Iman dan Nadzar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3752

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنِي أَيُّوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو قِلَابَةَ عَنْ عَمِّهِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا نَذْرَ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Manshur} berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} berkata telah menceritakan kepadaku {Ayyub} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Qilabah} dari {pamannya} dari {Imran bin Hushain} bahwa Nabi saw. bersabda: “Tidak boleh ada nadzar dalam bermaksiat kepada Allah dan dalam perkara yang tidak dimiliki anak Adam.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3753

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ ثَابِتِ بْنِ الضَّحَّاكِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَلَفَ بِمِلَّةٍ سِوَى مِلَّةِ الْإِسْلَامِ كَاذِبًا فَهُوَ كَمَا قَالَ وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ فِي الدُّنْيَا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَيْسَ عَلَى رَجُلٍ نَذْرٌ فِيمَا لَا يَمْلِكُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Manshur} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} berkata telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} berkata telah menceritakan kepadaku {Yahya} dari {Abu Qilabah} dari {Tsabit bin Adl Dlahhak} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa bersumpah dengan agama selain Islam secara dusta, maka berlaku seperti apa yang ia katakan, dan barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu di dunia maka akan diadzab dengannya pada Hari Kiamat, dan tidak ada nadzar atas seseorang dalam perkara yang tidak ia miliki.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3754

أَخْبَرَنِي يُوسُفُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا الْخَيْرِ حَدَّثَهُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَنَذَرَتْ أُخْتِي أَنْ تَمْشِيَ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ فَأَمَرَتْنِي أَنْ أَسْتَفْتِيَ لَهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَيْتُ لَهَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِتَمْشِ وَلْتَرْكَبْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yusuf bin Sa’id} berkata telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} dari {Ibnu Juraij} berkata telah menceritakan kepadaku {Sa’id bin Abu Ayyub} dari {Yazid bin Abu Habib} ia telah mengabarkan kepadanya, bahwa {Abu Al Khair} menceritakan kepadanya dari {‘Uqbah bin ‘Amir} ia berkata, “Saudara perempuanku bernadzar untuk berjalan menuju Ka’bah dan memerintahkan aku agar memintakan fatwa kepada Rasulullah saw., kemudian aku memintakan fatwa kepada Nabi saw., beliau pun bersabda: “Hendaknya ia berjalan dan berkendaraan.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3755

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ وَقَالَ عَمْرٌو إِنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ زَحْرٍ أَخْبَرَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ أَخْبَرَهُأَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أُخْتٍ لَهُ نَذَرَتْ أَنْ تَمْشِيَ حَافِيَةً غَيْرَ مُخْتَمِرَةٍ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْهَا فَلْتَخْتَمِرْ وَلْتَرْكَبْ وَلْتَصُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amru bin Ali} dan {Muhammad bin Al Mutsanna} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Yahya bin Sa’id} dari {‘Ubaidullah bin Zahr}, dan {‘Amru} berkata bahwa {‘Ubaidullah bin Zahr} telah mengabarkan kepadanya dari {Abdullah bin Malik} bahwa {‘Uqbah bin ‘Amir} telah mengabarkan kepadanya, bahwa ia bertanya kepada Nabi saw. mengenai saudara perempuannya yang bernadzar untuk berjalan kaki tanpa menggunakan khimar (kerudung). Nabi saw. lalu bersabda kepadanya: “Perintahkan kepadanya agar ia menggunakan khimar, naik kendaraan dan berpuasa tiga hari.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3756

أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ الْعَسْكَرِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ سَمِعْتُ سُلَيْمَانَ يُحَدِّثُ عَنْ مُسْلِمٍ الْبَطِينِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَرَكِبَتْ امْرَأَةٌ الْبَحْرَ فَنَذَرَتْ أَنْ تَصُومَ شَهْرًا فَمَاتَتْ قَبْلَ أَنْ تَصُومَ فَأَتَتْ أُخْتُهَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ فَأَمَرَهَا أَنْ تَصُومَ عَنْهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Bisyr bin Khalid Al ‘Askari} berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dari {Syu’bah} berkata aku mendengar {Sulaiman} menceritakan dari {Muslim Al Bathin} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, “Seorang wanita mengarungi lautan dan bernadzar untuk berpuasa satu bulan, kemudian ia meninggal sebelum berpuasa. Lalu suadara perempuannya datang kepada Nabi saw. dan menceritakan hal tersebut kepadanya. Kemudian beliau memerintahkan kepadanya agar berpuasa untuk saudara perempuannya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3757

