Buruan, Sembelihan, dan Hewan-Hewan yang Dimakan

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Muslim | Hadits No. : 3590

و حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَأَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُلْقِيَ لُحُومَ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ نِيئَةً وَنَضِيجَةً ثُمَّ لَمْ يَأْمُرْنَا بِأَكْلِهِو حَدَّثَنِيهِ أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا حَفْصٌ يَعْنِي ابْنَ غِيَاثٍ عَنْ عَاصِمٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Zuhair bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {‘Ashim} dari {As Sya’bi} dari {Al Barra bin ‘Azib} dia berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk membuang daging keledai jinak yang kami masak, baik yang belum matang atau yang sudah matang, setelah itu beliau juga tidak memerintahkan kami untuk memakannya.” Dan telah menceritakan kepadaku {Abu Sa’id Al Asyaj} telah menceritakan kepada kami {Hafsh} -yaitu Ibnu Ghiyats- dari {‘Ashim} dengan sanad seperti ini.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3591

و حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ الْأَزْدِيُّ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَلَا أَدْرِي إِنَّمَا نَهَى عَنْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَجْلِ أَنَّهُ كَانَ حَمُولَةَ النَّاسِ فَكَرِهَ أَنْ تَذْهَبَ حَمُولَتُهُمْ أَوْ حَرَّمَهُ فِي يَوْمِ خَيْبَرَ لُحُومَ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Ahmad bin Yusuf Al Azdi} telah menceritakan kepada kami {Umar bin Hafsh bin Ghiyast} telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Ashim} dari {Amir} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, “Aku tidak tahu, Rasulullah saw. melarang dari memakannya apakah karena ia adalah alat transportasi sehingga beliau tidak ingin ia punah, atau beliau telah mengharamkannya pada hari khaibar (daging keledai jinak).”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3592

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَا حَدَّثَنَا حَاتِمٌ وَهُوَ ابْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ قَالَخَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى خَيْبَرَ ثُمَّ إِنَّ اللَّهَ فَتَحَهَا عَلَيْهِمْ فَلَمَّا أَمْسَى النَّاسُ الْيَوْمَ الَّذِي فُتِحَتْ عَلَيْهِمْ أَوْقَدُوا نِيرَانًا كَثِيرَةً فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذِهِ النِّيرَانُ عَلَى أَيِّ شَيْءٍ تُوقِدُونَ قَالُوا عَلَى لَحْمٍ قَالَ عَلَى أَيِّ لَحْمٍ قَالُوا عَلَى لَحْمِ حُمُرٍ إِنْسِيَّةٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْرِيقُوهَا وَاكْسِرُوهَا فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْ نُهَرِيقُهَا وَنَغْسِلُهَا قَالَ أَوْ ذَاكَو حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ مَسْعَدَةَ وَصَفْوَانُ بْنُ عِيسَى ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ النَّضْرِ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ النَّبِيلُ كُلُّهُمْ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Abbad} dan {Qutaibah bin Sa’id} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Hatim} -yaitu Ibnu Isma’il- dari {Yazid bin Abu ‘Ubaid} dari {Salamah bin Al Akwa’} dia berkata, “Kami keluar bersama Rasulullah saw. menuju Khaibar. Kemudian Allah menaklukkannya untuk kemenangan mereka (kaum muslimin). Tatkala hari telah petang, para prajurit banyak yang menyalakan api, maka Rasulullah saw. bertanya: “Untuk apa kalian menyalakan api?” Jawab mereka, “Untuk memasak daging.” Tanya beliau: “Daging apa?” Jawab mereka, “Daging keledai jinak.” Maka Rasulullah saw. bersabda: “Tumpahkan daging itu dan pecahkan periuknya!” Seorang laki-laki lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau kami tumpahkan isinya lalu kami cuci periuknya?” Jawab beliau: “Seperti itu juga boleh.” Dan Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} telah mengabarkan kepada kami {Hammad bin Mas’adah} dan {Shafwan bin Isa}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Ashim An Nabil} mereka semua dari {Yazid bin Abu ‘Ubaid} dengan sanad ini.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3593

و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَلَمَّا فَتَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ أَصَبْنَا حُمُرًا خَارِجًا مِنْ الْقَرْيَةِ فَطَبَخْنَا مِنْهَا فَنَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يَنْهَيَانِكُمْ عَنْهَا فَإِنَّهَا رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَأُكْفِئَتْ الْقُدُورُ بِمَا فِيهَا وَإِنَّهَا لَتَفُورُ بِمَا فِيهَا
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Umar} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub} dari {Muhammad} dari {Anas} dia berkata, “Ketika Rasulullah saw. menaklukkan Khaibar, kami menangkap keledai di luar kota lalu kami memasaknya. Tiba-tiba datang pesuruh Rasulullah saw. berseru, ‘Perhatian! Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang kalian semua memasak daging keledai, karena daging keledai itu najis, sesungguhnya itu termasuk perbuatan setan.’ Maka salah seorang menumpahkan periuk sehingga isinya tertumpah.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3594

