Adab

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4195

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنَا بُرَيْدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ جَدِّهِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَعَثَ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِهِ فِي بَعْضِ أَمْرِهِ قَالَ بَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Buraid bin Abdullah} dari kakeknya {Abu Burdah} dari {Abu Musa} ia berkata, “Jika Rasulullah saw. ingin mengutus salah seorang sahabatnya atas suatu urusan, beliau berpesan: “Buatlah gembira dan jangan kalian buat lari, mudahkan dan jangan kalian buat sulit.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4196

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُهَاجِرِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ قَائِدِ السَّائِبِ عَنْ السَّائِبِ قَالَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلُوا يُثْنُونَ عَلَيَّ وَيَذْكُرُونِّي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَعْلَمُكُمْ يَعْنِي بِهِ قُلْتُ صَدَقْتَ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي كُنْتَ شَرِيكِي فَنِعْمَ الشَّرِيكُ كُنْتَ لَا تُدَارِي وَلَا تُمَارِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Sufyan} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Ibrahim Ibnul Muhajir} dari {Mujahid} dari {Qaid As Saib} dari {Saib} ia berkata, “Aku mendatangi Nabi saw., lalu orang-orang menyanjung dan mengelu-elukan aku. Maka Rasulullah saw. pun bersabda: “Aku lebih tahu tantang dia dari kalian.” Aku langsung menimpali, “Demi bapak dan ibuku sebagai tebusanmu, engkau benar. Engkau adalah sahabatku dan sebaik-baik sahabat, engkau tidak suka mengumbar pembicaraan dan perdebatan.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4197

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ يَحْيَى الْحَرَّانِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ يُوسُفَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَلَسَ يَتَحَدَّثُ يُكْثِرُ أَنْ يَرْفَعَ طَرْفَهُ إِلَى السَّمَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Yahya Al Harrani} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Muhammad} -maksudnya Muhammad bin Salamah- dari {Muhammad bin Ishaq} dari {Ya’qub bin Utbah} dari {Umar bin Abdul Aziz} dari {Yusuf bin Abdullah bin Salam} dari {Bapaknya} ia berkata, “Rasulullah saw. jika duduk dan berbicara, beliau sering kali melirik ke atas langit (berharap ada wahyu yang turun).”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4198

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ عَنْ مِسْعَرٍ قَالَ سَمِعْتُ شَيْخًا فِي الْمَسْجِدِ يَقُولُ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُكَانَ فِي كَلَامِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرْتِيلٌ أَوْ تَرْسِيلٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al ‘Ala} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bisyr} dari {Mis’ar} ia berkata, “Aku mendengar {Seorang syaikh} dalam masjid berkata, “Aku mendengar {Jabir bin Abdullah} mengatakan “bahwa ucapan Rasulullah saw. tartil (jelas).”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4199

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ وَأَبُو بَكْرٍ ابْنَا أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أُسَامَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَحِمَهَا اللَّهُ قَالَتْكَانَ كَلَامُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلَامًا فَصْلًا يَفْهَمُهُ كُلُّ مَنْ سَمِعَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman} dan {Abu Bakar} -keduanya putera Abu Syaibah- keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Sufyan} dari {Abu Usamah} dari {Az Zuhri} dari {Urwah} dari {‘Aisyah} -semoga Allah merahmatinya- ia berkata, “Ucapan Rasulullah saw. itu jelas hingga dapat dipahami oleh siapa saja yang mendengarnya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4200

حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ قَالَ زَعَمَ الْوَلِيدُ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ قُرَّةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ كَلَامٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِالْحَمْدُ لِلَّهِ فَهُوَ أَجْذَمُقَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ يُونُسُ وَعَقِيلٌ وَشُعَيْبٌ وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْسَلًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Taubah} ia berkata {Al Walid} menceritakan dengan yakin dari {Al Auza’i} dari {Qurrah} dari {Az Zuhri} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Setiap ucapan yang tidak dimulai dengan memuji kepada Allah, maka ia akan terputus (dari kebaikan).” Abu Dawud berkata, ” {Yunus} meriwayatkan hadits ini begitu juga {Aqil}, dan {Syu’aib}, dan {Sa’id bin Abdul Aziz}, dari {Az Zuhri}, dari Nabi saw. secara mursal.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4201

