Kesucian Darah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3981

أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ جَرِيرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَبَقَ الْعَبْدُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى مَوَالِيهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Mahmud bin Ghailan}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Daud}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Syu’bah} dari {Manshur} dari {Asy Sya’bi} dari {Jarir}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: ” Jika seorang budak kabur maka tidak akan diterima sholatnya hingga ia kembali kepada majikannya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3982

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ عَنْ جَرِيرٍ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ الشَّعْبِيِّ قَالَكَانَ جَرِيرٌ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَبَقَ الْعَبْدُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ وَإِنْ مَاتَ مَاتَ كَافِرًاوَأَبَقَ غُلَامٌ لِجَرِيرٍ فَأَخَذَهُ فَضَرَبَ عُنُقَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Qudamah} dari {Jarir} dari {Mughirah} dari {Asy Sya’bi}, ia berkata {Jarir} pernah menceritakan dari Nabi saw.: ” Jika seorang budak kabur maka tidak akan diterima sholatnya, apabila ia mati maka ia mati dalam keadaan kafir.” Budak kecil Jarir kabur kemudian ia menangkapnya kemudian memenggal lehernya.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3983

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَإِذَا أَبَقَ الْعَبْدُ إِلَى أَرْضِ الشِّرْكِ فَلَا ذِمَّةَ لَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Sulaiman}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Musa}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Israil} dari {Mughirah} dari {Asy Sya’bi} dari {Jarir bin Abdullah}, ia berkata apabila seorang budak kabur menuju negeri syirik maka ia tidak memiliki perlindungan.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3984

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ جَرِيرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَبَقَ الْعَبْدُ إِلَى أَرْضِ الشِّرْكِ فَقَدْ حَلَّ دَمُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Humaid bin Abdurrahman} dari {ayahnya} dari {Abu Ishaq} dari {Asy Sya’bi} dari {Jarir}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Apabila seorang budak kabur menuju negeri syirik maka telah halal darahnya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3985

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا قَاسِمٌ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ جَرِيرٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَبَقَ الْعَبْدُ إِلَى أَرْضِ الشِّرْكِ فَقَدْ حَلَّ دَمُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Harb}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Qasim}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Israil} dari {Abu Ishaq} dari {Jarir} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Apabila seorang budak kabur menuju negeri syirik maka telah halal darahnya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3986

أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ جَرِيرٍ قَالَأَيُّمَا عَبْدٍ أَبَقَ إِلَى أَرْضِ الشِّرْكِ فَقَدْ حَلَّ دَمُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ar Rabi’ bin Sulaiman}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Abdurrahman} dari {Israil} dari {Abu Ishaq} dari {Asy Sya’bi} dari {Jarir}, ia berkata siapapun budak yang kabur menuju negeri syirik maka telah halal darahnya.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3987

أَخْبَرَنِي صَفْوَانُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ جَرِيرٍ قَالَأَيُّمَا عَبْدٍ أَبَقَ إِلَى أَرْضِ الشِّرْكِ فَقَدْ حَلَّ دَمُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Shafwan bin ‘Amr}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Khalid}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Israil} dari {Abu Ishaq} dari {Asy Sya’bi} dari {Jarir}, ia berkata siapapun budak yang kabur menuju negeri syirik maka telah halal darahnya.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3988

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَامِرٍ عَنْ جَرِيرٍ قَالَأَيُّمَا عَبْدٍ أَبَقَ مِنْ مَوَالِيهِ وَلَحِقَ بِالْعَدُوِّ فَقَدْ أَحَلَّ بِنَفْسِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ali bin Hujr}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Abu Ishaq} dari {‘Amir} dari {Jarir}, ia berkata siapapun budak yang kabur dari tuannya dan bertemu dengan musuh maka sungguh ia telah menghalalkan dengan sendirinya.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3989

أَخْبَرَنَا أَبُو الْأَزْهَرِ أَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ النَّيْسَابُورِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ سُلَيْمَانَ الرَّازِيُّ قَالَ أَنْبَأَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ مَطَرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُثْمَانَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ رَجُلٌ زَنَى بَعْدَ إِحْصَانِهِ فَعَلَيْهِ الرَّجْمُ أَوْ قَتَلَ عَمْدًا فَعَلَيْهِ الْقَوَدُ أَوْ ارْتَدَّ بَعْدَ إِسْلَامِهِ فَعَلَيْهِ الْقَتْلُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Azhar Ahmad bin Al Azhar An Naisaburi}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Sulaiman Ar Razi}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Al Mughirah bin Muslim} dari {Mathar Al Warraq} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} bahwa {Utsman} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal darah seorang muslim kecuali dengan salah satu dari tiga perkara, yaitu seseorang yang berzina setelah menikah, maka ia dirajam, atau membunuh dengan sengaja maka ia akan dibalas, atau murtad setelah masuk Islam maka ia dibunuh.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3990

أَخْبَرَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ إِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا بِثَلَاثٍ أَنْ يَزْنِيَ بَعْدَ مَا أُحْصِنَ أَوْ يَقْتُلَ إِنْسَانًا فَيُقْتَلَ أَوْ يَكْفُرَ بَعْدَ إِسْلَامِهِ فَيُقْتَلَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muammal bin Ihab}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abdur Razzaq}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Juraij} dari {Abu An Nadhr} dari {Busr bin Sa’id} dari {Utsman bin ‘Affan}, ia berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal darah seorang muslim kecuali dengan tiga perkara, yaitu berzina setelah menikah, atau membunuh orang maka ia dibunuh atau kafir setelah masuk Islam maka ia dibunuh.”