Haid
Sahih Muslim | Hadits No. : 462
و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا يَحْيَى وَهُوَ ابْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ لَهُمَا قَالَ ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَا حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ عُمَرَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَرْقُدُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Bakar al-Muqaddami} dan {Zuhair bin Harb} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya, yaitu Ibnu Sa’id} dan {Ubaidullah} –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abi Syaibah} dan {Ibnu Numair} dan lafazh tersebut milik keduanya, berkata {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {bapakku} dan berkata {Abu Bakar} telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} bahwa Umar berkata, “Wahai Rasulullah, apa (boleh) salah seorang dari kita tidur sedangkan dia dalam keadaan junub?” Beliau menjawab, “Ya boleh, apabila dia telah berwudhu.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 463
و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ عُمَرَ اسْتَفْتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلْ يَنَامُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ لِيَتَوَضَّأْ ثُمَّ لِيَنَمْ حَتَّى يَغْتَسِلَ إِذَا شَاءَ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Rafi’} telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} dari {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Nafi’} dari {Ibnu Umar} bahwa Umar berkata, “Wahai Rasulullah, apa (boleh) salah seorang dari kita tidur sedangkan dia dalam keadaan junub?” Beliau menjawab, “Ya boleh, apabila dia berwudhu.”…..
Sahih Muslim | Hadits No. : 464
و حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَذَكَرَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ تُصِيبُهُ جَنَابَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ ثُمَّ نَمْ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} dia berkata, saya membaca di hadapan {Malik} dari {Abdullah bin Dinar} dari {Ibnu Umar} dia berkata, “Umar bin al-Khaththab menyebutkan kepada Rasulullah saw. bahwa dia mengalami junub sejak malam. Maka Rasulullah saw. bersabda kepadanya, ‘Berwudhulah, dan cucilah kemaluanmu, kemudian tidurlah’.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 465
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَعَنْ وِتْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قُلْتُ كَيْفَ كَانَ يَصْنَعُ فِي الْجَنَابَةِ أَكَانَ يَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَمْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ فَنَامَ قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةًو حَدَّثَنِيهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ ح و حَدَّثَنِيهِ هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ جَمِيعًا عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin SA”id} telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Muawiyah bin Shalih} dari {Abdullah bin Abi Qais} dia berkata, “Saya bertanya kepada {Aisyah} tentang witir Rasulullah saw.m. Lalu dia menyebutkan suatu hadits. Aku bertanya, ‘Bagaimana (yang harus) dia perbuat ketika dalam keadaan junub, apakah dia harus mandi sebelum tidur atau tidur tanpa mandi? ‘ Aisyah menjawab, ‘Sungguh semuanya telah dilakukan beliau, boleh jadi dia mandi lalu tidur, boleh jadi dia berwudhu lalu tidur.’ Aku berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang menciptakan dalam perkara tersebut suatu keleluasaan’.” Dan telah menceritakannya kepadaku {Zuhair bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakannya kepadaku {Harun bin Sa’id al-Aili} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} semuanya dari {Muawiyah bin Shalih} dengan isnad ini hadits semisalnya.
Sahih Muslim | Hadits No. : 466
و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ ح و حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْفَزَارِيُّ كُلُّهُمْ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُودَ فَلْيَتَوَضَّأْزَادَ أَبُو بَكْرٍ فِي حَدِيثِهِ بَيْنَهُمَا وُضُوءًا وَقَالَ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يُعَاوِدَ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abi Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin Ghiyats} –lewat jalur periwayatan lain–, dan telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Abi Zaidah} –lewat jalur periwayatan lain–, dan telah menceritakan kepada kami {Amru an-Naqid} dan {Ibnu Numair} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Marwan bin Mu’awiyah al-Fazari} semuanya dari {Ashim} dari {Abu al-Mutawakkil} dari {Abu Sa’id al-Khudri} dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian menyenggamai istrinya, kemudian berkehendak untuk mengulanginya lagi maka hendaklah dia berwudhu.” Abu Bakar menambahkan dalam haditsnya, “Antara keduanya ada wudhu.” Dan dia berkata, “Kemudian dia ingin mengulanginya.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 467
و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي شُعَيْبٍ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا مِسْكِينٌ يَعْنِي ابْنَ بُكَيْرٍ الْحَذَّاءَ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَنَسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ بِغُسْلٍ وَاحِدٍ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {al-Hasan bin Ahmad bin Abi Syu’aib al-Harrani} telah menceritakan kepada kami {Miskin, yaitu Ibnu Bukair al-Hadzdza’} dari {Syu’bah} dari {Hisyam bin Zaid} dari {Anas} bahwa Nabi saw. menggilir istri-istrinya dengan satu kali mandi.
