Wudhu
Sahih Bukhari | Hadits No. : 162
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَهُنَّ فِي غَسْلِ ابْنَتِهِ ابْدَأْنَ بِمَيَامِنِهَا وَمَوَاضِعِ الْوُضُوءِ مِنْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Khalid} dari {Hafshah} dari {Ummu ‘Athiyah} berkata, “Nabi saw. bersabda kepada mereka saat memandikan puterinya: “Hendaklah kalian mulai dari yang sebelah kanan dan anggota wudhunya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 163
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي أَشْعَثُ بْنُ سُلَيْمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin ‘Umar} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Asy’ats bin Sulaim} berkata, Aku mendengar {Bapakku} dari {Masruq} dari {‘Aisyah} berkata, “Nabi saw. suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan selainnya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 164
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَانَتْ صَلَاةُ الْعَصْرِ فَالْتَمَسَ النَّاسُ الْوَضُوءَ فَلَمْ يَجِدُوهُ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَضُوءٍ فَوَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذَلِكَ الْإِنَاءِ يَدَهُ وَأَمَرَ النَّاسَ أَنْ يَتَوَضَّئُوا مِنْهُ قَالَ فَرَأَيْتُ الْمَاءَ يَنْبُعُ مِنْ تَحْتِ أَصَابِعِهِ حَتَّى تَوَضَّئُوا مِنْ عِنْدِ آخِرِهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Yusuf} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Malik} dari {Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah} dari {Anas bin Malik} berkata, “Ketika waktu shalat Ashar tiba, orang-orang mencari air wudhu namun tidak mendapatkannya. Lalu aku melihat Rasulullah saw. diberi air wudhu, Rasulullah saw. kemudian meletakkan tangannya di atas bejana tersebut seraya memerintahkan orang-orang untuk berwudhu darinya.” Anas berkata, “Aku melihat air keluar dari jari-jari beliau hingga semua orang sampai yang terakhir dapat berwudhu.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 165
حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ قَالَ قُلْتُلِعَبِيدَةَ عِنْدَنَا مِنْ شَعَرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَبْنَاهُ مِنْ قِبَلِ أَنَسٍ أَوْ مِنْ قِبَلِ أَهْلِ أَنَسٍفَقَالَ لَأَنْ تَكُونَ عِنْدِي شَعَرَةٌ مِنْهُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Malik bin Isma’il} berkata, telah menceritakan kepada kami {Israil} dari {‘Ashim} dari {Ibnu Sirin} berkata, “Aku berkata kepada Abidah, “Kami memiliki rambut Nabi saw. yang kami dapat dari {Anas}, atau keluarga Anas.’ Ia lalu berkata, “Sekiranya aku memiliki satu helai rambut Rasulullah, maka itu lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 166
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ قَالَ أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبَّادٌ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَنَسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا حَلَقَ رَأْسَهُ كَانَ أَبُو طَلْحَةَ أَوَّلَ مَنْ أَخَذَ مِنْ شَعَرِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Abdurrahim} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin Sulaiman} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Abbad} dari {Ibnu ‘Aun} dari {Ibnu Sirin} dari {Anas}, bahwa ketika Rasulullah saw. mencukur rambutnya, maka Abu Thalhah adalah orang yang pertama mengambil rambut beliau.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 167
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا شَرِبَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Yusuf} dari {Malik} dari {Abu Az Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Jika anjing menjilat bejana seorang dari kalian, maka hendaklah ia cuci hingga tujuh kali.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 168
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ سَمِعْتُ أَبِي عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا رَأَى كَلْبًا يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَأَخَذَ الرَّجُلُ خُفَّهُ فَجَعَلَ يَغْرِفُ لَهُ بِهِ حَتَّى أَرْوَاهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَأَدْخَلَهُ الْجَنَّةَوَقَالَ أَحْمَدُ بْنُ شَبِيبٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَتْ الْكِلَابُ تَبُولُ وَتُقْبِلُ وَتُدْبِرُ فِي الْمَسْجِدِ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَكُونُوا يَرُشُّونَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq} telah mengabarkan kepada kami {‘Abdush Shamad} telah menceritakan kepada kami {‘Abdurrahman bin ‘Abdullah bin Dinar} aku mendengar {Bapakku} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., bahwa ada seorang laki-laki melihat seekor anjing menjilat-jilat tanah karena kehausan, lalu orang itu mengambil sepatunya dan mengisinya air untuk kemudian diminumkan kepada anjing tersebut hingga kenyang. Allah lalu berterima kasih kepadanya dan memasukkannya ke dalam surga.” {Ahmad bin Syabib} berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Yunus} dari {Ibnu Syihab} berkata, telah menceritakan kepadaku {Hamzah bin ‘Abdullah} dari {Bapaknya}, bahwa pada masa Rasulullah saw. ada beberapa anjing yang kencing dan membuang kotoran di dalam masjid, namun para sahabat tidak menyiramnya dengan sesuatu.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 169
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ ابْنِ أَبِي السَّفَرِ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِذَا أَرْسَلْتَ كَلْبَكَ الْمُعَلَّمَ فَقَتَلَ فَكُلْ وَإِذَا أَكَلَ فَلَا تَأْكُلْ فَإِنَّمَا أَمْسَكَهُ عَلَى نَفْسِهِ قُلْتُ أُرْسِلُ كَلْبِي فَأَجِدُ مَعَهُ كَلْبًا آخَرَ قَالَ فَلَا تَأْكُلْ فَإِنَّمَا سَمَّيْتَ عَلَى كَلْبِكَ وَلَمْ تُسَمِّ عَلَى كَلْبٍ آخَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin ‘Umar} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ibnu Abu As Safar} dari {Asy Sya’bi} dari {‘Adi bin Hatim} berkata, “Aku bertanya kepada Nabi saw., beliau lalu menjawab: “Jika kamu melepas anjing buruanmu yang telah terlatih lalu ia mendapatkan hasil buruan, maka makanlah hasil buruannya. Jika anjing itu memakannya maka kamu jangan memakannya, sebab ia menangkap untuk dirinya sendiri.” Aku lalu bertanya lagi, “Aku melepas anjing buruanku, lalu aku mendapati anjinglain bersama dengan anjingku?” Beliau menjawab: “Jangan kamu makan, karena kamu membaca basmalah untuk anjingmu dan tidak untuk anjing yang lain.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 170
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي الْمَسْجِدِ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ مَا لَمْ يُحْدِثْ فَقَالَ رَجُلٌ أَعْجَمِيٌّ مَا الْحَدَثُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ الصَّوْتُ يَعْنِي الضَّرْطَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Adam bin Abu Iyas} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi’b} telah menceritakan kepada kami {Sa’id Al Maqburi} dari {Abu Hurairah} berkata, “Nabi saw. bersabda: “Seorang hamba akan selalu dihitung shalat selama ia di masjid menunggu shalat dan tidak berhadats.” Lalu ada seorang laki-laki non-Arab berkata, “Apa yang dimaksud dengan hadats wahai Abu Hurairah?” Abu Hurairah menjawab, “Suara.” Yaitu kentut.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 171
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Walid} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Az Zuhri} dari {‘Abbad bin Tamim} dari {Pamannya} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Janganlah kamu pergi hingga engkau mendengar suara atau mencium bau.”