Salam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Muslim | Hadits No. : 4033

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ كِلَاهُمَا عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سُوَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ يَزِيدَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُاقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْنُكَ عَلَيَّ أَنْ يُرْفَعَ الْحِجَابُ وَأَنْ تَسْتَمِعَ سِوَادِي حَتَّى أَنْهَاكَو حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ الْحَسَنِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil Al Jahdari} dan {Qutaibah bin Sa’id} keduanya dari {‘Abdul Wahid} dan lafazh ini miliknya Qutaibah Telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Wahid bin Ziyad} Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin ‘Ubaidillah} Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Suwaid} ia berkata Aku mendengar {Abdurraman bin Yazid} berkata Aku mendengar {Abdullah bin Mas’ud} berkata Rasulullah saw. berkata kepadaku “Tanda izin masuk bagimu ialah, bila tirai telah diangkat. Dan engkau boleh mendengar pembicaraan yang kurahasiakan, kecuali bila kularang.” Dan telah menceritakannya kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {Muhammad bin ‘Abdullah bin Numair} serta {Ishaq bin Ibrahim}. Berkata {Ishaq} Telah mengabarkan kepada kami. Sedangkan yang lainnya berkata Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Idris} dari {Al Hasan bin ‘Ubaidillah} melalui sanad ini dengan Hadits yang serupa.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4034

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْخَرَجَتْ سَوْدَةُ بَعْدَ مَا ضُرِبَ عَلَيْهَا الْحِجَابُ لِتَقْضِيَ حَاجَتَهَا وَكَانَتْ امْرَأَةً جَسِيمَةً تَفْرَعُ النِّسَاءَ جِسْمًا لَا تَخْفَى عَلَى مَنْ يَعْرِفُهَا فَرَآهَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَقَالَ يَا سَوْدَةُ وَاللَّهِ مَا تَخْفَيْنَ عَلَيْنَا فَانْظُرِي كَيْفَ تَخْرُجِينَ قَالَتْ فَانْكَفَأَتْ رَاجِعَةً وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِي وَإِنَّهُ لَيَتَعَشَّى وَفِي يَدِهِ عَرْقٌ فَدَخَلَتْ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي خَرَجْتُ فَقَالَ لِي عُمَرُ كَذَا وَكَذَا قَالَتْ فَأُوحِيَ إِلَيْهِ ثُمَّ رُفِعَ عَنْهُ وَإِنَّ الْعَرْقَ فِي يَدِهِ مَا وَضَعَهُ فَقَالَ إِنَّهُ قَدْ أُذِنَ لَكُنَّ أَنْ تَخْرُجْنَ لِحَاجَتِكُنَّوَفِي رِوَايَةِ أَبِي بَكْرٍ يَفْرَعُ النِّسَاءَ جِسْمُهَا زَادَ أَبُو بَكْرٍ فِي حَدِيثِهِ فَقَالَ هِشَامٌ يَعْنِي الْبَرَازَ و حَدَّثَنَاه أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ وَكَانَتْ امْرَأَةً يَفْرَعُ النَّاسَ جِسْمُهَا قَالَ وَإِنَّهُ لَيَتَعَشَّى و حَدَّثَنِيهِ سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ هِشَامٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {Abu Kuraib} berkata Telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Hisyam} dari {Bapaknya} dari {‘Aisyah} berkata “Pada suatu malam Saudah bin Zam’ah, istri Rasulullah saw., keluar untuk buang hajat di tanah lapang. Saudah adalah seorang wanita besar yang tingginya melebihi rata-rata wanita Arab, hingga orang-orang yang melihatnya tidak akan sulit untuk mengenalinya. Kebetulan ‘Umar bin Khaththab melihatnya dan berkata ‘Hai Saudah, demi Allah saya bisa mengenalimu. Oleh karena itu, janganlah kamu keluar rumah.’ ‘Aisyah berkata ‘Setelah itu ia berbalik pulang ke rumah. Pada saat itu Rasulullah saw. sedang makan malam dengan sepotong daging di tangannya. Lalu Saudah masuk ke dalam rumah untuk buang hajat. Tetapi ‘Umar berkata begini dan begitu.’ ‘Aisyah berkata ‘Tak lama kemudian Rasulullah pun menerima wahyu. Setelah menerima wahyu -sementara sepotong daging masih beliau pegang- beliau pun bersabda: ‘Sesungguhnya kalian (para istriku) diperbolehkan keluar rumah untuk buang hajat.’ Dan di dalam riwayat Abu Bakr di sebutkan dengan lafazh Yafra’u (tubuhnya tinggi). Abu Bakr di dalam Hadits menambahkan, Hisyam berkata yaitu Al Barraz. Dan telah menceritakannya kepada kami {Abu Kuraib} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} Telah menceritakan kepada kami {Hisyam} melalui jalur ini, dan dia berkata ‘Dia adalah seorang wanita yang tinggi tubuhnya di antara yang lainnya. Dia juga berkata ‘Pada saat itu Rasulullah saw. sedang makan malam.’ Dan telah menceritakannya kepadaku {Suwaid bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Mushir} dari {Hisyam} melalui jalur ini.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4035

