Permulaan Penciptaan Makhluq

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2985

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ أَخْبَرَنَا مَخْلَدٌ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ أَنَّ نَافِعًا حَدَّثَهُ أَنَّ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ حَدَّثَهُ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْحَشَوْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِسَادَةً فِيهَا تَمَاثِيلُ كَأَنَّهَا نُمْرُقَةٌ فَجَاءَ فَقَامَ بَيْنَ الْبَابَيْنِ وَجَعَلَ يَتَغَيَّرُ وَجْهُهُ فَقُلْتُ مَا لَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا بَالُ هَذِهِ الْوِسَادَةِ قَالَتْ وِسَادَةٌ جَعَلْتُهَا لَكَ لِتَضْطَجِعَ عَلَيْهَا قَالَ أَمَا عَلِمْتِ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَأَنَّ مَنْ صَنَعَ الصُّورَةَ يُعَذَّبُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Muhammad} telah mengabarkan kepada kami {Makhlad} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} dari {Isma’il bin Umayyah} bahwa {Nafi’} bercerita kepadanya bahwa {Al Qasim bin Muhammad} bercerita kepadanya dari {‘Aisyah ra.} berkata “Aku melipat tikar yang ada gambarnya sehingga menjadi seperti bantal kecil untuk Nabi saw. Lalu Beliau datang namun hanya berdiri di antara dua pintu dengan wajah yang berubah (marah). Aku bertanya “Wahai Rasulullah, apa salah kami?”. Beliau saw. bertanya: “Mengapa tikar ini ada disini”. Aku berkata “Aku membuatnya untuk tuan agar tuan dapat berbaring”. Beliau saw. bersabda: “Tidak tahukah kamu bahwa malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar, dan orang yang membuat gambar akan disiksa pada hari qiyamat, dan akan dikatakan kepada mereka “hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2986

حَدَّثَنَا ابْنُ مُقَاتِلٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا طَلْحَةَ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةُ تَمَاثِيلَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Muqatil} telah mengabarkan kepada kami {‘Abdullah} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhriy} dari {‘Ubaidullah bin ‘Abdullah} dia mendengar {Ibnu ‘Abbas RAa} berkata, aku mendengar {Abu Thalhah} berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan (atau) gambar patung”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2987

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا عَمْرٌو أَنَّ بُكَيْرَ بْنَ الْأَشَجِّ حَدَّثَهُ أَنَّ بُسْرَ بْنَ سَعِيدٍ حَدَّثَهُ أَنَّ زَيْدَ بْنَ خَالِدٍ الْجُهَنِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ وَمَعَ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عُبَيْدُ اللَّهِ الْخَوْلَانِيُّ الَّذِي كَانَ فِي حَجْرِ مَيْمُونَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَهُمَا زَيْدُ بْنُ خَالِدٍ أَنَّ أَبَا طَلْحَةَ حَدَّثَهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ قَالَ بُسْرٌ فَمَرِضَ زَيْدُ بْنُ خَالِدٍ فَعُدْنَاهُ فَإِذَا نَحْنُ فِي بَيْتِهِ بِسِتْرٍ فِيهِ تَصَاوِيرُ فَقُلْتُ لِعُبَيْدِاللَّهِ الْخَوْلَانِيِّ أَلَمْ يُحَدِّثْنَا فِي التَّصَاوِيرِ فَقَالَ إِنَّهُ قَالَ إِلَّا رَقْمٌ فِي ثَوْبٍ أَلَا سَمِعْتَهُ قُلْتُ لَا قَالَ بَلَى قَدْ ذَكَرَهُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Ahmad} telah bercerita kepada kami {Ibnu Wahb} telah mengabarkan kepada kami {‘Amru} bahwa {Bukair bin Al Asyajj} bercerita kepadanya bahwa {Busr bin Sa’id} bercerita kepadanya bahwa {Zaid bin Khalid Al Juhaniy ra.} bercerita kepadanya, saat itu Busr bin Sa’id bersama {‘Ubaidullah Al Khawlaniy} berada di rumah Maimunah ra.ma, istri Nabi saw., Zaid bin Khalid bercerita kepada keduanya bahwa {Abu Thalhah} bercerita kepadanya bahwa Nabi saw. bersabda: “”Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang dalamnya ada gambar”. Busr berkata “Kemudian Zaid bin Khalid menderita sakit lalu kami menjenguknya yang ternyata kami berada di dalam rumah yang banyak gambar-gambar. Maka aku berkata kepada ‘Ubaidullah Al Khawlaaniy “Bukankah Beliau pernah bercerita kepada kita tentang masalah gambar?”. ‘Ubaidullah berkata “Sungguh Beliau bersabda: “Kecuali gambar (corak warna) pada pakaian”. Bukankah kamu pernah mendengarnya?”. Aku katakan “Belum”. Dia berkata “Iya, Beliau pernah mengatakannya”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2988

