Adab
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4315
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَسَمَّى بِاسْمِي فَلَا يَتَكَنَّى بِكُنْيَتِي وَمَنْ تَكَنَّى بِكُنْيَتِي فَلَا يَتَسَمَّى بِاسْمِيقَالَ أَبُو دَاوُد وَرَوَى بِهَذَا الْمَعْنَى ابْنُ عَجْلَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَرُوِيَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مُخْتَلِفًا عَلَى الرِّوَايَتَيْنِ وَكَذَلِكَ رِوَايَةُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ اخْتُلِفَ فِيهِ رَوَاهُ الثَّوْرِيُّ وَابْنُ جُرَيْجٍ عَلَى مَا قَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ وَرَوَاهُ مَعْقِلُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ عَلَى مَا قَالَ ابْنُ سِيرِينَ وَاخْتُلِفَ فِيهِ عَلَى مُوسَى بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَيْضًا عَلَى الْقَوْلَيْنِ اخْتَلَفَ فِيهِ حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ وَابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muslim bin Ibrahim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} bahwa Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa membuat nama seperti namaku maka jangan membuat julukan seperti julukanku. Dan barangsiapa membuat julukan seperti julukanku maka jangan membuat nama seperti namaku.” Abu Dawud berkata, “Dan yang meriwayatkan dengan makna seperti ini adalah {Ibnu Ajlan}, dari {Bapaknya}, dari {Abu Hurairah}.” Diriwayatkan juga dari {Abu Zur’ah}, dari {Abu Hurairah} dengan perbedaan dua riwayat. Demikian juga riwayat {‘Abdurrahman bin Abu Amrah}, dari {Abu Hurairah} juga berbeda dalam periwayatannya. Riwayat {Ats Tsauri} dan {Ibnu Juraij} sebagaimana hadits yang disebutkan oleh {Abu Az Zubair}. Adapun riwayat {Ma’qil bin Ubaidullah} sebagaimana hadits yang disebutkan oleh Ibnu Sirin. Dan ada dua perbedaan riwayat dalam hadits yang disebutkan oleh {Musa bin Yasar} dari {Abu Hurairah} yakni antara {Hammad bin Khalid} dan {Ibnu Fudaik}.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4316
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ وَأَبُو بَكْرٍ ابْنَا أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ فِطْرٍ عَنْ مُنْذِرٍ عَنْ مُحَمَّدِ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ قَالَقَالَ عَلِيٌّ رَحِمَهُ اللَّهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ وُلِدَ لِي مِنْ بَعْدِكَ وَلَدٌ أُسَمِّيهِ بِاسْمِكَ وَأُكَنِّيهِ بِكُنْيَتِكَ قَالَ نَعَمْ وَلَمْ يَقُلْ أَبُو بَكْرٍ قُلْتُ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَام لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman} dan {Abu Bakar} -keduanya anak Abu Syaibah- mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Fithr} dari {Mundzir} dari {Muhammad Ibnul Hanafiyah} ia berkata {Ali radliallahu ‘anhu} berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika sepeninggalmu nanti aku mempunyai anak lagi maka aku akan memberi nama seperti namamu dan memberi julukan seperti julukanmu.” Beliau menjawab: “Ya.” tetapi Abu Bakr tidak menyebutkan ‘aku berkata’, ia berkata, “Ali radliallahu ‘anhu berkata kepada Nabi saw.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4317
حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِمْرَانَ الْحَجَبِيُّ عَنْ جَدَّتِهِ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْجَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ وَلَدْتُ غُلَامًا فَسَمَّيْتُهُ مُحَمَّدًا وَكَنَّيْتُهُ أَبَا الْقَاسِمِ فَذُكِرَ لِي أَنَّكَ تَكْرَهُ ذَلِكَ فَقَالَ مَا الَّذِي أَحَلَّ اسْمِي وَحَرَّمَ كُنْيَتِي أَوْ مَا الَّذِي حَرَّمَ كُنْيَتِي وَأَحَلَّ اسْمِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {An Nufaili} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Imran Al Hajabi} dari neneknya {Shafiyah binti Syaibah} dari {‘Aisyah radliallahu ‘anha} ia berkata, “Seorang wanita datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak laki-laki, lalu aku memberinya nama Muhammad, dan memberinya julukan Abu Al Qasim. Tetapi aku diberitahu bahwa engkau membenci hal itu?” beliau menjawab: “Siapa yang menghalalkan namaku dan mengharamkan julukanku? Atau beliau mengatakan, “Siapa yang mengharamkan julukanku dan menghalalkan namaku?”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4318
