Dari Musnad Bani Hasyim
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1681
حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَدَخَلَ الْعَبَّاسُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَنَخْرُجُ فَنَرَى قُرَيْشًا تَحَدَّثُ فَإِذَا رَأَوْنَا سَكَتُوا فَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدَرَّ عِرْقٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ثُمَّ قَالَ وَاللَّهِ لَا يَدْخُلُ قَلْبَ امْرِئٍ إِيمَانٌ حَتَّى يُحِبَّكُمْ لِلَّهِ وَلِقَرَابَتِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Jarir bin Abdul Hamid, Abu Abdullah} dari {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Abdullah bin Al Harits} dari {Abdul Muththalib bin Rabi’ah} berkata Al Abbas menemui Rasulullah saw. dan berkata “Kami keluar kemudian kami melihat orang-orang Quraisy sedang berbincang-bincang, tatkala mereka melihat kami mereka terdiam.” Maka Rasulullah saw. marah dan keringatnya keluar antara kedua matanya kemudian bersabda: “Demi Allah, iman tidak akan masuk ke dalam hati seseorang sehingga dia mencintai kalian karena Allah dan karena hubungan kekerabatan kalian denganku.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1682
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيسَ يَعْنِي الشَّافِعِيَّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِأَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا رَسُولًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Idris} yaitu Asy Syafi’i, telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Muhammad} dari {Yazid} yaitu Ibnu Al Had, dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {‘Amir bin Sa’d} dari {Abbas bin Abdul Muththalib} bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Yang bisa merasakan manisnya iman adalah orang yang rela Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai diennya, dan Muhammad sebagai Rasulnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1683
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعِيدٍ عَنِ ابْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِأَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’id} dari {Ibnu Al Had} dari {Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits} dari {‘Amir bin Sa’d} dari {Al Abbas bin Abdul Muththalib} bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Yang bisa merasakan manisnya iman adalah orang yang rela Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai diennya, dan Muhammad sebagai Rasulnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1684
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ الْقُرَشِيُّ عَنِ ابْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِأَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَجَدَ الْعَبْدُ سَجَدَ مَعَهُ سَبْعَةُ آرَابٍ وَجْهُهُ وَكَفَّاهُ وَرُكْبَتَاهُ وَقَدَمَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Mudlar Al Qurasyi} dari {Ibnu Al Had} dari {Muhammad bin Ibrahim Al Harits} dari {‘Amru bin Sa’d} dari {Al Abbas bin Abdul Muththalib} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika seorang hamba bersujud maka ada tujuh anggota badan yang ikut bersujud bersamanya. Yaitu: wajahnya, kedua telapak tangannya, kedua lututnya, dan kedua kakinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1685
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَنْبَأَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي مَالِكُ بْنُ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ النَّصْرِيُّأَنَّ عُمَرَ دَعَاهُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ فَبَيْنَا أَنَا عِنْدَهُ إِذْ جَاءَ حَاجِبُهُ يَرْفَأُ فَقَالَ هَلْ لَكَ فِي عُثْمَانَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ وَالزُّبَيْرِ وَسَعْدٍ يَسْتَأْذِنُونَ قَالَ نَعَمْ فَأَدْخَلَهُمْ فَلَبِثَ قَلِيلًا ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ هَلْ لَكَ فِي عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ يَسْتَأْذِنَانِ قَالَ نَعَمْ فَأَذِنَ لَهُمَا فَلَمَّا دَخَلَا قَالَ عَبَّاسٌ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ اقْضِ بَيْنِي وَبَيْنَ هَذَا لَعَلِيٍّ وَهُمَا يَخْتَصِمَانِ فِي الصَّوَافِ الَّتِي أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَمْوَالِ بَنِي النَّضِيرِ فَقَالَ الرَّهْطُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ اقْضِ بَيْنَهُمَا وَأَرِحْ أَحَدَهُمَا مِنْ الْآخَرِ قَالَ عُمَرُ اتَّئِدُوا أُنَاشِدُكُمْ بِاللَّهِ الَّذِي بِإِذْنِهِ تَقُومُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ يُرِيدُ نَفْسَهُ قَالُوا قَدْ قَالَ ذَلِكَ فَأَقْبَلَ عُمَرُ عَلَى عَلِيٍّ وَعَلَى الْعَبَّاسِ فَقَالَ أَنْشُدُكُمَا بِاللَّهِ أَتَعْلَمَانِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَلِكَ قَالَا نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي أُحَدِّثُكُمْ عَنْ هَذَا الْأَمْرِ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ كَانَ خَصَّ رَسُولَهُ فِي هَذَا الْفَيْءِ بِشَيْءٍ لَمْ يُعْطِهِ أَحَدًا غَيْرَهُ فَقَالَ{ وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ إِلَى قَدِيرٌ }فَكَانَتْ هَذِهِ خَاصَّةً لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ وَاللَّهِ مَا احْتَازَهَا دُونَكُمْ وَلَا اسْتَأْثَرَ بِهَا عَلَيْكُمْ لَقَدْ أَعْطَاكُمُوهَا وَبَثَّهَا فِيكُمْ حَتَّى بَقِيَ مِنْهَا هَذَا الْمَالُ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنْفِقُ عَلَى أَهْلِهِ نَفَقَةَ سَنَتِهِمْ مِنْ هَذَا الْمَالِ ثُمَّ يَأْخُذُ مَا بَقِيَ فَيَجْعَلُهُ مَجْعَلَ مَالِ اللَّهِ فَعَمِلَ بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيَاتَهُ ثُمَّ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا وَلِيُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبَضَهُ أَبُو بَكْرٍ فَعَمِلَ فِيهِ بِمَا عَمِلَ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Yaman} telah memberitakan kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhri} telah mengabarkan kepadaku {Malik bin ‘Uwais bin Al Hadatsan An Nashri} bahwa Umar memanggilnya. Lalu Malik menyebutkan hadits. Malik berkata Tatkala saya sedang duduk di dekat Umar, tiba-tiba datang pembantunya memanggilnya, dan berkata kepada Umar “{Utsman}, {Abdurrahman}, {Zubair} dan {Sa’id} meminta izin.” Dia menjawab “Ya, izinkan mereka.” Maka dia pun mempersilahkan masuk. Kemudian tidak lama setelahnya berkata kepada Umar “Apakah kamu mengizinkan {Ali} dan {Abbas}?” Maka dia menjawab “Ya. persilahkan mereka masuk.” Setelah mereka masuk, Abbas berkata “Wahai Amirul Mukminin! Putuskanlah perkara antara aku dan orang ini” kepada Ali radliallahu ‘anhu, keduanya sedang berselisih dalam masalah Shawwaf yang Allah berikan kepada RasulNya yang berupa harta Bani Nadhr. Sekelompok orang berkata “Wahai Amirul Mukminin, putuskanlah permasalahan diantara keduanya, dan buatlah masing-masing merasa tenang terhadap yang lainnya.” Maka {Umar} berkata “Dengan nama Allah, yang dengan izinNya langit dan bumi tegak, bukankah kalian mengetahui bahwa Nabi saw. bersabda: “Kami tidak diwarisi. Harta yang kami tinggalkan adalah sebagai sedekah.” Yang beliau maksudkan adalah beliau sendiri?” Mereka menjawab “Memang beliau pernah mengatakan hal itu.” Kemudian Umar menghampiri {Ali} dan {Abbas}, seraya berkata “Demi Allah, apakah kalian berdua tahu bahwa Nabi saw. mengatakan hal itu?” mereka berdua menjawab “Ya.” Lalu Umar berkata “Saya akan menceritakan kepada kalian tentang urusan ini. Allah Azza Wa Jalla telah mengkhususkan bagi RasulNya dalam masalah harta rampasan perang ini, yang tidak pernah diberikan kepada yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman: (Dan apa saja harta rampasan (fai`) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, Maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun..) sampai pada kalimat (Yang Maha Menentukan) Ayat ini khusus bagi Rasulullah saw., demi Allah, Rasulullah saw. tidak mengambilnya seorang diri tanpa memberikannya kepada orang lain, beliau telah memberikannya kepada kalian dan tidak mengutamakan dirinya sehingga harta itu tersisa. Rasulullah saw. memberikan nafkah kepada keluarganya dalam waktu satu tahun dari harta ini, lalu beliau mengambil yang tersisa dan menjadikannya sebagai harta Allah. Hal itu beliau lakukan selama hidupnya, kemudian beliau meninggal, maka Abu Bakar berkata “Saya (wali) pengganti Rasulullah saw.” dia menahan harta itu, dan dia juga memperlakukan harta itu sebagaimana Rasulullah saw. memperlakukannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1686