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ وَاللَّفْظُ لَهُ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ اسْتَفْتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَذْرٍ كَانَ عَلَى أُمِّهِ تُوُفِّيَتْ قَبْلَ أَنْ تَقْضِيَهُ فَقَالَ اقْضِهِ عَنْهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ali bin Hujr} dan {Al Harits bin Miskin} dengan membacakan riwayat dan aku mendengar, lafazhnya adalah lafazh Al Harits, dari {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {‘Ubaidullah bin Abdullah} dari {Ibnu Abbas}, bahwa Sa’d bin Ubadah meminta fatwa kepada Rasulullah saw. mengenai nadzar yang menjadi kewajiban atas ibunya yang telah meninggal sebelum menunaikannya. Maka beliau bersabda: “Tunaikanlahj nadzar tersebut untuknya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3758

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَاسْتَفْتَى سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَذْرٍ كَانَ عَلَى أُمِّهِ فَتُوُفِّيَتْ قَبْلَ أَنْ تَقْضِيَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْضِهِ عَنْهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} berkata telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Ibnu Syihab} dari {‘Ubaidullah bin Abdullah} dari {Ibnu Abbas} berkata, “Sa’d bin ‘Ubadah meminta fatwa kepada Rasulullah saw. mengenai nadzar yang menjadi kewajiban atas ibunya yang telah meninggal sebelum menunaikannya. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Tunaikanlah nadzar tersebut untuknya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3759

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ آدَمَ وَهَارُونُ بْنُ إِسْحَقَ الْهَمْدَانِيُّ عَنْ عَبْدَةَ عَنْ هِشَامٍ وَهُوَ ابْنُ عُرْوَةَ عَنْ بَكْرِ بْنِ وَائِلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَجَاءَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا نَذْرٌ فَلَمْ تَقْضِهِ قَالَ اقْضِهِ عَنْهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Adam} dan {Harun bin Ishaq Al Hamdani} dari {‘Abdah} dari {Hisyam} -yaitu Ibnu ‘Urwah- dari {Bakr bin Wail} dari {Az Zuhri} dari {‘Ubaidullah bin Abdullah} dari {Ibnu Abbas} berkata, “Sa’d bin ‘Ubadah datang kepada Nabi saw. kemudian berkata, “Sesungguhnya ibuku telah meninggal dan ia memiliki kewajiban nadzar yang belum sempat ia kerjakan. Maka beliau bersabda mengenai nadzar yang menjadi kewajiban ibunya dan belum sempat dikerjakan hingga meninggal, beliau katakan: “Tunaikanlah nadzar tersebut untuknya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3760

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَأَنَّهُ كَانَ عَلَيْهِ لَيْلَةٌ نَذَرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَعْتَكِفُهَا فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ أَنْ يَعْتَكِفَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Musa} berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dari {Umar}, bahwa ia memiliki kewajiban nadzar untuk beri’tikaf satu malam pada masa jahiliyah, ketika ia bertanya kepada Rasulullah saw., maka beliau pun memerintahkan kepadanya untuk beri’tikaf.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3761

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَكَانَ عَلَى عُمَرَ نَذْرٌ فِي اعْتِكَافِ لَيْلَةٍ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَأَمَرَهُ أَنْ يَعْتَكِفَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Yazid} berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} berkata, “Pernah Umar memiliki kewajiban nadzar untuk beri’tikaf satu malam di Masjid Al Haram, kemudian ia menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw., maka beliau memerintahkan kepadanya agar beri’tikaf.”