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ عَلَيْنَا وَلِي أَخٌ صَغِيرٌ يُكْنَى أَبَا عُمَيْرٍ وَكَانَ لَهُ نُغَرٌ يَلْعَبُ بِهِ فَمَاتَ فَدَخَلَ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَرَآهُ حَزِينًا فَقَالَ مَا شَأْنُهُ قَالُوا مَاتَ نُغَرُهُ فَقَالَ يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Tsabit} dari {Anas bin Malik} ia berkata, “Suatu kali Rasulullah saw. datang kepada kami, sementara kami mempunyai adik kecil yang dijuluki Abu Umair. Burung kecil miliknya yang biasa ia ajak main bersama mati. Lalu suatu hari Nabi saw. masuk dan menemuinya sedang bersedih, beliau bertanya: “Apa yang sedang terjadi dengannya?” orang-orang menjawab, “Burung kecilnya mati.” Beliau lantas bersabda: “Wahai Abu Umair, apa yang sedang dilakukan oleh burung kecilmu?”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4319
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ وَسُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْيَا رَسُولَ اللَّهِ كُلُّ صَوَاحِبِي لَهُنَّ كُنًى قَالَ فَاكْتَنِي بِابْنِكِ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْن اخْتُهَا قَالَ مُسَدَّدٌ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ فَكَانَتْ تُكَنَّى بِأُمِّ عَبْدِ اللَّهِقَالَ أَبُو دَاوُد وَهَكَذَا قَالَ قُرَّانُ بْنُ تَمَّامٍ وَمَعْمَرٌ جَمِيعًا عَنْ هِشَامٍ نَحْوَهُ وَرَوَاهُ أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ عَبَّادِ بْنِ حَمْزَةَ وَكَذَلِكَ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ وَمَسْلَمَةُ بْنُ قَعْنَبٍ عَنْ هِشَامٍ كَمَا قَالَ أَبُو أُسَامَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} dan {Sulaiman bin Harb} secara makna, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Hisyam bin Urwah} dari {Bapaknya} dari {‘Aisyah radliallahu ‘anha} ia berkata, “Wahai Rasulullah, semua sahabat-sahabatku mempunyai julukan?” beliau menjawab: “Kalau begitu, julukilah dirimu dengan nama anakmu, Abdullah.” Yaitu anak saudara perempuannya. Musaddad berkata, “Maksudnya adalah Abdullah bin Az Zubair, maka ia diberi julukan Ummu Abdullah.” Abu Dawud berkata, “Demikianlah yang dikatakan oleh {Qurran bin Tammam} dan {Ma’mar}. Semuanya dari {Hisyam} seperti itu. {Abu Usamah} meriwayatkannya dari {Hisyam} dari {Abbad bin Hamzah}. Sebagaimana {Hammad bin Salamah} dan {Maslamah bin Qa’nab} juga meriwayatkannya dari {Hisyam}, hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Usamah.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4320
حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ الْحَضْرَمِيُّ إِمَامُ مَسْجِدِ حِمْصَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ ضُبَارَةَ بْنِ مَالِكٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ أَسِيدٍ الْحَضْرَمِيِّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَبُرَتْ خِيَانَةً أَنْ تُحَدِّثَ أَخَاكَ حَدِيثًا هُوَ لَكَ بِهِ مُصَدِّقٌ وَأَنْتَ لَهُ بِهِ كَاذِبٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Haiwah bin Syuraih Al Hadhrami} -Imam masjid Himsha- berkata, telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah Ibnul Walid} dari {Dhubarah bin Malik Al Hadhrami} dari {Bapaknya} dari {‘Abdurrahman bin Jubair bin Nufair} dari {Bapaknya} dari {Sufyan bin Asid Al Hadhrami} ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sebuah penghianatan yang sangat besar adalah jika engkau menyampaikan suatu pembicaraan kepada saudaramu ia membenarkanmu sementara kamu mendustainya.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4321
