Mandi dan Tayammum

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 443

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلَا يُصَلِّي حَتَّى يَتَوَضَّأَقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ أَبِيهِ هَذَا الْحَدِيثَ وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Manshur} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Hisyam bin Urwah} dia berkata Telah mengabarkan kepadaku {Bapakku} dari {Busrah binti Shafwan} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa menyentuh kemaluannya, janganlah shalat hingga ia berwudlu.” Abu Abdurrahman berkata Hisyam bin Urwah tidak pernah mendengar dari Bapaknya mengenai hadits ini. Wallahu Subhanahu wa Ta’la A’lam.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 393

أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ عَنْ ابْنِ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ الْأَشَجِّ أَنَّ أَبَا السَّائِبِ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْتَسِلْ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sulaiman bin daud} dan {Harits bin Miskin} telah dibacakan kepadanya dan saya mendengar dari {Ibnu Wahab} dari {Amr bin Harits} dari {Bukair bin Al-Asyaj} bahwasanya {Abu Sa’ib} berkata kepadanya, dia mendengar {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda “Janganlah salah seorang dari kalian mandi junub pada air yang diam (menggenang).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 394

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا حِبَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ الرَّجُلُ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ أَوْ يَتَوَضَّأُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Hatim} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Hibban} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abdullah} dari {Ma’mar} dari {Hammam bin Munabbih} dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Janganlah kalian sekali-kali buang air kecil pada air yang menggenang, kemudian mandi atau wudlu dari air itu.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 395

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ الْبَغْدَادِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ عَجْلَانَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يُغْتَسَلَ فِيهِ مِنْ الْجَنَابَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Shalih Al-bagdadi} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Muhammad} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Ajlan} dari {Abu Zinad} dari {Al-A’raj} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. melarang kencing di air yang menggenang kemudian mandi junub di sana.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 396

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِي الْمَاءِ الرَّاكِدِ ثُمَّ يُغْتَسَلَ مِنْهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhamad bin Abdullah bin Yazid} dari {Syufyan} dari {Abu Zinad} dari {Musa bin Abu Utsman} dari {Bapaknya} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. melarang kencing di air yang menggenang kemudian mandi junub di air itu.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 397

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَلَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُقَالَ سُفْيَانُ قَالُوا لِهِشَامٍ يَعْنِي ابْنَ حَسَّانَ إِنَّ أَيُّوبَ إِنَّمَا يَنْتَهِي بِهَذَا الْحَدِيثِ إِلَى أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ إِنَّ أَيُّوبَ لَوْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَرْفَعَ حَدِيثًا لَمْ يَرْفَعْهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub} dari {Ibnu Sirin} dari {Abu Hurairah} mengatakan “Janganlah salah seorang kalian kencing di air menggenang, tidak mengalir, kemudian mandi di sana.” Sufyan mengatakan mereka mengatakan kepada Hasyim yakni Ibnu Hasan, bahwa Ayyub membawakan hadits ini hingga Abu Hurairah. Lalu ia mengatakan Ayyub sekiranya bisa untuk tidak memarfu’kan hadits, maka ia tidak memarfu’kannya.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 398

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَدْخُلْ الْحَمَّامَ إِلَّا بِمِئْزَرٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Hisyam} dia berkata Telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {‘Atha’} dari {Abu Zubair} dari {Jabir} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah masuk kamar mandi kecuali memakai kain (menutup auratnya).”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 399

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَجْزَأَةَ بْنِ زَاهِرٍ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى يُحَدِّثُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَدْعُو اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي مِنْ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْهَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَالْمَاءِ الْبَارِدِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Ibrahim} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Bisyir bin Mufadlal} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Majza’ah bin Zahir} bahwasanya dia mendengar {Abdullah bin Abu Aufa} berkata dari Nabi saw. bahwa beliau pernah berdoa, “Ya Allah, sucikan aku dari segala dosa dan kesalahan. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Ya Allah, sucikan aku dengan salju, air embun, dan air dingin.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 400

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ رُقْبَةَ عَنْ مَجْزَأَةَ الْأَسْلَمِيِّ عَنْ ابْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَالْمَاءِ الْبَارِدِ اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي مِنْ الذُّنُوبِ كَمَا يُطَهَّرُ الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yahya bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Musa} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Yazid} dari {Ruqbah} dari {Majza’ah Al-Aslamy} dari {Ibnu Abu Aufa} dia berkata bahwa Nabi saw. berdoa, “Ya Allah, sucikan aku dengan air salju, air embun dan air dingin. Ya Allah, sucikan aku dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana engkau mensucikan (membersihkan) baju putih dari kotoran.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 401

أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ قَالَسَأَلْتُ عَائِشَةَ كَيْفَ كَانَ نَوْمُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْجَنَابَةِ أَيَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَوْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ فَنَامَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib bin Yusuf} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dari {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Abdullah bin Abu Qais} dia berkata “Aku bertanya kepada {Aisyah} bagaimana Rasulullah saw. tidur dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur? Atau tidur sebelum mandi? ‘ Aisyah menjawab, ‘Semua pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. Kadang beliau mandi dahulu lantas tidur, dan kadang (hanya) wudlu lalu tidur.”