Dari Musnad Bani Hasyim
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1701
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ عَبَّاسِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَزَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبَّاسًا فِي بَادِيَةٍ لَنَا وَلَنَا كُلَيْبَةٌ وَحِمَارَةٌ تَرْعَى فَصَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَصْرَ وَهُمَا بَيْنَ يَدَيْهِ فَلَمْ تُؤَخَّرَا وَلَمْ تُزْجَرَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} berkata {Ibnu Juraij} berkata telah mengabarkan kepadaku {Muhammad bin Umar bin Ali} dari {Abbas bin ‘Ubaidullah bin Abbas} dari {Al Fadhl bin Abbas} berkata Nabi saw. mengunjungi Abbas pada saat berada di kampung kami. Kami mempunyai seekor anjing dan keledai yang sedang memakan rumput. Lalu Nabi saw. mengerjakan shalat ashar sementara kedua binatang itu berada di depan beliau, dan keduanya tidak disingkirkan dan juga tidak diusir.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1702
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍأَنَّهُ كَانَ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ جَمْعٍ إِلَى مِنًى فَلَمْ يَزَلْ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى الْجَمْرَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin ‘Utsman bin Khutsaim} dari {Abu Thufail} dari {Al Fadhl bin Abbas} bahwa dia dibonceng Nabi saw. dari Muzdalifah menuju Mina, dan beliau tetap bertalbiyah hingga beliau melempar jumrah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1703
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُبَارَكٍ أَنْبَأَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ رَبِّهِ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَبِي أَنَسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعِ ابْنِ الْعَمْيَاءِ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ الْحَارِثِ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةُ مَثْنَى مَثْنَى تَشَهَّدُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَتَضَرَّعُ وَتَخَشَّعُ وَتَمَسْكَنُ ثُمَّ تُقَنِّعُ يَدَيْكَ يَقُولُ تَرْفَعُهُمَا إِلَى رَبِّكَ مُسْتَقْبِلًا بِبُطُونِهِمَا وَجْهَكَ تَقُولُ يَا رَبِّ يَا رَبِّ فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَقَالَ فِيهِ قَوْلًا شَدِيدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Mubarak} telah memberitakan kepada kami {Laits bin Sa’d} telah menceritakan kepada kami {Abdu Rabbih bin Sa’id} dari {‘Imran bin Abu Anas} dari {Abdullah bin Nafi’ bin Al ‘Amya`} dari {Rabi’ah bin Al Harits} dari {Al Fadhl bin Abbas} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Shalat itu dua raka’at dua raka’at, setiap dua raka’at hendaknya kamu bertasyahud, merendahkan diri, khusyu’ dan tuma’ninah, kemudian engkau arahkan kedua tanganmu, -beliau berkata: – angkat keduanya memohon kepada Rabbmu dengan telapak tangan menghadap ke wajahmu, dan engkau ucapkan ‘Ya Rabbku, Ya Rabku..’ dan barangsiapa yang tidak melakukan hal itu dan berdoa di dalamnya, ” -beliau mengucapkan perkataan yang tegas mengenai hal itu-.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1704
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَكِيمٍ الْعَدَنِيُّ حَدَّثَنِي الْحَكَمُ يَعْنِي ابْنَ أَبَانَ قَالَ سَمِعْتُ عِكْرِمَةَ يَقُولُ قَالَ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍلَمَّا أَفَاضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَعَهُ فَبَلَغْنَا الشِّعْبَ نَزَلَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ رَكِبْنَا حَتَّى جِئْنَا الْمُزْدَلِفَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu Hakim Al ‘Adani} telah menceritakan kepadaku {Al Hakam} yaitu Ibnu Aban berkata saya mendengar {‘Ikrimah} berkata {Al Fadhl bin Abbas} berkata: “Ketika Rasulullah saw. bergegas meninggalkan (Arafah) yang pada saat itu aku bersama beliau. Ketika kami sampai di sebuah lembah, beliau singgah dan berwudhu, kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali hingga tiba di Muzdalifah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1705
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ أَوْ عَنْ مُجَاهِدِ بْنِ جَبْرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ حَدَّثَنِي أَخِي الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ وَكَانَ مَعَهُ حِينَ دَخَلَهَاأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يُصَلِّ فِي الْكَعْبَةِ وَلَكِنَّهُ لَمَّا دَخَلَهَا وَقَعَ سَاجِدًا بَيْنَ الْعَمُودَيْنِ ثُمَّ جَلَسَ يَدْعُو
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {bapakku} dari {Ibnu Ishaq} telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Abu Nujaih} dari {‘Atho` bin Abu Rabah} atau dari {Mujahid bin Jubair} dari {Abdullah bin Abbas} telah menceritakan kepadaku {saudaraku, Al Fadhl bin Abbas} dan dia bersamanya ketika memasuki Ka’bah, bahwa Rasulullah saw. tidak shalat di dalam Ka’bah tapi beliau ketika memasukinya bersujud di antara kedua tiangnya lalu duduk berdoa.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1706
