Mandi dan Tayammum
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 433
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ الْأَعْمَشُ قَالَ سَمِعْتُ مُنْذِرًا عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَاسْتَحْيَيْتُ أَنْ أَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمَذْيِ مِنْ أَجْلِ فَاطِمَةَ فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ فَسَأَلَهُ فَقَالَ فِيهِ الْوُضُوءُالِاخْتِلَافُ عَلَى بُكَيْرٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdul A’la} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Al Harits} dari {Syu’bah} dia berkata Telah mengabarkan kepadaku {Sulaiman} dia berkata Saya mendengar {Mundzir} dari {Muhammad bin Ali} dari {Ali} dia berkata “Aku malu bertanya kepada Rasulullah saw. tentang madzi karena Fatimah adalah puteri beliau, jadi aku menyuruh Miqdad bin Al Aswad untuk bertanya. Lalu dia bertanya, dan Rasulullah saw. menjawab: Mengenai hal itu, ia harus wudlu.” Ada perbedaan pada Bukair.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 434
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى عَنْ ابْنِ وَهْبٍ وَذَكَرَ كَلِمَةً مَعْنَاهَا أَخْبَرَنِي مَخْرَمَةُ بْنُ بُكَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَرْسَلْتُ الْمِقْدَادَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ عَنْ الْمَذْيِ فَقَالَ تَوَضَّأْ وَانْضَحْ فَرْجَكَقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ مَخْرَمَةُ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ أَبِيهِ شَيْئًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Isa} dari {Ibnu Wahab} dan dia menyebutkan satu kalimat yang maksudnya adalah telah mengabarkan kepadaku {Makhramah bin Bukair} dari {Bapaknya} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Ibnu Abbas} dia berkata {Ali} Radliyallahu’anhu berkata “Aku mengutus Miqdad kepada Rasulullah saw. untuk bertanya tentang madzi? lalu beliau bersabda: Berwudlulah dan basahi atau perciki kemaluanmu.” Abu Abdurrahman berkata Makhramah tidak pernah mendengar dari Bapaknya sedikitpun.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 435
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ لَيْثِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ الْأَشَجِّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ قَالَأَرْسَلَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ الْمِقْدَادَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ عَنْ الرَّجُلِ يَجِدُ الْمَذْيَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْسِلُ ذَكَرَهُ ثُمَّ لِيَتَوَضَّأْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid bin Nashr} dia berkata Telah memberitakan kepada kami {Abdullah} dari {Laits bin Sa’ad} dari {Bukair bin Al-Asyaj} dari {Sulaiman bin Yasar} dia berkata “Ali bin Abu Thalib Radliyallahu’anhu mengutus Miqdad kepada Rasulullah saw. untuk menyatakan seorang laki-laki yang mengeluarkan madzi. Beliau saw. menjawab: “Hendaklah ia mencuci kemaluannya kemudian berwudlu.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 436
أَخْبَرَنَا عُتْبَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قُرِئَ عَلَى مَالِكٍ وَأَنَا أَسْمَعُ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَمَرَهُ أَنْ يَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الرَّجُلِ إِذَا دَنَا مِنْ الْمَرْأَةِ فَخَرَجَ مِنْهُ الْمَذْيُ فَإِنَّ عِنْدِي ابْنَتَهُ وَأَنَا أَسْتَحْيِي أَنْ أَسْأَلَهُ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ ذَلِكَ فَلْيَنْضَحْ فَرْجَهُ وَلْيَتَوَضَّأْ وَضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Utbah bin Abdullah} dia berkata telah dibacakan kepada {Malik} dan saya mendengarnya dari {Abu Nadlar} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Miqdad bin Al Aswad} dari Ali Radliyallahu’anhu bahwa dia memerintahkannya untuk bertanya Rasulullah saw. tentang seorang yang ingin mendekati istrinya, lalu keluar madzi, maka apa yang harus dia perbuat? Karena anak perempuan beliau adalah istriku – jadi aku malu untuk bertanya hal itu! Lalu dia pun (Miqdad) bertanya kepada Rasulullah saw. tentang hal tersebut, dan beliau menjawab: “Bila salah seorang dari kalian mendapati hal tersebut, maka basahi dan percikilah kemaluannya dengan air, lalu berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 437
أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ الزُّهْرِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنْ اللَّيْلِ فَلَا يُدْخِلْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يُفْرِغَ عَلَيْهَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Imran bin Yazid} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Ismail bin Abdullah} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Muslim Az-Zuhri} dia berkata Telah menceritakan kepadaku {Sa’id Al Musayyab} dia berkata Telah menceritakan kepadaku {Abu Hurairah} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, janganlah memasukkan tangannya ke dalam bejana air hingga menuangkan ke tangannya sebanyak dua kali atau tiga kali, karena dia tidak tahu dimana tangannya menginap (berada waktu dia tidur).”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 438
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَصَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ فَصَلَّى ثُمَّ اضْطَجَعَ وَرَقَدَ فَجَاءَهُ الْمُؤَذِّنُ فَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ مُخْتَصَرٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Daud} dari {‘Amr} dari {Kuraib} dari {Ibnu Abbas} dia berkata Aku pernah shalat pada suatu malam bersama Rasulullah saw. Aku berdiri di samping kirinya, lalu beliau memindahkanku ke samping kanannya. Setelah shalat beliau berbaring dan tidur. Kemudian datanglah mu’adzin, lalu beliau shalat tanpa wudlu lagi.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 439
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطُّفَاوِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَنْصَرِفْ وَلْيَرْقُدْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdurrahaman At Thufawi} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Anas} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian mengantuk dalam (Shalatnya), hendaklah ia menghentikan shalat dan tidur.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 440
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي بَكْرٍ قَالَ عَلَى أَثَرِهِ قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَلَمْ أُتْقِنْهُ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ بُسْرَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dari {Sufyan} dari {Abdullah yaitu Ibnu Abu Bakar} dia berkata dengan atsarnya, Abu Abdurrahman berkata -dan aku belum memastikannya- dari {Urwah} dari {Busrah} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa menyentuh kemaluannya, hendaklah ia berwudlu.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 441
أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَفْضَى أَحَدُكُمْ بِيَدِهِ إِلَى فَرْجِهِ فَلْيَتَوَضَّأْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Imran bin Musa} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Sawa} dari {Syu’bah} dari {Ma’mar} dari {Az-Zuhri} dari {Urwah bin Jubair} dari {Busrah binti Shafwan} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian menyentuh kemaluannya dengan tangannya, hendaklah berwudlu.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 442
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ أَنَّهُ قَالَ الْوُضُوءُ مِنْ مَسِّ الذَّكَرِفَقَالَ مَرْوَانُ أَخْبَرَتْنِيهِ بُسْرَةُ بِنْتُ صَفْوَانَ فَأَرْسَلَ عُرْوَةُ قَالَتْ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يُتَوَضَّأُ مِنْهُ فَقَالَ مِنْ مَسِّ الذَّكَرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Al-Laits} dari {Ibnu Syihab} dari {Urwah bin Jubair} dari {Marwan bin Al Hakam} dia berkata berwudlu karena menyentuh kemaluan. Marwan berkata ” {Busrah binti Shafwan} mengabarkan kepadaku berita ini, bahwa Urwah mengutusnya, ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. menyebutkan hal yang membuat seseorang harus berwudlu, beliau bersabda: “Diantaranya karena menyentuh kemaluan.”