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَرُ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَوَعَدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِبْرِيلُ فَقَالَ إِنَّا لَا نَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَلَا كَلْبٌ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Yahya bin Sulaiman} berkata telah bercerita kepadaku {Ibnu Wahb} berkata telah bercerita kepadaku {‘Umar} dari {Salim} dari {bapaknya} berkata “Malaikat Jibril berjanji kepada Nabi saw., katanya: “Kami tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar ataupun anjing”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2989

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَالَ الْإِمَامُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Isma’il} berkata telah bercerita kepadaku {Malik} dari {Sumayya} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah ra.} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Apabila imam mengucapkan sami’allahu liman hamidah, maka ucapkanlah Allahumma rabbanaa lakal hamdu”. Karena siapa yang ucapannya bersamaan dengan ucapan malaikat maka dia akan diampuni dosanya yang telah lalu”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2990

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ هِلَالِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَحَدَكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا دَامَتْ الصَّلَاةُ تَحْبِسُهُ وَالْمَلَائِكَةُ تَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ مَا لَمْ يَقُمْ مِنْ صَلَاتِهِ أَوْ يُحْدِثْ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Ibrahim bin Al Mundzir} telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Fulaih} telah bercerita kepada kami {bapakku} dari {Hilal bin ‘Ali} dari {‘Abdur Rahman bin Abu ‘Amrah} dari {Abu Hurairah ra.} dari Nabi saw. bersabda: “Seseorang dari kalian akan selalu dihitung berada di dalam shalat selagi shalat itu mengekangnya (orang tersebut menanti shalat ditegakkan) dan malaikat akan mendo’akan “Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah”, selama dia belum berdiri dari tempat shalatnya atau telah berhadats”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2991

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عَطَاءٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ عَلَى الْمِنْبَرِ{ وَنَادَوْا يَا مَالِكُ }قَالَ سُفْيَانُفِي قِرَاءَةِ عَبْدِ اللَّهِ وَنَادَوْا يَا مَالِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Ali bin ‘Abdullah} telah bercerita kepada kami {Sufyan} dari {‘Amru} dari {‘Atha’} dari {Shafwan bin Ya’laa} dari {bapaknya ra.} berkata, aku mendengar Nabi saw. membaca suatu ayat (QS az-Zukhruf ayat 77) di atas mimbar: “Wa naadaw yaa maalik (Mereka berseru “hai maalik”). Sufyan berkata menurut bacaan ‘Abdullah (bin Mas’ud) ‘Wa naadaw yaa maal” (tanpa huruf kaaf).

