Dari Musnad Bani Hasyim

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 1721

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ حَدَّثَنِي الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ قَالَأَتَتْ امْرَأَةٌ مِنْ خَثْعَمٍ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي أَدْرَكَتْهُ فَرِيضَةُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْحَجِّ وَهُوَ شَيْخٌ كَبِيرٌ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَثْبُتَ عَلَى دَابَّتِهِ قَالَ فَحُجِّي عَنْ أَبِيكِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah memberitakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Ibnu Abbas} telah menceritakan kepadaku {Al Fadhl bin Abbas}, dia berkata seorang wanita dari Khatsam datang dan berkata “Wahai Rasulullah, ayahku terkena kewajiban dari Allah Azza Wa Jalla berupa haji. Padahal ia telah lanjut usia dan tidak sanggup lagi duduk di atas kendaraannya.” Beliau menjawab: “Berhajilah untuk ayahmu!”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 1722

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو ابْنُ دِينَارٍ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ كَانَ يُخْبِرُ أَنَّ الْفَضْلَ بْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُأَنَّهُ دَخَلَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَيْتَ وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يُصَلِّ فِي الْبَيْتِ حِينَ دَخَلَهُ وَلَكِنَّهُ لَمَّا خَرَجَ فَنَزَلَ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ عِنْدَ بَابِ الْبَيْتِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {‘Amru bin Dinar} bahwa {Ibnu Abbas} mengabari bahwa {Al Fadhl bin Abbas} mengabarinya, bahwa dia masuk ke Ka’bah bersama Nabi saw. dan beliau tidak shalat di dalamnya ketika memasukinya, dan ketika keluar beliau shalat dua raka’at di depan pintunya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 1723

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّا يَعْنِي ابْنَ أَبِي زَائِدَةَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْدَفَ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ مِنْ عَرَفَةَ حَتَّى جَاءَ جَمْعًا وَأَرْدَفَ الْفَضْلَ بْنَ عَبَّاسٍ مِنْ جَمْعٍ حَتَّى جَاءَ مِنًى قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَأَخْبَرَنِي الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَزَلْ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى الْجَمْرَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Zakaria} yaitu Ibnu Abu Za`idah, telah menceritakan kepadaku {Abdul Malik} dari {‘Atho`} dari {Ibnu Abbas} bahwa Nabi saw. membonceng Usamah bin Zaid dari Arafah sampai di Muzdalifah, dan beliau membonceng Al Fadhl bin Abbas dari Muzdalifah sampai di Mina. Ibnu Abbas berkata dan telah mengabarkan kepadaku {Al Fadhl bin Abbas} bahwa Nabi saw. tetap bertalbiyah hingga beliau melempar jumrah.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 1724

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ وَابْنُ بَكْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَبُو مَعْبَدٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ فِي عَشِيَّةِ عَرَفَةَ وَغَدَاةِ جَمْعٍ لِلنَّاسِ حِينَ دَفَعُوا عَلَيْكُمْ السَّكِينَةَ وَهُوَ كَافٌّ نَاقَتَهُ حَتَّى إِذَا دَخَلَ مِنًى حِينَ هَبَطَ مُحَسِّرًا قَالَ عَلَيْكُمْ بِحَصَى الْخَذْفِ الَّذِي يُرْمَى بِهِ الْجَمْرَةُ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُشِيرُ بِيَدِهِ كَمَا يَخْذِفُ الْإِنْسَانُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} dan {Ibnu Bakr} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Abu Zubair} bahwasanya tealah mengabarkan kepadanya {Abu Ma’bad} mantan budak Ibnu Abbas, dari {Abdullah bin Abbas} dari {Al Fadhl bin Abbas} dari Rasulullah saw., beliau bersabda pada sore hari di Arafah dan pagi hari di Muzdalifah kepada orang-orang ketika hendak bertolak: “Hendaklah kalian bertolak dengan tenang.” Saat itu beliau menahan laju untanya sampai mulai memasuki Mina ketika menuruni lembah Muhassir. Beliau bersabda: “Hendaklah kalian (mengumpulkan) kerikil untuk melempar jumrah.” Nabi saw. memberi isyarat dengan tangan beliau sebagaimana orang yang hendak melempar sesuatu.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 1725

