabi saw., dengan makna yang sama. Ia berkata, “Aku mendengar ucapan beliau, maka aku pun mengucapkan, “Assalamu ‘Alaikum, bolehkah aku masuk? ‘

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4509

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُصَيْفَةَ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَكُنْتُ جَالِسًا فِي مَجْلِسٍ مِنْ مَجَالِسِ الْأَنْصَارِ فَجَاءَ أَبُو مُوسَى فَزِعًا فَقُلْنَا لَهُ مَا أَفْزَعَكَ قَالَ أَمَرَنِي عُمَرُ أَنْ آتِيَهُ فَأَتَيْتُهُ فَاسْتَأْذَنْتُ ثَلَاثًا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي فَرَجَعْتُ فَقَالَ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَأْتِيَنِي قُلْتُ قَدْ جِئْتُ فَاسْتَأْذَنْتُ ثَلَاثًا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَأْذَنَ أَحَدُكُمْ ثَلَاثًا فَلَمْ يُؤْذَنْ لَهُ فَلْيَرْجِعْ قَالَ لَتَأْتِيَنَّ عَلَى هَذَا بِالْبَيِّنَةِ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ لَا يَقُومُ مَعَكَ إِلَّا أَصْغَرُ الْقَوْمِ قَالَ فَقَامَ أَبُو سَعِيدٍ مَعَهُ فَشَهِدَ لَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Abdah} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Yazid bin Khushaifah} dari {Busr bin Sa’id} dari {Abu Sa’id Al Khudri} ia berkata, “Suatu kali aku duduk di salah satu majelis kaum Anshar, lalu tiba-tiba {Abu Musa} datang dengan wajah ketakutan. Kami lalu bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu takut?” ia menjawab, “Umar memerintahkan aku untuk menemuinya, ketika aku meminta izin hingga tiga kali, ia tidak memberiku izin. Maka aku pun kembali pulang.” Umar lantas bertanya kepadaku, “Apa yang menghalangimu untuk datang kepadaku?” Aku menjawab, “Aku sudah datang dan meminta izin hingga tiga kali, tetapi tidak jawaban, padahal Rasulullah saw. telah bersabda: “Jika salah seorang dari kalian meminta izin hingga tiga kali, lalu tidak mendapat izin, maka hendaknya ia kembali.” Umar berkata, “Kamu harus membawa bukti atas apa yang kamu katakan ini.” Abu Sa’id berkata, “Tidak akan ada yang akan menemanimu kecuali orang paling muda umurnya.” Lalu berangkatlah Abu Sa’id bersamanya untuk menjadi saksi.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4510