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي حَدَّثَنِي عُقَيْلُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ أَزْوَاجَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنَّ يَخْرُجْنَ بِاللَّيْلِ إِذَا تَبَرَّزْنَ إِلَى الْمَنَاصِعِ وَهُوَ صَعِيدٌ أَفْيَحُ وَكَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَقُولُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْجُبْ نِسَاءَكَ فَلَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُ فَخَرَجَتْ سَوْدَةُ بِنْتُ زَمْعَةَ زَوْجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً مِنْ اللَّيَالِي عِشَاءً وَكَانَتْ امْرَأَةً طَوِيلَةً فَنَادَاهَا عُمَرُ أَلَا قَدْ عَرَفْنَاكِ يَا سَوْدَةُ حِرْصًا عَلَى أَنْ يُنْزَلَ الْحِجَابُ قَالَتْ عَائِشَةُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْحِجَابَحَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Malik bin Syu’aib bin Al Laits} Telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {Kakekku} Telah menceritakan kepadaku {‘Uqail bin Khalid} dari {Ibnu Syihab} dari {‘Urwah bin Az Zubair} dari {‘Aisyah} bahwa para isteri Rasulullah saw. keluar di waktu malam apabila mereka hendak buang hajat ke tempat yang telah disediakan di lapangan. Lalu ‘Umar bin Khaththab mengusulkan kepada Rasulullah saw. supaya para isteri beliau memakai hijab. Tetapi Rasulullah saw. diam saja, tidak melakukan apa yang diusulkan ‘Umar. Maka pada suatu malam keluar isteri beliau, Saudah binti Zam’ah, lalu ditegur oleh ‘Umar ‘Hai Saudah! Kami mengenali engkau! ‘ Kata ‘Umar ‘Sesungguhnya ‘Umar menegurnya hanya karena dia ingin semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan ayat yang memerintahkan hijab. Kata ‘Aisyah ‘Memang, tidak lama kemudian maka turunlah ayat hijab.’ Telah menceritakan kepada kami {‘Amru An Naqid} Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’d} Telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Shalih} dari {Ibnu Syihab} melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4036

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا و قَالَ ابْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا لَا يَبِيتَنَّ رَجُلٌ عِنْدَ امْرَأَةٍ ثَيِّبٍ إِلَّا أَنْ يَكُونَ نَاكِحًا أَوْ ذَا مَحْرَمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} dan {‘Ali bin Hujr} berkata {Yahya} Telah mengabarkan kepada kami. Dan berkata {Ibnu Hujr} Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} Demikian juga diriwayatkan dari jalur yang lain Dan telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ash Shabbah} dan {Zuhair bin Harb} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} Telah menceritakan kepada kami {Abu Az Zubair} dari {Jabir} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Ketahuilah! Seorang laki-laki bukan muhrim tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada muhrimnya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 4037

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُو حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ وَاللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ وَحَيْوَةَ بْنِ شُرَيْحٍ وَغَيْرِهِمْ أَنَّ يَزِيدَ بْنَ أَبِي حَبِيبٍ حَدَّثَهُمْ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Laits} Demikian juga diriwayatkan dari jalur yang lain Dan telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Rumh} Telah mengabarkan kepada kami {Al Laits} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abu Al Khair} dari {‘Uqbah bin ‘Amir} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Hindarilah oleh kalian masuk ke rumah-rumah wanita!” Lalu seorang Anshar bertanya ‘Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang Al Hamwu, (keluarga dekat dari suaminya).’ Rasulullah saw. menjawab: ‘Bahkan itu lebih berbahaya.’ Dan telah menceritakan kepadaku {Abu Ath Thahir} Telah mengabarkan kepada kami {‘Abdullah bin Wahb} dari {‘Amru bin Al Harits}, {Al Laits bin Sa’d}, {Haywah bin Syuraih} dan selain mereka, bahwa {Yazid bin Abu Habib} menceritakan kepada mereka melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa.

