Wudhu
Sahih Bukhari | Hadits No. : 222
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ مَيْمُونٍ الْجَزَرِيُّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكُنْتُ أَغْسِلُ الْجَنَابَةَ مِنْ ثَوْبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَخْرُجُ إِلَى الصَّلَاةِ وَإِنَّ بُقَعَ الْمَاءِ فِي ثَوْبِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdan} berkata, telah mengabarkan kepada kami {‘Abdullah bin Al Mubarak} berkata, telah mengabarkan kepada kami {‘Amru bin Maimun Al Jazari} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {‘Aisyah} ia berkata, “Aku mencuci kain Nabi saw. sisa dari janabat, kemudian beliau keluar untuk shalat, sementara kainnya masih nampak basahnya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 223
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرٌو يَعْنِي ابْنَ مَيْمُونٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ قَالَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ ح و حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَيْمُونٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَعَنْ الْمَنِيِّ يُصِيبُ الثَّوْبَ فَقَالَتْ كُنْتُ أَغْسِلُهُ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَخْرُجُ إِلَى الصَّلَاةِ وَأَثَرُ الْغَسْلِ فِي ثَوْبِهِ بُقَعُ الْمَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yazid} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Amru} -yaitu Ibnu Maimun- dari {Sulaiman bin Yasar} berkata, aku mendengar {‘Aisyah} berkata. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Wahid} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Maimun} dari {Sulaiman bin Yasar} berkata, “Aku bertanya kepada {‘Aisyah} tentang mani yang mengenai pakaian. Ia lalu menjawab, “Aku pernah mencuci air mani dari pakaian Nabi saw., beliau lalu keluar untuk shalat sementara sisa cucian masih nampak pada pakaian beliau.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 224
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمِنْقَرِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَيْمُونٍ قَالَ سَأَلْتُ سُلَيْمَانَ بْنَ يَسَارٍفِي الثَّوْبِ تُصِيبُهُ الْجَنَابَةُ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ كُنْتُ أَغْسِلُهُ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَخْرُجُ إِلَى الصَّلَاةِ وَأَثَرُ الْغَسْلِ فِيهِ بُقَعُ الْمَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il Al Minqari} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Wahid} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Maimun} berkata, “Aku bertanya kepada {Sulaiman bin Yasar} tentang pakaian yang terkena janabat (mani), ia menjawab, ” {‘Aisyah} pernah berkata, “Aku pernah mencuci air mani dari pakaian Rasulullah saw., kemudian beliau keluar untuk shalat dan sisa cucian masih nampak pada pakaian beliau.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 225
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَائِشَةَأَنَّهَا كَانَتْ تَغْسِلُ الْمَنِيَّ مِنْ ثَوْبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ أَرَاهُ فِيهِ بُقْعَةً أَوْ بُقَعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Khalid} berkata, telah menceritakan kepada kami {Zuhair} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Maimun bin Mihran} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {‘Aisyah}, bahwa ia pernah mencuci air mani dari pakaian Nabi saw., kemudian aku masih melihat bekas sisa cucian itu.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 226
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَقَدِمَ أُنَاسٌ مِنْ عُكْلٍ أَوْ عُرَيْنَةَ فَاجْتَوَوْا الْمَدِينَةَ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلِقَاحٍ وَأَنْ يَشْرَبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا فَانْطَلَقُوا فَلَمَّا صَحُّوا قَتَلُوا رَاعِيَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتَاقُوا النَّعَمَ فَجَاءَ الْخَبَرُ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ فَبَعَثَ فِي آثَارِهِمْ فَلَمَّا ارْتَفَعَ النَّهَارُ جِيءَ بِهِمْ فَأَمَرَ فَقَطَعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسُمِرَتْ أَعْيُنُهُمْ وَأُلْقُوا فِي الْحَرَّةِ يَسْتَسْقُونَ فَلَا يُسْقَوْنَقَالَ أَبُو قِلَابَةَ فَهَؤُلَاءِ سَرَقُوا وَقَتَلُوا وَكَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَحَارَبُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Harb} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Anas bin Malik} berkata, “Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air seni dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju kandang unta (zakat), ketika telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi saw. dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi saw. menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum, maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka dibuang ke pada pasir yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi.” Abu Qilabah mengatakan, “Mereka semua telah mencuri, membunuh, murtad setelah keimanan dan memerangi Allah dan rasul-Nya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 227
حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو التَّيَّاحِ يَزِيدُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي قَبْلَ أَنْ يُبْنَى الْمَسْجِدُ فِي مَرَابِضِ الْغَنَمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Adam} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abu At Tayyah Yazid bin Humaid} dari {Anas} berkata, “Sebelum masjid dibangun, Nabi saw. shalat di kandang kambing.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 228
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مَيْمُونَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ فَأْرَةٍ سَقَطَتْ فِي سَمْنٍ فَقَالَ أَلْقُوهَا وَمَا حَوْلَهَا فَاطْرَحُوهُ وَكُلُوا سَمْنَكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepadaku {Malik} dari {Ibnu Syihab Az Zuhri} dari {Ubaidullah bin ‘Abdullah} dari {Ibnu ‘Abbas} dari {Maimunah}, bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya tentang bangkai tikus yang jatuh ke dalam lemak (minyak samin). Maka Beliau menjawab: “Buanglah bangkai tikus itu ada apa yang ada di sekitarnya, lalu makanlah lemak kalian.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 229
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْنٌ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مَيْمُونَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ فَأْرَةٍ سَقَطَتْ فِي سَمْنٍ فَقَالَ خُذُوهَا وَمَا حَوْلَهَا فَاطْرَحُوهُقَالَ مَعْنٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ مَا لَا أُحْصِيهِ يَقُولُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مَيْمُونَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin ‘Abdullah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ma’n} berkata, telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Ibnu Syihab} dari {Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud} dari {Ibnu ‘Abbas} dari {Maimunah}, bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya tentang bangkai tikus yang jatuh ke dalam lemak (minyak samin). Beliau lalu menjawab: “Buanglah bangkai tikus itu dan lemak yang ada di sekitarnya.” {Ma’n} berkata, telah menceritakan kepada kami {Malik} -apa yang aku tidak bisa menghitungnya- ia berkata dari {Ibnu ‘Abbas} dari {Maimunah}.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 230
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ كَلْمٍ يُكْلَمُهُ الْمُسْلِمُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَكُونُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَهَيْئَتِهَا إِذْ طُعِنَتْ تَفَجَّرُ دَمًا اللَّوْنُ لَوْنُ الدَّمِ وَالْعَرْفُ عَرْفُ الْمِسْكِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Muhammad} berkata, telah mengabarkan kepada kami {‘Abdullah} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Hammam bin Munabbih} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Setiap luka yang didapatkan seorang Muslim di jalan Allah, maka pada hari kiamat keadaannya seperti saat luka tersebut terjadi. Warnanya warna darah dan harumnya sewangi misik.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 231
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو الزِّنَادِ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ هُرْمُزَ الْأَعْرَجَ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَأَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَحْنُ الْآخِرُونَ السَّابِقُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Yaman} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abu Az Zinad} bahwa {‘Abdurrahman bin Hurmuz Al A’raj} menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar {Abu Hurairah} mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Kita adalah orang yang datang terakhir dan akan menjadi yang pertama pada hari kiamat.”