Adab
Sahih Muslim | Hadits No. : 4014
و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ الْأَنْصَارِيَّ أَخْبَرَهُأَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ مِنْ جُحْرٍ فِي بَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِدْرًى يُرَجِّلُ بِهِ رَأْسَهُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَعْلَمُ أَنَّكَ تَنْظُرُ طَعَنْتُ بِهِ فِي عَيْنِكَ إِنَّمَا جَعَلَ اللَّهُ الْإِذْنَ مِنْ أَجْلِ الْبَصَرِو حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ كِلَاهُمَا عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ حَدِيثِ اللَّيْثِ وَيُونُسَ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Harmalah bin Yahya} Telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} Telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} bahwa {Sahl bin Sa’d Al Anshari} Telah mengabarkan kepadanya bahwa seorang laki-laki mengintip ke rumah Rasulullah saw. melalui lubang pintu. Ketika itu Rasulullah saw. sedang menyisir rambut dengan sebuah sisir besi. Maka Beliau berkata: “Kalau aku tahu engkau mengintip, aku tusuk matamu. Sesunggunyah Allah mensyari’atkan Izin (memberi salam) demi menjaga pandangan.” Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaib ah}, {‘Amru An Naqid}, {Zuhair bin Harb} dan {Ibnu Abu ‘Umar} mereka berkata Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil Al Jahdari} Telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Wahid bin Ziyad} Telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} keduanya dari {Az Zuhair} dari {Sahl bin Sa’d} dari Nabi saw. yang serupa dengan Hadits Al Laits dan Yunus.
Sahih Muslim | Hadits No. : 4015
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُو كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ حُسَيْنٍ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى وَأَبِي كَامِلٍ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍأَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ مِنْ بَعْضِ حُجَرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ إِلَيْهِ بِمِشْقَصٍ أَوْ مَشَاقِصَ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْتِلُهُ لِيَطْعُنَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya}, {Abu Kamil Fudhail bin Husain} dan {Qutaibah bin Sa’id} lafazh ini miliknya {Yahya} dan {Abu Kamil} berkata {Yahya} Telah mengabarkan kepada kami. dan yang lainnya berkata Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {‘Ubaidillah bin Abu Bakr} dari {Anas bin Malik} bahwa seorang laki-laki mengintip ke dalam rumah Nabi saw. dari salah satu kamar beliau. Maka Rasulullah saw. berdiri menghampirinya sambil membawa busur panah yang tajam atau beberapa busur panah. Seakan-akan aku melihat Rasulullah saw. melakukan tipu daya hendak menusuknya.
Sahih Muslim | Hadits No. : 4016
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اطَّلَعَ فِي بَيْتِ قَوْمٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِمْ فَقَدْ حَلَّ لَهُمْ أَنْ يَفْقَئُوا عَيْنَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Zuhair bin Harb} Telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Suhail} dari {Bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Barang siapa menengok ke dalam rumah seseorang tanpa izin pemiliknya, maka sungguh mereka boleh mencongkel mata orang itu.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 4017
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ إِذْنٍ فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu ‘Umar} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Az Ziyad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. telah bersabda: “Seandainya seseorang mengintip ke dalam rumahmu tanpa izin, maka tidak berdosa bagaimu sekiranya kamu melempar dia dengan kerikil dan mencongkel matanya.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 4018
حَدَّثَنِي قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ كِلَاهُمَا عَنْ يُونُسَ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ عَمْرِو بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِي أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِيو حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى وَقَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ كِلَاهُمَا عَنْ يُونُسَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Qutaibah bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ulayyah} keduanya dari {Yunus} Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepadaku {Zuhair bin Harb} Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} Telah mengabarkan kepada kami {Yunus} dari {Amru bin Sa’id} dari {Abu Zur’ah} dari {Jarir bin Abdullah} dia berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai penglihatan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan penglihatanku.” Dan Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} Telah mengabarkan kepada kami {Abdul A’la}. {Ishaq} berkata Telah mengabarkan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan}, keduanya dari {Yunus} melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa.