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَىأَنَّهُ أَتَى عُمَرَ فَاسْتَأْذَنَ ثَلَاثًا فَقَالَ يَسْتَأْذِنُ أَبُو مُوسَى يَسْتَأْذِنُ الْأَشْعَرِيُّ يَسْتَأْذِنُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ قَيْسٍ فَلَمْ يُؤْذَنْ لَهُ فَرَجَعَ فَبَعَثَ إِلَيْهِ عُمَرُ مَا رَدَّكَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْذِنُ أَحَدُكُمْ ثَلَاثًا فَإِنْ أُذِنَ لَهُ وَإِلَّا فَلْيَرْجِعْ قَالَ ائْتِنِي بِبَيِّنَةٍ عَلَى هَذَا فَذَهَبَ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ هَذَا أُبَيٌّ فَقَالَ أُبَيٌّ يَا عُمَرُ لَا تَكُنْ عَذَابًا عَلَى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عُمَرُ لَا أَكُونُ عَذَابًا عَلَى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ أَنَّ أَبَا مُوسَى اسْتَأْذَنَ عَلَى عُمَرَ بِهَذِهِ الْقِصَّةِ قَالَ فِيهِ فَانْطَلَقَ بِأَبِي سَعِيدٍ فَشَهِدَ لَهُ فَقَالَ أَخَفِيَ عَلَيَّ هَذَا مِنْ أَمْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلْهَانِي السَّفْقُ بِالْأَسْوَاقِ وَلَكِنْ سَلِّمْ مَا شِئْتَ وَلَا تَسْتَأْذِنْ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقَاهِرِ بْنُ شُعَيْبٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوسَى عَنْ أَبِيهِ بِهَذِهِ الْقِصَّةِ قَالَ فَقَالَ عُمَرُ لِأَبِي مُوسَى إِنِّي لَمْ أَتَّهِمْكَ وَلَكِنَّ الْحَدِيثَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَدِيدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَعَنْ غَيْرِ وَاحِدٍ مَنْ عُلَمَائِهِمْ فِي هَذَا فَقَالَ عُمَرُ لِأَبِي مُوسَى أَمَا إِنِّي لَمْ أَتَّهِمْكَ وَلَكِنْ خَشِيتُ أَنْ يَتَقَوَّلَ النَّاسُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Dawud} dari {Thalhah bin Yahya} dari {Abu Burdah} dari {Abu Musa} Bahwasanya ia pernah mendatangi Umar dan meminta izin kepadanya hingga tiga kali. Ia mengatakan, “Abu Musa meminta izin, Al Asy’ari meminta izin, Abdullah bin Qais meminta izin!” namun ia tidak mendapatkan izin hingga ia pun kembali pulang. Umar lalu mengutus seseorang untuk memanggilnya, Umar bertanya, “Apa yang membuatmu kembali pulang?” Abu Musa menjawab, “Rasulullah saw. bersabda: “Hendaklah salah seorang dari kalian meminta izin (untuk masuk) tiga kali, jika diizinkan maka silahkan masuk, jika tidak hendaklah ia kembali.” Umar berkata, “Berilah aku satu bukti dalam masalah ini.” Abu Musa kemudian pergi, lalu ia kembali menemui Umar seraya berkata, “Ini Ubay.” {Ubay} lalu berkata, “Wahai Umar, janganlah kamu menjadi beban bagi sahabat Rasulullah saw.!” Umar menjawab, “Aku tidak menjadi beban bagi sahabat Rasulullah saw.” Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Habib} berkata, telah menceritakan kepada kami {Rauh} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Atha`} dari {Ubaid bin Umair} berkata, “Abu Musa pernah meminta izin kepada Umar…maka ia menceritakan dengan kisah yang sama. Dalam hadits tersebut ia menyebutkan, “Abu Musa lalu pergi bersama dengan {Abu Sa’id} untuk menjadi saksi. Umar lalu berkata, “Apakah perkara yang datang dari Rasulullah saw. ini tersembunyi dariku? Sungguh, jual beli di pasar telah membuat aku lupa. Maka ucapkanlah salam terserah kamu dan jangan minta izin.” Telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Akhzam} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdul Qaahir bin Syu’aib} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Humaid bin Hilal} dari {Abu Burdah bin Abu Musa} dari {Bapaknya} dengan kisah yang sama. Ia (perawi) berkata, “Umar lalu berkata kepada Abu Musa, “Aku tidak menuduhmu, hanya saja tentang hadits Rasulullah saw. ini sangat tegas (yakni dalam meriwayatkannya, agar tidak terjadi pemalsuan hadits).” Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Rabi’ah bin Abu ‘Abdurrahman dari banyak ulama mereka, dalam masalah tersebut Umar berkata kepada Abu Musa, “Aku tidak menuduh kamu, hanya saja aku kawatir akan banyak orang-orang yang berbicara atas nama Rasulullah saw.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4511