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِنْهَالٍ الضَّرِيرُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَلَمَّا كَانَ يَوْمُ خَيْبَرَ جَاءَ جَاءٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أُكِلَتْ الْحُمُرُ ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أُفْنِيَتْ الْحُمُرُ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَا طَلْحَةَ فَنَادَى إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يَنْهَيَانِكُمْ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ فَإِنَّهَا رِجْسٌ أَوْ نَجِسٌ قَالَ فَأُكْفِئَتْ الْقُدُورُ بِمَا فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Minhal Ad Dlarir} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Hasan} dari {Muhammad bin Sirin} dari {Anas bin Malik} dia berkata, “Ketika penaklukan Khaibar, tiba-tiba seseorang datang seraya berkata, “Wahai Rasulullah, daging keledai telah di makan!” Tidak lama kemudian, datang lagi seseorang seraya berkata, “Wahai Rasulullah, keledai hampir punah!” Maka Rasulullah saw. memerintahkan Abu Thalhah, lalu dia menyeru, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang kalian memasak daging keledai, karena daging keledai itu najis termasuk perbuatan setan.” Anas melanjutkan, “Kemudian periuk-periuk yang ada di tumpahkan hingga isinya tertumpah.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3595

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُو الرَّبِيعِ الْعَتَكِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى يَوْمَ خَيْبَرَ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ وَأَذِنَ فِي لُحُومِ الْخَيْلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} dan {Abu Ar rabi’ Al ‘Ataki} dan {Qutaibah bin Sa’id} dan ini adalah lafadz Yahya, Yahya berkata telah mengabarkan kepada kami, sedangkan yang dua mengatakan telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Ziad} dari {‘Amru bin Dinar} dari {Muhammad bin Ali} dari {Jabir bin Abdullah}, bahwa ketika perang Khaibar, Rasulullah saw. melarang makan daging keledai jinak dan membolehkan memakan daging kuda.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3596

و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُاأَكَلْنَا زَمَنَ خَيْبَرَ الْخَيْلَ وَحُمُرَ الْوَحْشِ وَنَهَانَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحِمَارِ الْأَهْلِيِّو حَدَّثَنِيهِ أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ ح و حَدَّثَنِي يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ وَأَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ النَّوْفَلِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ كِلَاهُمَا عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Hatim} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakr} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} bahwa dia mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata, “Pada waktu perang Khaibar kami pernah memakan daging kuda dan keledai liar, dan Nabi saw. melarang kami makan daging keledai jinak.” Dan telah menceritakan kepadaku {Abu At Thahir} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku {Ya’qub Ad Dauraqi} dan {Ahmad bin Utsman An Naufali} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Ashim} keduanya dari {Ibnu Juraij} dengan sanad ini.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3597

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي وَحَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ وَوَكِيعٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ فَاطِمَةَ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْنَحَرْنَا فَرَسًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلْنَاهُو حَدَّثَنَاه يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ كِلَاهُمَا عَنْ هِشَامٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Numair} telah menceritakan kepada kami {ayahku} dan {Hafsh bin Ghiyats} dan {Waki’} dari {Hisyam} dari {Fatimah} dari {Asma} dia berkata, “Kami pernah menyembelih seekor kuda pada zaman Rasulullah saw., lalu kami memakan dagingnya.” Dan telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Abu Mu’awiyah}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib} telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} keduanya dari {Hisyam} dengan sanad ini.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3598

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ قَالَ يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُاسُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الضَّبِّ فَقَالَ لَسْتُ بِآكِلِهِ وَلَا مُحَرِّمِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} dan {Yahya bin Ayyub} dan {Qutaibah} dan {Ibnu Hujr} dari {Isma’il}, {Yahya bin Yahya} berkata telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin Ja’far} dari {Abdullah bin Dinar} bahwa dia mendengar {Ibnu Umar} berkata, “Nabi saw. pernah ditanya mengenai daging biawak, beliau menjawab: “Saya tidak memakannya dan juga tidak mengharamkannya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3599

و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَسَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْلِ الضَّبِّ فَقَالَ لَا آكُلُهُ وَلَا أُحَرِّمُهُ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Laits}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Rumh} telah mengabarkan kepada kami {Al Laits} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dia berkata, “Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai makan daging biawak, beliau lalu menjawab: “Saya tidak memakannya dan juga tidak mengharamkannya.”