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِأَنَّ امْرَأَةً مِنْ خَثْعَمٍ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَبِي أَدْرَكَتْهُ فَرِيضَةُ اللَّهِ فِي الْحَجِّ وَهُوَ شَيْخٌ كَبِيرٌ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَسْتَوِيَ عَلَى ظَهْرِ بَعِيرِهِ قَالَ فَحُجِّي عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij}, {Ibnu Syihab} berkata telah menceritakan kepadaku {Sulaiman bin Yasar} dari {Abdullah bin Abbas} dari {Al Fadhl bin Abbas} bahwa seorang wanita dari Khats’am berkata “Wahai Rasulullah, ayahku telah terkena kewajiban Allah yang berupa haji, padahal dia telah lanjut usia yang sudah tidak sanggup lagi duduk di atas kendaraannya?” Beliau bersabda: “Berhajilah untuknya!”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 1726

حَدَّثَنَا حُجَيْنُ بْنُ الْمُثَنَّى وَأَبُو أَحْمَدَ يَعْنِي الزُّبَيْرِيَّ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنِي الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ قَالَكُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أَفَاضَ مِنْ الْمُزْدَلِفَةِ وَأَعْرَابِيٌّ يُسَايِرُهُ وَرِدْفُهُ ابْنَةٌ لَهُ حَسْنَاءُ قَالَ الْفَضْلُ فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إِلَيْهَا فَتَنَاوَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَجْهِي يَصْرِفُنِي عَنْهَا فَلَمْ يَزَلْ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hujain bin Al Mutsanna} dan {Abu Ahmad} yaitu Az Zubairi secara makna, telah menceritakan kepada kami {Isra’il} dari {Abu Ishaq} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} dari {Al Fadhl bin Abbas}, menurut {Abu Ahmad}, dia berkata telah menceritakan kepadaku {Al Fadhl bin Abbas}, dia berkata “Saya pernah dibonceng Nabi saw. ketika beliau meninggalkan Muzdalifah, lalu seorang Badui yang memboncengkan putrinya yang cantik menghadang beliau.” Al Fadhl melanjutkan ceritanya “kemudian saya memandang putri orang badui tersebut, maka Rasulullah saw. segera memegang wajahku dan memalingkannya darinya, beliau tetap bertalbiyah hingga beliau melempar jumrah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 1727

حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَاثَةَ عَنْ مَسْلَمَةَ الْجُهَنِيِّ قَالَ سَمِعْتُهُ يُحَدِّثُ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَخَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَبَرِحَ ظَبْيٌ فَمَالَ فِي شِقِّهِ فَاحْتَضَنْتُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَطَيَّرْتَ قَالَ إِنَّمَا الطِّيَرَةُ مَا أَمْضَاكَ أَوْ رَدَّكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Khalid} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu ‘Ulatsah} dari {Maslamah Al Juhani} berkata saya mendengarnya menceritakannya dari {Al Fadhl bin Abbas} berkata Suatu hari aku keluar bersama Rasulullah saw. kemudian kami mendapatkan seekor kijang yang lewat di sebelah kanan ke kiri beliau. Tiba-tiba beliau memiringkan tubuhnya ke samping (karena hendak turun), maka saya pun bersegera merangkulnya dan bertanya “Wahai Rasulullah, apakah anda meramalkan akan terjadi hal-hal yang buruk?” beliau menjawab: “Sesungguhnya meramalkan hal-hal yang buruk yaitu sesuatu yang akan membuatmu terus maju atau yang membuatmu membatalkannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 1728

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَبَّى حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} dari {‘Atho`} dari {Ibnu Abbas} dari {Al Fadhl bin Abbas} bahwa Nabi saw. tetap bertalbiyah sampai beliau melempar jumrah Aqabah.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 1729