حَدَّثَنَا هِشَامٌ أَبُو مَرْوَانَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى الْمَعْنَى قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ أَبِي كَثِيرٍ يَقُولُ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَسْعَدَ بْنِ زُرَارَةَ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ قَالَزَارَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَنْزِلِنَا فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَرَدَّ سَعْدٌ رَدًّا خَفِيًّا قَالَ قَيْسٌ فَقُلْتُ أَلَا تَأْذَنُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ذَرْهُ يُكْثِرُ عَلَيْنَا مِنْ السَّلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَرَدَّ سَعْدُ رَدًّا خَفِيًّا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ ثُمَّ رَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاتَّبَعَهُ سَعْدٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ أَسْمَعُ تَسْلِيمَكَ وَأَرُدُّ عَلَيْكَ رَدًّا خَفِيًّا لِتُكْثِرَ عَلَيْنَا مِنْ السَّلَامِ قَالَ فَانْصَرَفَ مَعَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ لَهُ سَعْدٌ بِغُسْلٍ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ نَاوَلَهُ مِلْحَفَةً مَصْبُوغَةً بِزَعْفَرَانٍ أَوْ وَرْسٍ فَاشْتَمَلَ بِهَا ثُمَّ رَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ اجْعَلْ صَلَوَاتِكَ وَرَحْمَتَكَ عَلَى آلِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ قَالَ ثُمَّ أَصَابَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الطَّعَامِ فَلَمَّا أَرَادَ الِانْصِرَافَ قَرَّبَ لَهُ سَعْدٌ حِمَارًا قَدْ وَطَّأَ عَلَيْهِ بِقَطِيفَةٍ فَرَكِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَعْدٌ يَا قَيْسُ اصْحَبْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَيْسٌ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْكَبْ فَأَبَيْتُ ثُمَّ قَالَ إِمَّا أَنْ تَرْكَبَ وَإِمَّا أَنْ تَنْصَرِفَ قَالَ فَانْصَرَفْتُقَالَ هِشَامٌ أَبُو مَرْوَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَسْعَدَ بْنِ زُرَارَةَ قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ وَابْنُ سَمَاعَةَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ مُرْسَلًا وَلَمْ يَذْكُرَا قَيْسَ بْنَ سَعْدٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam Abu Marwan} dan {Muhammad Ibnul Mutsanna} secara makna, {Muhammad Ibnul Mutsanna} berkata telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Muslim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} ia berkata Aku mendengar {Yahya bin Abu Katsir} berkata telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin ‘Abdurrahman bin As’ad bin Zurarah} dari {Qais bin Sa’d} ia berkata, “Rasulullah saw. mengunjungi kami di rumah milik kami, beliau lalu mengucapkan: “Assalamu Alaikum wa Rahmatullahi.” Sa’d lalu menjawab salam tersebut dengan suara lirih.” Qais berkata, “Aku bertanya, “Apakah kamu tidak memberi izin kepada Rasulullah saw.?” Sa’d menjawab, “Biarkan Rasulullah saw. memperbanyak salam kepada kami.” Rasulullah saw. kemudian mengucapkan salam lagi: “Assalamu Alaikum wa Rahmatullahi.” Sa’d lalu menjawab salam tersebut dengan suara lirih.” Kemudian Rasulullah saw. kembali mengucapkan salam: “Assalamu Alaikum wa Rahmatullahi.” Selah itu Rasulullah saw. kembali pulang, sementara Sa’d mengikutinya dari belakang. Sa’d berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mendengar salammu, dan aku juga telah menjawab salammu dengan suara yang lirih dengan harapan engkau memperbanyak salam kepada kami.” Akhirnya Rasulullah saw. bersama Sa’d kembali ke rumah Sa’d. Sa’d kemudian mempersilahkan Rasulullah untuk mandi, maka beliau pun mandi. Lalu ia menyediakan handuk yang telah dicelup dengan minyak Za’faran atau Wars (sejenis tumbuhan), sehingga beliau mengelap tubuhnya dengan handuk tersebut. Setelah itu Rasulullah saw. mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: “Ya Allah, jadikanlah shalawat (kesejahteraan) dan rahmat-Mu tercurah kepada keluarga Sa’d bin Ubadah.” Perawi berkata, “Kemudian Rasulullah saw. menyantap makanan, dan ketika beliau ingin berlalu pergi, Sa’d mendekatkan himar yang telah diberi alas selembar kain kepada Rasulullah saw. Sa’d berkata, “Wahai Qais, temanilah Rasulullah saw.” Qais berkata, “Rasulullah saw. kemudian berkata kepadaku: “Naiklah.” Aku diam. Kemudian beliau berkata lagi: “Engkau ikut naik atau engkau tidak usah ikut?” Qais berkata, “Maka aku pun memutuskan untuk tidak ikut.” {Hisyam Abu Marwan} menyebutkan dari {Muhammad bin ‘Abdurrahman bin As’ad bin Zurarah}. Abu Dawud berkata, ” {Umar bin Abdul Wahid} dan {Ibnu Sama’ah} meriwayatkannya dari {Al Auza’I} secara mursal. Namun keduanya tidak menyebutkan Qais bin Sa’d.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4512

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ الْفَضْلِ الْحَرَّانِيُّ فِي آخَرِينَ قَالُوا حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَى بَابَ قَوْمٍ لَمْ يَسْتَقْبِلْ الْبَابَ مِنْ تِلْقَاءِ وَجْهِهِ وَلَكِنْ مِنْ رُكْنِهِ الْأَيْمَنِ أَوْ الْأَيْسَرِ وَيَقُولُ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَذَلِكَ أَنَّ الدُّورَ لَمْ يَكُنْ عَلَيْهَا يَوْمَئِذٍ سُتُورٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muammal Ibnul Fadhl Al Harrani} bersama beberapa orang ulama, mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah Ibnul Walid} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Abdurrahman} dari {Abdullah bin Busr} ia berkata, “Jika Rasulullah saw. mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak berdiri di depan pintu, tetapi beliau berada di sisi sebelah kanan atau kirinya seraya mengucapkan: “Assalamu Alaikum Assalamu Alaikum.” Sebab saat itu rumah-rumah belum ada yang mengunakan satir.”