Adzan dan Sunah yang Ada Di Dalamnya
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 719
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا مُخْتَارُ بْنُ غَسَّانَ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ الْأَزْرَقُ الْبُرْجُمِيُّ عَنْ جَابِرٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ ح و حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ الْفَرَجِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ شَقِيقٍ حَدَّثَنَا أَبُو حَمْزَةَ عَنْ جَابِرٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَذَّنَ مُحْتَسِبًا سَبْعَ سِنِينَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بَرَاءَةً مِنْ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib} berkata, telah menceritakan kepada kami {Mukhtar bin Ghassan} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin Umar Al Azraq Al Burjumi} dari {Jabir} dari {Ikrimah} dari {Ibnu ‘Abbas}. Dan menurut jalur yang lain Telah menceritakan kepada kami {Rauh bin Al Furaj} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ali bin Al Hasan bin Syaqiq} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Hamzah} dari {Jabir} dari {Ikrimah} dari {Ibnu ‘Abbas} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mengumandangkan adzan karena ikhlas selama tujuh tahun, maka Allah akan membebaskan dirinya dari neraka.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 720
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَذَّنَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَكُتِبَ لَهُ بِتَأْذِينِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ سِتُّونَ حَسَنَةً وَلِكُلِّ إِقَامَةٍ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhamad bin Yahya} dan {Al Hasan bin Ali Al Khallal} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Shalih} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ayyub} dari {Ibnu Juraij} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mengumandangkan adzan selama dua belas tahun, maka wajib baginya surga, Dan dengan adzannya, dalam setiap harinya akan dituliskan enam puluh kebaikan, dan tiga puluh kebaikan untuk setiap iqamah yang ia lakukan.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 721
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْجَرَّاحِ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَالْتَمَسُوا شَيْئًا يُؤْذِنُونَ بِهِ عِلْمًا لِلصَّلَاةِ فَأُمِرَ بِلَالٌ أَنْ يَشْفَعَ الْأَذَانَ وَيُوتِرَ الْإِقَامَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah Ibnul Jarrah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Mu’tamir bin Sulaiman} dari {Khalid Al Hadzdza`} dari {Abu Qilabah} dari {Anas bin Malik} ia berkata “Carilah sesuatu yang dapat kalian gunakan untuk mengingatkan orang mengerjakan shalat. Lalu Bilal diperintahkan menggenapkan bilangan adzan dan mengganjilkan bilangan iqamah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 722
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَأُمِرَ بِلَالٌ أَنْ يَشْفَعَ الْأَذَانَ وَيُوتِرَ الْإِقَامَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Nashr bin Ali Al Jahdlami} berkata, telah menceritakan kepada kami {Umar bin Ali} dari {Khalid Al Hadzdza`} dari {Abu Qilabah} dari {Anas} ia berkata “Bilal diperintahkan menggenapkan bilangan adzan dan mengganjilkan bilangan iqamah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 723
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا عَمَّارُ بْنُ سَعْدٍ مُؤَذِّنُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ أَذَانَ بِلَالٍ كَانَ مَثْنَى مَثْنَى وَإِقَامَتَهُ مُفْرَدَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Ammar} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Sa’d bin ‘Ammar bin Sa’d} -mu`adzin Rasulullah saw.- berkata, telah memberitakan kepadaku {Bapakku} dari {Bapaknya} dari {Kakeknya} berkata “Adzan bilal adalah dua-dua, sedang iqamahnya adalah satu-satu.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 724
حَدَّثَنَا أَبُو بَدْرٍ عَبَّادُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنِي مُعَمَّرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ مَوْلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنِي أَبِي مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ قَالَرَأَيْتُ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثْنَى مَثْنَى وَيُقِيمُ وَاحِدَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Badr ‘Abbad bin Al Walid} berkata, telah menceritakan kepadaku {Mu’ammar bin Muhammad bin Ubaidullah bin Abu Rafi’} -mantan budak Nabi saw.- berkata, telah menceritakan kepadaku {Abu Muhammad bin Ubaidullah} dari ayahnya {Ubaidullah} dari {Abu Rafi’}, ia berkata “Di sisi Rasulullah saw. aku melihat Bilal mengumandangkan adzan dua-dua, dan iqamah satu-satu.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 725
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُهَاجِرٍ عَنْ أَبِي الشَّعْثَاءِ قَالَكُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْمَسْجِدِ يَمْشِي فَأَتْبَعَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ بَصَرَهُ حَتَّى خَرَجَ مِنْ الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Al Ahwash} dari {Ibrahim bin Muhajir} dari {Abu Asy Sya’tsa`} ia berkata Kami duduk-duduk bersama {Abu Hurairah} di dalam masjid, lalu seorang mu`adzin mengumandangkan adzan, dan saat itu pula seorang laki-laki keluar dari dalam masjid, sementara Abu Hurairah mengikutinya dengan pandangan mata. Setelah itu ia berkata “Orang ini telah mendurhakai Abu Qasim saw.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 726
حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ عُمَرَ عَنْ ابْنِ أَبِي فَرْوَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يُوسُفَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَدْرَكَهُ الْأَذَانُ فِي الْمَسْجِدِ ثُمَّ خَرَجَ لَمْ يَخْرُجْ لِحَاجَةٍ وَهُوَ لَا يُرِيدُ الرَّجْعَةَ فَهُوَ مُنَافِقٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harmalah bin Yahya} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} berkata telah memberitakan kepada kami {Abdul Jabbar bin Umar} dari {Ibnu Abu Farwah} dari {Muhammad bin Yusuf} -bekas budak Utsman bin Affan- dari {Bapaknya} dari {Utsman bin Affan} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menjumpai adzan di masjid kemudian keluar bukan karena suatu hajat, dan ia tidak ingin kembali lagi, maka ia adalah orang munafik.”