Adab

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Muslim | Hadits No. : 3984

و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الرُّكَيْنِ بْنِ الرَّبِيعِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُسَمِّ غُلَامَكَ رَبَاحًا وَلَا يَسَارًا وَلَا أَفْلَحَ وَلَا نَافِعًا
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Ar Rukain bin Ar Rabi’} dari {Bapaknya} dari {Samurah bin Jundab} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kamu memberi nama anakmu dengan ‘Rabah’ (beruntung), ‘Yasar’ (Mudah), Aplah (paling beruntung), dan Nafi’ (bermanfaat).

Sahih Muslim | Hadits No. : 3985

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ رَبِيعِ بْنِ عُمَيْلَةَ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ وَلَا تُسَمِّيَنَّ غُلَامَكَ يَسَارًا وَلَا رَبَاحًا وَلَا نَجِيحًا وَلَا أَفْلَحَ فَإِنَّكَ تَقُولُ أَثَمَّ هُوَ فَلَا يَكُونُ فَيَقُولُ لَا إِنَّمَا هُنَّ أَرْبَعٌ فَلَا تَزِيدُنَّ عَلَيَّو حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنِي جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنِي أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَهُوَ ابْنُ الْقَاسِمِ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ كُلُّهُمْ عَنْ مَنْصُورٍ بِإِسْنَادِ زُهَيْرٍ فَأَمَّا حَدِيثُ جَرِيرٍ وَرَوْحٍ فَكَمِثْلِ حَدِيثِ زُهَيْرٍ بِقِصَّتِهِ وَأَمَّا حَدِيثُ شُعْبَةَ فَلَيْسَ فِيهِ إِلَّا ذِكْرُ تَسْمِيَةِ الْغُلَامِ وَلَمْ يَذْكُرْ الْكَلَامَ الْأَرْبَعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin ‘Abdullah bin Yunus} Telah menceritakan kepada kami {Zuhair} Telah menceritakan kepada kami {Manshur} dari {Hilal bin Yasaf} dari {Rabi’ bin ‘Umailah} dari {Samurah bin Jundab} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Ada empat ucapan yang paling di sukai Allah Subhanahu Wa Ta’ala 1) Subhanallah, 2) Al Hamdulillah, 3) Laa ilaaha illallah, 3) Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai. Selain itu, janganlah kamu memberi nama anakmu dengan nama Yasar, Rabah, Najih, atau Aflah. Karena, jika kamu bertanya ‘Apakah memang demikian (keadaanmu sesuai dengan namamu) dan ternyata tidak seperti itu, maka ia akan menjawab ‘Tidak.’ Hanya empat itulah kalimat yang saya dengar maka janganlah sekali-kali kamu menambahkannya atas namaku.’ Dan telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} Telah mengabarkan kepadaku {Jarir} Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lain Dan telah menceritakan kepada kami {Umayyah bin Bistham} Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} Telah menceritakan kepada kami {Rauh} yaitu Ibnu Al Qasim Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lain Dan telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} dan {Ibnu Basysyar} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} seluruhnya dari {Manshur} dari jalur Zuhair. Adapun Hadits Jarir dan Rauh isinya sebagaimana Hadits Zuhair. Sedangkan Hadits Syu’bah isinya hanya menyebutkan empat nama yang dilarang, tanpa menyebutkan empat kalimat yang disukai Allah.

Sahih Muslim | Hadits No. : 3986

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَلَفٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُاأَرَادَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَنْهَى عَنْ أَنْ يُسَمَّى بِيَعْلَى وَبِبَرَكَةَ وَبِأَفْلَحَ وَبِيَسَارٍ وَبِنَافِعٍ وَبِنَحْوِ ذَلِكَ ثُمَّ رَأَيْتُهُ سَكَتَ بَعْدُ عَنْهَا فَلَمْ يَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَنْهَ عَنْ ذَلِكَثُمَّ أَرَادَ عُمَرُ أَنْ يَنْهَى عَنْ ذَلِكَ ثُمَّ تَرَكَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ahmad bin Abu Khalaf} Telah menceritakan kepada kami {Rauh} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} Telah mengabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} bahwa dia mendengar {Jabir bin ‘Abdullah} berkata Nabi saw. ingin melarang menamai seseorang dengan nama Ya’la, Barakah, Aflah, Yasar, dan Nafi serta nama lain yang serupa dengan itu. Namun setelah itu aku melihat beliau berdiam, tanpa mengatakan sesuatupun. Hingga kemudian Rasulullah wafat dan beliau masih belum melarang menggunakan nama-nama tersebut. Begitu pula Umar ingin melarang menggunakan nama-nama tersebut, namun dia tidak jadi melarangnya.

