Iman dan Nadzar
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3782
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بِشْرٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدٍ الْحَنْظَلِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَذْرَ فِي غَضَبٍ وَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ الْيَمِينِقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ مُحَمَّدُ بْنُ الزُّبَيْرِ ضَعِيفٌ لَا يَقُومُ بِمِثْلِهِ حُجَّةٌ وَقَدْ اخْتُلِفَ عَلَيْهِ فِي هَذَا الْحَدِيثِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ali bin Maimun} berkata telah menceritakan kepada kami {Ma’mar bin Sulaiman} dari {Abdullah bin Bisyr} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Muhammad Al Hanzhali} dari {ayahnya} dari {Imran bin Hushain} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh ada nadzar dalam kemarahan, dan kafarahnya adalah kafarah sumpah.” Abu ‘Abdurrahman berkata, “Muhammad bin Az Zubair adalah seorang yang lemah, haditsnya tidak bisa menjadi hujjah atas hadits lain yang semisal (kelemahannya), dan dalam hadits ini ia banyak diperselisihkan.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3783
أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ قَالَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عِمْرَانَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَذْرَ فِي غَضَبٍ وَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ الْيَمِينِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ibrahim bin Ya’qub} berkata telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Musa} berkata telah menceritakan kepada kami {Syaiban} dari {Yahya} dari {Muhammad bin Az Zubair} dari {ayahnya} dari {Imran} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh ada nadzar dalam kemarahan, dan kafarahnya adalah kafarah sumpah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3784
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ أَنْبَأَنَا حَمَّادٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عِمْرَانَ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَذْرَ فِي غَضَبٍ وَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ الْيَمِينِوَقِيلَ إِنَّ الزُّبَيْرَ لَمْ يَسْمَعْ هَذَا الْحَدِيثَ مِنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} telah memberitakan kepada kami {Hammad} dari {Muhammad} dari {ayahnya} dari {Imran} berkata, “Nabi saw. bersabda: “Tidak boleh ada nadzar dalam kemarahan, dan kafarahnya adalah kafarah sumpah.” Dan dikatakan, “Sesungguhnya Az Zubair tidak mendengar hadits ini dari Imran bin Hushain.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3785
أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ إِسْحَقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ قَالَ صَحِبْتُ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ النَّذْرُ نَذْرَانِ فَمَا كَانَ مِنْ نَذْرٍ فِي طَاعَةِ اللَّهِ فَذَلِكَ لِلَّهِ وَفِيهِ الْوَفَاءُ وَمَا كَانَ مِنْ نَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ فَذَلِكَ لِلشَّيْطَانِ وَلَا وَفَاءَ فِيهِ وَيُكَفِّرُهُ مَا يُكَفِّرُ الْيَمِينَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Wahb} berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Salamah} berkata telah menceritakan kepadaku {Ibnu Ishaq} dari {Muhammad bin Az Zubair} dari {ayahnya} dari {seorang laki-laki} penduduk Bashrah, ia berkata aku menemani {Imran bin Hushain} ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Nadzar ada dua nadzar dalam ketaatan kepada Allah, maka hal tersebut adalah untuk Allah dan harus ditunaikan, sedangkan nadzar dalam bermaksiat kepada Allah, maka hal tersebut adalah untuk setan dan tidak boleh ditunaikan, dan ia bisa dihapus oleh kafarah yang menghapus sumpah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3786
أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ قَالَ حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الزُّبَيْرِ الْحَنْظَلِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي أَنَّ رَجُلًا حَدَّثَهُأَنَّهُ سَأَلَ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ عَنْ رَجُلٍ نَذَرَ نَذْرًا لَا يَشْهَدُ الصَّلَاةَ فِي مَسْجِدِ قَوْمِهِ فَقَالَ عِمْرَانُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا نَذْرَ فِي غَضَبٍ وَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ يَمِينٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ibrahim bin Ya’qub} berkata telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Warits} dari {Muhammad bin Az Zubair Al Hanzhali} berkata telah mengabarkan kepadaku {ayahku} bahwa {seorang laki-laki} menceritakan kepadanya, bahwa ia bertanya kepada {Imran bin Hushain} mengenai seorang laki-laki yang bernadzar untuk tidak menghadiri shalat di masjid kaumnya. Maka Imran berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh ada nadzar dalam kemurkaan, dan kafarahnya adalah kafarah sumpah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3787
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَذْرَ فِي مَعْصِيَةٍ وَلَا غَضَبٍ وَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ يَمِينٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Harb} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Daud} berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Muhammad bin Az Zubair} dari {Al Hasan} dari {Imran bin Hushain} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh ada nadzar dalam kemaksiatan dan kemarahan, dan kafarahnya adalah kafarah sumpah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3788
أَخْبَرَنَا هِلَالُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سُلَيْمٍ وَهُوَ عُبَيْدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّهْشَلِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَذْرَ فِي الْمَعْصِيَةِ وَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ الْيَمِينِخَالَفَهُ مَنْصُورُ بْنُ زَاذَانَ فِي لَفْظِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Hilal bin Al ‘Ala} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Sulaim} -yaitu ‘Ubaid bin Yahya- berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr An Nahsyali} dari {Muhammad bin Az Zubair} dari {Al Hasan} dari {Imran bin Hushain} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh ada nadzar dalam kemaksiatan, dan kafarahnya adalah kafarah sumpah.” Dan Manshur bin Zadzan menyelisihi hadits tersebut dalam lafazhnya.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3789
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَنْبَأَنَا مَنْصُورٌ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَذْرَ لِابْنِ آدَمَ فِيمَا لَا يَمْلِكُ وَلَا فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّخَالَفَهُ عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ فَرَوَاهُ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim} berkata telah memberitakan kepada kami {Husyaim} berkata telah memberitakan kepada kami {Manshur} dari {Al Hasan} dari {Imran bin Hushain} berkata, “Nabi saw. bersabda: “Tidak boleh ada nadzar bagi anak Adam dalam perkara yang tidak ia dimiliki atau dalam bermaksiat kepada Allah ‘azza wajalla.” Hadits tersebut diselisihi oleh Ali bin Zaid, ia meriwayatkannya dari Al Hasan, dari ‘Abdurrahman bin Samurah.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3790
أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ تَمِيمٍ قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدِ بْنِ جَدْعَانَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا نَذْرَ فِي مَعْصِيَةٍ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ ضَعِيفٌ وَهَذَا الْحَدِيثُ خَطَأٌ وَالصَّوَابُ عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ali bin Muhammad bin Ali} berkata telah menceritakan kepada kami {Khalaf bin Tamim} berkata telah menceritakan kepada kami {Za`idah} berkata telah menceritakan kepada kami {Ali bin Zaid bin Jad’an} dari {Al Hasan} dari {‘Abdurrahman bin Samurah} dari Nabi saw. bersabda: “Tidak boleh ada nadzar dalam kemaksiatan atau dalam perkara yang tidak dimiliki oleh anak Adam.” Abu Abdurrahman berkata, “Ali bin Zaid adalah seorang yang lemah dan hadits ini salah, yang benar adalah Imran bin Hushain. Dan hadits ini juga telah diriwayatkan dari Imran bin Hushain dari jalur yang lain.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3791
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنِي أَيُّوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو قِلَابَةَ عَنْ عَمِّهِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَذْرَ فِي مَعْصِيَةٍ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Manshur} berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} berkata telah menceritakan kepadaku {Ayyub} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Qilabah} dari {pamannya} dari {Imran bin Hushain} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh ada nadzar dalam kemaksiatan atau dalam perkara yang tidak dimiliki oleh anak Adam.”