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2992

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَتْهُأَنَّهَا قَالَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ أَتَى عَلَيْكَ يَوْمٌ كَانَ أَشَدَّ مِنْ يَوْمِ أُحُدٍ قَالَ لَقَدْ لَقِيتُ مِنْ قَوْمِكِ مَا لَقِيتُ وَكَانَ أَشَدَّ مَا لَقِيتُ مِنْهُمْ يَوْمَ الْعَقَبَةِ إِذْ عَرَضْتُ نَفْسِي عَلَى ابْنِ عَبْدِ يَالِيلَ بْنِ عَبْدِ كُلَالٍ فَلَمْ يُجِبْنِي إِلَى مَا أَرَدْتُ فَانْطَلَقْتُ وَأَنَا مَهْمُومٌ عَلَى وَجْهِي فَلَمْ أَسْتَفِقْ إِلَّا وَأَنَا بِقَرْنِ الثَّعَالِبِ فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا أَنَا بِسَحَابَةٍ قَدْ أَظَلَّتْنِي فَنَظَرْتُ فَإِذَا فِيهَا جِبْرِيلُ فَنَادَانِي فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ وَمَا رَدُّوا عَلَيْكَ وَقَدْ بَعَثَ إِلَيْكَ مَلَكَ الْجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بِمَا شِئْتَ فِيهِمْ فَنَادَانِي مَلَكُ الْجِبَالِ فَسَلَّمَ عَلَيَّ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ فَقَالَ ذَلِكَ فِيمَا شِئْتَ إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمْ الْأَخْشَبَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Abdullah bin Yusuf} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} berkata telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} berkata telah bercerita kepadaku {‘Urwah} bahwa {‘Aisyah ra.}, istri Nabi saw. bercerita kepadanya bahwa dia pernah bertanya kepada Nabi saw.: “Apakah baginda pernah mengalami peristiwa yang lebih berat dari kejadian perang Uhud?”. Beliau menjawab: “Sungguh aku sering mengalami peristiwa dari kaummu. Dan peristiwa yang paling berat yang pernah aku alami dalam menghadapi mereka adalah ketika peristiwa al-‘Aqabah, saat aku menawarkan diriku kepada Ibnu ‘Abdi Yalil bin ‘Abdu Kulal agar membantuku namun dia tidak mau memenuhi keinginanku hingga akhirnya aku pergi dengan wajah gelisah dan aku tidak menjadi tenang kecuali ketika berada di Qarnu ats-Tsa’aalib (Qarnu al-Manazil). Aku mendongakkan kepalaku ternyata aku berada di bawah awan yang memayungiku lalu aku melihat ke arah sana dan ternyata ada malaikat Jibril yang kemudian memanggilku seraya berkata “Sesungguhnya Allah mendengar ucapan kaummu kepadamu dan apa yang mereka timpakan kepadamu. Dan Allah telah mengirim kepadamu malaikat gunung yang siap diperintah apa saja sesuai kehendakmu”. Maka malaikat gunung berseru dan memberi salam kepadaku kemudian berkata “Wahai Muhammad”. Maka dia berkata “apa yang kamu inginkan katakanlah. Jika kamu kehendaki, aku timpakan kepada mereka dua gunung ini”. Maka Nabi saw. bersabda: “Tidak. Bahkan aku berharap Allah akan memunculkan dari anak keturunan mereka orang yang menyembah Allah satu-satunya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2993

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ الشَّيْبَانِيُّ قَالَ سَأَلْتُ زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍعَنْ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى{ فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى }قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ مَسْعُودٍ أَنَّهُ رَأَى جِبْرِيلَ لَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Qutaibah} telah bercerita kepada kami {Abu ‘Awanah} telah bercerita kepada kami {Abu Ishaq asy-Syaibaniy} berkata Aku bertanya kepada {Zirra bin Hubaisy} tentang firman Allah Ta’ala QS an-Najm ayat 9-10: “Fa kaana qaaba qausaini aw adnaa. Fa awhaa ilaa ‘abdihii maa awhaa” (“Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) sedekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan”). Dia berkata, telah bercerita kepada kami {Ibnu Mas’ud} bahwa Beliau saw. telah melihat Jibril yang memiliki enam ratus sayap”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 2994

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ{ لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى }قَالَ رَأَى رَفْرَفًا أَخْضَرَ سَدَّ أُفُقَ السَّمَاءِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Hafsh bin ‘Umar} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {Al A’masy} dari {Ibrahim} dari {‘Alqamah} dari {‘Abdullah ra.} tentang firman Allah Ta’ala pada QS an-Najm ayat 18 yang artinya (“Sungguh dia (Muhammad) telah melihat sebagian dari tanda-tanda kekuaaan Rabbnya yang paling besar”), dia berkata “Beliau saw. melihat tikar berwarna hijau menutupi ufuk langit”. (Maksudnya malaikat Jibril as. membuka sayapnya sehingga menutupi ufuk langit).