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا ابْنُ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَخْبَرَنِي الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍأَنَّهُ كَانَ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أَفَاضَ مِنْ جَمْعٍ قَالَ فَأَفَاضَ وَعَلَيْهِ السَّكِينَةُ قَالَ وَلَبَّى حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِو قَالَ مَرَّةً أَنْبَأَنَا ابْنُ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ قَالَ شَهِدْتُ الْإِفَاضَتَيْنِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَفَاضَ وَعَلَيْهِ السَّكِينَةُ وَهُوَ كَافٌّ بَعِيرَهُ قَالَ وَلَبَّى حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ مِرَارًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah memberitakan kepada kami {Ibnu Abu Laila} dari {‘Atho`} dari {Ibnu Abbas} berkata telah mengabarkan kepadaku {Al Fadhl bin Abbas}, bahwa dia dibonceng Nabi saw. ketika berangkat meninggalkan Muzdalifah. Beliau meninggalkan Muzdalifah dengan tenang sambil mengucapkan talbiyah sampai melempar jumrah ‘Aqabah. Husyaim berkata telah memberitakan kepada kami Ibnu Abu Laila dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas telah memberitakan kepada kami Al Fadhl bin Abbas berkata saya dua kali ikut keberangkatan meninggalkan (Muzdalifah) bersama Rasulullah saw. Beliau berangkat meninggalkan (Muzdalifah) dengan tenang sambil menarik tali kekang untanya, dan beliau bertalbiyah sampai melempar jumrah ‘Aqabah beberapa kali.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1707
حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍوَكَانَ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أَفَاضَ مِنْ عَرَفَةَ قَالَ فَرَأَى النَّاسَ يُوضِعُونَ فَأَمَرَ مُنَادِيَهُ فَنَادَى لَيْسَ الْبِرُّ بِإِيضَاعِ الْخَيْلِ وَالْإِبِلِ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdah bin Sulaiman} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Laila} dari {‘Atho`} dari {Ibnu Abbas} dari {Al Fadhl bin Abbas} bahwa dia membonceng Nabi saw. ketika berangkat dari Arafah lalu dia melihat orang-orang berjalan dengan tergesa-gesa, maka beliau menyuruh seorang penyerunya menyerukan “Tidaklah termasuk kebaikan memaksa kuda dan unta untuk berlari, tapi berangkatlah dengan tenang!”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1708
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ وُأُمُّ سَلَمَةَ زَوْجَا النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْبِحُ مِنْ أَهْلِهِ جُنُبًا فَيَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ الْفَجْرَ ثُمَّ يَصُومُ يَوْمَئِذٍقَالَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِأَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ لَا أَدْرِي أَخْبَرَنِي ذَلِكَ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {anak saudara Ibnu Syihab} dari {pamannya} berkata telah mengabarkan kepadaku {Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam} berkata {Aisyah} dan {Ummu Salamah}, istri Nabi saw., keduanya mengatakan “pada suatu pagi Rasulullah saw. dalam keadaan junub karena jima’, kemudian beliau mandi sebelum beliau mengerjakan shalat fajar, dan pada hari itu beliau melanjutkan berpuasa.” Kemudian (hadits tersebut) saya ceritakan kepada Abu Hurairah, maka dia mengatakan “Aku tidak tahu, tetapi Al Fadhl bin Abbas radhia Allahu ta’ala ‘anhu yang memberitahukan kepadaku.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1709
حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أَخِيهِ الْفَضْلِ قَالَكُنْتُ رَدِيفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ جَمْعٍ إِلَى مِنًى فَبَيْنَا هُوَ يَسِيرُ إِذْ عَرَضَ لَهُ أَعْرَابِيٌّ مُرْدِفًا ابْنَةً لَهُ جَمِيلَةً وَكَانَ يُسَايِرُهُ قَالَ فَكُنْتُ أَنْظُرُ إِلَيْهَا فَنَظَرَ إِلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَلَبَ وَجْهِي عَنْ وَجْهِهَا ثُمَّ أَعَدْتُ النَّظَرَ فَقَلَبَ وَجْهِي عَنْ وَجْهِهَا حَتَّى فَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثًا وَأَنَا لَا أَنْتَهِي فَلَمْ يَزَلْ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Ayyub} dari {Al Hakam bin ‘Utbah} dari {Ibnu Abbas} dari {saudaranya, Al Fadhl} berkata “Saya dibonceng Rasulullah saw. dari Muzdalifah ke Mina. Tatkala beliau berjalan, seorang Badui yang membonceng anak gadisnya yang cantik menghadang Rasulullah saw., kemudian saya memandang anak gadis tersebut, maka Nabi saw. memperhatikan diriku dan memalingkan wajahku dari wajah gadis tersebut, tetapi saya mengulangi memandang gadis tersebut, dan beliau memalingkan lagi, hal itu terjadi sampai tiga kali, namun saya masih tetap memandanginya lagi, dan beliau tetap melantunkan talbiyah sehingga melempar jumrah Aqabah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1710
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَنْبَأَنَا قَيْسٌ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَبَّى يَوْمَ النَّحْرِ حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} telah memberitakan kepada kami {Qais} dari {‘Atho` bin Abu Rabah} dari {Abbas} dari {Al Fadhl bin Abbas} bahwa Rasulullah saw. bertalbiyah pada Hari Nahr sampai beliau melempar jumrah Aqabah.