Sahih Muslim | Hadits No. : 3974
حَدَّثَنِي أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَ أَبُو كُرَيْبٍ أَخْبَرَنَا و قَالَ ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا وَاللَّفْظُ لَهُ قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِيَانِ الْفَزَارِيَّ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَنَادَى رَجُلٌ رَجُلًا بِالْبَقِيعِ يَا أَبَا الْقَاسِمِ فَالْتَفَتَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَمْ أَعْنِكَ إِنَّمَا دَعَوْتُ فُلَانًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلَا تَكَنَّوْا بِكُنْيَتِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Abu Kuraib Muhammad bin Al A’llaa’} dan {Ibnu Abu ‘Umar} {Abu Kuraib} berkata Telah mengabarkan kepada kami, dan berkata {Ibnu Abu ‘Umar} Telah menceritakan kepada kami dan lafazh ini miliknya ia berkata Telah menceritakan kepada kami {Marwan} yaitu Al Fazari dari {Humaid} dari {Anas} dia berkata “Ada seseorang memanggil-manggil (orang lain) di Baqi’, katanya ‘Ya Abal Qasim! ‘ Lalu Rasulullah saw. menoleh kepadanya. Kata orang itu ‘Ya Rasulullah! Bukan Anda yang ku maksud. Sesungguhnya aku memanggil si Fulan.’ Maka Rasulullah saw. bersabda: ‘Silahkan kalian memberi nama dengan namaku, tetapi jangan kalian memberi gelar dengan gelaranku! ‘
Sahih Muslim | Hadits No. : 3975
حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ زِيَادٍ وَهُوَ الْمُلَقَّبُ بِسَبَلَانَ أَخْبَرَنَا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ وَأَخِيهِ عَبْدِ اللَّهِ سَمِعَهُ مِنْهُمَا سَنَةَ أَرْبَعٍ وَأَرْبَعِينَ وَمِائَةٍ يُحَدِّثَانِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Ibrahim bin Ziyad} dan dia di juluki dengan nama Sabalan, Telah mengabarkan kepada kami {‘Abbad bin ‘Abbad} dari {‘Ubaidullah bin ‘Umar} dan saudara laki-lakinya {‘Abdullah} yang dia dengar dari keduanya sejak tahun 144H, keduanya menceritakan dari {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya nama-nama yang paling disukai Allah Ta’ala ialah nama-nama seperti: ‘Abdullah, ‘Abdurrahman.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 3976
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ عُثْمَانُ حَدَّثَنَا و قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَوُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلَامٌ فَسَمَّاهُ مُحَمَّدًا فَقَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا نَدَعُكَ تُسَمِّي بِاسْمِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ بِابْنِهِ حَامِلَهُ عَلَى ظَهْرِهِ فَأَتَى بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وُلِدَ لِي غُلَامٌ فَسَمَّيْتُهُ مُحَمَّدًا فَقَالَ لِي قَوْمِي لَا نَدَعُكَ تُسَمِّي بِاسْمِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلَا تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي فَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ أَقْسِمُ بَيْنَكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Utsman bin Abu Syaibah} dan {Ishaq bin Ibrahim}, {‘Utsman} berkata ‘Telah menceritakan kepada kami.’ Dan {Ishaq} bekata ‘Telah mengabarkan kepada kami’ {Jarir} dari {Manshur} dari {Salim bin Abu Al Ja’di} dari {Jabir bin Abdullah} dia berkata “(Isteri) seseorang di antara kami melahirkan anak laki-laki, lalu diberi nama ‘Muhammad’.” Maka famili orang itu berkata ‘Kami tidak membolehkan Anda menamai anakmu dengan nama Rasulullah saw.’ Maka dia menemui Nabi saw. sambil menggendong anaknya seraya berkata: ‘Ya Rasulullah! Anakku lahir seorang laki-laki, lalu kuberi nama ‘Muhammad’. Familiku mengatakan tidak boleh memberi nama dengan nama Rasulullah saw. Bagaimana itu? ‘ Rasulullah saw. bersabda: ‘Namailah dengan namaku, tetapi jangan menggelari dengan gelarku. Aku bergelar ‘Qasim’ (yang membagi). Karena aku membagi-bagikan rahmat Allah di antara kamu sekalian.’
