Dari Musnad Bani Hasyim
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1731
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ شِنْظِيرٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍأَنَّهُ كَانَ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ النَّحْرِ وَكَانَتْ جَارِيَةٌ خَلْفَ أَبِيهَا فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إِلَيْهَا فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْرِفُ وَجْهِي عَنْهَا فَلَمْ يَزَلْ مِنْ جَمْعٍ إِلَى مِنًى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى الْجَمْرَةَ يَوْمَ النَّحْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Katsir bin Syinzhir} dari {‘Atho` bin Abu Rabah} dari {Abdullah bin Abbas} dari {Al Fadhl bin Abbas} bahwa dia dibonceng Nabi saw. pada Hari Nahr, kemudian (datang) seorang gadis di belakang bapaknya, maka saya memandang ke wanita tersebut tetapi Rasulullah saw. memalingkan wajahku darinya. Selama dalam perjalanan antara Muzdalifah ke Mina Rasulullah saw. selalu bertalbiyah sampai melempar jumrah Aqabah pada Hari Nahr.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1732
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنِي عَزْرَةُ عَنِ الشَّعْبِيِّ أَنَّ الْفَضْلَ حَدَّثَهُأَنَّهُ كَانَ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَرَفَةَ فَلَمْ تَرْفَعْ رَاحِلَتُهُ رِجْلَهَا غَادِيَةً حَتَّى بَلَغَ جَمْعًاقَالَ و حَدَّثَنِي الشَّعْبِيُّ أَنَّ أُسَامَةَ حَدَّثَهُ أَنَّهُ كَانَ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ جَمْعٍ فَلَمْ تَرْفَعْ رَاحِلَتُهُ رِجْلَهَا غَادِيَةً حَتَّى رَمَى الْجَمْرَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Hammad} telah menceritakan kepada kami {Qatadah} telah menceritakan kepadaku {‘Azrah} dari {Asy Sya’bi} bahwa {Al Fadhl} menceritakan kepadanya, bahwa dia dibonceng Nabi saw. dari Arafah, dan unta beliau tidak mengangkat kakinya dengan tergesa-gesa sampai tiba di Muzdalifah. {‘Azrah} berkata dan telah menceritakan kepadaku {Asy Sya’bi} bahwa {Usamah} menceritakan kepadanya, bahwa dia dibonceng Nabi saw. dari Muzdalifah dan unta beliau tidak mengangkat kakinya dengan tergesa-gesa sampai beliau melempar jumrah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1733
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِي الْكَعْبَةِ فَسَبَّحَ وَكَبَّرَ وَدَعَا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَهُ وَلَمْ يَرْكَعْ وَلَمْ يَسْجُدْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} telah menceritakan kepada kami {Hammad} yaitu Ibnu Salamah, dari {‘Amru bin Dinar} dari {Ibnu Abbas} dari {Al Fadhl bin Abbas}, bahwa Nabi saw. berdiri di dalam Ka’bah, lalu membaca tasbih, bertakbir, berdo’a kepada Allah dan meminta ampunanNya. Beliau tidak ruku’ dan sujud.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1734
حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ شُجَاعٍ عَنْ خُصَيْفٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْدَفَ أُسَامَةَ مِنْ عَرَفَاتٍ إِلَى جَمْعٍ وَأَرْدَفَ الْفَضْلَ مِنْ جَمْعٍ إِلَى مِنًى فَأَخْبَرَهُ بِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَزَلْ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Marwan bin Syuja’} dari {Khusaif} dari {Mujahid} dari {Ibnu Abbas} bahwa Rasulullah saw. memboncengkan Usamah dari Arafah menuju Muzdalifah (dan membonceng) {Al Fadhl} dari Muzdalifah sampai Mina dan dia juga mengabarinya bahwa Rasulullah saw. tetap bertalbiyah sampai melempar jumrah ‘Aqabah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1735
أَنْبَأَنَا كَثِيرُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنَا فُرَاتٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْكَرِيمِ عَنْ سَعْدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍأَنَّهُ كَانَ رَدِيفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَزَلْ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Katsir bin Syuja’} berkata telah menceritakan kepada kami {Furat} telah menceritakan kepada kami {Abdul Karim} dari {Sa’d bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} dari {Al Fadhl bin Abbas} bahwa dia dibonceng Rasulullah saw. dan beliau tetap bertalbiyah sampai melempar jumrah ‘Aqabah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1736
حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْرَائِيلَ عَنْ فُضَيْلِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَوْ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ أَوْ أَحَدِهِمَا عَنْ صَاحِبِهِ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَرَادَ أَنْ يَحُجَّ فَلْيَتَعَجَّلْ فَإِنَّهُ قَدْ تَضِلُّ الضَّالَّةُ وَيَمْرَضُ الْمَرِيضُ وَتَكُونُ الْحَاجَةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Ahmad Az Zubairi, Muhammad bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Abu Israil} dari {Fudhail bin ‘Amru} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} atau dari {Al Fadhl bin Abbas} atau salah satu dari mereka berdua dari yang lainnya berkata Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa ingin menunaikan haji maka hendaklah ia menyegerakannya, karena bisa jadi jika ditunda hartanya akan hilang, atau tubuhnya tertimpa sakit dan muncul keperluan lainnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1737
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْرَائِيلَ الْعَبْسِيُّ عَنْ فُضَيْلِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ أَوْ أَحَدِهِمَا عَنِ الْآخَرِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَرَادَ الْحَجَّ فَلْيَتَعَجَّلْ فَإِنَّهُ قَدْ يَمْرَضُ الْمَرِيضُ وَتَضِلُّ الضَّالَّةُ وَتَعْرِضُ الْحَاجَةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Abu Israil Al ‘Absi} dari {Fudhail bin ‘Amru} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} dari {Al Fadhl} atau salah satu dari mereka dari yang lainnya, berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa ingin menunaikan haji, maka hendaklah ia menyegerakannya, karena bisa jadi dia tertimpa sakit dan perbekalannya akan hilang dan muncul keperluan lainnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1738
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُمَرَ أَبُو الْمُنْذِرِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي عَلِيٍّ الزَّرَّادِ قَالَ حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ تَمَّامِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَأَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ أُتِيَ فَقَالَ مَا لِي أَرَاكُمْ تَأْتُونِي قُلْحًا اسْتَاكُوا لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَفَرَضْتُ عَلَيْهِمْ السِّوَاكَ كَمَا فَرَضْتُ عَلَيْهِمْ الْوُضُوءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Amru, Abu Al Mundzir} berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Ali Az Zarad} berkata telah menceritakan kepadaku {Ja’far bin Tammam} dari {Bapaknya} berkata Para sahabat menemui Nabi saw., atau ada yang datang pada beliau. Maka beliau bertanya: “Apa yang menyebabkan kalian menemuiku dengan gigi yang kuning. Bersiwaklah kalian, seandainya tidak akan memberatkan umatku, niscaya aku akan wajibkan bagi mereka untuk bersiwak sebagaimana aku wajibkan atas mereka berwudhu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1739
حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُفُّ عَبْدَ اللَّهِ وَعُبَيْدَ اللَّهِ وَكَثِيرًا مِنْ بَنِي الْعَبَّاسِ ثُمَّ يَقُولُ مَنْ سَبَقَ إِلَيَّ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَيَسْتَبِقُونَ إِلَيْهِ فَيَقَعُونَ عَلَى ظَهْرِهِ وَصَدْرِهِ فَيُقَبِّلُهُمْ وَيَلْزَمُهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Abdullah bin al Harits} berkata Rasulullah saw. membariskan Abdullah, Ubaidullah dan banyak lagi sahabat dari kalangan Bani Al Abbas, seraya bersabda: “Barangsiapa paling dahulu sampai kepadaku, maka ia akan mendapatkan ini dan itu.” Abdullah berkata Lalu mereka saling berlomba untuk sampai kepada Rasulullah saw., sehingga diantara mereka ada yang menyentuh dada beliau dan ada juga yang menyentuh punggung beliau. Kemudian beliau menciumi mereka dan memeluk mereka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1740
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْعَبَّاسِ قَالَجَاءَتْ الْغُمَيْصَاءُ أَوْ الرُّمَيْصَاءُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَشْكُو زَوْجَهَا وَتَزْعُمُ أَنَّهُ لَا يَصِلُ إِلَيْهَا فَمَا كَانَ إِلَّا يَسِيرًا حَتَّى جَاءَ زَوْجُهَا فَزَعَمَ أَنَّهَا كَاذِبَةٌ وَلَكِنَّهَا تُرِيدُ أَنْ تَرْجِعَ إِلَى زَوْجِهَا الْأَوَّلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ لَكِ ذَلِكَ حَتَّى يَذُوقَ عُسَيْلَتَكِ رَجُلٌ غَيْرُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah memberitakan kepada kami {Yahya bin Abu Ishaq} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Ubaidullah bin Abbas} berkata Al Ghumaisha’ atau Ar Rumaisha’ menemui Rasulullah saw. mengadukan suaminya, dan perempuan itu menyatakan bahwa suaminya tidak mau menggaulinya. Tidak lama kemudian datanglah suaminya dan menyatakan bahwa istrinya berdusta, namun dia melakukannya hanya karena ingin kembali kepada suami pertamanya. Maka Rasulullah saw. berkata kepada perempuan itu: “Engkau tidak akan bisa melakukannya hingga suami kedua merasakan madumu.”