Jihad dan Penjelajahan
Sahih Bukhari | Hadits No. : 2634
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَأْتِينِي بِخَبَرِ الْقَوْمِ يَوْمَ الْأَحْزَابِ قَالَ الزُّبَيْرُ أَنَا ثُمَّ قَالَ مَنْ يَأْتِينِي بِخَبَرِ الْقَوْمِ قَالَ الزُّبَيْرُ أَنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوَارِيًّا وَحَوَارِيَّ الزُّبَيْرُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Nu’aim} telah bercerita kepada kami {Sufyan} dari {Muhammad bin Al Munkadir} dari {Jabir ra.} berkata, Nabi saw. bersabda: “Siapakah yang sanggup membawa informasi tentang keadaan kaum (musuh) perang Al Ahzab kepadaku?” Az Zubair berkata: “Aku”. Kemudian Beliau berkata lagi: “Siapakah yang sanggup membawa informasi tentang musuh kepadaku?” Az Zubair berkata lagi: “Aku”. Maka Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya setiap Nabi memiliki Hawariy (pembela yang setia), dan hawariyku adalah Az Zubair”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 2635
حَدَّثَنَا صَدَقَةُ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُنْكَدِرِ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَنَدَبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ قَالَ صَدَقَةُ أَظُنُّهُ يَوْمَ الْخَنْدَقِ فَانْتَدَبَ الزُّبَيْرُ ثُمَّ نَدَبَ النَّاسَ فَانْتَدَبَ الزُّبَيْرُ ثُمَّ نَدَبَ النَّاسَ فَانْتَدَبَ الزُّبَيْرُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوَارِيًّا وَإِنَّ حَوَارِيَّ الزُّبَيْرُ بْنُ الْعَوَّامِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Shadaqah} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu ‘Uyainah} telah bercerita kepada kami {Ibnu Al Munkadir} bahwa dia mendengar {Jabir bin ‘Abdullah ra.ma} berkata: Nabi saw. menawarkan kepada orang-orang (untuk mencari info tentang musuh). Shadaqah berkata: “Aku kira kejadiannya saat perang Al Ahzab”. Maka Az Zubair menyanggupinya. Kemudian Beliau kembali menawarkan kepada orang-orang dan kembali Az Zubair yang menyanggupinya. Kemudian Beliau kembali menawarkan kepada orang-orang dan lagi-lagi hanya Az Zubair yang menanggupinya. Maka kemudian Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya setiap Nabi memiliki Hawariy (pembela yang setia), dan hawariyku adalah Az Zubair bin Al ‘Awwam”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 2636
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا أَبُو شِهَابٍ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ قَالَانْصَرَفْتُ مِنْ عِنْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَنَا أَنَا وَصَاحِبٍ لِي أَذِّنَا وَأَقِيمَا وَلْيَؤُمَّكُمَا أَكْبَرُكُمَا
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Ahmad bin Yunus} telah bercerita kepada kami {Abu Syihab} dari {Khalid Al Hadzdza’} dari {Abu Qilabah} dari {Malik bin Al Huwairits} berkata Aku berpamitan pulang kepada Nabi saw. lalu Beliau bersabda kepada kami, aku dan sahabatku: “Adzanlah lalu qomat dan hendaklah yang menjadi imam siapa yang paling tua usianya diantara kalian berdua”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 2637
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْخَيْلُ فِي نَوَاصِيهَا الْخَيْرُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Abdullah bin Maslamah} telah bercerita kepada kami {Malik} dari {Nafi’} dari {‘Abdullah bin ‘Umar ra.ma} berkata Nabi saw. bersabda: “Seekor kuda (yang digunakan untuk fii sabilillah), pada ubun-ubunnya akan terus ada (mendatangkan) kebaikan hingga hari qiyamat”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 2638
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حُصَيْنٍ وَابْنِ أَبِي السَّفَرِ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْجَعْدِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْخَيْلُ مَعْقُودٌ فِي نَوَاصِيهَا الْخَيْرُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِقَالَ سُلَيْمَانُ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ تَابَعَهُ مُسَدَّدٌ عَنْ هُشَيْمٍ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Hafsh bin ‘Umar} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {Hushain} dan {Ibnu Abi As-Safar} dari {Asy-Sya’biy} dari {‘Urwah bin Al Ja’di} dari Nabi saw. bersabda: “Seekor kuda (yang digunakan untuk fii sabilillah) terikat pada ubun-ubunnya kebaikan hingga hari qiyamat”. {Sulaiman} berkata dari {Syu’bah} dari {‘Urwah bin Abi Al Ja’di}. Hadits ini ditelusuri pula oleh {Musaddad} dari {Husyaim} dari {Hushain} dari {Asy-Sya’biy} dari {‘Urwah bin Al Ja’di}.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 2639