Sahih Muslim | Hadits No. : 3977
حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا عَبْثَرٌ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَوُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلَامٌ فَسَمَّاهُ مُحَمَّدًا فَقُلْنَا لَا نَكْنِكَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى تَسْتَأْمِرَهُ قَالَ فَأَتَاهُ فَقَالَ إِنَّهُ وُلِدَ لِي غُلَامٌ فَسَمَّيْتُهُ بِرَسُولِ اللَّهِ وَإِنَّ قَوْمِي أَبَوْا أَنْ يَكْنُونِي بِهِ حَتَّى تَسْتَأْذِنَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَمُّوا بِاسْمِي وَلَا تَكَنَّوْا بِكُنْيَتِي فَإِنَّمَا بُعِثْتُ قَاسِمًا أَقْسِمُ بَيْنَكُمْحَدَّثَنَا رِفَاعَةُ بْنُ الْهَيْثَمِ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي الطَّحَّانَ عَنْ حُصَيْنٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَمْ يَذْكُرْ فَإِنَّمَا بُعِثْتُ قَاسِمًا أَقْسِمُ بَيْنَكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hannad bin As Sarri} Telah menceritakan kepada kami {‘Abtsar} dari {Hushain} dari {Salim bin Abu Al Ja’di} dari {Jabir bin ‘Abdillah} ia berkata Suatu ketika seseorang diantara kami mempunyai anak, lalu dia memberinya nama Muhammad. Maka kami berkata ‘Kami tidak akan memberikan julukan kepada kamu dengan nama Rasulullah saw. hingga kita mendapat persetujuan beliau terlebih dahulu. Lalu orang itu datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata ‘Sesungguhnya aku telah memiliki seorang anak laki-laki, dan aku memberinya nama Muhammad, namun kaumku menolak untuk memanggilnya dengan nama tersebut sehingga mendapat persetujuan Nabi saw. Beliau bersabda: “Namailah dengan namaku, tetapi janganlah kalian menjulukinya dengan julukanku. Karena aku diutus sebagai Qasim (orang yang membagi) yang akan membagi di antara kalian. Telah menceritakan kepada kami {Rifa’ah bin Al Haitsam Al Wasithi} Telah menceritakan kepada kami {Khalid} yaitu Ath Thahhan dari {Hushain} melalui jalur ini juga, namun dia tidak menyebutkan ‘Karena aku diutus sebagai Qasim (orang yang membagi) yang akan membagi di antara kalian.’
Sahih Muslim | Hadits No. : 3978
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ ح و حَدَّثَنِي أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلَا تَكَنَّوْا بِكُنْيَتِي فَإِنِّي أَنَا أَبُو الْقَاسِمِ أَقْسِمُ بَيْنَكُمْوَفِي رِوَايَةِ أَبِي بَكْرٍ وَلَا تَكْتَنُوا و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ إِنَّمَا جُعِلْتُ قَاسِمًا أَقْسِمُ بَيْنَكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Al A’masy} Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lain Dan telah menceritakan kepadaku {Abu Sa’id Al Asyaj} Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Salim bin Abu Ja’di} dari {Jabir bin ‘Abdullah} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Namailah dengan namaku, tetapi janganlah menjulukinya dengan julukanku, sesungguhnya aku adalah Abu Al Qasim yang akan membagi di antara kalian. Dalam riwayat {Abu Kuraib} menggunakan lafazh ‘wa laa taktanuu’ (jangan kalian menjuluki). Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} dari {Al A’masy} melalui jalur ini, dia berkata dengan lafazh ‘Karena aku dijadikan sebagai Al Qosim yang akan membagi di antara kalian.’