Sahih Muslim | Hadits No. : 468
و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ يُونُسَ الْحَنَفِيُّ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ قَالَ إِسْحَقُ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ حَدَّثَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَجَاءَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ وَهِيَ جَدَّةُ إِسْحَقَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ لَهُ وَعَائِشَةُ عِنْدَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الْمَرْأَةُ تَرَى مَا يَرَى الرَّجُلُ فِي الْمَنَامِ فَتَرَى مِنْ نَفْسِهَا مَا يَرَى الرَّجُلُ مِنْ نَفْسِهِ فَقَالَتْ عَائِشَةُ يَا أُمَّ سُلَيْمٍ فَضَحْتِ النِّسَاءَ تَرِبَتْ يَمِينُكِ فَقَالَ لِعَائِشَةَ بَلْ أَنْتِ فَتَرِبَتْ يَمِينُكِ نَعَمْ فَلْتَغْتَسِلْ يَا أُمَّ سُلَيْمٍ إِذَا رَأَتْ ذَاكِ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Zuhair bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Umar bin Yunus al-Hanafi} telah menceritakan kepada kami {Ikrimah bin Ammar} dia berkata, {Ishaq bin Abi Thalhah} berkata, telah menceritakan kepadaku {Anas bin Malik} dia berkata, “Ummu Sulaim mendatangi -dan dia adalah nenek Ishaq- Rasulullah saw. seraya berkata kepadanya -sedangkan aisyah berada di sisi beliau, ‘Wahai Rasulullah, seorang wanita bermimpi sesuatu yang juga dimimpikan seorang laki-laki dalam tidurnya, lalu dia bermimpi dirinya (melakukan sesuatu) sebagaimana laki-laki bermimpi dirinya (melakukan sesuatu).’ Maka Aisyah berkata, ‘Kamu telah membuka (aib) wanita, serius itu.” Maka beliau bersabda kepada Aisyah, ‘Bahkan kamu juga, aku juga serius.” Ya benar, (wanita juga bermimpi seperti laki-laki), maka hendaklah kamu mandi wahai Ummu Sulaim apabila kamu bermimpi bersenggama’.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 469
حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْ أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ حَدَّثَتْأَنَّهَا سَأَلَتْ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمَرْأَةِ تَرَى فِي مَنَامِهَا مَا يَرَى الرَّجُلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَتْ ذَلِكِ الْمَرْأَةُ فَلْتَغْتَسِلْ فَقَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ وَاسْتَحْيَيْتُ مِنْ ذَلِكَ قَالَتْ وَهَلْ يَكُونُ هَذَا فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ فَمِنْ أَيْنَ يَكُونُ الشَّبَهُ إِنَّ مَاءَ الرَّجُلِ غَلِيظٌ أَبْيَضُ وَمَاءَ الْمَرْأَةِ رَقِيقٌ أَصْفَرُ فَمِنْ أَيِّهِمَا عَلَا أَوْ سَبَقَ يَكُونُ مِنْهُ الشَّبَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abbas bin al-Walid} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} telah menceritakan kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} bahwa {Anas bin Malik} telah menceritakan kepada mereka bahwa {Ummu Sulaim} pernah bercerita bahwa dia bertanya kepada Nabi saw.m tentang wanita yang bermimpi (bersenggama) sebagaimana yang terjadi pada seorang lelaki. Maka Rasulullah saw.m bersabda, “Apabila perempuan tersebut bermimpi keluar mani, maka dia wajib mandi hadas.” Ummu Sulaim berkata, “Aku malu untuk bertanya perkara tersebut”. Ummu Sulaim bertanya, “Apakah perkara ini berlaku pada perempuan?” Nabi saw.m bersabda, “Ya (wanita juga keluar mani, kalau dia tidak keluar) maka dari mana terjadi kemiripan?. Ketahuilah bahwa mani lelaki itu kental dan berwarna putih, sedangkan mani perempuan itu encer dan berwarna kuning. Manapun mani dari salah seorang mereka yang lebih mendominasi atau menang, niscaya kemiripan terjadi karenanya.