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَقَالَ أَبُو مَسْعُودٍ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ أَوْ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ لِأَبِي مَسْعُودٍ مَا سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي زَعَمُوا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ بِئْسَ مَطِيَّةُ الرَّجُلِ زَعَمُواقَالَ أَبُو دَاوُد أَبُو عَبْدِ اللَّهِ هَذَا حُذَيْفَةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Al Auza’i} dari {Yahya} dari {Abu Qilabah} ia berkata, ” {Abu Mas’ud} berkata kepada {Abu Abdullah}, atau Abu Abdullah berkata kepada Abu Mas’ud, “Apakah kamu mendengar Rasulullah saw. mengatakan tentang ucapan ‘menurut sangkaan mereka’? ia menjawab, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Seburuk-buruk ucapan yang digunakan oleh seseorang sebagai kendaraan adalah ungkapan ‘menurut sangkaan mereka’ (maksudnya seseorang menyampaikan berita kepada orang lain hanya berdasarkan dari berita yang tidak jelas, atau sangkaan-sangkaan orang saja).” Abu Dawud berkata, “Abu Abdullah maksudnya adalah Hudzaifah.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4322
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ أَبِي حَيَّانَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ حَيَّانَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَهُمْ فَقَالَ أَمَّا بَعْدُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} dari {Abu Hayyan} dari {Yazid bin Hayyan} dari {Zaid bin Arqam} bahwa Nabi saw. berkhutbah di hadapan mereka dengan mengatakan: “Amma ba’du.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4323
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ الْكَرْمَ فَإِنَّ الْكَرْمَ الرَّجُلُ الْمُسْلِمُ وَلَكِنْ قُولُوا حَدَائِقَ الْأَعْنَابِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Al Laits bin Sa’d} dari {Ja’far bin Rabi’ah} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Jangan sekali-kali kalian mengatakan -kebun anggur- dengan lafadh Al karam (mulia), sebab Al karam artinya adalah seorang laki-laki muslim. Tetapi hendaklah kalian katakan hadaaiqul a’nab ‘kebun anggur’.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 4324
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ وَحَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ وَهِشَامٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ عَبْدِي وَأَمَتِي وَلَا يَقُولَنَّ الْمَمْلُوكُ رَبِّي وَرَبَّتِي وَلْيَقُلْ الْمَالِكُ فَتَايَ وَفَتَاتِي وَلْيَقُلْ الْمَمْلُوكُ سَيِّدِي وَسَيِّدَتِي فَإِنَّكُمْ الْمَمْلُوكُونَ وَالرَّبُّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّحَدَّثَنَا ابْنُ السَّرْحِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ أَبَا يُونُسَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ فِي هَذَا الْخَبَرِ وَلَمْ يَذْكُرْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَلْيَقُلْ سَيِّدِي وَمَوْلَايَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Ayyub} dan {Habib bin Asy Syahid} dan {Hisyam} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Jangan sekali-kali kalian memanggil Abdi (budak laki-lakiku) dan amati (budak wanitaku). Dan jangan sekali-kali hamba sahaya memanggil Rabbi (pemeliharaku yang laki-laki) atau Rabbati (pemeliharaku yang wanita). Hendaklah seorang tuan memanggilnya dengan fataya (pelayan laki-lakiku) atau fatati (pelayan perempuanku), dan budak memanggil dengan sayyidi (tuan laki-lakiku) dan sayyidati (tuan wanitaku). Sebab kalian semua adalah Mamluk (budak) dan yang menjadi Rabb (pemelihara) adalah Allah semata.” Telah menceritakan kepada kami {Ibnu As Sarh} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Amru bin Al Harits} bahwa {Abu Yunus} menceritakan kepadanya dari {Abu Hurairah} tentang hadits ini. Hanya saja ia tidak menyebutkan bahwa Nabi saw. bersabda: “Hendaklah ia mengatakan Sayyidi (tuanku) dan Maulaya (junjunganku).”