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَنْبَأَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ قَالَبَنَى يَعْلَى بْنُ عُقْبَةَ فِي رَمَضَانَ فَأَصْبَحَ وَهُوَ جُنُبٌ فَلَقِيَ أَبَا هُرَيْرَةَ فَسَأَلَهُ فَقَالَ أَفْطِرْ قَالَ أَفَلَا أَصُومُ هَذَا الْيَوْمَ وَأُجْزِئُهُ مِنْ يَوْمٍ آخَرَ قَالَ أَفْطِرْ فَأَتَى مَرْوَانَ فَحَدَّثَهُ فَأَرْسَلَ أَبَا بَكْرِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ إِلَى أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ فَسَأَلَهَا فَقَالَتْ قَدْ كَانَ يُصْبِحُ فِينَا جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلَامٍ ثُمَّ يُصْبِحُ صَائِمًا فَرَجَعَ إِلَى مَرْوَانَ فَحَدَّثَهُ فَقَالَ الْقَ بِهَا أَبَا هُرَيْرَةَ فَقَالَ جَارٌ جَارٌ فَقَالَ أَعْزِمُ عَلَيْكَ لَتَلْقَانِهِ بِهِ قَالَ فَلَقِيَهُ فَحَدَّثَهُ فَقَالَ إِنِّي لَمْ أَسْمَعْهُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا أَنْبَأَنِيهِ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍقَالَ فَلَمَّا كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ لَقِيتُ رَجَاءً فَقُلْتُ حَدِيثُ يَعْلَى مَنْ حَدَّثَكَهُ قَالَ إِيَّايَ حَدَّثَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah memberitakan kepada kami {Ibnu Aun} dari {Raja’ bin Haiwah} berkata Pada malam hari bulan Ramadhan Ya’la bin ‘Uqbah berhubungan intim (dengan istrinya), ketika menjelang pagi hari dia masih dalam keadaan junub. Kemudian dia bertemu Abu Hurairah dan menanyakan kepadanya, dan Abu Hurairah menjawab “Berbukalah!” Ya’la bertanya lagi “Apakah bisa aku berpuasa pada hari ini dan dapat saya ganti dengan hari lainnya.” Abu Hurairah menjawab “Berbukalah” lalu Ya’la menemui Marwan dan menceritakan kepadanya, maka Marwan segera mengirim {Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits} kepada Ummul Mukminin untuk menanyakan kepadanya. Maka {Ummul Mukminin} menjawab “Beliau pada pagi hari dalam keadaan junub bukan karena mimpi, kemudian beliau berpuasa.” Kemudian Abu Bakar pulang menemui Marwan dan menceritakannya, lalu Marwan berkata “Temuilah Abu Hurairah.” Ya’la berkata “Dia adalah tetangga, dia adalah tetangga.” Marwan berkata “Saya sangat berharap, agar kamu dapat menemuinya.” Ya’la berkata “Lalu saya menemuinya dan saya ceritakan perkataan Aisyah.” Maka dia menjawab “Saya tidak mendengar langsung dari Nabi saw., namun saya diberitahu oleh Al Fadhl bin Abbas.” Ibnu Aun berkata Setelah itu saya menemui Raja’ dan saya tanyakan tentang hadits Ya’la, siapa yang menceritakannya kepadamu. Maka dia menjawab “Ya’la sendiri yang menceritakannya kepadaku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 1730

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ وَرَوْحٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ يُوسُفَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِأَنَّهُ كَانَ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ النَّحْرِ فَكَانَ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى الْجَمْرَةَ قَالَ رَوْحٌ فِي الْحَجِّ قَالَ رَوْحٌ يَعْنِي فِي حَدِيثِهِ قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ يُوسُفَ بْنَ مَاهَكَ كِلَاهُمَا قَالَ ابْنُ مَاهَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad} yaitu Ibnu Ja’far, dan {Rauh} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ali bin Zaid} dari {Yusuf} dari {Ibnu Abbas} dari {Al Fadhl} bahwa dia dibonceng Nabi saw. pada Hari Nahr. Beliau tetap bertalbiyah sehingga melempar jumrah. Rauh berkata dalam (menjalankan ritual) Haji, berkata juga dalam haditsnya telah menceritakan kepada kami {Ali bin Zaid} berkata saya mendengar {Yusuf bin Mahak}, keduanya mengatakan Ibnu Mahak.