Sahih Muslim | Hadits No. : 4038

و حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ وَسَمِعْتُ اللَّيْثَ بْنَ سَعْدٍ يَقُولُاالْحَمْوُ أَخُ الزَّوْجِ وَمَا أَشْبَهَهُ مِنْ أَقَارِبِ الزَّوْجِ ابْنُ الْعَمِّ وَنَحْوُهُ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Abu Ath Thahir} Telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} ia berkata Aku mendengar {Al Laits bin Sa’d} berkata “Al Hamwu adalah saudara suami dan yang lainnya dari kerabat dekat suami seperti sepupu dan seterusnya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 4039

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو ح و حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ أَنَّ بَكْرَ بْنَ سَوَادَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ جُبَيْرٍ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ حَدَّثَهُ أَنَّ نَفَرًا مِنْ بَنِي هَاشِمٍ دَخَلُوا عَلَى أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ وَهِيَ تَحْتَهُ يَوْمَئِذٍ فَرَآهُمْ فَكَرِهَ ذَلِكَفَذَكَرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ لَمْ أَرَ إِلَّا خَيْرًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَرَّأَهَا مِنْ ذَلِكَ ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ لَا يَدْخُلَنَّ رَجُلٌ بَعْدَ يَوْمِي هَذَا عَلَى مُغِيبَةٍ إِلَّا وَمَعَهُ رَجُلٌ أَوْ اثْنَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun bin Ma’ruf} Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Wahb} Telah mengabarkan kepadaku {‘Amru} Demikian juga diriwayatkan dari jalur yang lain Dan Telah menceritakan kepadaku {Abu Ath Thahir} Telah mengabarkan kepada kami {‘Abdullah bin Wahb} dari {‘Amru bin Al Harits}, {Bakr bin Sawadah} Telah menceritakan kepadanya {‘Abdur Rahman bin Jubair} Telah menceritakan kepadanya {‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash} Telah menceritakan kapadanya bahwa beberapa orang Bani Hisyam datang ke rumah Asma’ binti ‘Umais, isteri Abu Bakar Shiddiq (ketika Abu Bakar sedang tidak di rumah). Tiba-tiba Abu Bakar pulang dan bertemu dengan mereka. Abu Bakar merasa kurang senang atas kedatangan mereka yang demikian. Lalu diceritakannya hal itu kepada Rasulullah saw. Jawab beliau: “Aku tidak melihat sesuatu yang buruk atas kedatangan mereka. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyucikan Asma’ binti ‘Umais dari hal-hal yang demikian.” Kemudian beliau naik mimbar, lalu beliau bersabda: ‘Sesudah hari ini, seorang laki-laki tidak boleh masuk ke rumah seorang wanita yang suaminya sedang pergi, kecuali bila laki-laki itu disertai seorang atau dua orang teman laki-laki.’

Sahih Muslim | Hadits No. : 4040

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ مَعَ إِحْدَى نِسَائِهِ فَمَرَّ بِهِ رَجُلٌ فَدَعَاهُ فَجَاءَ فَقَالَ يَا فُلَانُ هَذِهِ زَوْجَتِي فُلَانَةُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ كُنْتُ أَظُنُّ بِهِ فَلَمْ أَكُنْ أَظُنُّ بِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab} Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Tsabit Al Bunani} dari {Anas} bahwa pada suatu ketika Nabi saw. sedang berdua dengan salah seorang isteri beliau. Kebetulan lewat ke dekat beliau seorang laki-laki. Orang itu dipanggil oleh Nabi saw., maka dia datang menemui beliau. Lalu Nabi saw. berkata kepadanya ‘Hai, Fulan! Ini isteriku, si Fulanah.’ orang itu menjawab ‘Ya, Rasulullah! Aku tidak menduga-duga dengan Anda.’ Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia melalui aliran darah.’