Sahih Muslim | Hadits No. : 470
حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا أَبُو مَالِكٍ الْأَشْجَعِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَسَأَلَتْ امْرَأَةٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمَرْأَةِ تَرَى فِي مَنَامِهَا مَا يَرَى الرَّجُلُ فِي مَنَامِهِ فَقَالَ إِذَا كَانَ مِنْهَا مَا يَكُونُ مِنْ الرَّجُلِ فَلْتَغْتَسِلْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Dawud bin Rusyaid} telah menceritakan kepada kami {Shalih bin Umar} telah menceritakan kepada kami {Abu Malik al-Asyja’i} dari {Anas bin Malik} dia berkata, “Seorang wanita bertanya kepada Rasulullah saw. tentang wanita yang bermimpi (bersenggama) dalam tidurnya sebagaimana seorang laki-laki bermimpi dalam tidurnya. Maka beliau menjawab, ‘Apabila dia mengalami sesuatu yang dialami oleh seorang laki-laki, hendaklah dia mandi’.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 471
و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْجَاءَتْ أَمُّ سُلَيْمٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي مِنْ الْحَقِّ فَهَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ إِذَا احْتَلَمَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ إِذَا رَأَتْ الْمَاءَ فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَتَحْتَلِمُ الْمَرْأَةُ فَقَالَ تَرِبَتْ يَدَاكِ فَبِمَ يُشْبِهُهَا وَلَدُهَاحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ جَمِيعًا عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَ مَعْنَاهُ وَزَادَ قَالَتْ قُلْتُ فَضَحْتِ النِّسَاءَ و حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي حَدَّثَنِي عُقَيْلُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّهُ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ أُمَّ بَنِي أَبِي طَلْحَةَ دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَى حَدِيثِ هِشَامٍ غَيْرَ أَنَّ فِيهِ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ لَهَا أُفٍّ لَكِ أَتَرَى الْمَرْأَةُ ذَلِكِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya at-Tamimi} telah mengabarkan kepada kami {Abu Muawiyah} dari {Hisyam bin Urwah} dari {Bapaknya} dari {Zainab binti Abi Salamah} dari {Ummu Salamah}, dia berkata, “Ummu Sulaim mengunjungi Nabi saw.m, dia berkata ‘Wahai Rasulullah! Allah tidak malu terhadap kebenaran. Apakah seorang wanita wajib mandi bila dia bermimpi? ‘ Rasulullah saw. bersabda: ‘Ya, apabila dia melihat air (mani).’ Ummu Salamah berkata ‘Apakah Seorang wanita juga bermimpi (dan keluar mani)? ‘ Beliau bersabda: ‘Bagaimana kamu, lantas dengan apa anaknya bisa menyerupai dirinya?” telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {Zuhair bin Harb} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Waki’}. (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Umar} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Hisyam bin ‘Urwah} dengan sanad dan maksud yang sama, dan dia menambahkan “Ummu Salamah berkata aku berkata “Kamu telah membuka aib wanita.” Dan telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Syu’aib bin Al Laits} telah menceritakan kepadaku {Ayahku} dari {Kakekku} telah menceritakan kepadaku {‘Uqail bin Khalid} dari {Ibnu Syihab} bahwa dia berkata telah mengabarkan kepadaku {Urwah bin Az Zubair} bahwa {‘Aisyah isteri Nabi saw.} telah mengabarkan kepadanya, bahwa Ummu Sulaim yaitu Ummu Bani Thalhah menemui Rasulullah saw.…” semakna dengan hadits Hisyam, namun dalam hadits Hisyam terdapat tambahan ‘Aisyah berkata lalu aku berkata kepadanya “Cukup, apakah seorang wanita juga bermimpi seperti itu?.”