Dari Musnad Bani Hasyim
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1751
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَخَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ إِذَا لَمْ يَجِدْ الْمُحْرِمُ إِزَارًا فَلْيَلْبَسْ السَّرَاوِيلَ وَإِذَا لَمْ يَجِدْ النَّعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ الْخُفَّيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah memberitakan kepada kami {‘Amru bin Dinar} dari {Jabir bin Zaid} dari {Ibnu Abbas} berkata Rasulullah saw. berkhutbah “Jika orang yang sedang ihram tidak mendapati kain (untuk menutup tubuhnya), maka hendaklah mengenakan sirwal (semacam celana). Dan jika tidak mendapati sandal, hendaklah mengenakan khuff.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1752
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ عَنْ مِقْسَمٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ صَائِمٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} berkata telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Miqsam} dari {Ibnu Abbas} bahwa Rasulullah saw. berbekam pada saat beliau ihram dan puasa.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1753
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَجُلًا كَانَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَقَصَتْهُ نَاقَتُهُ وَهُوَ مُحْرِمٌ فَمَاتَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْهِ وَلَا تَمَسُّوهُ بِطِيبٍ وَلَا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّيًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah memberitakan kepada kami {Abu Bisyr} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} bahwa seorang laki-laki (ikut berihram) bersama Nabi saw., lalu orang tersebut jatuh terpelanting dari untanya padahal ia dalam keadaan ihram, sehingga akhirnya dia meninggal dunia. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, lalu kafanilah ia dengan baju yang dipakainya, jangan diberi wangi-wangian, juga jangan ditutup bagian kepalanya. Sesungguhnya ia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1754
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا عَوْفٌ عَنْ زِيَادِ بْنِ حُصَيْنٍ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ جَمْعٍ هَلُمَّ الْقُطْ لِي فَلَقَطْتُ لَهُ حَصَيَاتٍ مِنْ حَصَى الْخَذْفِ فَلَمَّا وَضَعَهُنَّ فِي يَدِهِ قَالَ نَعَمْ بِأَمْثَالِ هَؤُلَاءِ وَإِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِي الدِّينِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepada kami {‘Auf} dari {Ziyad bin Hushain} dari {Abu Al ‘Aliyah} dari {Ibnu Abbas} berkata Rasulullah saw. berkata kepadaku pada pagi Hari ketika di Muzdalifah “Tolong ambilkan beberapa kerikil untukku!” Maka saya pun mencarikan untuk beliau beberapa kerikil yang berukuran sedang untuk dilempar. Saat meletakkan kerikil-kerikil di tangan beliau, beliau bersabda: “Ya, seperti batu-batu ini. Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam masalah dien, sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena sikap berlebih-lebihan mereka dalam masalah dien.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1755
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَافَرَ مِنْ الْمَدِينَةِ لَا يَخَافُ إِلَّا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى رَجَعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} dari {Manshur} dari {Ibnu Sirrin} dari {Ibnu Abbas} bahwa Rasulullah saw. melakukan perjalanan dari Madinah yang beliau tidak takut kecuali kepada Allah ‘azza wajalla. Dan beliau shalat dua raka’at-dua raka’at hingga beliau kembali (ke Madinah).
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1756
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَارٍ بِمَكَّةَ{ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا }قَالَ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى بِأَصْحَابِهِ رَفَعَ صَوْتَهُ بِالْقُرْآنِ فَلَمَّا سَمِعَ ذَلِكَ الْمُشْرِكُونَ سَبُّوا الْقُرْآنَ وَسَبُّوا مَنْ أَنْزَلَهُ وَمَنْ جَاءَ بِهِ قَالَ فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ{ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ }أَيْ بِقِرَاءَتِكَ فَيَسْمَعَ الْمُشْرِكُونَ فَيَسُبُّوا الْقُرْآنَ{ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا }عَنْ أَصْحَابِكَ فَلَا تُسْمِعُهُمْ الْقُرْآنَ حَتَّى يَأْخُذُوهُ عَنْكَ{ وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah memberitakan kepada kami {Abu Bisyr} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} berkata Ayat berikut turun saat Rasulullah saw. di Makkah: (Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya.) Ibnu Abbas berkata “Jika Nabi saw. mengimami shalat para sahabatnya, beliau mengeraskannya saat membaca al Qur`an. Tatkala orang-orang musyrik mendengarkan hal itu, mereka mencela al Qur`an, mencela yang menurunkannya dan yang membawakannya. Maka Allah Azza Wa Jalla berfirman kepada NabiNya: (Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu) maksudnya adalah dalam bacaanmu sehingga orang-orang musyrik mendengarnya dan mereka mencela al Qu`ran dan: (Dan janganlah pula merendahkannya.) dari para sahabatmu sehingga mereka tidak dapat mendengarkan dan mengambil al Qu`ran darimu dan: (Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu).