Sahih Muslim | Hadits No. : 4041

و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ وَتَقَارَبَا فِي اللَّفْظِ قَالَا أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ قَالَتْكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعْتَكِفًا فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلًا فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ لِأَنْقَلِبَ فَقَامَ مَعِيَ لِيَقْلِبَنِي وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ فَمَرَّ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ فَقَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَرًّا أَوْ قَالَ شَيْئًاو حَدَّثَنِيهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ أَنَّ صَفِيَّةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزُورُهُ فِي اعْتِكَافِهِ فِي الْمَسْجِدِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ فَتَحَدَّثَتْ عِنْدَهُ سَاعَةً ثُمَّ قَامَتْ تَنْقَلِبُ وَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْلِبُهَا ثُمَّ ذَكَرَ بِمَعْنَى حَدِيثِ مَعْمَرٍ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَبْلُغُ مِنْ الْإِنْسَانِ مَبْلَغَ الدَّمِ وَلَمْ يَقُلْ يَجْرِي
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dan {‘Abad bin Humaid} lafazh keduanya tidak jauh berbeda Telah mengabarkan kepada kami {‘Abdur Razaq} Telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {‘Ali bin Husain} dari {Shafiyyah binti Huyay} ia berkata “Pada suatu ketika Nabi saw. sedang I’tikaf. Aku mendatangi beliau malam hari, lalu aku berbicara kepadanya. Sesudah itu aku berdiri hendak pulang, dan beliau berdiri pula mengantarku ketika itu Shafiyah tinggal di rumah Usamah bin Zaid. Tiba-tiba lewat dua orang laki-laki Anshar. Tatkala mereka melihat Nabi saw. mereka kemudian mempercepat langkahnya. Lalu Nabi saw. berkata kepada mereka: ‘Hai, pelan-pelan sajalah kalian. Ini adalah isteriku, Shafiyah binti Huyay.’ Mereka menjawab ‘Subhanallah, ya Rasulullah! ‘ Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia melalui aliran darah. Aku khawatir kalau-kalau setan membisikkan sesuatu yang jahat ke dalam hati kalian.’ Dan telah menceritakannya kepada kami {‘Abdullah bin ‘Abdur Rahman Ad Darimi} Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Yaman} Telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhri} Telah mengabarkan kepada kami {‘Ali bin Husain} bahwa {Shafiyyah} istri Nabi saw. mengabarkan kepadanya, bahwasannya dia pernah datang kepada Nabi saw. untuk menjenguknya ketika beliau sedang I’tikaf di Masjid pada kesepuluh terakhir dari bulan RamAdhan. Lalu dia berbincang-bincang dengan beliau sejenak, lalu dia berdiri hendak pulang dan Nabi pun ikut berdiri hendak mengantarkannya. (dan seterusnya) sebagaimana yang di ceritakan di dalam Hadits Ma’mar hanya saja di dalam Hadits tersebut Nabi saw. menggunakan lafazh ‘yablagh’ bukan ‘yajri’ (mengalir).

Sahih Muslim | Hadits No. : 4042

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ أَنَّ أَبَا مُرَّةَ مَوْلَى عَقِيلِ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِي وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ فِي الْمَسْجِدِ وَالنَّاسُ مَعَهُ إِذْ أَقْبَلَ نَفَرٌ ثَلَاثَةٌ فَأَقْبَلَ اثْنَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَذَهَبَ وَاحِدٌ قَالَ فَوَقَفَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَرَأَى فُرْجَةً فِي الْحَلْقَةِ فَجَلَسَ فِيهَا وَأَمَّا الْآخَرُ فَجَلَسَ خَلْفَهُمْ وَأَمَّا الثَّالِثُ فَأَدْبَرَ ذَاهِبًا فَلَمَّا فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ عَنْ النَّفَرِ الثَّلَاثَةِ أَمَّا أَحَدُهُمْ فَأَوَى إِلَى اللَّهِ فَآوَاهُ اللَّهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَاسْتَحْيَا فَاسْتَحْيَا اللَّهُ مِنْهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَأَعْرَضَ فَأَعْرَضَ اللَّهُ عَنْهُو حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَرْبٌ وَهُوَ ابْنُ شَدَّادٍ ح و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا حَبَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ قَالَا جَمِيعًا حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ أَنَّ إِسْحَقَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ حَدَّثَهُ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ بِمِثْلِهِ فِي الْمَعْنَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dari {Malik bin Anas} sebagaimana yang telah di bacakan kepadanya dari {Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah} bahwa {Abu Murrah} -budak dari- ‘Aqil bin Abu Thalib Telah mengabarkan kepadanya dari {Abu Waqid Al Laitsi} “Bahwa pada saat Rasulullah saw. sedang duduk di masjid beserta para sahabatnya, tiba-tiba datang tiga orang. Yang dua orang mendatangi Rasulullah saw., sedang yang seorang lagi terus pergi begitu saja. Salah seorang di antara yang berdua tadi kemudian mencari-cari tempat kosong dalam halaqah tersebut, lalu dia duduk di situ. Sedangkan seorang lagi mencari-cari tempat dan duduk di bagian belakang. Adapun orang yang ketiga dia pergi begitu saja. Setelah Rasulullah saw. selesai memberikan pengajian beliau bersabda: ‘Perhatikanlah, maukah kuberitahukan kepada kalian tentang orang yang bertiga itu? Satu di antaranya mencari tempat di sisi Allah, maka Allah melapangkan tempat baginya. Orang yang kedua malu-malu, maka Allah pun malu pula kepadanya. Dan orang yang ketiga jelas dia berpaling, maka Allah berpaling pula daripadanya.’ Dan telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Al Mundzir} Telah menceritakan kepada kami {‘Abdush Shamad} Telah menceritakan kepada kami {Harb} yaitu Ibnu Syadad Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lain Dan telah menceritakan kepadaku {Ishaq bin Manshur} Telah mengabarkan kepada kami {Habban} Telah menceritakan kepada kami {Aban} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} bahwa {Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah} Telah menceritakan kepadanya melalui sanad ini dengan Hadits yang semakna.