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مَالِكُ بْنُ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ النَّصْرِيُّ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَفَبَيْنَا أَنَا جَالِسٌ عِنْدَهُ أَتَاهُ حَاجِبُهُ يَرْفَأُ فَقَالَ لِعُمَرَ هَلْ لَكَ فِي عُثْمَانَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ وَسَعْدٍ وَالزُّبَيْرِ يَسْتَأْذِنُونَ قَالَ نَعَمْ ائْذَنْ لَهُمْ قَالَ فَدَخَلُوا فَسَلَّمُوا وَجَلَسُوا قَالَ ثُمَّ لَبِثَ يَرْفَأُ قَلِيلًا فَقَالَ لِعُمَرَ هَلْ لَكَ فِي عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ فَقَالَ نَعَمْ فَأَذِنَ لَهُمَا فَلَمَّا دَخَلَا عَلَيْهِ جَلَسَا فَقَالَ عَبَّاسٌ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ اقْضِ بَيْنِي وَبَيْنَ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ الرَّهْطُ عُثْمَانُ وَأَصْحَابُهُ اقْضِ بَيْنَهُمَا وَأَرِحْ أَحَدَهُمَا مِنْ الْآخَرِ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اتَّئِدُوا فَأَنْشُدُكُمْ بِاللَّهِ الَّذِي بِإِذْنِهِ تَقُومُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ يُرِيدُ بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَفْسَهُ قَالَ الرَّهْطُ قَدْ قَالَ ذَلِكَ فَأَقْبَلَ عُمَرُ عَلَى عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَقَالَ أَنْشُدُكُمَا بِاللَّهِ هَلْ تَعْلَمَانِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَلِكَ قَالَا قَدْ قَالَ ذَلِكَ فَقَالَ عُمَرُ فَإِنِّي أُحَدِّثُكُمْ عَنْ هَذَا الْأَمْرِ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ كَانَ خَصَّ رَسُولَهُ فِي هَذَا الْفَيْءِ بِشَيْءٍ لَمْ يُعْطِهِ أَحَدًا غَيْرَهُ فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى{ وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ }الْآيَةَ فَكَانَتْ هَذِهِ الْآيَةُ خَاصَّةً لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ وَاللَّهِ مَا احْتَازَهَا وَلَا اسْتَأْثَرَ بِهَا عَلَيْكُمْ لَقَدْ أَعْطَاكُمُوهَا وَبَثَّهَا فِيكُمْ حَتَّى بَقِيَ مِنْهَا هَذَا الْمَالُ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنْفِقُ عَلَى أَهْلِهِ نَفَقَةَ سَنَتِهِمْ مِنْ هَذَا الْمَالِ ثُمَّ يَأْخُذُ مَا بَقِيَ مِنْهُ فَيَجْعَلُهُ مَجْعَلَ مَالِ اللَّهِ فَعَمِلَ بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيَاتَهُ أَنْشُدُكُمْ اللَّهَ هَلْ تَعْلَمُونَ ذَلِكَ قَالُوا نَعَمْ قَالَ لِعَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ فَأَنْشُدُكُمَا بِاللَّهِ هَلْ تَعْلَمَانِ ذَلِكَ قَالَا نَعَمْ ثُمَّ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا وَلِيُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبَضَهَا أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ فَعَمِلَ فِيهَا بِمَا عَمِلَ بِهِ فِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنْتُمْ حِينَئِذٍ وَأَقْبَلَ عَلَى عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ تَزْعُمَانِ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ فِيهَا كَذَا وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُ فِيهَا لَصَادِقٌ بَارٌّ رَاشِدٌ تَابِعٌ لِلْحَقِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {anak saudara Ibnu Syihab} dari {pamannya, Muhammad bin Muslim} berkata telah mengabarkan kepadaku {Malik bin ‘Uwais Al Hadatsan An Nashri}, kemudian dia menyebutkan hadits. Dia berkata Tatkala saya sedang duduk di dekat Umar, tiba-tiba datang pembantunya memanggil dan berkata kepada Umar ” {Utsman}, {Abdurrahman}, {Sa’d} dan {Zubair} meminta izin.” Dia menjawab “Ya, izinkan mereka.” Kemudian mereka masuk dan mengucapkan salam dan duduk. Tidak lama setelah itu dia berkata kepada Umar “Apakah kamu mengizinkan {Ali} dan {Abbas}?” Maka dia menjawab “Ya. persilahkan mereka masuk.” mereka berdua masuk dan duduk. Kemudian Abbas berkata “Wahai Amirul Mukminin! Putuskanlah perkara antara aku dan Ali radliallahu ‘anhu!” Sekelompok