Mandi dan Tayammum
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 442
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ أَنَّهُ قَالَ الْوُضُوءُ مِنْ مَسِّ الذَّكَرِفَقَالَ مَرْوَانُ أَخْبَرَتْنِيهِ بُسْرَةُ بِنْتُ صَفْوَانَ فَأَرْسَلَ عُرْوَةُ قَالَتْ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يُتَوَضَّأُ مِنْهُ فَقَالَ مِنْ مَسِّ الذَّكَرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Al-Laits} dari {Ibnu Syihab} dari {Urwah bin Jubair} dari {Marwan bin Al Hakam} dia berkata berwudlu karena menyentuh kemaluan. Marwan berkata ” {Busrah binti Shafwan} mengabarkan kepadaku berita ini, bahwa Urwah mengutusnya, ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. menyebutkan hal yang membuat seseorang harus berwudlu, beliau bersabda: “Diantaranya karena menyentuh kemaluan.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 443
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلَا يُصَلِّي حَتَّى يَتَوَضَّأَقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ أَبِيهِ هَذَا الْحَدِيثَ وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Manshur} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Hisyam bin Urwah} dia berkata Telah mengabarkan kepadaku {Bapakku} dari {Busrah binti Shafwan} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa menyentuh kemaluannya, janganlah shalat hingga ia berwudlu.” Abu Abdurrahman berkata Hisyam bin Urwah tidak pernah mendengar dari Bapaknya mengenai hadits ini. Wallahu Subhanahu wa Ta’la A’lam.