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ وَمُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زَيِادٍ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ كُلَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ خُطْبَةٍ لَيْسَ فِيهَا تَشَهُّدٌ فَهِيَ كَالْيَدِ الْجَذْمَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} dan {Musa bin Isma’il} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid bin Ziyad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ashim bin Kulaib} dari {Bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Setiap khutbah yang tidak ada syahadatnya seperti tangan tangan yang terpotong.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4202

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْمَعِيلَ وَابْنُ أَبِي خَلَفٍ أَنَّ يَحْيَى بْنَ الْيَمَانِ أَخْبَرَهُمْ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍأَنَّ عَائِشَةَ مَرَّ بِهَا سَائِلٌ فَأَعْطَتْهُ كِسْرَةً وَمَرَّ بِهَا رَجُلٌ عَلَيْهِ ثِيَابٌ وَهَيْئَةٌ فَأَقْعَدَتْهُ فَأَكَلَ فَقِيلَ لَهَا فِي ذَلِكَ فَقَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْقَالَ أَبُو دَاوُد وَحَدِيثُ يَحْيَى مُخْتَصَرٌ قَالَ أَبُو دَاوُد مَيْمُونٌ لَمْ يُدْرِكْ عَائِشَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Isma’il} dan {Ibnu Abu Khalaf} bahwa {Yahya Ibnul Yaman} mengabarkan kepada mereka dari {Sufyan} dari {Habib bin Abu Tsabit} dari {Maimun bin Abu Syabib} berkata, “Seorang peminta-minta melewati ‘Aisyah, lalu ia memberinya remukan roti. Setelah itu ada lagi seorang laki-laki yang berpakaian rapi dan berkedudukan melewati ‘Aisyah, lalu ia menyuruhnya duduk dan memberinya jamuan makan. Maka ‘Aisyah pun ditanya dengan perlakukannya tersebut, {‘Aisyah} menjawab, “Rasulullah saw. bersabda: “Perlakukanlah manusia sesuai dengan kedudukannya.” Abu Dawud berkata, “hadits Yahya lebih singkat.” Abu Dawud berkata lagi, “Maimun belum pernah bertemu dengan ‘Aisyah.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4203

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الصَّوَّافُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حُمْرَانَ أَخْبَرَنَا عَوْفُ بْنُ أَبِي جَمِيلَةَ عَنْ زِيَادِ بْنِ مِخْرَاقٍ عَنْ أَبِي كِنَانَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِي فِيهِ وَالْجَافِي عَنْهُ وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim Ash Shawwaf} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Humran} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Auf bin Abu Jamilah} dari {Ziyad bin Mikhraq} dari {Abu Kinanah} dari {Abu Musa Al Asy’ari} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Termasuk dari keagungan Allah adalah dimuliakannya seorang muslim yang telah beruban, para pembaca Al-Qur’an yang tidak bersikap belebihan di dalamnya (dalam membacanya memahaminya dengan mengikuti ayat-ayat mutsyabihat) dan tidak pula bersikap jauh darinya (dari membacanya, memahami maknanya dan mengamalkannya) dan penguasa yang adil.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4204

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا عَامِرٌ الْأَحْوَلُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ قَالَ ابْنُ عَبْدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُجْلَسْ بَيْنَ رَجُلَيْنِ إِلَّا بِإِذْنِهِمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} dan {Ahmad bin Abdah} secara makna, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Amir Al Ahwal} dari {Amru bin Syu’aib}. {Ibnu Abdah} berkata dari {Bapaknya} dari {Kakeknya} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh duduk di antara dua orang kecuali dengan seizinnya.”