orang, yaitu ‘Utsman dan para sahabatnya berkata “Putuskanlah (permasalahan yang terjadi diantara) keduanya dan buatlah masing-masing tenang terhadap yang lainnya.” Maka {Umar} berkata “Dengan nama Allah, yang dengan izinNya langit dan bumi tegak. Apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Kami tidak diwarisi. Harta yang kami tinggalkan adalah sebagai sedekah.” Yang beliau maksudkan adalah beliau sendiri?” Mereka menjawab “Memang beliau pernah mengatakan hal itu.” Kemudian Umar menghampiri {Ali} dan {Abbas} radliallahu ‘anhuma, seraya berkata “Demi Allah, apakah kalian berdua tahu, bahwa Rasulullah saw. mengatakan hal itu?” mereka berdua menjawab “Ya, beliau pernah mengatakan hal itu.” Kemudian {Umar} berkata “Saya akan menceritakan kepada kalian tentang urusan ini. Allah Azza Wa Jalla telah mengkhususkan bagi RasulNya harta rampasan Perang ini yang tidak pernah diberikan kepada yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman: (Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, Maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun..) Ayat ini khusus bagi Rasulullah saw., demi Allah, Rasulullah saw. tidak mengambilnya seorang diri tanpa memberikannya kepada orang lain, beliau telah memberikannya kepada kalian dan membagi-bagikannya di tengah-tengah kalian, sehingga harta itu tersisa. Rasulullah saw. memberikan nafkah kepada keluarganya dalam waktu satu tahun dari harta ini, lalu beliau mengambil yang tersisa dan menjadikannya sebagai harta Allah. Hal itu beliau lakukan selama hidupnya. Demi Allah, apakah kalian telah mengetahui hal itu?” Mereka menjawab “Ya.” Umar bertanya kepada Ali dan Abbas: “Demi Allah, apakah kalian berdua tahu hal itu?” Mereka berdua menjawab “Ya.” (Umar melanjutkan) kemudian Rasulullah saw. wafat, maka Abu Bakar berkata “Saya adalah (wali) pengganti Rasulullah saw.” dia menahan harta itu, dan dia juga memperlakukan harta itu sebagaimana Rasulullah saw. memperlakukannya dan kalian pada saat itu -saat itu Umar menghadap ke arah Ali dan Abbas- menyangkan bahwa Abu Bakar orangnya begini dan begitu. Allah Maha Tahu bahwa dia adalah orang yang jujur, baik, cerdas dan mengikuti kebenaran.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1687
حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنِ الْعَبَّاسِ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي شَيْئًا أَدْعُو بِهِ فَقَالَ سَلْ اللَّهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ قَالَ ثُمَّ أَتَيْتُهُ مَرَّةً أُخْرَى فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي شَيْئًا أَدْعُو بِهِ قَالَ فَقَالَ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَلْ اللَّهَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Ali} dari {Za`idah} dari {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Abdullah bin Al Harits} dari {Al Abbas} berkata saya menemui Rasulullah saw. dan berkata “Wahai Rasulullah, ajarilah aku sesuatu yang bisa aku pergunakan dalam berdoa!” beliau bersabda: “Mintalah kepada Allah ampunan dan keselamatan” Al Abbas berkata Kemudian aku menemui beliau di kesempata yang lain dan saya katakan “Wahai Rasulullah, ajarilah aku sesuatu yang bisa aku pergunakan dalam berdoa!” beliau bertanya: “Wahai Abbas, Wahai paman Rasulullah saw. mintalah kepada Allah keselamatan di dunia dan akhirat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1688
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي السَّفَرِ عَنِ ابْنِ شُرَحْبِيلَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْعَبَّاسِ قَالَدَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ نِسَاؤُهُ فَاسْتَتَرْنَ مِنِّي إِلَّا مَيْمُونَةَ فَقَالَ لَا يَبْقَى فِي الْبَيْتِ أَحَدٌ شَهِدَ اللَّدَّ إِلَّا لُدَّ إِلَّا أَنَّ يَمِينِي لَمْ تُصِبْ الْعَبَّاسَ ثُمَّ قَالَ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِحَفْصَةَ قُولِي لَهُ إِنَّ أَبَا بَكْرٍ رَجُلٌ إِذَا قَامَ مَقَامَكَ بَكَى قَالَ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ لِيُصَلِّ بِالنَّاسِ فَقَامَ فَصَلَّى فَوَجَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِفَّةً فَجَاءَ فَنَكَصَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَرَادَ أَنْ يَتَأَخَّرَ فَجَلَسَ إِلَى جَنْبِهِ ثُمَّ اقْتَرَأَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Qais bin Ar Rabi’} telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Abu As Safar} dari {Ibnu Syurahbil} dari {Ibnu Abbas} dari {Al Abbas} berkata Saya menemui Rasulullah saw., dan saat itu di dekat beliau ada beberapa istrinya. Kemudian mereka mengenakan satir dariku kecuali Maimunah. Beliau bersabda: “Tidak ada seorangpun di rumahku yang menyaksikan pemberian obat (ke mulutku) melainkan dia menyetujui hal itu kecuali Abbas.” Lantas beliau bersabda: “Perintahkan kepada Abu Bakar untuk mengimami orang-orang!” Aisyah berkata kepada Hafshah “Katakan kepada beliau sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang lelaki yang jika menggantikan posisi anda, dia akan menangis.” Beliau tetap bersabda: “Perintahkan kepada Abu Bakar untuk mengimami orang-orang!” maka Abu Bakar berdiri dan shalat, Ternyata Nabi saw. mendapati sakitnya agak membaik, maka beliau datang (ke masjid), kemudian Abu Bakar mundur untuk ke belakang, tetapi beliau duduk di sampingnya, lalu melanjutkan bacaan (surat yang dibaca Abu Bakar radliallahu ‘anhu.)
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1689
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا قَيْسٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي السَّفَرِ عَنْ أَرْقَمَ بْنِ شُرَحْبِيلَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي مَرَضِهِ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ يُصَلِّي بِالنَّاسِ فَخَرَجَ أَبُو بَكْرٍ فَكَبَّرَ وَوَجَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَاحَةً فَخَرَجَ يُهَادَى بَيْنَ رَجُلَيْنِ فَلَمَّا رَآهُ أَبُو بَكْرٍ تَأَخَّرَ فَأَشَارَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَانَكَ ثُمَّ جَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى جَنْبِ أَبِي بَكْرٍ فَاقْتَرَأَ مِنْ الْمَكَانِ الَّذِي بَلَغَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ مِنْ السُّورَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} telah menceritakan kepada kami {Qais} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Abu As Safar} dari {Arqam bin Syurahbil} dari {Ibnu Abbas} dari {Al Abbas bin Abdul Muththalib}, bahwa Rasulullah saw. bersabda pada saat sakitnya: “Perintahkan kepada Abu Bakar untuk mengimami orang-orang!” kemudian Abu Bakar keluar dan bertakbir. Ternyata Nabi saw. mendapati sakitnya agak membaik, maka beliau berusaha keluar dengan dipapah oleh dua orang. Tatkala Abu Bakar melihat beliau, dia mundur, namun Nabi saw. memberi isyarat agar dia tetap berada di tempatnya. Kemudian Rasulullah saw. duduk di samping Abu Bakar, lalu beliau melanjutkan bacaan surat yang dibaca Abu Bakar RAdhi Allahu ‘anhu.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1690
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ أَبِي قُرَّةَ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِي قَبِيلٍ عَنْ أَبِي مَيْسَرَةَ عَنِ الْعَبَّاسِ قَالَكُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَقَالَ انْظُرْ هَلْ تَرَى فِي السَّمَاءِ مِنْ نَجْمٍ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ مَا تَرَى قَالَ قُلْتُ أَرَى الثُّرَيَّا قَالَ أَمَا إِنَّهُ يَلِي هَذِهِ الْأُمَّةَ بِعَدَدِهَا مِنْ صُلْبِكَ اثْنَيْنِ فِي فِتْنَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaid bin Abu Qurrah} telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’id} dari {Abu Qubail} dari {Abu Maisarah} dari {Al Abbas} berkata Aku berada bersama Nabi saw. pada suatu malam, lalu beliau bertanya: “perhatikanlah, apakah kamu melihat adanya bintang di langit?” Maka aku menjawab “Ya.” beliau bertanya: “Apa yang kamu lihat?” saya menjawab “Aku melihat gugusan bintang.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya akan memimpin ummat ini dengan jumlah sebanyak bintang-bintang itu yang berasal dari keturunanmu, dua diantaranya berada di dalam fitnah.”