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَرَكَةُ فِي نَوَاصِي الْخَيْلِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Musaddad} telah bercerita kepada kami {Yahya} dari {Syu’bah} dari {Abu At-Tayah} dari {Anas bin Malik ra.} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Keberkahan selalu ada pada ubun-ubun kuda (yang digunakan untuk fii sabilillah) “.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 2640
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ عَامِرٍ حَدَّثَنَا عُرْوَةُ الْبَارِقِيُّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْخَيْلُ مَعْقُودٌ فِي نَوَاصِيهَا الْخَيْرُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ الْأَجْرُ وَالْمَغْنَمُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Nu’aim} telah bercerita kepada kami {Zakariya’} dari {‘Amir} telah bercerita kepada kami {‘Urwah Al Bariqiy} bahwa Nabi saw. bersabda: “Seekor kuda (yang digunakan untuk fii sabilillah) terikat pada ubun-ubunnya kebaikan hingga hari qiyamat, berupa kebaikan pahala dan ghonimah (harta rampasan perang) “.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 2641
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا طَلْحَةُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدًا الْمَقْبُرِيَّ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ احْتَبَسَ فَرَسًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِيمَانًا بِاللَّهِ وَتَصْدِيقًا بِوَعْدِهِ فَإِنَّ شِبَعَهُ وَرِيَّهُ وَرَوْثَهُ وَبَوْلَهُ فِي مِيزَانِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Ali bin Hafsh} telah bercerita kepada kami {Ibnu Al Mubarak} telah mengabarkan kepada kami {Thalhah bin Abi Sa’id} berkata aku mendengar {Sa’id Al Maqburiy} bercerita bahwa dia mendengar {Abu Hurairah ra.} berkata Nabi saw. bersabda: “Barang siapa yang memelihara seekor kuda untuk fii sabilillah karena iman kepada Allah dan membenarkan janji-Nya maka sesungguhnya setiap makanan kuda itu, minumannya, kotorannya dan kencingnya akan menjadi timbangan (kebaikan) baginya pada hari qiyamat”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 2642
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّهُ خَرَجَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَخَلَّفَ أَبُو قَتَادَةَ مَعَ بَعْضِ أَصْحَابِهِ وَهُمْ مُحْرِمُونَ وَهُوَ غَيْرُ مُحْرِمٍ فَرَأَوْا حِمَارًا وَحْشِيًّا قَبْلَ أَنْ يَرَاهُ فَلَمَّا رَأَوْهُ تَرَكُوهُ حَتَّى رَآهُ أَبُو قَتَادَةَ فَرَكِبَ فَرَسًا لَهُ يُقَالُ لَهُ الْجَرَادَةُ فَسَأَلَهُمْ أَنْ يُنَاوِلُوهُ سَوْطَهُ فَأَبَوْا فَتَنَاوَلَهُ فَحَمَلَ فَعَقَرَهُ ثُمَّ أَكَلَ فَأَكَلُوا فَنَدِمُوا فَلَمَّا أَدْرَكُوهُ قَالَ هَلْ مَعَكُمْ مِنْهُ شَيْءٌ قَالَ مَعَنَا رِجْلُهُ فَأَخَذَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلَهَا
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Abu Bakar} telah bercerita kepada kami {Fudhail bin Sulaiman} dari {Abu Hazim} dari {‘Abdullah bin Abu Qatadah} dari {bapaknya} bahwa dia pernah keluar bepergian bersama Nabi saw. lalu Abu Qatadah tertinggal bersama dengan sebagian sahabat yang sudah berihram sedangkan dia tidak berihram. Lalu mereka melihat seekor keledai liar sebelum dia melihatnya. Ketika mereka melihat keledai tersebut maka mereka meninggalkan Abu Qatadah hingga ketika dia melihatnya dia segera saja menunggang kuda miliknya yang dinamakan al-Jaradah. Lalu dia meminta agar mereka melemparkan tombaknya kepadanya namun mereka tidak mau. Akhirnya dia sendiri mengambil tombaknya lalu dibawanya hingga dia dapat menyembelih (dengan cara menikam) keledai tersebut. Kemudian dia memakannya dan mereka pun ikut memakannya namun kemudian mereka menyesal. Setelah mereka bertemu dengan Beliau saw., Beliau bertanya: “Apakah kalian masih punya sisa darinya”. Dia berkata: “Masih ada pada kami kakinya”. Maka Nabi saw. mengambil lalu memakannya.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 2643
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا مَعْنُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا أُبَيُّ بْنُ عَبَّاسِ بْنِ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَكَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَائِطِنَا فَرَسٌ يُقَالُ لَهُ اللُّحَيْفُقَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ وَقَالَ بَعْضُهُمُ اللُّخَيْفُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Ali bin ‘Abdullah bin Ja’far} telah bercerita kepada kami {Ma’an bin ‘Isa} telah bercerita kepada kami {Ubay bin ‘Abbas bin Sahal} dari {bapaknya} dari {kakeknya} berkata: “Dahulu Nabi saw. memiliki kuda yang berada di kebun kami yang diberi nama Al Luhaif”. Berkata Abu ‘Abdullah Al Bukhariy: Dan sebagian mereka menamakannya Al Lukhoif”.