Sahih Muslim | Hadits No. : 3987

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالُوا حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيَّرَ اسْمَ عَاصِيَةَ وَقَالَ أَنْتِ جَمِيلَةُقَالَ أَحْمَدُ مَكَانَ أَخْبَرَنِي عَنْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hanbal} dan {Zuhair bin Harb}, {Muhammad bin Al Mutsanna}, {‘Ubaidullah bin Sa’id} dan {Muhammad bin Basysyar} mereka berkata Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {‘Ubaidullah} Telah mengabarkan kepadaku {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar} bahwa Rasulullah saw. mengganti nama ‘Ashiyah seraya berkata “Nama kamu adalah Jamilah.” Ahmad berkata dengan lafazh ‘dari’ Nafi’, bukan ‘Telah mengabarkan kepadaku.’

Sahih Muslim | Hadits No. : 3988

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ ابْنَةً لِعُمَرَ كَانَتْ يُقَالُ لَهَا عَاصِيَةُ فَسَمَّاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمِيلَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Musa} Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {‘Ubaidullah} dari {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar} bahwa “Dulu anak perempuan ‘Umar bernama ‘Ashiyah (Durhaka). Maka kemudian diganti oleh Rasulullah saw. dengan nama ‘Jamilah’ (Cantik).”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3989

حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ وَاللَّفْظُ لِعَمْرٍو قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَوْلَى آلِ طَلْحَةَ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَكَانَتْ جُوَيْرِيَةُ اسْمُهَا بَرَّةُ فَحَوَّلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَهَا جُوَيْرِيَةَوَكَانَ يَكْرَهُ أَنْ يُقَالَ خَرَجَ مِنْ عِنْدَ بَرَّةَ وَفِي حَدِيثِ ابْنِ أَبِي عُمَرَ عَنْ كُرَيْبٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Amru An Naqid} dan {Ibnu Abu ‘Umar} Dan lafazh ini milik ‘Amru keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Muhammad bin ‘Abdur Rahman} budak keluarga Thalhah dari {Kuraib} dari {Ibnu ‘Abbas} dia berkata “Juwairiyah mula-mula bernama ‘Barrah’ (si Baik atau si Suci). Kemudian diganti oleh Rasulullah saw. dengan ‘Juwairiyah’, karena beliau tidak suka (apabila beliau keluar dari rumah Juwairiyah) dikatakan keluar dari Barrah (keluar dari kebaikan atau keluar dari kesucian).” Sedangkan di dalam Hadits Ibnu Abu Umar dari Kuraib dia berkata Aku mendengar Ibnu Abbas.

Sahih Muslim | Hadits No. : 3990

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالُوا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي مَيْمُونَةَ سَمِعْتُ أَبَا رَافِعٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ح و حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي مَيْمُونَةَ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ زَيْنَبَ كَانَ اسْمُهَا بَرَّةَ فَقِيلَ تُزَكِّي نَفْسَهَا فَسَمَّاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَيْنَبَ وَلَفْظُ الْحَدِيثِ لِهَؤُلَاءِ دُونَ ابْنِ بَشَّارٍو قَالَ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {Muhammad bin Al Mutsanna} serta {Muhammad bin Basysyar} mereka berkata Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Atha bin Abu Maimunah}, Aku mendengar {Abu Rafi’} berkata dari {Abu Hurairah}. Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lain, Dan telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Mu’adz} Telah menceritakan kepada kami {Bapakku} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Atha bin Abu Maimunah} dari {Abu Rafi’} dari {Abu Hurairah} bahwa dulu Zainab bernama ‘Barrah’, lalu di katakan kepadanya ‘Apakah kamu mau menganggap dirimu telah suci? ‘ maka kemudian Nabi saw. menggantinya dengan nama Zainab. Lafazh Hadits mereka ini tidak menyebutkan Ibnu Basyar, dan Ibnu Abu Syaibah berkata Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far dari Syubah.