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1757
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنِ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِوَادِي الْأَزْرَقِ فَقَالَ أَيُّ وَادٍ هَذَا قَالُوا هَذَا وَادِي الْأَزْرَقِ فَقَالَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام وَهُوَ هَابِطٌ مِنْ الثَّنِيَّةِ وَلَهُ جُؤَارٌ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِالتَّلْبِيَةِ حَتَّى أَتَى عَلَى ثَنِيَّةِ هَرْشَاءَ فَقَالَ أَيُّ ثَنِيَّةٍ هَذِهِ قَالُوا ثَنِيَّةُ هَرْشَاءَ قَالَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى يُونُسَ بْنِ مَتَّى عَلَى نَاقَةٍ حَمْرَاءَ جَعْدَةٍ عَلَيْهِ جُبَّةٌ مِنْ صُوفٍ خِطَامُ نَاقَتِهِ خُلْبَةٌ قَالَ هُشَيْمٌ يَعْنِي لِيفٌ وَهُوَ يُلَبِّي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah memberitakan kepada kami {Daud bin Abu Hind} dari {Abu Al ‘Aliyah} dari {Ibnu Abbas} bahwa Rasulullah saw. melewati lembah al Azraq, lalu beliau bertanya: “Lembah apakah ini?” Para sahabat menjawab “Ini adalah lembah al Arzaq.” Beliau berkata “Aku seakan-akan melihat Musa ‘Alaihis Salam turun dari atas bukit dan ia mengeraskan suaranya dengan bertalbiyah kepada Allah ‘azza wajalla, hingga ia tiba di bukit Harsya”. Lalu beliau bertanya: “Bukit apakah ini?” Para sahabat menjawab: “Ini adalah bukit Harsya’.” Beliau berkata “Aku seakan-akan melihat Yunus bin Matta berada di atas seekor unta merah, rambutnya keriting, mengenakan pakaian dari bulu, dan tali kekang untanya indah.” Husyaim berkata ” (tali kekangnya terbuat dari) sabut. Dia dalam keadaan bertalbiyah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1758
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا أَصْحَابُنَا مِنْهُمْ شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي حَسَّانَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشْعَرَ بَدَنَتَهُ مِنْ الْجَانِبِ الْأَيْمَنِ ثُمَّ سَلَتَ الدَّمَ عَنْهَا وَقَلَّدَهَا نَعْلَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah memberitakan kepada kami beberapa sahabat kami, di antaranya adalah {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Abu Hassan} dari {Ibnu Abbas} bahwa Rasulullah saw. menggores untanya di bagian sebelah kanan sampai berdarah, kemudian membersihkan darahnya dan menggantungkan kedua sandal dileher unta tersebut.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1759
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ عَنْ مِقْسَمٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ الصَّعْبَ بْنَ جَثَّامَةَ الْأَسْدِيَّ أَهْدَى إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رِجْلَ حِمَارِ وَحْشٍ وَهُوَ مُحْرِمٌ فَرَدَّهُ وَقَالَ إِنَّا مُحْرِمُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah memberitakan kepada kami {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Miqsam} dari {Ibnu Abbas} bahwa Ash Sha’b bin Jatsamah Al Asadi memberikan hadiah kepada Rasulullah saw. berupa sepotong kaki keledai liar saat beliau sedang ihram, tetapi beliau menolak dan mengatakan: “Sesungguhnya kami sedang ihram.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 1760
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا مَنْصُورٌ عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَمَّنْ حَلَقَ قَبْلَ أَنْ يَذْبَحَ وَنَحْوِ ذَلِكَ فَجَعَلَ يَقُولُ لَا حَرَجَ لَا حَرَجَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepada kami {Manshur} dari {‘Atho`} dari {Ibnu Abbas} bahwa Nabi saw. ditanya tentang orang yang mencukur kepalanya sebelum ia menyembelih atau semacamnya. Maka beliau menjawab: “Tidak apa-apa, tidak apa-apa.”