Sahih Muslim | Hadits No. : 3991

حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَا حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ حَدَّثَتْنِي زَيْنَبُ بِنْتُ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْكَانَ اسْمِي بَرَّةَ فَسَمَّانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَيْنَبَ قَالَتْ وَدَخَلَتْ عَلَيْهِ زَيْنَبُ بِنْتُ جَحْشٍ وَاسْمُهَا بَرَّةُ فَسَمَّاهَا زَيْنَبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Ishaq bin Ibrahim} Telah mengabarkan kepada kami {‘Isa bin Yunus} Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lain Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib} Telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} ia berkata Telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Katsir} Telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin ‘Amru bin ‘Atha} Telah menceritakan kepadaku {Zainab binti Ummu Salamah} dia berkata “Dahulu namaku adalah ‘Barrah’, lalu Rasulullah saw. menggantiku dengan nama ‘Zainab’. Dia juga berkata ‘Suatu hari Zainab binti Jahsy -yang waktu itu namanya adalah ‘Barrah’-, menemui Rasulullah saw., lalu beliau menggantinya dengan nama Zainab pula.

Sahih Muslim | Hadits No. : 3992

حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ قَالَسَمَّيْتُ ابْنَتِي بَرَّةَ فَقَالَتْ لِي زَيْنَبُ بِنْتُ أَبِي سَلَمَةَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ هَذَا الِاسْمِ وَسُمِّيتُ بَرَّةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ اللَّهُ أَعْلَمُ بِأَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُمْ فَقَالُوا بِمَ نُسَمِّيهَا قَالَ سَمُّوهَا زَيْنَبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Amru An Naqid} Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} Telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Muhammad bin ‘Amru bin ‘Atha} dia berkata “Aku menamai anak perempuanku ‘Barrah’. Maka {Zainab binti Abu Salamah} berkata kepadaku ‘Rasulullah saw. telah melarang memberi nama anak dengan nama ini. Dahulu namaku pun Barrah, lalu Rasulullah saw. bersabda: ‘Janganlah kamu menganggap dirimu telah suci, Allah Ta’ala-lah yang lebih tahu siapa saja sesungguhnya orang yang baik atau suci di antara kamu.’ Para sahabat bertanya ‘Lalu nama apakah yang harus kami berikan kepadanya? ‘ beliau menjawab: ‘Namai dia Zainab.’

Sahih Muslim | Hadits No. : 3993

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَمْرٍو الْأَشْعَثِيُّ وَأَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَاللَّفْظُ لِأَحْمَدَ قَالَ الْأَشْعَثِيُّ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَخْنَعَ اسْمٍ عِنْدَ اللَّهِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الْأَمْلَاكِ زَادَ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ فِي رِوَايَتِهِ لَا مَالِكَ إِلَّا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّقَالَ الْأَشْعَثِيُّ قَالَ سُفْيَانُ مِثْلُ شَاهَانْ شَاهْ و قَالَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ سَأَلْتُ أَبَا عَمْرٍو عَنْ أَخْنَعَ فَقَالَ أَوْضَعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin ‘Amru Al Asy’atsi} dan {Ahmad bin Hanbal} serta {Abu Bakr bin Abu Syaibah} Dan lafazh ini milik Ahmad. {Al Asy’atsi} berkata Telah mengabarkan kepada kami. Sedangkan yang lainnya berkata Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Abu Az Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Sesungguhnya nama yang terburuk di sisi Allah Ta’ala ialah nama “Malikul Amlak” (Maha Raja Diraja) Ibnu Abu Syaibah menambahkan dalam riwayatnya Tidak ada Raja selain Allah Azza wa Jalla. Al Asy’atsi berkata Sufyan berkata seperti ‘Syahan Syah’ (Raja Diraja, persia). Dan Ahmad bin Hanbal berkata Aku bertanya kepada Abu Amru mengenai arti ‘Akhna’ dia menjawab Artinya adalah ‘Audha’ (paling buruk, paling rendahan, paling jorok).